
Zhang Ziyi terus menyimak apa yang di jelaskan oleh kedua orang itu. Selang beberapa saat, penjelasan dari Moi Hu serta Moi Wang selesai.
Zhang Ziyi mengangguk-angguk kecil. Dari penjelasan tersebut, dia bisa mengambil kesimpulan bahwa, makhluk setengah manusia setengah ikan itu adalah ras yang tidak termasuk ke dalam 20 makhluk mitologi. Mereka ini sendiri merupakan ras duyung.
Menjadi penguasa lautan selama ratusan ribu tahun. Juga Zhang Ziyi mengetahui kalau ras ini yang bersahabat dengan ras Centaurus.
Juga dia mengetahui jikalau Kerang yang diberikan oleh salah seorang dari ras duyung kepadanya, itu adalah sebuah petunjuk tempat pasti ras itu berada. Dimana jika membukanya, maka akan terbentuk sebuah hologram.
Selesai dengan Moi Hu serta Moi Wang. Zhang Ziyi lantas memanggil Laohu. Dia berniat untuk langsung ke tempat itu. Ke benua yang ada di timur, seperti petunjuk dalam kerang.
***
Sebuah desa kecil namun tidak terlalu kecil. Zhang Ziyi serta Laohu muncul tidak jauh dari desa tersebut.
Zhang Ziyi memilih untuk menyimpan Laohu ke alam Jiwanya. Guna mengantisipasi hal-hal tak di inginkan tejadi.
Setelahnya, Zhang Ziyi lantas berjalan kaki menuju ke arah desa tersebut.
"Berhenti!" Dua orang penjaga gerbang langsung menghentikan langkah Zhang Ziyi.
Mengernyit kala melihat setelan yang di kenakan oleh kedua orang itu. Memiliki motif yang sama juga terdapat simbol yang sama.
"Hmm, Dua orang yang memiliki setelan sama ini. Berjaga di sebuah desa kecil. Mungkinkah terjadi sesuatu pada desa ini?"
"Perlihatkan identitas–mu!" Salah satunya berucap kepada Zhang Ziyi.
Lelaki itu mengernyit. Di tidak memiliki kartu identitas. Kalaupun ada, paling hanya lencana pemimpin yang di cetuskan ketika dirinya di angkat jadi pemimpin tempo dulu.
"Meski demikian. Hasilnya akan tetap sama saja. Orang-orang ini tidak akan mengetahui sekte Tujuh Elemen, sebab letak sekte saja di benua berbeda dan jauh dari sini Pastinya mereka juga tidak akan tahu." batin Zhang Ziyi.
"Mohon maaf saudara-saudara! Bukannya aku tak ingin memperlihatkan identitas ku. Melainkan asal–ku yang bukan dari benua ini. Aku dari benua yang ada di bagian barat. Jadinya saudara-saudara mungkin tidak akan mengetahui terkait dengan identitas ku, meski aku menunjukan lencana pengenal."
Zhang Ziyi memanggil kedua orang itu sebagai saudara, dikarenakan usia keduanya ini yang tampak muda, dan mungkin seumuran dengannya, atau sedikit lebih tua darinya.
Keduanya mengernyit mendengar penuturan dari Zhang Ziyi. Memperhatikan Zhang Ziyi ini lebih dalam. Memang terdapat beberapa hal yang sedikit berbeda dengan mereka. Dilihat dari wajahnya, serta pakaiannya. Memang di benua ini tidak ada atau tidak akan di temui orang seperti Zhang Ziyi ini.
"Hmm, baiklah! Dari wajahmu, memang sudah mencerminkan kalau kau bukan berasal dari benua ini."
"Kalau begitu, tujuanmu datang di benua ini, apa?"
Zhang Ziyi lantas menceritakan kepada kedua orang itu terkait dengan alasan dia berada di benua ini. Tentu saja dia harus menjelaskan dengan mengarangnya. Dan bukan menjelaskan tujuannya yang sebenarnya.
"Hmm,"
Mengangguk.
"Baiklah! Kau bisa masuk!"
Keduanya lalu membukakan jalan untuk Zhang Ziyi.
__ADS_1
"Terima kasih saudara!"
Setelah saling hormat, Zhang Ziyi lantas berjalan masuk ke dalam desa tersebut.
Melewati gerbang desa. Dia langsung suguhkan oleh pemandangan yang tidak biasa. Meskipun termasuk sebuah desa kecil, Namun sebuah desa kecil bukan berarti tidak menutup keramaiannya. Bahkan hanya satu dua orang saja yang terlihat di jalan. Padahal, di bilang desa kecil, Rumah-rumah di desa tersebut cukuplah ramai.
"Aneh! Ada apa dengan orang-orang di desa ini!"
Zhang Ziyi berjalan sembari memperhatikan kondisi desa itu. Pintu-pintu rumah yang terbuka hanya sebagian kecilnya saja. Lain dari pada itu, semuanya tertutup rapat.
Kondisi desa yang sedikit berkabut. Mungkin itu termasuk salah satu faktor terjadinya hal tersebut. Dimana para warga memilih mengurung diri di rumah masing-masing.
Selang beberapa saat, Zhang Ziyi bertemu dengan orang dua orang. Lelaki dan perempuan yang berjalan besama. Setelan yang dikenakan kedua orang itu pun sama seperti dua orang yang menjaga gerbang.
Kedua orang itu lantas menghentikan langkah Zhang Ziyi.
"Kau sebaiknya keluar dari desa ini."
Perkataan gadis tersebut membuat Zhang Ziyi mengernyit.
"Memangnya ada apa dengan desa ini!"
"Cih, meski kau mengetahui penyebabnya, namun kau juga tak akan bisa berbuat sesuatu yang membantu desa ini!"
Jawaban Gadis tersebut tampak begitu ketus. Dia berani mengatakan itu, karena tak merasakan adanya aliran energi dalam tubuh Zhang Ziyi ini. Juga lelaki itu tak memegang senjata pun. Jadinya dia mengambil kesimpulan kalau Zhang Ziyi ini bukanlah seorang kultivator, yang biasanya hanya menyusahkan orang saja.
Hendak mengelak, namun Zhang Ziyi keduluan seorang lelaki di sebelah gadis itu.
"Cih, Memang itu kenyataannya. Dia ini hanya mencari masalah datang ke desa ini. Dan ujung-ujungnya, kita juga yang akan kesusahan. Jadi sebelum kita bertambah susah, lebih baik anak ini kita usir lebih dulu!" ucapnya sembari mendekat dan langsung mendorong Zhang Ziyi.
Sialnya, bukannya terdorong, Zhang Ziyi malah tetap di tempatnya dan tanpa bergeser sedikit pun.
Su Chen tidak sempat bereaksi kala gadis itu mendorong Zhang Ziyi. Dia yang awalnya khawatir Zhang Ziyi akan terjatuh, sayangnya kekhawatirannya itu tidak terjadi. Malahan ekspresinya sekarang berubah menjadi terhenyak.
Di sisi lain. Su Mei pun sama tersentak nya dengan lelaki itu. Namun ekspresinya tetap datar dan menunjukkan keangkuhan. Tampak memandang Zhang Ziyi, dia berjalan ke depan dan menabrak bahu Zhang Ziyi.
"Mohon jangan diambil hati atas apa yang telah saudaraku tadi lakukan!" Bukan dia yang melakukan, akan tetapi Su Chen yang meminta maaf kepada Zhang Ziyi.
"Wanita memang seperti itu. Selalu menyalahkan lelaki meski tak tahu letak kesalahan di mana. Kau tenang saja. Aku pun tak terlalu mempermasalahkannya!" balas Zhang Ziyi.
"Terima kasih!"
Selepas kepergian dua orang itu. Zhang Ziyi lantas beranjak. Mencari kediaman kepala desa dari desa itu. Hendak menanyakan akan perihal yang menimpa desa ini.
Sejam berlalu. Zhang Ziyi tak menemukan kediaman kepala desa. Rumah penduduk yang banyak, ditambah manusianya yang hampir tak seorang pun terlihat itu, membuat dia kesusahan.
Berjalan lagi. Seorang anak kecil berumur sekitar 4 tahun-an saat ini tengah bermain di pinggir jalanan. Tak terlihat orang tuanya. Zhang Ziyi lantas berjalan mendekatinya.
Tangannya terulur dan hendak menyentuh pundak anak itu. Namun, belum juga menyentuhnya, Zhang Ziyi malah keduluan oleh tangan keriput.
__ADS_1
Wanita berpakaian sedikit lusuh segera memeluk anak itu dan menggendongnya. Tampak jelas raut wajah panik darinya.
"Jangan menyentuh anakku!" ucapnya dengan intonasi takut sekaligus marah.
Setelah mengucapkan kalimatnya, dia lantas berlalu dan meninggalkan Zhang Ziyi.
"Aneh!" Hanya itu yang bisa di ucapkan Zhang Ziyi. Dia bergegas mengikuti wanita tadi.
Melewati jalanan sempit, Zhang Ziyi sampai di sebuah rumah tua. Wanita tadi menggendong anaknya dan membawanya di tempat ini.
Penasaran. Dia mendekati pintu kayu yang tampak miring itu. Mengetuknya. Namun tak kunjung pemilik rumah keluar.
Zhang Ziyi lantas masuk tanpa izin. Saat membuka pintu dan melangkahkan kaki kanannya ke depan, Sebahu balik kayu melayang dan nyaris mengenai tempurung kepalanya. Beruntung dia bereaksi cepat dengan menunduk ke bawah.
"Pergi kamu dari rumahku!"
Kembali balok kayu melayang. Menargetkan tubuh Zhang Ziyi. Namun sekuat apapun wanita itu berusaha, tetap balok kayu tak mengenai Zhang Ziyi.
"Tenanglah Bibi. Aku tidak memiliki maksud jahat mendatangimu!"
Sembari menghindar, Zhang Ziyi juga berusaha untuk menenangkan wanita itu.
Seperti tidak mau mendengar alasan dari Zhang Ziyi, wanita itu tetap melancarkan aksinya. Sembari juga mulutnya tidak berhenti mengeluarkan kata-kata yang tak sedap di dengar.
Anak kecil keluar dari bilik kamar.
"Ibu!" Panggilan kecilnya, langsung menghentikan wanita tersebut dalam memukuli Zhang Ziyi. Menatap anaknya. Lalu beralih menoleh ke arah Zhang Ziyi. Tatapan membunuh itu ia arahkan Sejenak, sebelum menghampiri anaknya.
Melihat sebuah kesempatan. Zhang Ziyi memilih memanfaatkan momen tersebut untuk menenangkan wanita tersebut.
Benar saja. Selang beberapa saat membujuk. Wanita itu akhirnya luluh. Sebenarnya ia juga tak melihat niat jahat dari pemuda ini.
"Sebenarnya, apa yang tengah terjadi dengan desa ini, Bibi! Mengapa begitu sunyi!" tanya Zhang Ziyi.
"Ceritanya cukup panjang!" Mengelus rambut anaknya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Dia lantas menceritakan kepada Zhang Ziyi terkait dengan masalah menimpa desa.
Tak terasa, waktu kian berlalu. Dan kini, malam hari telah nampak. Menggantikan posisi Sang Surya.
***
Seorang wanita saat ini tengah berjalan dengan begitu anggun. Tanpa alas kaki. Dengan wajahnya yang sangat cantik. serta pakaiannya yang seksi. Membuat siapa saja tak akan tahan saat melihatnya.
Berjalan melewati dua orang lelaki yang tengah bercerita di teras rumah. Kecantikan yang begitu sangat mengagumkan itu, tak bisa memalingkan mata kedua lelaki itu.
Tanpa sadar, mereka mengikuti langkah wanita itu. Berjalan dan terus berjalan. Hingga mereka sampai di tempat yang sepi.
Wanita itu berhenti berjalan. Membalikkan badan dan menatap kedua orang itu dengan tatapan menggoda.
__ADS_1
Pelan, dia mendekati mereka. Melakukan permainan nakal, hingga membuat dua orang Lelaki itu terangsang.