
Rumah-rumah banyak di bangun di atas tanah dengan keadaan lapuk. Tak terurus, orang-orang di desa ini sendiri tampaknya telah meninggalkan perkampungan ini sudah sejak lama.
Zhang Ziyi mengaktifkan mata elang, seketika kejadian yang menimpa desa ini beberapa waktu yang lalu tersuguh kan di hadapannya.
Dimana orang-orang desa yang berlarian panik, menghindari kejaran manusia-manusia hidup namu n tampak mati.
Seperti yang telah dijelaskan oleh dua orang bertopeng tadi, Zhang Ziyi juga melihat kejadian di mana manusia-manusia mayat hidup tadi segera menggigit salah seorang penduduk desa. Tak lama setelahnya, orang tersebut juga ikut menjadi seperti mereka. Hal itu terus berlanjut pada penduduk desa yang lainnya.
"Hmm, jumlah mereka sudah terlampau banyak. Akan terus bertambah, seiring dengan ada suatu kehidupan di dalamnya. Kita harus segera menghentikan mereka sebelum korban semakin bertambah dan berakhir dengan hancurnya peradaban di Dunia ini!" ucap Zhang Ziyi.
Dua orang bertopeng mengangguk. Di sisi lain, Bing Shui tampak tertarik dengan satu hal.
Melihat salah satu sudut desa tersebut yang begitu indah, dia segera ke sana.
Dua orang tersebut sendiri telah beranjak dan melanjutkan perjalanan mereka, menuju ke tempat dimana adanya aura orang-orang yang masih hidup normal.
Zhang Ziyi melihat Shui Bing pergi ke situ tempat pun lantas mengikutinya.
"Di sini sangat indah, bukan?" tanya Shui Bing. Bunga-bunga sakura yang berguguran, dengan berisik air terjun memecah keheningan, namun juga menambah keindahan tempat itu.
"Hmm, kamu benar!" Zhang Ziyi memeluk Shui Bing dari belakang. Menciumi rambut Shui Bing.
"Hmm, lihatlah!"
Ketenangan itu segera terhenti saat Shui Bing melihat beberapa ekor ikan besar mengerubuti teman mereka sendiri.
Zhang Ziyi mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh Shui Bing. Lalu mereka berdua segera mendekat ke air terjun.
"Dari kondisi ikan-ikan ini, mereka tampak mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh orang-orang desa."
Zhang Ziyi memperhatikan bagaimana aksi dari beberapa ikan tersebut dalam menerkam temannya sendiri.
"Jika demikian, bukan hanya manusia yang terkena penyakit ini, melainkan juga hewan! Ada kemungkinan juga tumbuhan?" ucap Shui Bing.
"Bisa jadi. Kalau begitu, mari kita bergegas. kondisi dunia ini sudah sangat berbahaya. Jika masih ada kehidupan di dunia ini, maka kita akan menolong mereka. Sebaliknya, Jika tidak ada lagi suatu kehidupan, maka tidak ada cara lain selain dengan menghancurkannya."
Shui Bing menganggukkan kepalanya. "Kak Ziyi benar!"
Zhang Ziyi lantas mengajak Shui Bing untuk segera mencari orang-orang yang masih normal.
-
Di suatu tempat, terdapat sebuah bangunan yang berdiri megah dan tinggi. di sekelilingnya terlihat banyak sekali bangunan lain yang lebih kecil.
Tampak membentuk sebuah kota lumayan besar, yang n dikelilingi oleh tembok raksasa.
Zhang Ziyi, Shui Bing serta dua orang bertopeng sampai di tempat itu. Memperhatikan kota tersebut dari balik awan.
"Kota ini tampak aman. Penduduknya juga tampak normal-normal saja," ucap salah seorang dari pria bertopeng.
"Ya, mereka yang ada dalam lingkup tembok itu memang masih normal, tapi lihatlah di arah sana!"
Zhang Ziyi menunjuk ke arah luar tembok. Benar saja di sana terdapat orang-orang yang tengah bertarung melawan kepanikan sekaligus rasa khawatir. Mereka bersembunyi di sebuah tempat yang jauh dari kata strategis, dalam sebuah goa dan ruang bawah tanah tertutup.
Di atas tanah tempat mereka berlindung, telah berdiri ribuan kaki yang berjalan lambat, yang tidak lain adalah mayat-mayat hidup.
"Hmm, kurang banyak, aku sudah mengerti akan situasinya."
"Ya, bukan hanya di sekitaran sini. Setidaknya, dua per tiga dari dunia ini telah terjangkit penyakit ini. Mengumpulkan roh mereka juga akan sia-sia belaka jika meraka semua telah terjangkit penyakit ini. Yang harus kita lakukan adalah membunuh mereka terlebih dahulu baru bisa mengumpulkan roh mereka." ucap Zhang Ziyi menjelaskan.
__ADS_1
"Hmm, kalau begitu apakah kita akan membutuhkan anggota Topeng Darah Hantu, untuk ke sini dan membantu kita?" tanya salah seorang dari orang bertopeng.
"Aku rasa tidak perlu. Aku akan menggunakan orang lain untuk ini!"
Kedua orang bertopeng mengernyit kala mendengar pernyataan Zhang Ziyi tadi. Itu terkuat dari bentuk topeng mereka yang juga ikut mengernyit.
"Kalian, terus awasi orang-orang mayat hidup itu, aku akan pergi sebentar."
Tanpa banyak bertanya, mereka mengangguk sembarang menangkupkan kedua tangannya.
"Baik, Pemimpin!"
Setelahnya Zhang Ziyi dan Shui Bing lantas menghilang. Pergi dari sana.
Mereka berdua memasuki alam jiwa. Di sana sudah terkumpul para bawahan Zhang Ziyi.
Tidak semuanya, melainkan sebagian kecil masih berjaga di markas.
"Langsung saja pada inti dan tujuan ku mengumpulkan kalian semua. Sebetulnya awalanya aku ingin mengadakan sesuatu untuk menunjang kultivasi kalian, namun aku berubah pikiran setelah pergi ke suatu tempat."
Zhang Ziyi menghentikan perkataannya sejenak, membiarkan para bawahannya, termasuk dengan rekan-rekannya kecuali Shui Bing, bertanya-tanya dengan rencana yang akan di lakukan oleh Zhang Ziyi.
"Aku akan mengirim kalian ke suatu tempat. Di sana kalian akan menghadapi suatu masalah. Dan mungkin untuk menyelesaikannya butuh waktu yang cukup lama.
"Aku hanya akan mengirim mereka yang terbaik berhasil mencapai ranah Dewa Abadi ke atas. Sementara kalian yang masih berada di Ranah Semesta aku tidak akan mengirim kalian."
Awalanya tidak ada yang antusias kala mendengar itu namun hal itu segera berubah saat Zhang Ziyi mengumumkan sesuatu.
"Bagi kalian yang hendak ke sana akan aku berikan Pil tingkat Suci Agung satu butir setiap harinya."
Mendengar itu, sontak saja mereka yang telah mencapai ranah Dewa Abadi merasa gembira dengan itu. Namun berbeda halnya dengan orang-orang yang belum mencapai ranah tersebut. Mereka harus menggunakan kerja keras tinggi untuk sampai di tahap itu dan mendapatkan pil tingkat Suci Agung setiap harinya.
Namun itu, bukannya membuat mereka terlalu berkecil hati, melainkan membuat emosi dalam hal daya saing mereka meningkat.
Tidak lupa dia menjelaskan akan bagaimana ciri-ciri dari musuh yang mereka hadapi nantinya.
Setelah selesai, dia lantas melibaskan tangannya, setelahnya dia dan orang-orang dari ranah Dewa Abadi ke atas langsung menghilang dari tempat mereka.
Muncul kembali di sebuah hutan. Diaman di sana di kelilingi oleh kabut yang mengepul tebal, menghambat penglihatan Meraka, untuk melihat dunia itu lebih luas lagi
"Di sini, kalian bisa memulainya. Ingat bunuh mereka sebanyak-banyaknya, aku akan mengetahui jumlah orang-orang tersebut yang kalian bunuh. Mereka yang berhasil membunuh lima ratus orang mayat hidup dalam sehari akan aku beri pil tingkat Agung dua butir, besoknya!"
Mendapati pernyataan Zhang Ziyi tadi, membuat mereka semakin bersemangat.
"Ingatlah selalu untuk berhati-hati. Di Mayat-mayat hidup ini juga di bedakan menjadi beberapa kelompok. Dimana masing-masing kelompok memiliki kultivasi berbeda-beda. Bahkan ada yang lebih tinggi hingga mencapai ranah Suci Dewa Surgawi.
"Baik Pemimpin!"
Ucap para bawahan Zhang Ziyi secara bersamaan.
Setelah itu semuanya berpencar. Terbang di arah berbeda-beda, menyebar ke berbagai belahan dunia.
Begitupun juga dengan rekan-rekan Zhang Ziyi yang juga ikut terbang berpencar. Mereka yang mendengar akan hadiah yang akan mereka dapatkan jika berpartisipasi dalam membunuh mayat-mayat hidup tersebut, tentu saja mereka juga menginginkannya.
Semuanya telah pergi, meninggalkan Zhang Ziyi serta Shui Bing.
"Kakak, aku juga ingin mendapatkan pil itu," ucap Shui Bing dengan suara Halusnya.
"Jika kamu menginginkannya maka kamu juga harus ikut membunuh para mayat hidup dalam dunia ini."
__ADS_1
"Ya aku itu yang aku maksud. Tapi mengapa kakak Ziyi Menghalangi ku?" tanya Shui Bing.
"Alasannya cukup sederhana. Aku tidak ingin menjauh darimu!"
Gombalan sederhana itu nyata yang sukses membuat Shui Bing salah tingkah.
"Sudahlah, ayo kita ke tempat di mana orang bertopeng tadi menunggu kita" ucap Shui Bing mengalihkan perhatian.
***
"Apa yang terjadi pada mereka?" tanya Zhang Ziyi pada dua orang bertopeng yang berasal dari Topeng Darah Hantu.
"Lihatlah arah sana, beberapa orang dari mayat hidup mencoba untuk memanjati dinding besar itu. Beberapa di antaranya yang telah berhasil, memanjat. Sayangannya belum juga sampai, terlebih dahulu mereka di hantam oleh sesuatu yang transparan, membuat mereka terjatuh!" Salah seorang bertopeng menunjuk satu arah. Meminta Zhang Ziyi serta Shui Bing untuk Melihat ke arah yang di tunjuknya.
Zhang Ziyi memperhatikan cara orang-orang yang berada di atas tembok dalam menjatuhkan mayat-mayat hidup yang mencoba untuk memanjat dinding.
Bukan dengan menggunakan energi Qi, melainkan dengan menggunakan suatu alat yang tidak dia ketahui fungsinya. Bahkan sekali berfungsi, alat itu langsung melepaskan sebuah peluruh, dan mencipta ledakan api yang lumayan besar. Meskipun itu tidak bisa untuk membunuh para mayat hidup, tapi setidaknya telah berhasil membuat mereka terjatuh dari tembok.
"Ini menarik."
"Baiklah, segera bantu mereka dalam membereskan mayat-mayat hidup. Juga ku akan memasuki Kota tersebut."
Perintah Zhang Ziyi pada dua orang itu.
"Hmm, tapi Pemimpin! Untuk mengalahkan mereka dengan kekuatan roh, kami tidak bisa. Mereka terlaku rentan terhadap roh. Setiap kali kami menggunakan kekuatan roh, maka roh yang kami keluarkan akan langsung di makan oleh mereka."
"Hmm, seperti itu yah. Baiklah, kalau begitu lalukan–lah tugas kalian seperti biasanya."
"Baik, Pemimpin!"
Dua orang tersebut segera menghilang.
Zhang Ziyi sendiri bisa melihat puluhan mayat hidup yang telah berhasil di bunuh dalam satu waktu, menandakan para bawahannya mampu melakukan tugas mereka dengan baik.
Zhang Ziyi dan Shui Bing kemudian menghilang.
Lalu muncul kembali tidak jauh dari tempat para mayat hidup.
Tanpa pikir panjang, Zhang Ziyi segera menyeberang mereka semua. Begitupun juga dengan Shui Bing.
Beruntung, para mayat hidup ini memiliki kekuatan setidaknya ranah Dewa Abadi. Sehingga tidak butuh kekuatan lebih bagi Zhang Ziyi untuk membinasakan mereka semua.
Sisi lain, orang-orang yang berada di atas tembok yang tengah mengarahkan meriam mereka dalam menembak para mayat hidup yang hendak memanjat tembok, merasa penasaran sekaligus tersentak kala melihat tiba-tiba saja mayat-mayat hidup telah mati begitu saja.
"Apa yang terjadi?"
"Entahlah!"
Tidak ada yang mengetahui penyebabnya. Saling bertanya pun hasilnya tetap sama, yaitu semuanya tidak ada yang mengetahui penyebabnya dari hancurnya para mayat hidup tersebut.
Di sisi lain, Zhang Ziyi serta Shui Bing yang telah berhasil membunuh semua semua mayat hidup yang berada di sekitaran tembok.
"Bagaiman dengan orang-orang yang bersembunyi di bawah tanah itu?" tanya Shui Bing.
"Sementara waktu kita biarkan mereka di sana. Mari kita memasuki kota dan bertemu dengan pemimpin kota tersebut."
"Umm," Shui Bing menganggukkan kepala, menyetujui perkataan Zhang Ziyi tadi.
Setelahnya mereka berdua sama-sama melesat dengan kecepatan tinggi. Melewati sebuah tembok besar. Dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga mereka tidak sampai di ketahui oleh penjaga yang menjaga di atas tembok.
__ADS_1
Zhang Ziyi serta Shui Bing mendarat tepat di tengah-tengah kota. Dapat mereka lihat bahwasanya di sini begitu berbeda dengan kehidupan pada umumnya.
Dari segi pakaian, bangunan serta lain hal, di tempat ini lebih aneh namun juga tampak menarik.