Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 236 ~ Zhang Ziyi Vs Huang Shen


__ADS_3

Kekalahan Qin Chen membuat Jenderal Kaisar Langit yang berada di kursi tamu kehormatan merasa malu. Apalagi Qin Chen kalah oleh seorang gadis yang notabenenya dari kekaisaran Kegelapan, merupakan saingan dari Kekaisaran Langit.


"Cih anak sialan ini. Mau taruh di mana muka aku setelah ini? Bahkan dia kalah begitu mudah oleh gadis itu!" batin jenderal Kaisar Langit dalam hati.


"Hahaha, Dewi memang hebat. Bahkan bisa mengusir perwakilan dari Kekaisaran Langit dengan begitu mudahnya. Apalagi bukan dalam partai Final!" Wanita yang merupakan perwakilan dari Kekaisaran Kegelapan itu berkata dengan sengaja membesarkan suaranya. Dengan tujuan, Jenderal Kaisar Langit bisa mendengarnya.


Benar, memang Jenderal Kaisar Langit mendengar apa yang di katakan oleh Wanita tadi. Namun ekspresinya hanya datar. Meski demikian, wanita perwakilan dari Kekaisaran Kegelapan itu tau kalau dalam hatinya, jenderal Kaisar Langit sedang tidak baik-baik saja.


"Oh ya... Dengan berhentinya kekaisaran Langit dalam babak delapan besar ini, aku harap Kekaisaran Langit juga tidak akan mencari masalah dalam hadiah umum dari pertandingan ini." Wanita tadi kembali berkata. Perkataannya pun terdengar seperti ancaman serta ditekan di bagian akhirnya.


Dengan wajah datar, jenderal Kaisar langit pun menoleh ke arah wanita perwakilan Kekaisaran Kegelapan.


"Perwakilan kami kami telah kalah di babak delapan besar tadi. Bagaimana kami bisa miliki hadiah utama?" Jenderal Kaisar langit berkata dengan santai.


"Baguslah!" Wanita perwakilan dari Kekaisaran Kegelapan merasa lega, namun dia tahu bahwa Kekaisaran Langit pastinya tetap akan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan hadiah utama.


-


Setelah pertarungan antara Hei An dan Qin Chen telah berakhir, kini laki-laki panitia kembali memutar nama empat orang yang akan bertanding selanjutnya.


Beberapa saat, itu telah selesai. Dan gambar yang keluar adalah gambar wajah Zhang Ziyi.


"Haah, akhirnya tibalah giliran aku." Zhang Ziyi menarik napas panjang.


Hei An memeluk lengan tangan Zhang Ziyi. "Aku yakin, kakak Ziyi pasti bisa menang mudah dan kita akan bertemu di final nanti!" ucap Hei An yang memberi semangat pada Zhang Ziyi.


Menoleh ke arah gadis di sampingnya itu, Zhang Ziyi kemudian mengusap pelan rambutnya.


"Baiklah, karena kamu telah menang, maka aku juga tidak ada alasan untuk kalah."


"Hehehe, seperti itu baik."


Menunggu peserta yang akan menjadi lawannya. Namun Zhang Ziyi segera mengetahuinya saat energi berwarna biru pada kartu token berhenti pada salah satu gambar. Dan itu adalah gambar wajah Huang Shen.


"Baik, untuk peserta yang akan bertarung selanjutnya adalah Zhang Ziyi dan Huang Shen... Untuk kedua peserta silakan memasuki panggung arena." MC kembali berseru.


Zhang Ziyi yang mendengar namanya dipanggil, menoleh ke arah gadisnya sejenak, lalu melompat ke tengah-tengah arena.


Setelah dirinya, seorang lelaki tampan juga telah melesat dengan kecepatan tinggi, mendarat dengan begitu sempurna di atas arena panggung.


"Salam kenal!" Lelaki itu memulai percakapan. Dia juga menangkupkan kedua tangannya, "Aku Huang Shen, seorang Dewa Pengadilan. Semoga dengan pertandingan ini, kita semakin dekat dan berteman baik!" ucap ramah Huang Shen.


Zhang Ziyi sendiri menanggapinya dengan memasang senyum kecil. "Salam kenal kembali, Senior! Aku Zhang Ziyi, merupakan Dewa Kematian!" Zhang Ziyi membalas dengan tidak kalah ramahnya.


"Hmm, baik sekali. Setelah Dewa Kematian, adalah Dewa Pengadilan!" ucap Hang Shen.

__ADS_1


Zhang Ziyi mengangguk. Dia mengingat kembali ucapan dari Huang Shen tempo hari lalu. Dimana dia mengatakan bahwa akan menunggu Zhang Ziyi dan berharap Zhang Ziyi tidak kalah di awal-awal pertandingan. Namun jika di lihat-lihat, mereka tampak sebanding, sehingga tidak patut dikatakan bahwa Huang Shen yang menunggu Zhang Ziyi dalam pertandingan ini.


"Baik, pertandingan mulai!" ucap Lantang MC.


"Mohon bimbingannya, Senior!" Zhang Ziyi kembali menangkupkan kedua tangannya memberi hormat sejenak, sebelum dia maju dan menyerang Hang Shen.


Tring


Trang!


Tring!


Bunyi dentingan pedang terdengar begitu nyaring dan beruntun dalam waktu satu detik, menandakan seberapa cepat kedua orang itu dalam bertarung.


Ya, kecepatan yang tidak kalah ekstrim dari pertandingan kontestan sebelumnya, hingga membuat mereka telah bertukar ratusan bahkan ribuan serangan dalam beberapa detik saja.


Zhang Ziyi mengaktifkan teknik pertama dan kedua dari Pedang Naga Langit. Insting yang semakin kuat, serta serangan tajam memadai. Tebasan terarah dan terlampau tajam itu di miliki Zhang Ziyi dalam waktu singkat. Hal itu sendiri sedikit menyusahkan Huang Shen.


Huang Shen merasakan udara di sekitarnya yang semakin menipis dan terlampau tajam, sampai-sampai ketika dia menghirup udara, sistem pernapasannya serasa dikoyak oleh udara tersebut.


"Sial, ini begitu tajam.Teknik berpedang–nya begitu tinggi. Bahkan aku merasa kalau Zhang Ziyi ini memiliki kemampuan berpedang di atas Fang Shi," gumam Huang Shen dalam hati.


Bertarung selama beberapa saat, mereka kemudian mengambil jarak. Terlihat sedikit robekan pada lengan baju Huang Shen, namun tidak sampai melukai kulitnya.


"Kamu begitu kuat, saudaraku. Baiklah. Mari bertarung Serius. Tunjukan kemampuan masing-masing!" ucap Huang Shen.


Pedang Naga Langit kini telah dilapisi oleh energi kegelapan. Zhang Ziyi sengaja menggunakan enegi kegelapan, sebab dia tidak ingin mengundang perhatian terlalu jauh. Ini juga untuk menutupi identitasnya sebagai bagian dari Kekaisaran Langit sendiri.


Di sisi seberang, Huang Shen juga telah menyiapkan dirinya. Kali ini tidak berniat berbalas kasar terhadap lawan tandingnya itu.


Keduanya sama-sama melesat maju.


Sriingg!


Dua pedang bertemu di titik Tengah. Bergeser, menciptakan sensasi bising yang mengganggu indera pendengar.


Kedua orang itu begitu bersemangat dalam bertarung. Berusaha untuk menjatuhkan lawan. Pertarungan jarak dekat itu terhenti saat lima menit telah berlalu.


Keduanya sama-sama melepaskan serangan energi dari jarak jauh. Hendak menguji serangan siapa yang paling kuat.


Selaku Dewa Kematian, Zhang Ziyi menggunakan kekuatan roh untuk bertarung dengan Huang Shen kali ini.


Tubuhnya menjadi tanpa wujud. Maju menyerang dengan mengambil jarak dekat, setelah beberapa serangan jarak jauh tadi selalu-nya berakhir imbang.


Di sisi lain, Huang Shen kali ini merasa kesusahan dalam menghadapi Zhang Ziyi. Apalagi wujud Zhang Ziyi yang seperti tidak bisa disentuh sementara untuk Zhang Ziyi sendiri bisa menyentuhnya dengan mudah.

__ADS_1


Hal ini sendiri merupakan ketidakadilan baginya. Namun dia juga tidak bisa menyela sebab dia mengetahui bahwa Zhang Ziyi ini memang seorang Pengendali Roh. Melihat statusnya sebagai Dewa Kematian.


Pertarungan telah berlangsung selama satu jam. Dalam kurun waktu itulah telah tercipta hal-hal menarik yang sulit di lakukan oleh sebagian besar orang yang menonton pertandingan mereka.


Baamm;


Baamm!


Baamm!


Whush!


Ledakan terjadi beruntung, tapi tidak membuat keduanya berhenti bergerak. Semakin memasuki tingkat puncak pertarungan. Huang Shen sendiri telah menemukan cara untuk mengatasi permasalahannya dalam hal menyentuh tubuh Roh Zhang Ziyi. Meskipun itu belum bisa dikatakan sempurna, namun setidaknya telah berhasil.


Mengambil jarak untuk kesekian kalinya. Baik Zhang Ziyi, maupun Huang Shen saling memandang di kejauhan.


"Aku harap kamu akan mengeluarkan semua kekuatan mu, Saudaraku. Jangan tahan karena aku juga tidak akan menahan diri lagi.


Huang Shen melepaskan kekuatannya. Begitu besar hingga udara sekitar terasa menipis. Di sertai dengan takanan udara yang semakin berat.


Pola-pola kuno tercipta di belakang Huang Shen. Membentuk suatu susunan formasi tertentu.


Di sisi lain, Zhang Ziyi juga tidak tinggal diam. Dia mengeluarkan roh-roh dalam topeng Hantu yang langsung menyebar di berbagai sisi aren pertandingan. Roh-roh itu begitu ganas hingga membuat para penonton sempat merasa ketakutan. Apalagi mereka yang takut dengan hantu.


Setelahnya, Zhang Ziyi kembali menarik mereka, membiarkan mereka menyatu dengan tubuhnya, begitupun juga dengan Pedang Naga Langit yang kini telah berwujud roh.


Dua aura mendominasi itu langsung menguasai suasana di tempat itu.


Whush!


Melesat dengan kecepatan tinggi.


Pertarungan Zhang Ziyi serta Huang Shen semakin berat. Mencapai pertarungan tingkat tertentu. Bahkan kultivasi mereka yang saat ini sama-sama berada di Ranah Suci Alam Surgawi tahap tujuh pun, tampak seperti pertarungan tingkat Suci Alam Surgawi tahap puncak atau tahap 9.


"Teknik Roh Kematian. Tebasan Roh!" Zhang Ziyi melafazkan salah satu teknik yang dia pelajari dari Roh Dewa Kematian sebelum Roh Dewa Kematian tertidur.


Setelahnya energi tebasan hitam tercipta dan melesat lurus ke arah Huang Sheng. Tebasan ini sendiri mengandung kekuatan yang begitu ekstrim. Sampai-sampai udara yang dilewatinya menghilang dan menjadi kabur gelap.


Huang Shen yang melihat bahaya besar dari serangan yang dikeluarkan oleh Zhang Ziyi tadi, juga tidak tinggal diam.


"Kitab Dewa Pengadilan. Kuasa Tak Terkalahkan!" Huang Shen juga mengeluarkan jurusnya.


Saat itu pulalah energi emas berbentuk timbang tercipta dan mengahalau serangan tebasan hitam tadi.


Baamm!

__ADS_1


Ledakan besar tercipta. Meski timbangan tadi termasuk kuat, namun itu tidak bisa mengentikan serangan Tebasan Roh. Tetap melesat, meskipun kekuatan dari Tebasan Roh itu telah melemah.


__ADS_2