
Seorang pemuda saat ini tengah terbang dengan mengendarai pedang di kakinya. Di belakang ada beberapa orang yang mengikuti pemuda tersebut. Sama-sama melesat dengan kecepatan tinggi.
Laohu mengikuti mereka dari belakang. Dua pasang sayap api, ia kepak keras, membuat laju tubuhnya kian cepat. Tak ingin membiarkan beberapa pengendara pedang itu terlepas dari pengawasannya.
Orang-orang yang dia awasi tiba-tiba saja berhenti melesat, membuat Laohu juga ikut menghentikan laju terbangnya. Aura yang terpancar di tubuhnya segera dia tarik. Begitupun juga dengan ukuran tubuh mendadak berubah mengecil.
Pemuda serta beberapa orang di belakangnya itu tidak lain adalah anggota sekte Pedang Langit. Pemuda itu sendiri bernama Fang Shi, putra dari Dewa Pedang.
Mereka berhenti kala merasakan aura hitam penuh akan tekanan tersebar di udara. Kontan, beberapa orang tersebut langsung bergerak dan mengelilingi Fang Shi. Mereka mengambil sikap siaga.
Beberapa saat, muncul orang-orang berpakaian hitam mengelilingi mereka.
"Hahaha, jangan pikir bisa kabur dan membawa Mutiara Darah Semesta, begitu saja, anak muda!" Tawa terdengar menggelegar.
Orang-orang dari sekte Pedang Langit mengetahui pasti siapa pemilik dari suara tersebut. Tentu saja orang yang akan mengundang masalah bagi mereka. Memilih berpisah dari kelompok, untuk mencari zona aman, tapi keputusan mereka nyatanya salah. Justru bahaya lain datang mengancam.
Portal tercipta di dalam lingkaran orang-orang berpakaian hitam. Memunculkan seorang pria berpakaian hitam pula. Tampak dia adalah pemimpin dari orang-orang berpakaian hitam. Dia sendiri tidak lain adalah Dewa Yun Biao atau biasa di kenal sebagai Dewa Ruang.
***
Saat tengah memperhatikan mereka dari jauh, Zhang Ziyi Mendadak muncul di samping Laohu. Sempat dibuat kaget oleh kemunculan tuannya yang begitu serentak dan sangat tiba-tiba itu. Tapi kemudian dia berlagak sok imut.
"Kerja bagus, Laohu!" Zhang Ziyi memuji hewan peliharaannya.
Laohu sendiri yang saat itu tubuhnya telah mengecil seperti kucing imut, kini menggelinjang di atas udara. Yakin dan percaya, kalau saja Niao melihat hal tersebut, mungkin dia akan langsung menerkamnya hidup-hidup.
Zhang Ziyi melempar pandangan pada beberapa orang yang berada di kejauhan sana. Dia menggunakan teknik mata Elang untuk melihat lebih jelas situasi mereka.
__ADS_1
"Kesemuanya memiliki kekuatan di atas ku. Apalagi Dewa Ruang itu. Dengan kekuatanku yang hanya mencapai Ranah Semesta ini, tidak akan mungkin aku mampu untuk merebut Mutiara Darah Semesta di tangan mereka." Zhang Ziyi mulai berpikir.
Setelah beberapa detik, dia menyuruh Laohu untuk tetap mengawasi mereka. Semester dia akan ke alam jiwa sementara waktu.
Laohu tidak menolak ataupun membantah. Dia dengan patuh menuruti perkataan dari majikannya.
-
Zhang Ziyi berada di alam jiwa. Dia memilih tempat yang nyaman dan jauh dari para bawahannya.
Pil tingkat Suci Agung melayang di atas tangan Zhang Ziyi. Pil tersebut sendiri mengandung tekanan yang sangat besar, serta aura yang terpancar begitu mengintimidasi.
"Mungkin efeknya akan sangat besar dengan kekuatan–ku yang sekarang. Tapi biar bagaimanapun, aku harus bisa menyerap khasiat dari pil ini!"
Zhang Ziyi mengambil sikap lotus. Dia akan mengonsumsi pil tingkat Suci Agung itu. Untuk mendapatkan Mutiara Darah Semesta, dia harus mengalami peningkatan terlebih dahulu.
Zhang Ziyi sudah merasakan bagaimana dahulu ketika melawan Dewa Ruang. Kekuatannya jelas-jelas berada di bawah Dewa Ruang. Bahkan formasi ilusi Hujan darah saja bisa dipatahkan dengan mudah. Yang masih mengganjal, dia masih belum mengetahui akan siapa yang telah menyelamatkannya dari Dewa Ruang tempo lalu. Meski ketika dia sadar dari pingsannya, Zhang Ziyi menemukan seorang gadis cantik, tapi dia yakin bukan gadis itu yang menolong dirinya dari Dewa Ruang.
Lonjakan energi yang kian menjadi-jadi, di sertai dengan aura yang semakin mengganas. Zhang Ziyi hampir menggila ketika energi dalam tubuhnya memberontak. Menghancurkan semua organ dalam tubuhnya.
Hampir saja itu membuat dia menyerah, tapi tetap saja tekad untuk memiliki kekuatan kuat menguatkan dirinya.
Zhang Ziyi menerima proses menyakitkan itu dengan sekuat tenaga. Tidak ada yang bisa dia perbuat untuk meringankan rasa sakit itu.
Proses tersebut berlangsung selama dua jam. Hingga sampai Zhang Ziyi merasakan lonjakan energi mengganas dan menyakitkan tadi tidak terasa lagi. Tapi setelahnya, tiba-tiba saja terjadi ledakan beruntun dari tubuh Zhang Ziyi. Entah sampai berapa kali ledakan itu terus saja berlangsung.
Baamm...
__ADS_1
Ledakan terakhir dan terdengar lebih besar dari ledakan-ledakan sebelumnya. Pakaian yang dikenakan, kini telah hancur sepenuhnya. Entah itu kerena hangus, atau mungkin karena terantuk oleh ledakan tadi.
Membuka kedua matanya, pupil mata berwarna emas menyala. Tidak ada lagi warna cokelat meski hanya sedikit. Rambut panjangnya beberapa helai telah berubah menjadi emas. Begitupun juga dengan aura yang terpancar dari tubuhnya kian menguat.
"Setelah sebelumnya bersikeras untuk menahan rasa sakit yang teramat sangat menyakitkan, akhirnya aku berhasil melewati rasa itu dan beralih ke rasa nyaman dan sangat-sangat nyaman."
Zhang Ziyi menghela napas panjang. Setiap hembusan napasnya, begitu kuat. Entah sudah berada di tingkat mana dia saat ini.
"Ranah Abadi. Yah... aku bisa merasakan kekuatan yang bergejolak begitu besar dalam tubuhku."
Zhang Ziyi mencoba untuk menilik sekitar, kini jangkauan pandangannya telah melebihi puluhan juta kilometer.
Bahkan para bawahannya yang berada di belahan dunia jiwa pun masih bisa dia jangkau.
"Cukup baik, semoga saja ini sudah cukup untuk mengalahkan Dewa Ruang."
Zhang Ziyi kembali ke Alam Atas. Dia melihat situasi di sana yang masih sama seperti sebelumnya, tampak belum ada pergerakan dari kedua kubu untuk saling menjatuhkan.
Tentu saja perbedaan waktu di alam jiwa dan di Alam Atas ini yang terpaut jauh. Jika di alam Tengah perbedaan waktu terpaut 1 hari untuk lima hari di alam Jiwa, maka di alam atas membutuhkan waktu satu hari untuk mencapai sepuluh hari di alam jiwa.
"Laohu, terima kasih karena telah memperhatikan mereka untukku. Sekarang kau bisa kembali ke alam Jiwa."
Laohu menanggapi ucapan Zhang Ziyi dengan anggukan kepala. Tiba-tiba dia menghilang dari sana, setelah Zhang Ziyi memasukkannya ke alam Jiwa.
Di sisi lain, Dewa ruang mulai menyuruh bawahannya untuk menyerang orang-orang dari Sekte Pedang Langit.
Sempat terjadi perlawanan, tapi hanya sesaat. Mereka mulai kewalahan dalam menghadapi bawahan Dewa Ruang. Hingga berujung dengan kalah telak. Begitupun juga dengan Fang Shi. Dirinya terlempar begitu jauh dan menabrak tanah dengan keras.
__ADS_1
Tak ada daya untuk kembali bangkit. Dia Hanya bisa pasrah, entah bagaimana nasibnya setelah ini. Kalaupun dia selamat dan dibiarkan hidup oleh Dewa Ruang, bagaimana dia akan menjelaskan kepada ayahnya bahwa Mutiara Darah Semesta telah di curi oleh Dewa Ruang.
Ayahnya yang begitu terobsesi dengan kekuatan, pastinya akan begitu marah terhadapnya. Atau dalam artian, dia serba salah dalam situasi ini.