
"Bagaimana?" tanya Roh Dewa Kematian.
Zhang Ziyi tidak langsung menjawab. Dia tampak berpikir sejenak. Menoleh ke arah rekan-rekannya yang juga tampak menunggu jawaban darinya.
"Terima atau tidak?!" batin Zhang Ziyi. Dari cerita yang di ceritakan oleh Roh Dewa Kematian, Zhang Ziyi bisa menebak bahwa dirinya telah lulus ujian dari Roh Dewa Kematian, meskipun dia sendiri tidak menyadari ujian itu. Sehingga saat ini dia hanya perlu mengakui dirinya sebagai penerus dari Dewa Kematian.
Namun, untuk menjadi penerus Dewa Kematian sendiri, Zhang Ziyi harus menjalani tugas-tugas sebagai Dewa Kematian. Dengan mencabut Roh-roh dari orang yang meninggal lalu membawanya pada Pengadilan Akhir.
"Tugas itu memang tidak berat bagiku, tapi nantinya aku tidak akan mendapat kebebasan dan tak ada waktu yang terlewatkan selain dengan mengumpulkan roh-roh yang telah meninggal ... sudah begitu, makhluk hidup yang ada tidak hanya di alam atas ini, melainkan begitu luas," gumam pelan Zhang Ziyi.
"Hahaha, kau tenang saja, Nak! Kau hanya perlu memerintahkan bawahan–mu atau orang-orang kepercayaan–mu melakukan tugas itu. Sementara kau hanya memastikan bahwa mereka telah menyelesaikan atau menjalankan tugasnya dengan baik!" Roh Dewa Kematian yang mendengar gumaman Zhang Ziyi tadi mengeluarkan suara. mencoba untuk menenangkan Zhang Ziyi.
"Hmm, benarkah?" Zhang Ziyi memastikan perkataan Roh Dewa Kematian tadi tidak berbohong.
"Kau tidak mempercayaiku?" Roh Dewa Kematian membalikkan pertanyaan.
"Menurut mu?" Zhang Ziyi pun demikian
"Haiss, Sudahlah! Pada akhirnya keputusan ada di tanganmu. Dan ya, yang kukatakan tadi memang benar bahwa kau bisa menyuruh bawahan–mu untuk menuntun para roh ke dalam Pengadilan akhir." ujar Dewa Kematian.
Zhang Ziyi terdiam sejenak. Dia kembali memikirkan perkataan Dewa Kematian tadi. Kembali dia menoleh ke arah rekan-rekannya yang masih setia menunggu jawaban darinya. Dia menatap satu per satu mereka, tampaknya mereka mengharapkan Zhang Ziyi untuk menjadi penerus Dewa Kematian. Ini terlihat dari raut wajah mereka, meski agak datar, namun Zhang Ziyi bisa melihat makna tersembunyi dari wajah rekan-rekannya.
"Jika di pikir-pikir, mereka juga telah menjadi pewaris sekarang. Yaitu pewaris dari tujuh Dewa Elemen. ... Hmm, apakah aku juga harus menerimanya?"
Setelah melewati pertimbangan panjang, Zhang Ziyi kemudian memutuskan keputusannya.z
"Hmm, baiklah. Aku menyetujuinya."
Ucapan itu menimbulkan reaksi dari rekan serta Roh Dewa Kematian sendiri.
"Hahaha, sudah ku duga, kau akan menerimanya." Roh Dewa Kematian berkata bangga.
__ADS_1
"Tapi, Nak! Kau harus membunuh Dewa Kematian yang itu terlebih dahulu, baru setelahnya kau akan resmi."
Zhang Ziyi menyimak apa yang di katakan Roh Dewa Kematian itu. "Baiklah! Akan aku lakukan!"
Zhang Ziyi menghilang dari tempatnya. Begitupun juga dengan Zhang Zhili serta yang lainnya yang juga ikut menghilang. Mereka muncul kembali di sebuah kawah besar, di tengah-tengah Lembah Daratan Sunyi. Kawah itu sendiri sangat besar dan dalam.
"Aku akan memeriksanya. Apakah dia masih ada di dalam kawah ini atau mungkin sudah melarikan diri!"
Zhang Ziyi kemudian menggunakan kekuatan jiwa untuk memeriksa kawah tersebut.
Sesaat wajah Zhang Ziyi memburu kala mengetahui bahwa orang yang diajari dalam kawah telah menghilang.
"Ini buruk... Aku tidak lagi menemukan keberadaannya. Dia telah pergi dari sini!" ucap Zhang Ziyi.
"Dasar ceroboh... Mengapa kau tak membunuhnya saja tadi?" Roh Dewa Kematian mengutuki tindakan Zhang Ziyi.
Di sisi lain, Zhang Ziyi sendiri merasa kesal dengan perkataan Roh Dewa Kematian yang mengatakan dari ceroboh.
"Kalau saja tadi roh-roh negatif itu tidak merusuh, mungkin aku masih bisa mengurus Dewa Kematian ini. Tapi, saat itu situasinya tidak mendukung. Juga aku telah membuat Dewa Kematian tidak lagi memiliki kemungkinan untuk bangkit. Bahkan nyawanya telah sekarat, sehingga aku meninggalkannya tadi." Zhang Ziyi mencari pembelaan. Dia juga menjelaskan dengan tanpa kebohongan.
"Zhang Ziyi mengangguk. "Aku mengerti!"
Setelahnya mereka lantas beranjak dari sana.
***
Situasi Lembah Daratan Sunyi tidak bisa di katakan baik. Tebing tinggi hancur dan rata akan tanah. Kawah tercipta di mana-mana, dengan pusatnya adalah kawah besar yang tercipta dari hantaman tubuh Dewa Kematian.
Tanah Terbelah membentuk jurang bercabang oleh goncangan kekuatan besar. Selain itu, banyak sekali di temukan mayat berserakan di mana-mana. Entah itu mayat dari pasukan Topang Darah Hantu, maupun pasukan pengendali roh Dewa Kematian. Tapi kebanyakan terlihat adalah pasukan pengendali roh dari pihak Dewa Kematian, sebab ini tidak terlepas dari perbuatan Zhang Ziyi sendiri yang membantai tanpa jeda untuk waktu tertentu.
Pasukan dari pihak Dewa Kematian yang tersisa tidak lagi nampak di Lembah Daratan Sunyi ini. Entah kemana perginya mereka, tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak, hanya tersisa rekan mereka yang telah meregangkan nyawa yang masih terlihat terbaring di mana-mana sementara mereka yang masih mempertahankan nyawanya kini telah melarikan diri.
__ADS_1
Topeng Darah Hantu sendiri saat ini tengah mengamankan anggotanya. Mereka yang masih bisa berdiri diarahkan untuk mengumpulkan anggota Topeng Hantu yang gugur dalam pertempuran ini. Sedangkan sebagiannya menggali tanah lapang yang masih aman pakai untuk mengubur jenazah rekan mereka.
Setelah beberapa saat, mereka akhirnya selesai dengan tugasnya. Guru Besar telah memulihkan kondisinya sekitar empat puluh persen setelah sebelumnya dibuat tak berdaya oleh Dewa Kematian. Rencana hendak membalas dendam atas kematian Pemimpin Topeng Darah Hantu yang merupakan Dewa Kematian terdahulu, pun gagal dia lakukan. Namun harapannya saat itu telah bertumpu pada Zhang Ziyi.
Kala melihat Zhang Ziyi bertarung dengan Dewa Kematian, Guru Besar merasa takjub. Tidak di sangka seroang pemuda yang tadi sempat di kira sangat lemah, bisa bertarung imbang dengan Dewa Kematian, bahkan sampai membuat Dewa Kematian kewalahan.
Tidak hanya dirinya, bahkan banyak pasang mata yang melihat aksi Zhang Ziyi dalam melawan Dewa Kematian tadi untuk tidak tak takjub. Apalagi mereka bisa menyaksikan langsung bagaimana awal mula kedatangan Zhang Ziyi, dimana langsung turun dan membunuh banyak musuh dalam waktu singkat. Setelahnya beralih melawan Dewa Kematian, dan berakhir dengan menolong Orang-orang yang kerusuhan. Dan itu terjadi hanya dalam kurun satu waktu.
Kala fajar telah menyingsing. Kini pagi telah datang. Suasana remang itu telah mengisi lembah Daratan Sunyi dan mengusir Malam kelam penuh akan cerita yang tak terlupakan.
Anggota Topeng Darah Hantu bergerak untuk meninggalkan Lembah Daratan Sunyi setelah mendapat arahan dari Guru Besar.
***
Besoknya, kabar akan pertarungan yang berlangsung di Lembah Daratan Sunyi cepat menyebar di seluruh pelosok wilayah Kekaisaran Langit. Rupa-rupanya, tanpa sepengetahuan dari dua kubu yang berperang saat itu, mereka tengah di awasi oleh beberapa orang. Dan kabar tersebut tersebar oleh beberapa orang ini.
Yang paling trend dalam topik ini adalah, aksi seroang pemuda bertopeng yang datang dan mengalahkan Dewa Kematian. Banyak orang yang membicarakan pemuda bertopeng itu.
Dari mulut ke mulut, menceritakan akan bagikan aksi heroik Zhang Ziyi dalam hal mengalahkan Dewa Kematian. Karena ini tersebar dari mulut ke mulut, tentunya banyak yang di ubah, ada fakta yang di kurangi dan ada pula fakta akan cerita tersebut yang di tambahkan. Dan yang paling populer adalah bagaimana Zhang Ziyi mengalahkan Dewa Kematian hanya dalam sekali serangan telak.
"Aku yakin bahwa ini merupakan pemuda bertopeng yang saat itu juga mengacau di Lembah Bulan Malam!" ucap salah seorang dalam sebuah Kedai. Mengingat kembali kejadian saat di Lembah Bulan Malam, dan ya, kejadian itu akan menjadi salah satu kenangan yang mungkin tidak akan terlupakan baginya.
"Apakah kau yakin? Bahkan Kamu tidak ada di Lembah Daratan Sunyi malam tadi!" ucap Tan pria itu.
"Hahaha, dari ciri-ciri yang beredar, aku bisa memastikan bahwa itu memang anak itu."
"Tapi bagaiman bisa dia mengalihkan Dewa Kematian. Terakhir kali dia melihat Zhang Ziyi yang berada di ranah Dewa Abadi. Tapi sekarang pria itu tidak lagi melihat keberadaan Zhang Ziyi, sehingga dia tidak tahu sudah sejauh mana kemampuan Zhang Ziyi saat ini.
"Bahkan belum lama kalian bertemu, tidak akan masuk akal jika dia memiliki kekuatan besar dalam waktu yang sangat singkat. Apalagi sampai bisa mengalahkan Dewa Kematian.
"Entahlah, tapi kalau memang dia adalah orang yang sama dengan seorang pemuda bertopeng dalam Lembah Bulan Malam, aku yakin Kaisar Langit serta beberapa Fraksi lain akan datang dan mencari keberadaan pemuda itu!"
__ADS_1
"Hmm, bisa jadi!"
Sudut lain dalam kedai, seorang tengah santai menyeruput air minumnya. Sesekali sunggingan kecil terlihat dari bibirnya kala mendengar perkataan dari dua orang itu.