
Tring!
Tring!
Trang!
Zhang Ziyi bertarung dengan pedang Naga Langit. Dua tebasan pedang saling bertemu, menciptakan energi tajam yang beradu.
Zhang Ziyi berusaha untuk memutuskan kendali kekuatan mental Naga yang mengendalikan Pedang Naga Langit. Namun sejauh ini, dia belum bisa melakukannya.
Tampak lah perbedaan kekuatan yang terlampau jauh.
"Aku tidak bisa untuk terus menerus seperti ini. Bertarung dan pedang Naga Langit hanya akan membuat stamina ku menurun. Aku harus beralih ke Naga itu!" gumam Zhang Ziyi.
Dia mencoba untuk terbang ke arah Naga yang jaraknya sekitar 1 kilo. Namun secepat apapun gerakannya, tetap saja Pedang Naga Langit datang mencegah.
"Hmm, baiklah!" ucap Zhang Ziyi sesaat, lalu dia mulai membelah dirinya.
Duplikat tubuhnya dia biarkan bertarung dengan pedang Naga Langit. Sementara dirinya yang asli terbang mengarah ke arah Naga Batu Meteor.
Whush!
Pedang Pembalik Langit di tangannya menyala terang. Aura yang terpancar darinya pun begitu tidak biasa. Zhang Ziyi menebas udara dua kali membentuk silang. Seketika terbentuk energi menyilang, dari bekas potongan udara tadi. Melesat dengan kecepatan tinggi.
Baamm!
Belum juga energi silang tersebut menghantam tubuh Naga Batu Meteor, energi itu tiba-tiba saja meledak.
"Sial..."
Zhang Ziyi tidak berhenti. Dia mengambil tempat lain, berpindah dalam waktu singkat dengan mengeluarkan jurus yang berbeda pula. Ribuan jurus telah melayang di berbagai tempat ke arah Naga Batu Meteor dalam satu waktu.
Brumm!
Baamm!
Baamm!
Ledakan terjadi secara bersamaan. Zhang Ziyi mundur beberapa meter untuk melihat hasilnya.
Kabut menipis, tampaklah akan apa yang terjadi dalam kabut. Dimana terlihat di sana Naga Batu Meteor yang masih dalam keadaan baik-baik saja tanpa lecet sedikitpun.
Zhang Ziyi mengernyit. Lingkaran energi merah menyebar luas, bersamaan dengan itu kekuatan besar keluar dari tubuh Naga. Kekuatan tersebut menekan Zhang Ziyi.
__ADS_1
Tak bisa di pungkiri besarnya kekuatan itu. Bahkan pergerakan Zhang Ziyi sampai di kunci olehnya, dia tidak bisa untuk mengambil gerakan, pun juga menghindar.
Kekuatan itu semakin terasa besar dan menekan, terlihat energi merah menyala yang muncul dari ruang hampa. Bergerak ke arah Zhang Ziyi yang masih dalam keadaan mematung.
Seiring dengan jaraknya dengan Zhang Ziyi yang semakin dekat. Tekanan yang di rasakan Zhang Ziyi juga meningkat dua kali lipat. Namun Zhang Ziyi tidak panik sama sekali.
Sedikit lagi energi merah menyala itu akan menyentuh Zhang Ziyi, tapi yang terjadi selanjutnya adalah energi itu malah berhenti begitu saja.
"Cukup!"
Suara garang keluar dari mulut Naga Batu Meteor.
Tiba-tiba saja energi merah tadi pecah dan menjadi kabut asap, sebelum menghilang begitu saja.
Tekanan yang semula di rasakan oleh Zhang Ziyi juga telah menghilang.
Naga itu mendekati Zhang Ziyi.
"Hmm, lumayan... Namun kau masih sangatlah lemah. Untuk mencapai alam yang lebih tinggi lagi, kau butuh kekuatan yang besar pula. Tapi setidaknya untuk sekelas Ranah Suci Dewa Abadi, kau memiliki bakat lebih besar dari yang lainnya. Bisa di bilang, kekuatanmu saat ini telah menyamai kultivator ranah Jiwa Darah Surgawi."
Zhang Ziyi menyimak tanpa menjawab perkataan dari Naga Batu Meteor.
"Hmm, memang tempatmu sekarang seharusnya bukanlah di alam Atas lagi."
"Kau akan mengetahuinya nanti, setelah urusan–mu di dunia alam Atas terselesaikan!"
Keduanya berbincang seperti telah akrab saja. Bahkan nuansa tegang tadi mereka lupakan sesaat. Padahal Zhang Ziyi baru bertemu dengan Naga Batu Meteor ini.
"Tunggu, mengapa kau membawaku kemari?" tanya Zhang Ziyi. Menanyai akan pertanyaan yang semula sempat mengisi pikirannya.
"Ada sesuatu yang menarik dalam tubuh–mu!"
Jawaban singkat membuat Zhang Ziyi waspada.
"Tenanglah, aku tidak memiliki niat buruk terhadapmu. Hanya tertarik untuk membantu–mu, menambah kekuatan–mu! Lagipula, jika aku menginginkan kamu mati, aku tidak akan membantumu saat di pengujian Ras Duyung waktu itu!" ucap Naga Batu Meteor menenangkan Zhang Ziyi.
Sejenak, Zhang Ziyi terdiam. Tahulah dia alasan mengapa waktu itu masih selamat setelah dipanggang dan direbus hangus dalam magma panas.
Meski demikian, Zhang Ziyi belum menemukan alasan pasti naga itu membantunya.
"Membantu hanya karena alasan tertarik saja, bukankah itu tidak masuk akal?"
"Sudahlah. Intinya aku tidak akan menyakitimu. Suatu saat nanti kau juga akan mengetahuinya!"
__ADS_1
"Kapan?"
"Sampai kekuatanmu cukup, baru kau akan mengetahui semuanya!"
Mendengar itu, Zhang Ziyi sedikit merasa pesimis. Pepatah Langit masih ada Langit sudah di ketahui Zhang Ziyi sejak dulu. Namun dia yang memiliki ambisi untuk sampai di puncak Langit tertinggi, hingga tidak ada lagi orang yang berada di atasnya. Tapi hal itu mungkin sangatlah mustahil untuk dia capai.
Terdiam tanpa menjawab, Naga Batu Meteor kemudian melirik ke arah Pedang Naga Langit yang melayang-layang tanpa arah, berputar-putar jauh dari tempat dirinya dan Zhang Ziyi berada.
Bayangan Zhang Ziyi yang semula bertarung melawan Pedang Naga Langit telah menghilang sejak tadi. Pedang Naga Langit terbang mendekati Naga dan Zhang Ziyi. Lalu berhenti tepat di pertengahan keduanya. Terlihat bayangan putih dari setiap pergerakan pedang Naga langit itu.
"Keluarlah!" ucap Naga kepada pedang Naga Langit.
Tak lama setelahnya, cahaya menyilaukan merembes keluar dari bilah pedang. Begitu silau, hingga mengalahkan cahaya merah dari yang terpancar dari magma yang ada di bawah.
Whush!
Cahaya menyilaukan itu kini telah berakhir, tampaklah seekor naga kecil, namun berbentuk roh. Roh Naga kecil itu terbang memutari pedang Naga Langit, lalu menoleh ke arah Zhang Ziyi dengan mata birunya.
"Ini adalah Roh dari Pedang Naga Langit. Dahulu, Naga Langit adalah salah satu dari Naga kuat yang merupakan siluman Surgawi terkuat di Alam Atas ini. Banyak orang yang hendak menundukkan dan menjadikannya sebagai bintang peliharaan. Sayangnya mereka tidak cukup mampu untuk itu.
"Hingga pada suatu ketika, seseorang datang berhasil menundukkan–nya. Oleh karena hobinya yang membuat pedang, maka Naga Langit tersebut dia segel dalam sebuah pedang. Dengan catatan sebagian besar kekuatan dari Si Naga tadi dia s serap. Membuatnya bertambah sakti. Olehnya itu, jiwa naga yang telah menempati Pedang tidak lagi sekuat sebelumnya. Namun dia bisa saja kembali ke masa jayanya, apabila pemiliknya memiliki kekuatan besar!"
Panjang lebar Naga Batu Meteor menjelaskan. Zhang Ziyi sendiri menyimaknya dengan baik. Dia juga sesekali akan mengambil suatu kesimpulan terkait dengan cerita Naga Batu Meteor.
Zhang Ziyi memandang roh Naga tersebut.
"Itulah sebabnya dia baru keluar sekarang. Karena kekuatanku yang telah mencapai tahap ini?"
"Ya, Sebenarnya Jiwanya telah menyatu sepenuhnya dengan pedang, dan tidak akan pernah kembali ke wujud seekor Naga. Bahkan untuk menjadi roh dalam bentuk naga sekalipun tidak akan bisa. Namun saat menancap di tubuhku tadi, sebagian darahku dia serap, sehingga terbentuklah seperti roh yang sekarang. Meskipun ukurannya sangat kecil, namun saat ini kekuatannya berada di puncak Siluman Surgawi."
Zhang Ziyi mengangguk.
Setelah melalui beberapa waktu, Zhang Ziyi memutuskan untuk kembali ke Markas. Takutnya bawahan sert rekan-rekannya telah menunggunya di sana. Meskipun Naga Batu Meteor telah mengatakan bahwa waktu di dimensi ini lebih lambat seribu kali lipat dengan Dunia Alam Atas.
Sebelum pergi, Naga Batu meteor memberikan Zhang Ziyi sedikit kekuatannya. Meskipun tidak banyak, Tapi itu sudah cukup membuat Zhang Ziyi menembus ranah Selanjutnya. Kini Kultivasi–nya berada di Ranah Jiwa Darah Surgawi tahap 3.
"Terima kasih atas semuanya. Aku akan pergi!" pamit Zhang Ziyi. Roh Naga telah masuk kembali ke dalam Pedang Naga Langit. Zhang Ziyi sendiri telah menyimpannya dalam cincin ruang. begitupun juga dengan
Mendadak Naga Batu Meteor menghilang begitu saja Begitupun juga dengan tempat itu kini telah kembali seperti semula dalam waktu singkat. Lebih singkat dari kecepatan cahaya.
Zhang Ziyi pun juga ikut melanjutkan perjalanannya. Menuju Markas Huangjin.
Di sisi lain, seperti sebelum-sebelumnya, bawahan serta rekan Zhang Ziyi juga tiba-tiba saja mengalami peningkatan kekuatan. Kini Zhang Lan serta yang rekan lainnya telah berhasil mencapai ranah Suci Dewa Abadi.
__ADS_1