
Perjalanan telah selsai mereka lakukan, kini Zhang Ziyi serta rekan-rekannya hampir sampai di tujuan. Tepatnya keberadaan merek saat ini adalah Bukit Penghidupan.
Sebuah perkampungan berdiri di kaki bukit. Zhang Ziyi serta yang lainnya sendiri tengah berada di dalam kota itu.
Suasananya begitu aneh. Banyak orang-orang dengan kekuatan berbeda-beda berkeliaran di kota ini. Tidak jarang pula Zhang Ziyi akan bertemu dengan orang-orang kuat di kota tersebut.
"Apakah langsung ke tebing Tertinggi di bukit Penghidupan ini?" tanya Zhang Bie.
"Hmm, lebih baik kita ke sebuah kedai, atau warung makan. Mencari-cari informasi terkait dengan turnamen yang akan di selenggarakan beberapa hari lagi!"
"Itu ide yang bagus." Zhang Ziyi memuji saran yang di berikan Zhang Zhili. Lalu mereka berjalan, mengikuti jalan pusat dengan memperhatikan kiri dan kanan. Berharap menemukan sebuah warung makan.
"Ah, sepertinya di sana ada!" Zhang Meng bersuara kala melihat orang ramai berkunjung di sebuah bangunan lumayan mewah.
"Ya, sepertinya. Mari kita ke sana!"
Berjalan mendekati bangunan tersebut. Mereka di sapa oleh dua orang wanita berpenampilan layaknya pelayan.
"Apakah ini tidak aneh? Melihat warung makan ini yang begitu ramai akan pengunjung, mengapa tidak ada yang menjaga?" bisik Zhang Lan.
"Saudara Lan. Tidakkah kau melihat kekuatan dua pelayan ini. Wanita yang berada di kanan merupakan kultivator puncak Dewa Abadi. Begitupun juga dengan wanita yang berdiri di sebelah kiri itu!" Shui Bing mencoba untuk menjelaskan.
"Umm, aku paham situasinya sekarang," ucap Zhang Lan kala mengerti maksud dari perkataan Shui Bing tadi.
Kekuatan dua wanita itu yang tidak main-main menandakan bagaimana kekuatan di balik warung makan ini.
Mereka berjalan mengikuti dua pelayan tersebut.
"Eh, Hai...Hai... Saudara Ziyi!"
Mereka segera menghentikan langkah kala mendengar teriakan yang memanggil-manggil nama Zhang Ziyi.
Segera menoleh ke belakang, Zhang Ziyi bisa melihat seorang gadis cantik berpakaian hitam datang ke arahnya. Namun banyaknya orang di warung makan itu, membuat perjalanannya melambat.
"Aduh, mengapa begitu susah sekali. Untuk sampai di tempat Saudara Ziyi, aku bahkan harus meneriaki kamu!" gerutu gadis tersebut.
"Eh, saudari Hei An!" kata Zhang Ziyi.
Gadis itu mengalihkan bentuk wajahnya dari yang semula kesal, kini tampak ceria.
"Eh, saudara Ziyi. Akhirnya kita bertemu lagi... Dan ya aku sudah menduganya kita akan bertemu di sini. Eh, omong-omong, setalah beberapa Minggu tidak bertemu, kamu tampak telah mengalami kemajuan pesat!"
"Hmm, aku bahkan tidak menyangka bahwa kita akan bertemu di tempat ini ... Dan mengenai itu, aku rasa Saudari Hei terlalu melebih-lebihkan!" balas Zhang Ziyi.
"Hehehe, ini memanglah fakta. Oh ya... Mari duduk bersama kami."
Zhang Ziyi tidak segera menerima ajakan Hei An. Dia lebih dulu menengok Zhang Zhili.
__ADS_1
"Baiklah," ucapnya setelah mendapat kepastian dari Zhang Zhili.
"Baik sekali!" Hei An kemudian berjalan di depan.
Di sisi lain, seorang gadis memasang wajah tidak enak saat melihat kedekatan Zhang Ziyi dengan Hei An.
"Cie, sepertinya ada yang cemburu nih!" Shui Shan menggoda Shui Bing. Zhang Ziyi serta yang lainnya sendiri telah berjalan lebih dulu.
"A–apa maksud mu!" Shui Bing menyangkal godaan kakaknya itu. Rona wajahnya kini telah memerah.
"Sudahlah, tidak ada salahnya jika kamu mengaku ... Dan ya, jika kamu hendak menjadikan kak Ziyi sebagai kekasihmu, maka kamu harus bertindak secepatnya. Seorang seperti kak Ziyi ini, akan ada banyak gadis yang mau dengannya."
Shui Bing terdiam. Dia juga tidak menyalahkan akan apa yang di katakan oleh Shui Shan tadi. Karena memang itu sesuai fakta. Seperti halnya tadi, seorang gadis lain yang dia sendiri tidak mengenalnya, kini telah begitu akrab dengan Zhang Ziyi.
Shui Bing mengepal keras kedua telapak tangannya.
"Kau benar. Aku harus bertindak untuk ini!" ucap Shui Bing yakin.
"Ya, itu lebih baik..." Shui Shan mengacak-acak rambut Shui Bing.
"Kakak, ini akan memperjelek penampilan ku..." gerutu Shui Bing yang tidak suka Shui Shan mengacak-acak rambutnya.
Shui Shan tersenyum melihat tingkah adik perempuannya itu.
"Mari kita ke sana!"
***
Lantai tiga warung makan. Zhang Ziyi bersama dengan tujuh orang rekan serta Laohu berhenti pada beberapa orang yang berpakaian hitam. Tengah duduk menyantap hidangan mereka.
Aura yang di pancarkan oleh mereka pun begitu gelap serta pekat. Membuat mereka kian tidak nyaman untuk bergabung dengan kelompok ini. Meski begitu, mereka tidak mengutarakannya. Tetap mengikuti langkah gadis berpakaian hitam di depan mereka.
"Kalian duduklah di sini. Aku akan memanggilkan pelayan untuk kalian. Oh ya, kalian bisa memesan makanan apa saja sepuasnya. Nanti aku yang akan membayar," ucap Hei An.
"Eh, Terima kasih Nona Hei. Tapi, bergabung dengan kalian untuk makan-makan, sudah membuat kami senang. Kamu tidak perlu membayar makanan kami!" Zhang Ziyi
menoleh tawaran Hei An dengan sopan.
"Kamu tidak perlu merasa tidak enak. Dan ya, aku tidak suka penolakan!" tegas Hei An.
"Baiklah, karena Nona Hei telah bersikeras, maka tidak sopan jika menolaknya!" Zhang Ziyi menangkupkan kedua tangan.
"Nah, seperti itu lebih baik."
-
Makanan telah datang. Zhang Ziyi serta rekan-rekannya pun menyantap makanan tersebut. Laohu sendiri di sediakan piring besar berisikan daging mentah.
__ADS_1
Saat tengah makan, Zhang Ziyi merasakan adanya tatapan tajam dari salah seorang yang duduk bersama dengan Hei An di meja seberang. Dia sempat membalas tatapan matanya, namun itu tidak berlangsung lama. Zhang Ziyi memilih untuk mengacuhkannya.
Fokus Zhang Ziyi saat ini adalah terkait dengan perbincangan orang-orang di lantai bawah.
"Tiga hari lagi pertandingan itu akan di mulai. Aku jadi tidak sabar untuk melihat bagaimana aksi Dewi ku di turnamen nanti!" ucap salah seorang yang berada di lantai bawah.
"Dewi–mu? Siapa yang kamu maksud?"
"Cih, tentu saja Dewi Phoenix Es! Aku dengar saat ini dia telah melewati ranah Dewa Abadi. Aku yakin dia akan masuk ke dalam lima besar Dewa terkuat untuk periode ini!"
"Hoi, jangan melupakan bahwa Dewi Kegelapan tetaplah nomor satu. Belum lagi dengar-dengar, Kaisar Langit juga telah menunjuk putranya sebagai Kaisar selanjutnya!"
"Hmm, memang benar apa yang kamu katakan itu. Tapi, belum tentu Dewi Phoenix akan kalah dari mereka. Sepak terjangnya di dunia kultivator beberapa tahun terakhir telah menggemparkan dunia Kultivator sekalipun. Tidak sedikit orang yang mengenalnya dan mengakui kehebatannya."
"Ya, tetaplah puji Dewi Phoenix mu itu. Semoga saja apa yang kamu katakan itu sesuai dengan apa yang terjadi beberapa hari lagi!"
Dari lantai tiga, Zhang Ziyi mendengar jelas pembicaraan mereka.
"Hmm, Kaisar Langit telah mengangkat pewarisnya? Tunggu dulu, bukannya dia tidak menginginkan seorang anak? Mengapa?" batin Zang Ziyi. Di juga tidak sempat untuk melanjutkannya dengan pertanyaan menggantung.
Zhang Ziyi kemudian menoleh pada Hei An yang saat itu telah berpindah meja bersama mereka.
"Saudara Hei! Apakah aku bisa bertanya padamu?"
Hei An menghentikan aksi makannya dan beralih menoleh ke arah Zhang Ziyi.
"Tentu saja. Asal tidak menyimpang, maka aku akan menjawabnya sebisaku!"
"Terima kasih," Zhang Ziyi sebelum memulai pertanyaannya. "Aku dengar dari percakapan dua orang di lantai bawah sana. Bahwa Kaisar Langit akan mengangkat seorang pewaris, benarkah demikian?"
"Hahaha... Jangan gampang percaya. Justru sebaliknya, orang yang mereka maksud mungkin seorang pemuda anak angkatnya. Anak angkat Kaisar Langit itu Tidaka kan bisa menjadi pewaris Kaisar Langit. Meskipun sering di gadang-gadang untuk menjadi Kaisar Selanjutnya."
"Hmm, Maksudmu?"
"Sebenarnya ini merupakan rahasia yang tidak ada seorangpun mengetahuinya kecuali Ibu serta para Jenderal Kekaisaran Kegelapan. Aku sendiri mengetahui ini saat tidak sengaja mendengar perbincangan ibu dan beberapa jenderalnya!"
Zhang Ziyi semakin penasaran dengan masalah tersebut.
"Bisakah kau memberitahuku?"
Hei An tidak langsung menjawab. Dia tampak berpikir sejenak.
"Baiklah. Karena kamu tampaknya juga memiliki dendam dengan Kekaisaran Langit, maka aku akan memberitahumu. Tapi baiknya kita berbicara melalui batin. Sebab takutnya akan ada yang mendengarnya!"
"Umm," Zhang Ziyi mengangguk.
"Namanya adalah Qin Chen. Tercipta dari beberapa kekuatan yang ada tersebar di seluruh alam semesta. Dia di ciptakan oleh Kaisar Langit sendiri, dengan maksud tertentu oleh Kaisar Langit," batin Hei An. dan dapat di dengar oleh Zhang Ziyi.
__ADS_1
"Hmm, Seperti itu yah."