
Kabut dimana-mana. Menghalangi jarak pandangan Zhang Ziyi terhadap kondisi wilayah sekitarnya. Dia bergerak dengan mengendarai Laohu di bawahnya.
"Hu, hati-hati. Di sini bukanlah tempat yang baik. Aku bisa merasakan kehadiran beberapa sosok makhluk tak berwujud di sekitar sini. Mereka ada banyak mengintai kita!" ucap Zhang Ziyi meningkatkan Laohu.
"Auumm!" Laohu mengangguk. Dia terbang dengan lebih tinggi lagi.
Sayangnya keputusan itu bukanlah bagus. Zhang Ziyi tiba-tiba saja menabrak sesuatu. Hampir saja Zhang Ziyi terjatuh dari punggung Laohu, beruntung dia masih bisa menyeimbangkan tubuhnya.
Kyyaakkk!!!
Suara teriakan nyeri terdengar dari arah dimana Zhang Ziyi menabrak sesuatu tersebut. Tampak kabut tebal yang bergerak sendiri. Seperti ada orang yang baru saja lewat, tapi tak tampak wujudnya.
Bekas tersebut terus bergerak, dan semakin mendekati Zhang Ziyi.
Whush!
Laohu bergerak ke samping. Menghindari makhluk tak kasat mata itu. Mereka berhasil menghindari serangan dari sosok makhluk tak kasat mata dengan mengandalkan insting siluman yang begitu kuat.
Tapi bukanlah berakhir, tampak bekas gerakan seseorang kembali muncul dan mengikuti mereka dari belakang. Zhang Ziyi dan Laohu bergerak ke depan. Laju cepat Laohu semakin dipercepat Pahu terbangnya.
"Hati-hati, Laohu. Jangan bergerak terlalu cepat. Di sini bukan hanya satu makhluk saja, melainkan ada beberapa di sekeliling kita!" Zhang Ziyi memperingati Laohu. Tapi bukannya melakukan seperti apa yang di ucapkan Zhang Ziyi tadi, Laohu malahan bertambah laju terbangnya. Tampaknya Laohu begitu ketakutan dengan makhluk satu ini.
BUKK!!
Zhang Ziyi dan Laohu kembali menabrak sesuatu, membuat pergerakannya kian terhenti.
"Ini buruk!" gumam Zhang Ziyi.
Benar saja, sesuatu yang di tabrak tadi, kini mulai menunjukan tanda-tanda pergerakan. Laohu termundur. Sesuatu tersebut ibarat setan. Zhang Ziyi serta Laohu sendiri sempat merasakan merinding bersama mereka.
Bukan hanya satu, kini ada lebih dari lima orang-orang yang bergerak ke sana-kemari. Wujudnya seperti roh, tampak sedikit transparan. Kali ini juga baik Zhang Ziyi maupun Laohu telah mampu melihat wujud mereka, meski masih samar.
Zhang Ziyi dan Laohu kini telah di kelilingi oleh makhluk-makhluk transparan tersebut. Begitu banyak dan mereka berada di tengah.
Zhang Ziyi mengambil sikap waspada. Megambil sikap siap bertarung, takutnya para makhluk berwujud roh ini akan datang dan menyerang mereka.
Tidak ada pergerakan sama sekali yang di tunjukkan oleh mereka. Zhang Ziyi bergeming. Dia menetralkan perasaannya yang entah mengapa seperti di paksa untuk merinding.
Menarik napas dalam, baru setelahnya dia membuang kasar melalui mulutnya.
__ADS_1
"Mohon maaf, Senior-senior. Tidak ada maksud kami untuk menganggu kalian. Tujuan kami hanyalah ingin melewati wilayah kalian, tapi Hewan peliharaan–ku ini tidak sengaja menabrak salah satu bagian dari kalian!" Zhang Ziyi berucap lantang. Mencoba untuk meminta maaf.
Semua makhluk mengelilingi Zhang Ziyi, yang awalnya transparan, kini wujud mereka telah terlihat sepenuhnya. Mereka layaknya manusia pada umumnya. Kesemuanya mengenakan topeng di wajah mereka Topeng yabg memiliki corak menyeramkan.
Salah satu diantara mereka turun dan mendekati Zhang Ziyi. Dia memperhatikan Zhang Ziyi dai berbagai arah.
"Hmm, karena kau adalah orang terpilih, maka kami tidak ada alasan untuk membunuhmu... Karena kau memiliki tujuan yang besar, maka kami tidak akan menahan mu kali ini. Tapi bukan berarti kami tidak akan mencari mu. Setelah urusanmu selesai, maka datanglah kembali ke sini," ucap orang bertopeng tadi. Setelahnya dia kembali ke tempatnya semula. bergabung dengan kelompoknya.
Tubuh mereka mulai kembali transparan. Setelahnya mereka menghilang dari sana. Menghilang dengan membawa serta kabut yang sangat tebal menutupi pandangan.
Zhang Ziyi Kembali bisa melihat sekitar. Dia mengeluarkan Berlian Ingatan Dewa. Berniat untuk melihat wilayah mana saat ini dia berada.
"Hmm, rupanya tadi itu aku berada di wilayah Kabut Hujan Roh. Pantas saja beberapa kali buku tanganku merinding!" Zang Ziyi tidak sempat melanjutkan gumamnya, kala dia teringat akan sesuatu.
"Mereka adalah manusia biasa pada umumnya. Tapi menggunakan keterampilan khusus yang membuat tubuh mereka terlihat transparan... Hmm, apakah ada hubungannya dengan topeng Hantu yang ada di wajahku ini?" pikir Zhang Ziyi. Dia juga telah melihat bagaimana di setiap wajah mereka menggunakan topeng mirip topeng hantu. Membuat dia semakin yakin akan hipotesisnya tersebut.
Zhang Ziyi kembali melanjutkan perjalanannya. Mengendarai Laohu terbang dengan kecepatan sangat tinggi. Di lihat dari peta Wilayah Alam Atas, Sekitar dua hari perjalanan lagi bagi Zhang Ziyi untuk sampai di wilayah Lembah Bulan Malam dengan menggunakan kecepatan terbang Laohu saat ini.
Bukannya tidak ingin menggunakan teleportasi, Zhang Ziyi ingin menikmati perjalanan di alam Atas ini, sekaligus mengambil pengalaman di sini.
***
Saat ini sendiri dia tiba di kota Tiankong. Salah satu kota yang terletak di bagian timur wilayah Alam Atas. Kota ini cukup besar, tinggal melewati kota ini, baru bisa mencapai Lembah Bulan Malam.
Tidak seperti sebelumnya, di sini Zhang Ziyi bisa melihat banyak sekali orang berkekuatan di atas Alam Surgawi. Berkeliaran, kelompok maupun berjalan sendiri. Sekali dua kali dia juga bertemu dengan kultivator ranah Dewa Abadi. Zhang Ziyi yakin, mungkin diantara banyaknya orang yang ada di kota Tiankong ini, mungkin ada kultivator di atas Ranah Dewa Abadi sekalipun.
Dia berjalan memasuki tengah-tengah kota. Banyak sekali dia temukan kultivator hebat. Tak ingin menonjolkan dirinya, dia menyembunyikan kultivasinya hingga ke titik terendah.
"Hmm, begini lebih baik."
Saat tengah berjalan, Zhan Ziyi tidak sengaja menangkap beberapa orang yang memang pernah Zhang Ziyi temui sebelumnya.
Orang-orang itu adalah Orang-orang dari sekte Kipas Terbang. Bersama mereka, kini hadir seorang kultivator ranah Dewa Abadi tahap 5. Zhang Ziyi mengenakan topeng hantu untuk menutupi identitasnya.
"Apa yang hendak mereka lakukan!?"
Zhang Ziyi diam-diam mengikuti mereka. Pergerakan orang-orang itu sendiri begitu mencurigakan.
"Apakah kamu sudah menemukannya?" tanya salah seorang dari sekte Kipas Terbang yang memiliki kultivasi lebih tinggi dari yang lainnya.
__ADS_1
"Dari hasil memata-matai pasukan yang di kirim Kaisar Langit, mereka akan bergerak tengah malam dan tepat di bagian terdalam dari Lembah Bulan Malam."
"Hahaha, bagus ... kali ini kita tidak akan membiarkan mereka mendapatkan dari Roh Siluman Surgawi itu. Sekte Kipas Terbang harus memilikinya!" ujar Lelaki tersebut dengan menampakkan seringai puas. Di benaknya ia telah menyusun rencana untuk mengelabui pasukan Kaisar Langit dan mengambil kesempatan untuk merebut Roh Siluman Surgawi.
"Hmm, jadi begitu. Aku harus pergi ke bagia terdalam dari Lembah Bulan Malam. Pusat Roh Siluman Surgawi akan singgah." Zhang Ziyi bergumam pelan.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, dia berniat meninggalkan tempat itu.
Sialnya Zhang Ziyi malah menabrak kendi air yang kebetulan terletak di belakangnya.
Krackk!
Kendi itu jatuh dan pecah. Suara bising tercipta yang langsung mengundang perhatian orang-orang dari Sekte Kipas Terbang.
Beberapa orang langsung berlari ke tempat asal suara berasal.
"Siapa Itu!"
Mereka menelusuri setiap bagian dari tempat itu. Mencari keberadaan orang yang memecahkan kendi. Tapi tidak mereka temukan siapapun di sana.
"Jangan biarkan orang itu lolos. Cari sampai dapat. Dia telah mendengar apa yang telah kita bicarakan tadi!" ucap orang yang memiliki kultivasi lebih tinggi. Dia tampak geram.
Semua anggota Kipas Terbang langsung menyebar ke berbagai sisi untuk mencari keberadaan seorang penyusup tersebut.
Di sisi lain, Zhang Ziyi yang baru saja memecahkan kendi, segera menggunakan tubuh roh untuk menyembunyikan dirinya. Kabur dengan menembus dinding demi dinding bangunan yang ada di sana. Dia juga sempat melewati seorang pria berkekuatan Ranah Dewa Abadi itu.
Sebelumnya Zhang Ziyi sempat menghentikan langkahnya kala mendapat tatapan dari lelaki tersebut. Beruntung itu hanya sesaat, sebelum lelaki itu mengalihkan tatapannya ke arah lain.
-
Zhang Ziyi telah berada jauh dari kediaman yang di sewa sekte Kipas Terbang. Tubuh Roh telah dia hilangkan. Setelahnya berjalan memasuki bangunan lumayan besar.
"Hmm, sepertinya ini adalah museum pemakan para pahlawan di Kota Tiankong." Zhang Ziyi memperhatikan beberapa patung yang dibangun di tengah-tengah ruangan luas. Di belakang beberapa patung itu sendiri terdapat lukisan dinding.
Melihat satu per satu lukisan terkait akan kisah para pahlawan ini.
"Dahulu sempat terjadi bentrokan besar di Alam Atas. Tak ada yang bisa menghentikan bentrokan itu. Akibatnya banyak wilayah Alam Atas yang hancur karenanya. Kota Tiankong juga nyaris mengalami kehancuran. Beruntung datang para pahlawan yang mengorbankan diri untuk Kota Tiankong."
Seseorang tiba-tiba saja berbicara di belakang Zhang Ziyi.
__ADS_1