Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 168 ~ Warung Makan


__ADS_3

"Tetua! Ada orang yang ingin bertemu denganmu!"


Pria bertubuh pendek yang tengah me–malu besi, menghentikan aksinya sejenak. Dia


"Siapa?" ucapnya singkat. Lalu dia kembali melanjutkan pekerjaannya.


Si Yao, pemimpin ras Gnome langsung menghampiri pria tersebut. Dia membisikkan sesuatu di telinga orang yang di panggil tetua tadi.


"Hmm, baik... Aku ingin lihat, sehebat apa dia sehingga bisa mengalahkan dan mengusir ras Orc!" Tetua berbalik. Mendapati Zhang Ziyi yang tengah memandanginya dengan wajah sumringah. Berbanding terbalik dengan Tetua yang justru menatap Zhang Ziyi dengan tajam dan penuh akan ketelitian.


"Tuan, silahkan!" Si Yao berkata dengan sopan kepada Zhang Ziyi. Tangannya dia buka, mempersilahkan Zhang Ziyi untuk menemui dan bercerita dengan tetua.


"Ehem, baiklah. Ak–!"


Zhang Ziyi hendak berkata, namun langsung terpotong oleh perkataan ketus dari tetua tersebut.


"Cih, tak ada yang istimewa darinya." Tetua berkata ketus, merendahkan dan penuh akan intimidasi. Dia lantas menoleh ke arah Si Yao.


"Mengapa kau menjadikannya sebagai pemimpin? Perawakannya yang begitu sederhana, dia tidak lebih dari sampah terbuang yang sangat lemah. Ku yakin, kalau manusia ini hanya berpura-pura baik, dan akan menusuk ras kita dari belakang!" Tak berperasaan tetua saat mengatakan itu.


Sumringah yang semula di pasang Zhang Ziyi, kini telah pudar. Dia memandang tetua dengan tatapan lain.


"Ehh, Tetua, perhatikan perkataan mu! Dia adalah pemimpin kita sekarang," tegur Si Yao.


"Tch... Aku bahkan tidak melihat adanya aliran energi dalam tubuhnya!" Tetua menyanggah teguran dari Si Yao dengan cibiran terhadap Zhang Ziyi.


Tepat setelah dia mengatakan itu, Tetua dan Pemimpin ras Gnome itu tiba-tiba saja di sapa oleh angin yang begitu kencang. Mengandung energi yang sangat besar, sampai-sampai Si Yao dan tetua sendiri merasakan yang namanya merinding.


Energi itu bukanlah dari Zhang Ziyi. Melainkan dari burung api yang tiba-tiba saja muncul, setelah sebelumnya tidak terlihat burung itu.


Phoenix Api memancarkan auranya. Tampaknya dia marah dan tidak terima kala majikannya di rendahkan.


Semakin lama, aura yang terpancar kian meningkat. Kedua Gnome kesusahan dalam menahan aura tersebut.


"Cukup!" Zhang Ziyi tiba-tiba berkata. Niao yang masih belum puas untuk menekan kedua orang itu, terpaksa menarik kembali auranya.


Zhang Ziyi maju beberapa langkah.


"Maafkan atas kelancangan hewan peliharaan ku!" Zhang Ziyi meminta maaf atas tindak yang di lakukan Niao tadi.


"Tuan tidak perlu meminta maaf. Aku yang seharusnya meminta maaf!" Entah mengapa setelah mendapatkan tekanan tadi, Tetua mulai memandang lain Zhang Ziyi. Bahkan berani memelihara hewan yang memiliki kekuatan sangat mengerikan, menandakan kekuatan Zhang Ziyi juga sama mengerikannya.


"Hmm, Baiklah! Masalah ini, kita anggap selesai sampai di sini!" ucap Zhang Ziyi. Dia tidak ingin memperpanjang suatu masalah yang menurutnya tidak patut untuk di perpanjang.


"Eh, aku ingin meminta bantuan Tetua ... apakah boleh?"


"Te–tentu saja, tuanku. Selagi aku bisa memberikannya, maka aku akan berusaha untuk memberikan yang terbaik diantara yang terbaik untuk Tuan!" Tetua menundukkan kepalanya, memberi hormat pada Zhang Ziyi.

__ADS_1


"Bagus... Tetua aku berencana menggabungkan dua senjata tingkat spiritual menjadi satu!"


"Apa?"


Baik Pemimpin ras Gnome, maupun Tetua begitu terkejut mendengar pernyataan dari Zhang Ziyi. Senjata spritual adalah senjata langka tingkat atas. Tidak banyak orang memilikinya. Tapi, Zhang Ziyi bahkan mengatakan bahwa dia memiliki dua benda itu sekaligus.


Zhang Ziyi mengeluarkan dua buah pedang dari cincin ruang. Pedang Naga Langit dan Pedang Pembalik Langit.


Kontan, melihat dua senjata yang barusan di keluarkan Zhang Ziyi, Kedua orang itu tidak bisa untuk tidak bergetar. Dari aura yang terpancar dari pedang itu, mereka sudah bisa menebak bahwa pedang ini bukan pedang biasa. Bahkan senjata spritual saja mungkin masih berada di bawahnya.


"Tuan, kualitas dua pedang ini bukanlah main-main. Aku tak berani untuk merombak dan menggabungkan kedua benda itu. Ini sangat beresiko ... takutnya jika aku gagal, kualitas dari kedua pedang ini akan menurun." Bukan tanpa alasan dia mengatakan demikian Tetua tidak pernah sekalipun untuk membuat senjata di atas senjata spiritual.


Memang pernah beberapa kali dia mencoba, namun semuanya selalu berakhir dengan kegagalan.


Tak langsung menjawab. Zhang Ziyi memperhatikan dua pedang di tangannya ini. Beratnya mungkin melebihi ribuan ton. Akan tetapi jika di tangannya, kedua pedang itu sangatlah ringan, layaknya pedang biasa pada umumnya.


Melihat garis wajah yang di tunjukkan oleh Tetua, Zhang Ziyi mengangguk sejenak.


"Baiklah, aku juga tidak akan memaksamu,"


"Mohon maafkan atas ketidak berdayaan ku, Tuan. Aku belum pernah sama sekali membuat pedang yang setingkat dua pedangmu. Memang pernah beberapa kali aku mencoba, namun hanya kegagalan yang ku dapat!"


"Aku paham..." Zhang Ziyi melempar pandangan ke arah dua hewan peliharaannya yang saat ini tengah bermain-main. Niao kini telah kembali ke bentuk aslinya. Seperti biasa, kebiasaannya adalah menganggu Laohu. Berusaha untuk tak membiarkan harimau api itu tenang sebentar saja.


"Oh ya. Melihat ras kalian yang memiliki banyak sekali pandai besi, aku ingin kalian membuatkan pedang tingkat tinggi untuk bawahan–ku yang lain, apakah kalian sanggup?"


"Hmm, sekitar tiga ratus ribu pedang. Atau mungkin lebih dari itu!"


"Hmm, kalau masalah sanggup dan tidak sanggup, sebenarnya ras kami sanggup untuk melakukannya. Akan tetapi, kami membutuhkan waktu untuk itu. Mengingat jumlah bawahan tuan yang begitu banyak jumlahnya, juga bahan yang harus kami kumpulkan, butuh waktu bertahun-tahun untuk melakukannya," jelas Si Yao.


"Tidak masalah. Aku juga belum memintanya sekarang. Akan tetapi suatu saat, jika saatnya tiba, maka senjata-senjata itu akan aku minta."


"Tapi tuan, membuat senjata yang begitu banyak itu, kami akan dengan senang hati untuk melakukannya untuk Tuan. Tapi kami juga membutuhkan dukungan untuk ini!" ucap Tetua.


"Hmm, katakanlah!"


"Kristal roh ... Kami hanya membutuhkan kristal roh!"


Sempat mendapat penjelasan dari dua Gnome, bahwa ras Gnome meningkatkan kultivasi hanya dengan menyerap kristal roh. Sebab itulah Tetua meminta benda tersebut kepada Zhang Ziyi.


"Baiklah... Semua bawahan ku memiliki ambisi untuk kuat. Termasuk kalian juga!"


Zhang Ziyi mengeluarkan banyak sekali kristal roh. Baik tingkat rendah, maupun tingkat tinggi.


Melihat gunungan kristal roh, baik Tetua, maupun Si Yao langsung melebarkan mata.


"I–ini .... Baik—baik. Mengenai Senjata tingkat tinggi, Tuan tenang saja. Kami pasti akan memenuhinya." Saking senangnya, Si Yao sampai berkata dengan cepat.

__ADS_1


Zhang Ziyi mengangguk. Si Yao kemudian memasukkan semua kristal roh ke dalam cincin ruangnya.


Berbincang-bincang untuk beberapa waktu, mereka akhirnya menyelesaikan–nya.


Zhang Ziyi berniat meninggalkan tempat para Gnome dan berkelana. Namun sebelum itu, dia juga meninggalkan para kultivator bertopeng di tempat ini. Guna menjaga dan mengawasi para Gnome. Selain itu, Zhang Ziyi juga meninggalkan kekuatan mentalnya di sini, guna bisa mengawasi ras ini dari jauh.


Selesai menyelesaikan urusannya di tempat ras Gnome, Zhang Ziyi pun mengendarai Laohu. Setelahnya terbang untuk bertualang di alam atas ini.


-


Terbang tanpa arah, Zhang Ziyi pada akhirnya menemukan sebuah perkampungan. Dia lantas meminta Laohu untuk mendarat.


Gerbang di tempat ini begitu tinggi. Di jaga oleh dua orang kultivator ranah Alam Surgawi tahap 5. Saat melewati gerbang itu, tidak sedikit pun Zhang Ziyi mendapat cegahan dari dua penjaga.


"Tampaknya perkampungan ini tidak di batasi oleh siapapun... Bahkan banyak kultivator dengan ras berbeda-beda. Baik itu Dewa, Manusia, Siluman, dan banyak lagi ras yang lainnya berkumpul di tempat ini!" gumam Zhang Ziyi dalam hati.


Dia lantas memasuki perkampungan lebih dalam. Sepanjang jalan, memang banyak dia temukan orang-orang aneh. Dimulai dari manusia berhidung dan telinga babi, manusia kera, ataupun orang normal berkeliaran ke sana kemari.


Aura saling bertubrukan sepanjang jalan. Orang-orang yang ada di perkampungan ini sendiri memang sengaja melakukannya. Tapi sejauh yang Zhang Ziyi lihat, belum ada tanda-tanda keributan. Ya, aura yang saling mengintimidasi itu, tak membuat yang lain tersinggung. Bahkan mereka tampak saling berbangga diri dengan auranya.


"Sepertinya, aku membutuhkan informasi terkait dengan Wilayah dan hal-hal menarik di alam Atas ini!" gumam Zhang Ziyi.


"Tapi kemana?" pikirnya lagi.


Dia menilik sekitar. Tampak begitu banyak pasang mata yang memandangi dirinya. Tak sedikit pula orang yang berbisik-bisik membicarakan Zhang Ziyi. Entah apa yang membuat orang-orang itu tertarik terhadap nya.


"Sepertinya di sebuah restauran atau warung makan, bisa di sini!"


Tanpa mempedulikan mereka, Zhang Ziyi melanjutkan langkah kakinya.


Tak butuh waktu lama, dia telah menemukan apa yang dia cari. Bangunan berlantai dua dengan hiasan mewah di setiap sudut luar bangunan yang berdiri di hadapan Zhang Ziyi. Dia melangkahkan kakinya, berniat memasuki bangunan tersebut.


"Hmm.." Dua orang penjaga pintu masuk dengan kultivasi ranah Alam Surgawi tahap 7 langsung menghalangi jalan Zhang Ziyi. Keduanya memasang wajah datar. Di ikuti oleh badan yang kekar, membuat kedua orang ini tampak garang.


Zhang Ziyi mengernyit, kala dirinya di halangi dua orang itu.


"Mohon maaf, paman. Aku lapar dan hendak mengisi perut di warung makan ini!" Zhang Ziyi menangkupkan tangan, memberi hormat.


"Bayar uang masuk 2 koin emas!" Salah satu lelaki berkata dengan datar dan penuh tekanan.


"Mahal sekali!" gumam Zhang Ziyi dalam hati. Dia lantas mengeluarkan dua buah koin emas dari cincin ruang miliknya.


Sebelumnya, pemilik awal cincin ruang di jari Zhang Ziyi itu mungkin dulunya adalah orang kaya. Banyak sekali benda berharga dia dapatkan di dalam cincin, termasuk koin emas sendiri.


Awalnya Zhang Ziyi mengira koin emas yang ada di cincin ruang tidak bisa di pakai sebagai alat tukar, sebab memiliki motif serta simbol yang berbeda dari koin pada umumnya saat di alam tengah.


Akan tetapi, dia menyadari kalau koin emas itu merupakan alat tukar yang hanya berlaku di alam Atas ini. Menandakan bahwa pemilik cincin ruang dahulu merupakan penghuni alam atas.

__ADS_1


__ADS_2