Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 122 ~ Dunia Bawah Laut.


__ADS_3

Zhang Ziyi, Laohu serta Yu Ren Lan saat ini tengah berjalan ditengah-tengah sebuah perkampungan. Perkampungan aneh dimana sebagian besar penduduknya memiliki penampilan seperti Yu Ren Lan.


Namun bukan itu yang membuatnya aneh. Tapi hewan-hewan yang ada di desa ini lah yang membuatnya merasakan hal demikian. Dimana hewan-hewan laut yang melayang-layang di udara, seolah-olah mereka sedang berada di dalam air. Seperti saat ini, Seekor ikan kecil tengah berenang mendekati Zhang Ziyi, Yu Ren Lan, serta Laohu.


"Woaahh!" Zhang Ziyi tidak bisa menyembunyikan ketakjuban–nya.


Di atasnya, rombongan ikan pari yang berenang di udara. Tidak hanya itu, beberapa ikan juga terlihat melintas di atasnya. Benar-benar dunia ajaib!


Yu Ren Lan yang melihat sikap yang di tunjukkan Zhang Ziyi serta Laohu tidak mempermasalahkannya. Dia menganggap hal itu wajar, mengingat Zhang Ziyi ini merupakan ras manusia yang baru pertama kali mendatangi tempatnya.


"Selamat datang di dunia kami. Dunia bawah laut, dimana yang di huni oleh makhluk-makhluk laut yang bernafas menggunakan insang!"


Zhang Ziyi mengernyit mendengar penuturan dari gadis itu. Dia baru pertama kali mendengar dunia seperti itu. Di tambah, alat pernapasan yang di gunakan mereka bukanlah paru-paru melainkan insang.


"Apa maksudmu? Bernapas dengan insang?" tanya Zhang Ziyi.


Yu Ren Lan menoleh ke arah Zhang Ziyi setelah sebelumnya perhatiannya terfokus pada ikan kecil yang menghampirinya.


"Ya! Bernapas dengan insang!"


Zhang Ziyi tidak percaya dengan jawaban Yu Ren Lan.


"Jika memang kau bernapas dengan insang, lalu mengapa kau bisa bernapas lama di daratan?"


"Itulah salah satu kelebihan dari ras kami. Mereka yang telah berhasil mencapai ranah Dewa, maka bisa memiliki kaki dan bernafas lama di atas daratan. Namun memiliki batasan waktu. Semisal diriku yang saat ini berada di ranah surgawi tahap puncak, maka aku bisa bertahan di daratan dua sampai tiga bulan di daratan." Yu Ren Lan menjelaskan sembari mengajak kedua makhluk darat itu berjalan-jalan.


Zhang Ziyi mengangguk. Kehidupan di tempat ini cukup ramai. Di tambah makhluk-makhluk laut yang berkeliaran di mana-mana, dengan bentuk dan warna yang berbeda-beda.


Sembari berjalan, mereka juga bercerita dan menilik sekitar. Masyarakat di sini tidak ubahnya seperti masyarakat daratan pada umumnya. Interaksi yang berjalan normal, serta aksi jual beli di jalanan. Anak kecil yang di gendong oleh ibunya, dan lainnya.

__ADS_1


Aroma yang begitu harum serta mengunggah selera untuk menikmati rasa yang di bawakan oleh aroma tersebut. Zhang Ziyi, Laohu serta Yu Ren Lan mengarah mengikuti arah aroma itu berasal.


Berjalan beberapa saat, mereka akhirnya sampai di tempat dimana asal aroma itu. Beberapa meter di hadapan mereka, berdiri sebuah bangunan kecil, yang hanya muat seorang saja. Di dalamnya nampak seorang lelaki yang tengah membuat jajanan.


Meski terbilang sangat sederhana, namun pria itu memiliki banyak sekali pelanggan,. Bahkan ada banyak orang yang mengantri, membentuk barisan lurus yang lumayan panjang.


Zhang Ziyi sedikit heran melihat banyaknya orang-orang yang mengantri. Sebab di samping kanan dan kirinya banyak sekali dia temukan restoran atau warung makan.


"Tidak heran pria itu memiliki banyak pelanggan setiap harinya. Bahkan dari aromanya saja, sudah membuat air liurku menetes." Salah seorang yang mengantri dan berdiri tepat di hadapan Zhang Ziyi berkata kepada temannya yang ada di depan.


"Ya! Kau benar. Aku baru kali ini datang kemari, sebab baru mencapai ranah Dewa kemarin. Meski demikian, aku pernah merasakan jajanan ini dan memang benar-benar sangat enak." Lawan bicara di depannya berkata sembari membayangkan bagaimana rasanya saat jajanan itu menyentuh lidahnya. Dia sendiri pernah memakannya saat di bawakan oleh temannya.


Zhang Ziyi hanya sebentar menyimak pembicaraan kedua orang itu, setelahnya dia mengalihkan perhatiannya ke arah seorang pria yang membuat jajanan. Gerakan tangannya begitu cepat dan tepat dalam memotong bahan. Cara memasaknya pun begitu profesional, Membuat siapapun yang melihat, tidak mungkin untuk tidak takjub.


-


Satu per satu orang-orang yang mengantri mulai berkurang. Zhang Ziyi, Yu Ren Lan serta Laohu pun semakin maju. Tak lama setelahnya, sampailah giliran mereka.


Zhang Ziyi sendiri merasa heran melihat jajanan tersebut. Kalau saja dia tidak melihat prosesnya, mungkin dia akan menganggap rumput laut ini adalah sosis yang terbuat dari daging.


"Huummm! Aromanya begitu enak! Aku tidak sabar untuk mencoba rasanya!" Zhang Ziyi membaui rumput laut.


Lebih dulu Yu Ren Lan yang menyantap. Ekspresinya begitu menikmati. Setelahnya Zhang Ziyi serta Laohu yang mencoba.


Satu gigitan. Bukan seperti yang di harapkan. Kedua orang itu langsung memuntahkannya.


"Oeekk!! Oeekk!! Makanan apa ini. Baunya saja yang enak, rasanya begitu di luar bumi!" ucap Zhang Ziyi. Mulutnya tidak berhenti meludah.


Sama halnya Zhang Ziyi, Laohu pun juga memuntahkan makanan tersebut. Dia juga ikut mengumpat, namun dalam bahasa siluman.

__ADS_1


"Apa-apaan kalian berdua. Makanan yang begitu enak itu. Dan kalian membuangnya begitu saja?!" Yu Ren Lan tampak marah.


"Apanya yang enak. Aromanya saja yang begitu istimewa, rasanya seperti makan bangkai burung yang telah berulat!" Zhang Ziyi membalas sembari tidak berhenti meludah.


"Cih, dasar udik!" Yu Ren Lan melanjutkan berjalan tanpa menghiraukan kedua orang itu.


-


Berjalan mengelilingi perkampungan manusia-manusia ikan di daratan, hingga sore hari.


Senja, mereka mampir di sebuah bangunan yang lumayan besar. Memiliki dua orang penjaga. Masing-masing penjaga memegangi tongkat di tangan mereka. Dengan sorot mata tajam dan raut wajah tegas.


Ketiga orang itu melewati keduanya tanpa masalah. Dari situ, Zhang Ziyi bisa menebak bahwa identitas Yu Ren Lan ini tidak biasa.


Makan malam tiba. Dan Zhang Ziyi serta Laohu tidak makan. Belajar dari makanan tadi siang, mereka yakin makanan orang-orang dari ras setengah ikan ini bukanlah sesuatu yang bisa di makan oleh mereka. Sempat di bujuk oleh Yu Ren Lan, namun tetap keduanya tidak goyah. Bagaimana tidak, bujukannya bukan seperti mengajak, melainkan malah seperti menakut-nakuti kedua orang itu. Membuat Zhang Ziyi serta Laohu semakin enggan untuk makan.


***


Zhang Ziyi, Laohu serta Yu Ren Lan saat ini telah berada di tepi laut. Mereka hendak menuju ke istana bawah air. Namun sebelum menyelam, tak lupa Yu Ren Lan memberi mereka pil guna bisa bernapas saat di dalam air nanti.


Selesai dengan menelan pil. Ketiganya lantas menyelam. Cukup lama mereka berenang hingga ke kedalaman. Sampai di sebuah istana megah. Melewati gerbang istana, Mereka langsung mengarah ke salah satu pintu dalam ruang istana, yang di yakini pintu itu adalah pintu masuk istana. Sebenarnya pintu di istana itu begitu banyak. Tapi memiliki arah dan tujuan yang berbeda-beda.


Sebelumnya, awal mula mereka memasuki air, Zhang Ziyi telah di suguhkan oleh pemandangan tak biasa. Di mana bentuk tubuh Yu Ren Lan ini berubah menjadi setengah ikan. Bahkan sepanjang perjalanan menuju istana, banyak sekali Zhang Ziyi melihat orang-orang yang berenang ke sana ke sini dengan bentuk tubuh yang sama seperti Yu Ren Lan.


Tidak hanya itu, Dia juga menemukan banyak perkampungan di bawah laut ini, yang mana penduduknya kebanyakan memiliki rupa seperti Yu Ren Lan. Namun ada juga hewan-hewan laut. Semuanya tampak rukun.


Zhang Ziyi, Yu Ren Lan serta Laohu memasuki sebuah ruangan yang berpintu sangat besar.


"Kreek!!"

__ADS_1


Pintu terbuka. Memperlihatkan isi dari ruangan tersebut. Pertama kali Zhang Ziyi memasuki ruangan tersebut, dirinya malah mendapat tekanan yang begitu besar. Bahkan dia merasa nyawanya begitu terancam.


__ADS_2