
"Nak, mau aku bantu?" ujar Zhang Ziyi sembari memegangi pundak Hou Die.
Sontak emosi yang sebelumnya begitu menguasai hatinya mendadak surut saat itu juga. Hou Die merasa aneh, sebab semuanya terjadi saat tepat tangan Zhang Ziyi menyentuh pundaknya itu. Lalu menoleh ke arah Zhang Ziyi.
"Paman benar-benar akan membantuku?" tanya Hou Die meminta kejelasan.
"Umm, asalkan kau memiliki keinginan serta serius dalam mengikuti apa yang aku katakan. Maka aku akan membantumu untuk itu."
Hou Die mendongak, melihat wajah Zhang Ziyi. Dia tidak menemukan adanya kebohongan dari sana.
Kemudian tanpa diminta Hou Die langsung menurunkan tubuh dan bersujud selama tiga kali.
"Guru, angkatlah aku sebagai muridmu!" ucap Hou Die tulus.
Zhang Ziyi hanya memasang sunggingan kecil menanggapi itu.
"Baiklah, mulai sekarang kau adalah muridku!" ucap Zhang Ziyi.
Hou Die bangkit, setelah itu keduanya kembali berjalan meninggalkan sekte yang telah hancur tersebut.
__ADS_1
Mereka melewati jalan setapak, tidak sengaja melihat pada rumput, maka Zhang Ziyi memutuskan untuk singgah di sana.
"Nak, dari kultivasi–mu saat ini, kau tidak akan cukup mampu untuk mengalahkan musuh-musuh yang lebih kuat dari kamu!" ucap Zhang Ziyi memulai pembicaraan.
Hou Die terdiam. Apa yang dikatakan gurunya memang benar. Saat ini dia masih sangat lemah, pun juga dengan usianya yang masih terlalu muda untuk berurusan dengan kelompok besar.
Memang saat ini Hou Die telah mengetahui kelompok yang menghancurkan Sekte Tujuh Pedang adalah Kelompok Harimau Iblis. Dia mengetahuinya dari orang-orang kelompok Harimau Iblis yang mati bersama dengan orang-orang sekte Tujuh Pedang.
"Guru benar. Maka dari itu aku harus berlatih keras. Dan saat telah memiliki kekuatan yang cukup, baru aku akan mendatangi Harimau Iblis dan membuat perhitungan terhadap mereka!" tekad Hou Die.
Zhang Ziyi menganggukkan kepalanya pelan kala melihat tekad serta keinginan Hou Die yang sangat kuat.
"Baiklah, Nak! Apakah kau siap untuk berlatih sekarang?"
Zhang Ziyi memberi respons dengan tersenyum kecil, mengisyaratkan keyakinan serta benar atas apa yang dia katakan tadi.
"Baiklah... Mari ikuti aku!"
Zhang Ziyi berjalan beberapa langkah. Lalu sampai di tempat yang cukup luas.
__ADS_1
"Kau harus berjalan dari sini sampai pohon besar yang ada di sana. Setelah itu kembali lagi dan lakukan sebanyak lima kali putaran!" Zhang Ziyi langsung memerintahkan Hou Die untuk memulai.
"Itu saja?" tanya Hou Die keheranan. Padahal jarak dirinya dan pohon tersebut tidak jauh, hanya berkisar lima puluh meter saja. Dengan kultivasinya saat ini, berlari selama sepuluh putaran pun tidak akan menjadi masalah sama sekali baginya.
"Kau bahkan belum melakukannya, tapi sudah berbesar kepala!" ucap Xiao Wang.
Mendengar itu, Hou Die langsung memasang wajah tidak enak.
"Ma–maafkan aku, Guru... Aku akan melakukannya!"
Hou Die pun mulai melangkah. Semula dia berniat akan berlari, tapi saat di langkah pertama saja dia sudah merasakan keberatan. Seperti ada beban berat yang tiba-tiba saja menghantam pundaknya.
"Arkh... I–ini!" Hou Die mencoba menoleh ke arah gurunya, tapi Zhang Ziyi justru tidak ada di tempat.
"Lakukanlah seperti yang aku katakan tadi. Bukan karena aku tidak ada di samping mu dan aku tidak bisa memantau–mu!"
Perkataan itu tiba-tiba saja muncul di kepala Hou Die. Dan itu berhasil membuat pemuda itu terkejut. Suara itu mirip dengan suara gurunya, tapi mengapa bisa berada di kepalanya. Apalagi itu sangat menggema.
Namun Hou Die yakin bahwa itu memang betul-betul suara gurunya. Sehingga dia kemudian membalas perkataan tadi. "Ba–baik guru. Aku akan melakukannya!"
__ADS_1
Setelah itu, Hou Die mulai berjalan tertatih di bawah tekanan yang ditanamkan oleh Zhang Ziyi.
Sedangkan di sisi lain, Zhang Ziyi menghilang karena merasakan kehadiran seseorang yang memiliki kekuatan yang sangat besar. Sehingga dia memilih untuk menjauh dari Hou Die sejenak.