Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 207 ~ Mendapat Kabar


__ADS_3

Dua orang dengan kekuatan roh saat ini tengah bertarung dahsyat. Menggunakan kekuatan roh dalam jumlah besar. Dia kendalikan lalu menyerang lawan.


Pertempuran yang berlangsung imbang, belum terlihat akan siapa yang kalah, ataupun siapa yang menang. Meski demikian, beberapa kali Dewa Kematian berada di posisi di untungkan.


Zhang Ziyi sendiri menonton pertarungan kedua orang itu dari alam bawah sadarnya. Beberapa kali kedua alisnya terangkat, kagum akan bagaimana aksi Dewa Kematian dalam menyerang. Brutal, dengan hanya memberikan sedikit jeda, meski terlihat sosok asap hitam bisa mengimbangi pergerakan Dewa Kematian, namun dengan tebasan tajam dan terarah, itu membuat sosok asap hitam merasa kewalahan.


Whush!


Tebasan datang dari arah samping, masuk dan tepat mengenai bagian lengan lelaki tersebut. Bahkan dalam wujud asap saja sudah bisa di lukai oleh pedang Roh Dewa Kematian.


Termundur untuk mengambil jarak, namun nyatanya Dewa Kematian tidak membiarkan itu terjadi. Dia maju untuk terus menyerang. Melihat lawan yang kian berada di posisi tidak di untungkan, membuat semangat Dewa Kematian semakin meningkat.


Beberapa saat, Dewa Kematian berhasil melakukan tebasan yang mengandung kekuatan roh yang begitu besar pada tubuh berasap sosok itu. Membuatnya terjatuh ke tanah dengan sangat keras.Ya, meskipun wujudnya dalam bentuk roh, namun entah mengapa dia masih merasakan rasa sakit saat terbentur tadi.


Dewa Kematian muncul tepat di hadapan sosok itu. Dengan keadaan melayang di udara, dia mengacungkan pedang ke arah leher sosok itu.


"Aku bisa melepaskan mu asal kau mengatakan padaku di mana Pria sialan itu berada?!" ancam Dewa Kematian.


"Pria sialan siapa yang kamu maksud?" Sosok itu bertanya seolah-olah memang dia tidak mengetahui orang yang di maksud oleh Dewa Kematian.


"Jangan berlaku sok bodoh dan lugu. Aku yakin kau pasti telah mengetahui siapa yang aku maksud ini!" Dewa Kematian berkata kesal.


Ekspresi sok polos dan lugu yang sempat di perlihatkan oleh sosok itu, kini berubah setelah mendengar perkataan Dewa Kematian tadi. "Hahaha, mengapa kau berpikir bahwa aku akan memberitahumu dimana keberadaan pria itu?"


Sosok tersebut menjawab dengan tertawa. Begitu meremehkan akan ancaman Dewa Kematian.


"Hmm, baik! Aku anggap kamu memilih untuk mati!"


Pedang roh di tangan Dewa Kematian terangkat tinggi. Melayang tanpa ada keraguan sedikitpun dari raut wajah Dewa Kematian.


Whush!


Pedang itu nyaris memenggal kepala sosok asap itu, namun segera Dewa Kematian menghentikan aksinya kala mendengar permohonan pengampunan dari sosok itu.


"A-ampun... A–aku akan mengatakannya padamu!" ucap cepat sosok itu.


Dewa Kematian menyunggingkan seringai miring.

__ADS_1


"Bagus, kalau begitu cepat katakan! Aku tidak ada waktu untuk meladeni–mu seharian."


"Santai, kau bisa melepaskan pedang itu dari leherku terlebih dahulu! Aku merasa sesak."


"Jangan mencari alasan untuk lolos. Aku beri kamu kesempatan sekali lagi. Jika masih tak memberitahu, maka terpaksa aku harus merebut nyawamu!" ucap Dewa Kematian tanpa ekspresi.


"Ba–baik! A–aku akan memberitahumu. Tapi—"


Belum juga menyelesaikan kalimatnya, pedang Roh Dewa Kematian telah lebih dulu merebut nyawa sosok itu. Tampaknya Dewa Kematian telah kehilangan kesabarannya.


Kabut gelap yang menyelimuti tubuh Sosok tersebut, kini telah menghilang. Memperlihatkan wujud seorang pria tak berbusana. Memperlihatkan tubuhnya yang tampak telah sangat tua.


"Sialan! Meskipun sudah mati, tapi kenapa benda tumpul ini bisa berdiri!?" Dewa Kematian mengumpat kala pandangannya salah menangkap sesuatu yang merupakan aset berharga milik sosok tersebut yang kini telah menjadi pria tua renta. Ya, meskipun sudah tua renta, namun aset berharga itu tetaplah menegang, bahkan tampak berisi.


Dewa Kematian tanpa menunggu lama langsung memeriksa ingatan milik pria tua renta. Setelah mendapatkan apa yang dia cari, Dewa Kematian lalu mengambil roh milik pria tersebut lalu menyimpannya dalam topeng hantu.


Mendapatkan roh dengan memiliki kekuatan besar bersamanya, membuat kekuatan topeng Hantu kian meningkat. Itu juga berimbas pada tubuh Zhang Ziyi.


Zhang Ziyi yang tengah memperhatikan dari alam jiwa merasakan kembali kesadarannya yang tersedot oleh sesuatu.


"Nak, setelah menggunakan tubuhmu dalam waktu lumayan lama, aku jadi ngantuk dan ingin tertidur untuk beberapa hari ke depan. Bersamamu telah aku sediakan ingatan. dari Pria tua renta itu. Dan ya, Dewa Kematian tidak ada di sini. Pergilah Ken tempat lain. Gunakan ingatan tersebut sebagai penunjuk jalan," pesan Dewa Kematian dengan suara menggema sebelum dia tertidur di alam bawah sadar Zhang Ziyi.


"Baik... Terima Kasih!"


Zhang Ziyi terbang, mencari keberadaan Laohu.


Tak butuh waktu lama baginya untuk menemukan keberadaan Laohu. Dia saat ini tengah berkumpul bersama dengan rekan-rekannya yang saat itu telah tersadar.


"Mari segera pergi dari sini. Orang yang kita cari tidak ada di tempat ini!" ucap Zhang Ziyi pada mereka.


"Umm!"


Namun sebelum Zhang Ziyi meninggalkan tempat itu, dia terlebih dahulu mengambil kekuatan roh yang tersebar begitu banyak di tempat itu. Setelah memastikan itu telah berhasil dia serap sepenuhnya, Zhang Ziyi kemudian memutuskan untuk pergi dari sana bersama dengan rekannya.


Terbang dengan sangat cepat, hingga dalam waktu singkat mereka telah berada jauh dari tempat tersebut.


***

__ADS_1


Beberapa hari telah berlalu. Setelah melakukan perjalanan lebih, mereka memutuskan untuk istirahat di Alam jiwa Zhang Ziyi. Portal penghubung dengan Alam Jiwa tercipta di hadapan mereka. Lalu mereka memasuki portal tersebut.


Sebelumnya saat mereka dalam perjalanan, beberapa kali singgah dan mengambil sesuatu yang menurut mereka sangat menarik.


Memasuki Alam Jiwa, Zhang Ziyi langsung di sambut oleh para bawahannya.


"Hormat, Pemimpin!" ucap mereka serempak, memberi hormat pada Zhang Ziyi.


"Umm!" Zhang Ziyi menganggukkan kepala merespon hormat mereka. Setelahnya dia dan rekan-rekannya langsung berjalan menuju istana.


"Telah lama kita tak mengunjungi alam jiwa. Dan lihatlah! Banyak sekali perubahan yang terjadi di sini!" ucap Zhang Lan.


Zhang Ziyi sendiri juga akhir-akhir ini jarang mengunjungi alam jiwa. Di tambah oleh kekuatan para bawahannya itu yang telah berhasil mencapai ranah Semesta, namun ada juga yang telah mencapai Ranah Dewa Abadi.


"Rupanya, mereka sudah bisa bersaing dengan orang-orang dari Alam atas ini." Zhang Ziyi bergumam pelan.


Diantara mereka semua, yang paling mengalami peningkatan adalah Ras Centaurus. Banyak di antara mereka yang mencapai Ranah Dewa Abadi. Zhang Ziyi yang penasaran pun segera mengalihkan niatnya untuk bertanya pada Moi Wang.


"Aku penasaran akan apa yang kalian lakukan sehingga kekuatan ras Centaurus bisa meningkat lebih signifikan dibandingkan dengan yang lainnya?" tanya Zhang Ziyi pada Moi Hu dan Moi Wang.


"Hmm, kami menemukan catatan kuno yang tersedia pada buku usang di perpustakaan Ras Centaurus. Memang buku itu aku yang memegangnya semenjak sebelum aku bertemu dengan Pemimpin. Tapi saat itu aku tidak banyak mengerti dengan cara kerja catatan kuno tersebut. Sekaranglah baru aku mengerti makannya. Sebab itulah kekuatan kami bisa meningkat dalam waktu cepat." Moi Hu mengambil alih untuk menjelaskan.


"Hmm, bagus... Melihat kelautan kalian yang telah meningkat banyak itu, aku tidak berniat menyimpan kalian di Alam Jiwa lagi. Tampaknya kalian sudah mampu untuk bersaing dengan orang-orang dari Alam atas ini;" ujar Zhang Ziyi.


"Apapun keputusan pemimpin, akan kami ikuti!" Moi Hu serta Moi Wang sama-sama menangkupkan kedua tangan memberi hormat.


Zhang Ziyi kemudian beranjak dari sana setelah mendengar laporan tersebut. Dia kemudian melanjutkan niatnya, yaitu ke Istana. Di sana juga rekan-rekannya telah menunggunya dari tadi.c


-


Malam telah datang di Alam Jiwa. Zhang Ziyi berdiam di depan jendela. Memandangi bulan malam yang dengan cahaya peraknya menyinari alam Jiwa Zhang Ziyi. meskipun berada di Alam Jiwa Zhang Ziyi, namun tempat ini tidak ada ubahnya seperti dunia nyata pada umumnya, dimana memiliki juga pergantian hari.


Beberapa saat merenung, mendadak dia merasakan sesuatu dalam pikirannya. menutup kedua matanya, terkuat gambaran akan kejadian yang tengah terjadi menumpas ras Gnome. Gambar itu berlangsung selama beberapa saat. Zhang Ziyi tidak lagi merasakan sakit.


"Ini tidak bisa di biarkan. Aku harus kembali ke sana!" ucap Zhang Ziyi.


Sebelumnya dia melihat pertumpahan darah terjadi di sana. Kalau tidak segera di bereskan secepatnya, takutnya nanti malah semakin membesar dan berakhir dengan korban jiwa di pihaknya bertambah. Bahkan ada kemungkinan ras Gnome hilang di peradaban dunia.

__ADS_1


__ADS_2