Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 91 ~ Serigala Iblis


__ADS_3

Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Bie, serta Zhang Yin saat ini tengah berlari. Entah sudah berapa jam mereka berlari sejak terakhir kali mendengar penjelasan dari wanita tersebut.


"Hmm, Dalam seminggu kita harus melewati hutan ini. Jika tidak, maka kita akan dinyatakan gugur! Cih, Suara wanita itu terlalu merdu sampai-sampai hanya itu yang bisa ku tangkap dari perkataannya!" ucap Zhang Meng. Memang dari sekian banyak yang keluar dari mulut wanita yang memiliki gunung kembar besar itu, hanya hal itu yang bisa dia tangkap. Selebihnya, dia biarkan perkataan itu lewat begitu saja.


"Hahaha. Kau benar, saudara Meng. Suaranya memang begitu merdu, apalagi dua buah buah besar dari balik bajunya itu! Wiuh, ingin rasnya ku rem*s-rem*s dan ku mai–!" belum juga menyelesaikan hayalan–nya, Zhang Lan malah terlebih dahulu mendapat tendangan keras di kepala bagian belakang. Membuat dirinya melayang dengan keras dan berakhir dengan jatuh terbaring-baring di atas tanah.


"Aduh-aduh! Saudari Yin, mengapa kau menendang ku!" rengek Zhang Lan. Lalu kemudian bangun dari posisi telungkup–nya.


"Salah sendiri membicarakan hal-hal yang kotor!" ucap Zhang Yin ketus. Setelahnya kembali melesat, melompati dahan demi dahan pohon. Meninggalkan yang lainnya.


"Hahaha! Saudara Lan, kau cukup sial hari ini. Semoga kedepannya kau bisa seberuntung diriku!" ucap Zhang Meng mengejek Zhang Lan. Lalu ia juga ikut melesat dengan melompati dahan-dahan pohon.


"Sial!" kesal. Zhang Lan pun juga tidak ada pilihan lain selain mengikuti rekan-rekannya.


***


Waktu kian cepat berlalu. Zhang Ziyi serta yang lainnya memilih untuk beristirahat sejenak, dikarenakan hari saat itu juga telah menunjukkan malam telah datang.


Sejauh perjalanan, mereka tak menemukan sesuatu yang serius pun. Paling yang datang menghadang hanyalah sekelompok binatang buas dengan kekuatan fisik setara dengan kultivator ranah Langit tahap puncak.


Tak perlu menggunakan kekuatan lebih bagi mereka untuk mengalahkan binatang buas tersebut.


Zhang Ziyi memilih mengajak mereka untuk beristirahat di alam jiwa. Selain beristirahat, mereka juga bisa berlatih di sana.


Besoknya, perjalanan kembali di lanjutkan.


Berlari hingga satu jam, Zhang Ziyi langsung menghentikan rombongan kala melihat beberapa orang di hadapan mereka yang tengah menghadang jalan mereka. Rombongan itu sendiri terdiri dari 12 orang, dengan tujuh diantaranya pernah mereka temui saat keluar dari perpustakaan umum.


Zhang Lan serta yang lainnya, kecuali Zhang Ziyi lantas mengambil sikap waspada. Tentu kalau bukan karena hendak memberi pelajaran kepada murid-murid baru itu, mereka pasti tidak akan menghadang.


"Menyingkir dari hadapan kami! Kami tidak ada waktu untuk meladeni kalian!" ucap Zhang Lan. Tidak ada rasa sopan sama sekali. Lantang sekaligus penuh penekanan.


"Cih, sombong sekali kau murid baru!" salah satu diantara rombongan itu, yang mengenakan setelan putih membalas perkataan Zhang Lan.


Tak terima dan hendak menyerang Zhang Lan. Namun baru hendak melesat, dia telah lebih dulu dihentikan oleh seorang pemuda yang juga mengenakan setelan putih.


Pemuda tersebut menatap lelaki yang hendak maju tadi dengan tatapan tajam. Seolah-olah memberinya kode untuk tidak bertindak sembrono.


"Mengapa kau begitu percaya diri sekali, bahwa kami berkumpul disini untuk mencegah jalan kalian?" ucap Seorang wanita yang mengenakan setelan berwarna cokelat. "Tujuan kami berhenti melanjutkan perjalanan adalah untuk beristirahat sejenak. Jadi tidak ada kaitannya dengan kalian!"


Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Yin Serta Zhang Bie mengernyit.


"Ada yang aneh!" gumam Zhang Lan.


"Kak Ziyi, menurut mu apa yang direncanakan oleh orang-orang ini?" tanya Zhang Lan.


"Tujuan mereka membiarkan kita untuk lewat adalah karena sesuatu yang ada di depan sana!" ucapnya tanpa menoleh. Tatapan mata Zhang Ziyi memandang lurus ke satu arah.

__ADS_1


"Mari melanjutkan kembali perjalanan. Kita tidak ada waktu untuk terus di sini. Perjalanan masih panjang," ucap kembali Zhang Ziyi.


Setelahnya mereka lantas kembali melesat dengan sangat cepat. Meninggalkan rombongan tersebut.


"Hehehe! Entah terlalu polos atau bodoh?! Murid-murid baru itu tidak bisa membaca situasi... Biarkan mereka menjadi umpan Siluman Serigala Iblis itu," ucap seorang lelaki berbadan besar di selingi dengan tawa renyah.


-


Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Yin, serta Zhang Bie melesat dengan kecepatan tinggi. Selang beberapa saat, mereka sampai di sebuah lembah.


Kondisi Hutan Moiyu Taiyang ini sendiri agak remang. Sebab sedikit sekali cahaya matahari yang berhasil menyentuh tanah. Pasalnya pohon-pohon yang menjulang tinggi dengan daun yang teramat lebat itu, menghalangi laju cahaya sang mentari menembus dedaunan dan sampai di bawah.


Kondisi Hutan yang memang sudah sedikit gelap, ditambah saat ini mereka berada di sebuah lembah, membuat pencahayaan di area situ yang kian menipis.


Mereka harus menggunakan insting tajam untuk mewanti-wanti sekitaran.


"Semuanya, waspada! Lima ekor Siluman Iblis sedang mengawal kita di depan," ucap Zhang Ziyi.


"Baik!" Sama-sama mengangguk. Mereka lantas menyiapkan senjata, dan mengambil sikap waspada.


Benar saja, belum juga lima meter mereka melangkah, hawa di sekitar mendadak berubah menjadi mencekam. Angin yang semula bertiup normal, mendadak berubah menjadi dingin dan membuat merinding.


Kabut hitam yang entah dari mana munculnya mengepul kian membesar, hingga dalam hitungan detik, tempat itu kini telah dipenuhi dengan kabut hitam.


Zhang Ziyi serta keempat temannya lantas mundur dan saling membelakangi.


Memasang kewaspadaan tingkat tinggi. Suasana yang gelap oleh kabut yang menghalangi pandangan, membuat mereka tidak bisa berbuat banyak.


Beberapa saat terdiam sambil mengamati situasi, pandangan Zhang Ziyi salah menangkap bayangan. Bayangan sesaat, d


dan dalam sepersekian detik bayangan tersebut telah menghilang.


Tidak hanya satu, melainkan bayangan-bayangan lainnya yang mulai bermunculan.


Melakukan perubahan unsur elemen angin, Zhang Ziyi lantas melempar pisau angin ke lima arah berbeda.


Whush!


Melesat dengan cepat, menembus kabut hitam. Tak lama setelah dia melempar pisau tersebut, pergerakan bayang hitam tak nampak lagi. Meski begitu, kewaspadaan tak berkurang sedikit pun.


Masih mempertahankan posisi. Beberapa saat, tampak lima pasang sorot mata merah dari lima arah berbeda. Lamat-lamat, terlihat jelas bayanngan seekor serigala hitam dengan ukuran tubuh yang begitu besar.


Sempat gentar sedikit. Serigala ini setidaknya memiliki Kultivasi setara dengan kultivator ranah Dewa tahap 5.


Sosok itu sendiri tidak lain dan tidak bukan adalah serigala Iblis yang jumlahnya ada lima ekor.


Maju perlahan namun pasti. Selang beberapa saat, lima ekor serigala itu menghentikan langkah kaki. Memandangi mangsa di hadapan mereka ini dengan penuh nafsu.Air liur yang hendak menetes juga di jilat hingga bersih.

__ADS_1


Tak ingin membuang-buang waktu,Zhang Ziyi serta yang lainnya lantas maju menyerang. Tak tinggal diam, mereka juga lantas maju dan menyambut serigala itu masing-masing.


Masing-masing memiliki lawan satu ekor serigala Iblis. Kecuali Zhang Lan yang dibantu oleh Laohu.


kecepatan yang diluar nalar, membuat mereka kian kesusahan dalam mengimbangi pergerakan serigala itu. Apalagi posisinya yang kian  berpindah dengan sangat cepat, layaknya bisa menyatu dengan kabut.


Zhang Ziyi mengaktifkan Skill mata elang untuk menyidik pergerakkan Serigala Iblis.


Belum cukup dengan itu, dia lantas mengombinasikan skill mata elang dengan teknik pedang Naga Langit tahap pertama. Penglihatannya yang semakin tajam, membuat dia bisa melihat jelas laju arah gerak Serigala Kabut. Bahkan pergerakan serigala itu kian melambat sekarang.


Melesat ke arah serigala Iblis, Zhang Ziyi mengaktifkan Teknik Kedua dari Padang Naga Langit.


Tebasan pedang yang kian menajam itu Zhang Ziyi arahkan pada salah satu kaki serigala. Sialnya dia masih sempat menghindar.


"Cih, siluman ini!" batin Zhang Ziyi.


Zhang Ziyi semakin menggencarkan serangannya. Hingga dalam beberapa waktu dia akhirnya berhasil menebas salah satu kaki serigala Iblis.


Sialnya, bukan yang namanya siluman kalau tidak memiliki suatu trik.


Kaki yang semula terpotong, kini mulai menyatu berkat bantuan dari kabut hitam.


"Cih, masih bisa menyembuhkan diri ternyata," gumam Zhang Ziyi. Dia mengentikan aksinya sejenak. Memperhatikan serigala itu yang kini mulai kembali bergerak.


"Hmm, sepeti ada yang aneh!" Semakin mempertajam penglihatannya. Zhang Ziyi menemukan laju lari serigala itu kini tidak secepat sebelumnya.


"Ohh, dilihat dari kecepatan gerak yang menurun, mungkinkah kaki itu hanyalah kaki palsu? Kalau memang demikian, maka mari kita buruh mereka. Lagipula, kristal roh dari siluman berkekuatan Dewa lebih berharga dari binatang buas lainnya."


Gencar dalam menyerang siluman itu. Tebasan demi tebasan Zhang Ziyi layangkan. Kecepatan gerak yang semakin meningkat seiring dengan posisi yang terus berpindah. Zhang Ziyi akhirnya bisa mengakhiri hidup siluman itu.


Sejenak ia menoleh ke arah rekan-rekannya yang nampak kesulitan dalam menghadapi siluman. Zhang Ziyi beralih mengambil kristal roh dari siluman itu terlebih dahulu, Barus setelahnya melesat, membantu Zhang Meng.


-


Kabut berwarna putih tercipta di sekitaran Zhang Yin. Suhu yang semula mencekam, malah bertambah mencekam kala tiba-tiba menurun begitu drastis.


Meski tidak berhasil menghilangkan daya dari kabut hitam, namun kabut putih itu berhasil menguranginya.


"Es Abadi!" ucap Zhang Yin dingin.


Melakukan suatu segel tangan. Beberapa buah es dengan ujung runcing tercipta dan melayang di belakang dan samping Zhang Yin. lalu gadis itu mengarahkan es–es itu ke satu arah.


Serigala Iblis yang melesat ke arah Zhang Yin, mendadak membelokkan arah larinya kala melihat ES Abadi yang melesat dengan kecepatan tinggi ke arahnya.


Tring!


Berhasil menghindari salah satu es. Es yang berhasil di hindari itu sendiri mendadak menyebar dan membekukan apa saja yang ada di dekatnya kala menyentuh tanah.

__ADS_1


__ADS_2