
Zhang Ziyi menghela napas sejenak. Mengeluarkan Pedang Naga Langit dari cincin ruang. Mengaliri dengan energi Qi, lalu mengeluarkan energi besar dengan unsur elemen Angin.
"Tornado Penghancur Surga!!" Zhang Ziyi berteriak lantang.
Sebuah angin yang begitu kencang, berputar dengan kecepatan tinggi. Menghancurkan apa saja yang dilewatinya.
Bangunan yang berdiri berjejer mulai terangkat dan berputar-putar searah dengan pusaran angin yang begitu kencang itu.
Kini Zhang Ziyi telah bisa mengendalikan Tornado Penghancur Surga miliknya. Dia tidak perlu lagi berlari menjauh, menghindari hantaman dampak yang ditimbulkan dari energi tersebut.
Setelah dirasa sudah waktunya, Zhang Ziyi pun lantas bergerak dan berdiri di atas tembok pagar.
"Meledak!"
Tepat setelah Zhang Ziyi menyelesaikan kalimatnya, Tornado yang menggulung deras, mendadak meledak hebat.
Duarr!!
Ledakan dahsyat yang mampu mengguncang kawasan situ.
Hancur bak di timpa meteor. Kawah besar terbentuk. Yakin dan percaya, bahwa tidak ada yang selamat dari ledakan tersebut. Kalaupun ada, pastinya hanya orang-orang yang lupa bahwa mereka telah mati, dalam kata lain arwah penasaran.
Setelah menghancurkan cabang klan Zhang tersebut, Zhang Ziyi pun memutuskan untuk beranjak dan menemui rekan-rekannya.
Tak butuh waktu lama bagi Zhang Ziyi untuk mengumpulkan kembali mereka semua.
"Akhirnya klan Zhang telah musnah dari peradaban dunia," ucap Zhang Lan. Kini dia merasa lega. Tidak ada lagi anggota yang memburon mereka.
"Ayo, ikut aku ke alam jiwa. Aku akan memperkenalkan kalian pada anggota baru kita," ucap Zhang Ziyi.
"Anggota baru? Siapa yang kau maksud?" tanya Zhang Meng sembari menautkan kedua alis.
"Kau akan mengetahuinya nanti!"
Zhang Ziyi lantas menciptakan portal yang menghubungkan dengan alam jiwa. Setelahnya mereka memasuki portal satu per satu.
***
Zhang Ziyi serta yang lainnya sampai di alam jiwa. Namun, baru juga sampai, mereka telah di pertunjukan oleh sesuatu yang kacau.
Di kota tempat para centaurus berada, saat ini nampak terjadi kekacauan. Pertarungan yang tidak seimbang, antar 12 orang melawan ribuan ras centaurus.
Melihat hal tersebut, Zhang Ziyi langsung bertindak cepat dengan menengahi kedua kubu.
"Hentikan!"
Sekali berucap, namun tak ada yang menanggapi perkataannya. Semuanya nampak sibuk dengan urusan masing-masing, sampai-sampai tidak ada yang memperhatikan Zhang Ziyi. Juga ramainya orang-orang di situ, membuat suara Zhang Ziyi tertelan.
__ADS_1
Kesal, Zhang Ziyi lantas memperbesar suaranya.
"BERHENTI!!!" Ucapan lantang nan menggema itu sukses menyebabkan semuanya berhenti melakukan aksinya.
Menoleh ke satu arah, dimana asal suara berasal. Semuanya pun lantas berlutut.
"Pemimpin!" ucap Moi Hu serta Moi Wang bersamaan.
"Tuan Muda!" ucap 12 penatua bersamaan.
Zhang Ziyi memperhatikan mereka. Nampak, 12 penatua klan Zhang yang telah berdarah-darah. Bahkan kalau saja Zhang Ziyi tidak datang tepat waktu, mungkin mereka akan tewas oleh ras centaurus.
"Kak Ziyi, apa yang sebenarnya terjadi di sini?" Zhang Bie bertanya karena penasaran. Setahunya, hanya ras centaurus yang ada di alam jiwa Zhang Ziyi, sementara 12 orang yang tengah berlutut itu dia tidak tahu.
"Hmm," Zang Ziyi nampak berpikir sejenak. Memang dia yang bersalah dalam hal ini. Tidak memperkenalkan 12 penatua klan kepada ras centaurus sebelumnya sehingga terjadi kesalahpahaman antar mereka.
"Baik, sepertinya sedikit terjadi kesalahpahaman di sini!"
Zhang Ziyi kemudian memperkenalkan 12 penatua klan Zhang kepada mereka semua. Tak lupa pula Zhang Ziyi memperkenalkan semuanya kepada 12 penatua itu.
"Baiklah, karena semuanya sudah jelas, maka kembali beraktivitas lah. Dan ingat, kejadian saat ini, cukup sekali dan takkan terulang lagi!" Perintah Zhang Ziyi pada ras Centaurus.
Para ras Centaurus memberi hormat Zhang Ziyi, Setelahnya berlalu dan kembali melakukan aktivitas mereka.
Zhang Ziyi beralih ke 12 penatua. Memberi masing-masing dari mereka pil tingkat Bumi. "Pulihkan kekuatan kalian menggunakan pil itu, setelahnya berlatihlah untuk meningkatkan kekuatan kalian."
Zhang Ziyi mengeluarkan sumber daya yang akan membantu menunjang peningkatan kultivasi dari 12 penatua.
Zhang Ziyi mengangguk, menerima hormat dari 12 penatua tersebut. Setelahnya pemuda itu melangkah mendekati Zhang Zhili serta empat orang temannya.
"Zhang'er! Seperti janjiku sebelumnya, aku akan mengajak kalian semua ke suatu tempat, setelah selesai menghancurkan semua klan Zhang!" Zhang Zhili berucap sembari menatap Zhang Ziyi dengan tatapan penuh arti.
Setelah kehancuran klan utama Zhang waktu itu, Zhang Ziyi mulai memberitahu mereka terkait dengan alam Jiwa. Selain itu, Zhang Ziyi juga memberikan masing-masing dari mereka kelopak mawar Lima warna untuk di serap sesuai dengan unsur elemen yang mereka miliki. Sementara untuk Laohu, Zhang Ziyi memberinya dengan bola elemen yang Zhang Ziyi dapatkan dari pemimpin ras centaurus sebelumnya.
Sehingga kultivasi mereka saat ini telah meningkat banyak, termasuk Zhang Ziyi sendiri.
Dimana, Zhang Ziyi saat ini berada di puncak ranah Langit, yaitu ranah Langit tahap 9. Zhang Lan menerobos ranah langit tahap 6. Zhang Meng, Zhang Bie serta Zhang Yin berhasil menerobos ranah Langit tahap 7. Dan untuk Zhang Zhilii sendiri menerobos ke ranah Langit tahap 9.
Setelah menyerap energi dari masing-masing kelopak mawar Lima warna, Kini mereka merasakan bahwa dasar elemen mereka telah terisi. Dan tinggal menunggu menyempurnakan perubahan unsur elemen. Maka dari itulah Zhang Zhili mengajak mereka ke suatu tempat, guna melatih perubahan elemen tersebut.
"Baik! Kapan kita mulai?" tanya Zhang Ziyi yang tidak sabar sekaligus penasaran, ke mana Zhang Zhili akan mengajak Mereka.
"Kalau bisa sekarang, mengapa nanti!" sosor Zhang Lan.
"Sepakat!" Zhang Meng ikut menimpali.
***
__ADS_1
Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Yin, Zhang Bie serta Zhang Zhili saat ini tengah melesat, terbang menggunakan burung elang sebagai tunggangan. Dua hari telah mereka lewatkan untuk melakukan perjalanan, dan belum juga sampai di tujuan.
"Guru, apakah masih jauh?" tanya Zhang Lan. Tampaknya, pemuda itu mulai merasa jenuh melakukan perjalanan tanpa melakukan apapun selain dengan duduk diam di atas punggung seekor burung elang. Entah mengapa, setelah menerobos ranah Langit tahap 6, Zhang Lan jadi merasa ingin terus bertarung dan bertarung.
"Perjalanan masih panjang! Sekitar sebulan perjalanan baru kita akan sampai di Sekte Tujuh Elemen!" Zhang Zhili membalas perkataan Zhang Lan.
"Haiss, mengapa begitu lama?" gerutu Zhang Lan. Sebenarnya bukan hanya Zhang Lan yang merasa bosan, melainkan ketiga teman Zhang Ziyi lainnya juga merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan Zhang Lan.
Tujuan mereka ikut melesat terbang bersama, adalah untuk menikmati pemandangan alam, sekaligus mencari perkara yang bisa mereka gunakan sebagai tunjangan untuk mengetes kekuatan mereka. Namun, semakin lama berjalan, mereka malah merasa semakin jenuh. Bahkan, pemandangan alam di sekitaran mereka yang terbilang indah itu tidak menarik perhatian mereka sama sekali.
"Kalian bisa kembali ke alam jiwa! Biar aku dan guru yang akan melanjutkan perjalanan!" ucap Zhang Ziyi.
"Nah, itu ide yang bagus!" ucap Zhang Lan, di ikuti oleh Zhang Meng.
Zhang Ziyi menciptakan portal menuju alam jiwa. Setelah itu, Zhang Lan, Zhang Meng, diikuti oleh Zhang Bie serta Zhang Yin memasuki portal tersebut.
Selepas keempat orang memasuki portal, Zhang Ziyi serta Zhang Zhili kembali melanjutkan perjalanan.
Whush!
Whush!
Melesat dengan kecepatan Tinggi, hingga udara di sekitar terlambat bereaksi saking cepatnya mereka melesat. Bahkan udara yang mereka lewati baru bereaksi setelah keduanya berada di kejauhan 100 meter.
Melesat hingga beberapa hari, akhirnya mereka sampai di sebuah perbatasan.
"Ziyi'er! Kita telah sampai di benua Naga. Dimana benua inilah dulunya aku berasal!" ucap Zhang Zhili tiba-tiba.
"Maksud guru?" tanya Zhang Ziyi yang mulai menghentikan laju burung elang yang dia tunggangi. "Bukankah guru berasal dari klan Zhang?"
Zhang Zhili juga menghentikan laju pergerakan burung elang tunggangannya.
"Ceritanya panjang! Namun satu hal yang harus kau tahu terkait dengan benua ini!" ucap Zhang Zhili.
"Jika di benua sebelumnya, kau adalah seorang yang bisa di katakan sebagai orang terkuat pertama, dimana di sana kebanyakan dari mereka yang memiliki kekuatan Ranah langit, namun jika dibandingkan dengan benua ini, kau tidak ada bedanya dengan seekor semut kecil!"
Zhang Zhili menghentikan ucapannya Sejenak. Mengenang kembali masa lalu. Dimana dirinya harus berpindah ke benua Bintang hanya karena kekuatannya yang tersegel. Di mana orang-orang di benua Naga ini seperti tidak mengenal kultivator yang memiliki kekuatan rendah.
-
Menghela napas sesaat, Zhang Zhili kemudian kembali melanjutkan perkataannya.
"Di benua ini, kekuatan yang menjadi tolak ukur dan dijadikan sebagai patokan. Hukum rimba berlaku di tempat ini. Mereka yang kuat, akan di hormati dan di segani, sementara mereka yang lemah akan menerima nasib dengan menjadi seorang budak! ...."
"... Bahkan, meski kau melakukan sesuatu yang begitu berjasa sekali pun, jasamu tidak akan di kenang karena kekuatanmu yang rendah itu!"
TBC~
__ADS_1
-
Mohon dukungannya teman² readers. gk berat, cukup dengan memberikan like setiap abis baca, gift juga komen bila perlu ;)