
"Ckckck! Ini tidak bisa dibiarkan!" gumam Zhang Ziyi dalam hati. Dia memperhatikan Susana yang kian memburuk. Lamat-lamat, Zhang Ziyi menangkap sosok gadis di balik tebalnya kabut hitam.
Segera ia menghampiri gadis tersebut. Shui Bing saat ini tampak seperti orang kerasukan. Menyerang angin kosong dengan pedangnya. Sambil meneriaki kata 'matilah' atau 'pergi' berulang kali. Bahkan rambutnya yang selalu tertata rapi, kini mulai terlihat berantakan.
Tanpa pikir panjang, Zhang Ziyi lantas menghampiri gadis itu. Menahan kedua tangannya, setelahnya menempelkan jari telunjuk pada kening gadis itu.
Samar-samar, cahaya emas terlihat dari bekas tangan Zhang Ziyi. Tak berlangsung lama, Shui Bing pun tersadar dari halusinasinya.
Karena terlalu terbawa oleh halusinasi tadi, Shui Bing yang ketakutan langsung memeluk Zhang Ziyi erat. Bagaimana tidak. Dia berhalusinasi dimana nyawanya di cabut paksa oleh para iblis. Bahkan sempat dia berusaha untuk di cabuli. Kekuatannya tak bisa ia gunakan saat itu. Hanya bisa memukul, namun pukulan yang layaknya perempuan biasa pada umumnya. Tidak ada tenaga yang terkandung di dalamnya.
Zhang Ziyi sendiri awalnya juga begitu terkejut dengan tindakan yang di lakukan Shui Bing ini. Namun melihat gadis itu yang tampak begitu ketakutan, Zhang Ziyi lantas membiarkannya memeluk dirinya. Memperhatikan gadis itu sejenak, tanpa sengaja kedua tangan Zhang Ziyi terangkat dan tanpa sadar membalas pelukan gadis itu.
Waktu serasa melambat. Satu detik terasa begitu lama. Hingga pada akhirnya, keduanya tersadar pada detik ke sepuluh.
"Ma–maafkan aku!" Shui Bing berkata canggung plus terbata-bata.
"Aku juga meminta maaf, karena telah memelukmu tadi!" balas Zhang Ziyi.
Rona merah di wajah Shui Bing, mengisyaratkan dia yang malu-malu kucing. Berkata tidak namun rasa mau tambah.
"Shui Bing, berhati-hatilah! Aku akan kembali setelah mengalahkan kultivator Bertopeng emas itu," ucap Zhang Ziyi, setelahnya berlalu begitu saja.
Di sisi lain. Shui Bing menggaris bawahi kata 'kembali' yang barusan di ucapkan oleh Zhang Ziyi tadi.
"Apa maksudnya itu tadi? Apakah Saudara Ziyi akan kembali padaku?" berkata polos Shui Bing. Mengenai percintaan sendiri, sebenarnya Shui Bing ini belum pernah merasakannya. Dan tidak tahu menahu soal itu.
Bahkan, jika seandainya dia mencintai Zhang Ziyi, itu berarti Zhang Ziyi merupakan orang pertama yang masuk ke dalam hatinya.
Memilih untuk tak lagi memusingkan akan hal itu, Shui Bing beranjak dan mencari saudaranya, Shui Shan.
-
Zhang Ziyi menghilang. Dan sesaat, muncul dengan keadaan tubuh melayang di udara. Tepatnya di hadapan orang bertopeng Emas yang tampak duduk santai di atas keretanya. Tampak santai, namun sebenarnya menyimpan kemarahan yang teramat sangat.
"Tarik kembali auramu itu. Kau terlalu banyak membuat orang kesusahan!" Zhang Ziyi berkata dengan lelaki bertopeng Emas itu.
"Cih, untuk apa aku harus menuruti mu!" kultivator Bertopeng emas berkata dengan intonasi santai, namun penuh tekanan. "Aku cukup terkejut saat melihat kau tak terpengaruh sedikitpun oleh aura ku ini! Sungguh luar biasa!" pujian yan yang tampak tak seperti pujian.
"Oh, jelas... Dan akan bertambah luar biasa lagi setelah aku membunuhmu!" Zhang Ziyi langsung melemparkan energi api pada lelaki itu.
Menghindar dengan mudah, kultivator bertopeng emas menginjak salah satu dari makhluk yang menarik keretanya tadi. Sementara kereta tersebut kini telah hancur.
Zhang Ziyi menelan pil tingkat langit sejenak, sebelum melawan kultivator bertopeng emas ini. Untuk bisa mengalahkannya, tentu Zhang Ziyi harus berada di kondisi prima nya. Juga tadi staminanya terkuras sedikit saat bertarung melawan bawahan dari kultivator Bertopeng emas ini.
Energi berwarna hitam dengan sedikit di bumbui dengan debu emas tercipta di hadapan lelaki bertopeng emas. Setelahnya membentuk pedang yang kemudian dia cengkram gagangnya.
Swosh!
Trang!
__ADS_1
Langsung mengambil tindak menepis kala melihat Pedang Zhang Ziyi yang siap menusuknya tadi.
Keduanya bertarung di atas banyaknya kultivator yang juga bertarung melawan halusinasi mereka di bawah.
Meski bertarung di udara, namun efek yang di timbulkan oleh pertarungan keduanya itu, menyebar hingga ke daratan.
Bahkan, hanya dengan adu ketajaman pedang saja, bisa membuat gelombang kejut yang lumayan besar dan memekakkan gendang telinga.
Menyadari pertarungan mereka ini terlalu berefek terhadap apa yang ada di bawah, Zhang Ziyi lantas berniat membawa orang ini ke tempat lain.
Menciptakan sebuah portal dimensi di atasnya. Lalu dia melesat dan memasuki portal itu. Lelaki bertopeng itu sendiri juga mengikuti Zhang Ziyi memasuki portal.
Swosh!
Keduanya menghilang. Bersamaan dengan itu, portal tersebut juga ikut menghilang. Serta aura hitam pekat yang semula memenuhi udara, kini tak terasa lagi.
Saat tersadar, orang-orang yang bertarung di bawah itu tak lagi melihat keberadaan Zhang Ziyi serta kultivator bertopeng Emas.
Menebak bahwa kedua orang itu saat ini tengah bertarung sengit di tempat lain.
***
Muncul di tempat lain. Dimana di sana banyak sekali batu-batu terapung di udara. Atau biasa juga di sebut sebagai pulau terapung.
Pertarungan sesungguhnya pun terjadi. Kultivator bertopeng Emas serta Zhang Ziyi mengeluarkan masing-masing kekuatannya.
Dua bentrokan aura kembali terjadi. Kali ini tampak lebih besar dari sebelumnya. Bahkan pulau-pulau terapung itu kini bergetar hebat.
Whush!
BUKK!
DUAARR!
Pertarungan yang berjalan santai, namun cukup menimbulkan kerusakan yang sangat besar. Dua pedang saling bertemu. Menimbulkan gelombang kejut yang cukup besar.
Kecepatan yang diluar nalar. Hingga dalam satu detik, entah sudah berapa tempat mereka datangi.
Pertarungan. yang kian mendahsyat. Tubuh lelaki bertopeng pun kini telah terlapisi energi berwarna hitam. Begitu pun juga dengan Zhang Ziyi yang kini telah di lapisi oleh aura emas di tubuhnya.
Dua aura yang berlawanan sifat. Yang Satu memiliki sisi kegelapan sementara yang satunya memiliki sisi berwibawa dan penuh dengan keagungan.
Kembali bertarung. Entah sudah berapa lama mereka berada di tempat itu. Pulau-pulau terapung yang tadinya begitu banyak yang mengapung, kini malah habis tak bersisa. Hancur lebur dan tak terbentuk. Hingga hanya abu-abunya yang terlihat memenuhi seisi ruangan.
Selang beberapa saat, keduanya mengambil jarak.
"Aku tak bisa untuk terus sepeti ini." gumam Zhang Ziyi dan hati.
Melihat ke arah musuh, yang kini telah bersiap untuk maju dan kembali menyerang.
__ADS_1
Zhang Ziyi lantas mengaktifkan keterampilan Menghentikan waktu.
Mendadak lelaki bertopeng yang menjadi lawannya berhenti bergerak.
Memanfaatkan waktu sepuluh detik itu, untuk menyerang lawannya. Duplikat pedang Naga Langit tercipta begitu banyak. Lalu mengarah ke pada lelaki bertopeng emas itu. Tanpa mendapat perlawanan dari lelaki bertopeng, rentetan duplikat pedang Naga Langit menghantam tubuh lelaki bertopeng emas.
Hingga lelaki bertopeng Emas itu dibuat termundur karenanya. Mundur dan semakin mundur. Hingga sepuluh detik terlewat. Kini lelaki itu telah berhasil menggerakkan tubuhnya. Sialnya, hal pertama yang ia rasakan adalah anggota tubuhnya yang terasa sakit. Juga, beberapa duplikat pedang Naga Langit yang hendak menghantam tubuhnya.
Kontan, dia langsung mengambil tindakan. Menepis lima duplikat pedang itu, hingga menghancurkannya menjadi debu.
Namun lima pedang itu hanyalah sebuah jebakan. Zhang Ziyi muncul kembali di belakang pria bertopeng. Setelahnya langsung menebas punggung lelaki itu.
Terdorong ke belakang. Zhang Ziyi menghilang kembali. Muncul dan langsung kembali melancarkan tebasan keras. Hal itu terus berlanjut hingga beberapa saat. Tak berniat memberikan lelaki bertopeng ruang untuk sekedar mengambil napas.
Kultivator Bertopeng emas berusaha menahan serangan beruntun dari Zhang Ziyi. Pedang di genggamannya dia gunakan untuk menepis setiap libasan pedang yang diarahkan Zhang Ziyi terhadap tubuhnya.
Sialnya, Kecepatan Zhang Ziyi ini sudah masuk kategori di luar kemampuannya. Tidak hanya itu, bahkan dalam menyerang pun, anak itu begitu tiba-tiba dan tak terduga.
Terus berlanjut, hingga dengan pukulan terakhir Zhang Ziyi, membuat lelaki bertopeng Emas itu terpental begitu jauh.
Zhang Ziyi memilih untuk mengambil nafas sejenak. Sebelum kemudian berniat mengakhiri hidup dari kultivator bertopeng emas.
Menarik nafas sejenak. Zhang Ziyi kemudian hendak melakukan serangan terakhir, atau penutup.
Aura Emas mulai menjalar dari tubuhnya. Menyebar ke berbagai sisi, sebelum berkumpul kembali di tubuh Zhang Ziyi. Pedang Naga Langit di cengkraman tangannya mulai terlepas dengan sendirinya. Melayang di depan Zhang Ziyi. Berputar-putar sangat cepat. Suara bisingan juga terdengar begitu memekik saat pedang itu berputar hebat.
Satu per satu duplikat pedang Zhang Ziyi tercipta di belakangnya, hingga membentuk setengah lingkaran. Terus berlanjut di atas, hingga membentuk tiga buah setengah lingkaran di belakang atas Zhang Ziyi.
Pedang Yang terputar di depan tadi mendadak menghilang. Detik itu, Zhang Ziyi membuka kembali kedua matanya. Terpancar cahaya berwarna emas dan putih pada mata Zhang Ziyi tadi. Secara samar, terbentuk sosok bayangan ayahnya di belakang Zhang Ziyi. Namun itu tak berlangsung lama.
"Matilah!" Suara yang begitu menggema. Zhang Ziyi mengarahkan tangannya ke depan, menunjuk ke arah lelaki Bertopeng Emas yang jaraknya sekitar puluhan ribu kilo dari tempatnya.
Kontan, pedang-pedang di belakang Zhang Ziyi sama-sama melesat dengan sangat cepat. Menembus ruang dan waktu, hingga dalam satu detik, telah berada di hadapan lelaki bertopeng Emas.
Kultivator bertopeng Emas itu sendiri juga tidak menyangka akan kecepatan pedang itu yang begitu tinggi.
Mencoba untuk menghindari pedang pertama. Pedang kedua pun berhasil dia hindari. Sayangnya, sampai pada pedang ketiga dan keempat, dia tidak ada waktu untuk menghindar, sebab pedang-pedang itu malah bertambah gila dan semakin cepat.
Mencoba menggunakan pedangnya untuk menahan duplikat pedang Naga Langit itu
sayangnya, hanya dengan sekali sentuhan, Pedang nya langsung hancur dan berakhir dengan duplikat pedang Naga Langit yang berhasil mencapai tubuhnya.
"Aarrkgghh!"
Suara teriakan menggema dari kultivator bertopeng emas. Begitu menggema di dunia itu.
Slash!
Duplikat pedang Naga Langit melewati tubuhnya hingga membuat lubang pada tubuh kultivator bertopeng Emas itu.
__ADS_1
Tepat setelah duplikat pedang Naga Langit menembus tubuh kultivator tersebut, Zhang Ziyi muncul tidak jauh di dekatnya. Memperhatikan lelaki bertopeng menjadi debu emas yang berterbangan. Hingga pada akhirnya semua tubuhnya pun menjadi debu. Menyisakan topeng Emasnya saja.