Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 111 ~ Di Dunia Lain


__ADS_3

Kesengajaan untuk menjeda kalimatnya dengan sedikit lebih lama itu, nyatanya tak hanya membuat orang-orang yang ada di bawah panggung mengeluh serta kesal. Orang yang di atas panggung pun juga demikian kesalnya.


Hingga satu orang atau seorang wanita bergaun biru, yang berjuluk sebagai ketua divisi air. Orang-orang biasa memanggilnya dengan ketua Zen Wai itu langsung melayangkan tinju keras di bagian pinggang Lei Dong.


Tinju yang begitu keras itu, sukses membuat Lei Dong terbang dan berakhir dengan menabrak salah satu bangunan.


Tanpa mempedulikan lelaki itu, Zen Wei pun mengambil alih berbicara. Menggantikan posisi Lei Dong.


"Mohon maaf semuanya. Terjadi kekeliruan pada otak pembicara sebelumnya. Maka dari itu, aku akan menggantikan dia untuk mengumumkan nama pemimpin sekte Tujuh Elemen," Zen Wai berkata dengan suara keras sehingga semuanya dapat mendengar jelas apa yang dia bicarakan.


"Melihat aksinya dalam pertempuran di hutan Moiyu Taiyang, serta kekuatannya yang tidak main-main hebatnya. Menyelamatkan ketua serta murid sekte dari musuh yang memiliki kultivasi di luar jangkauan para Ketua divisi... Dia adalah Zhang Ziyi!"


Zen Wai memberi kode kepada Zhang Ziyi untuk menaiki panggung. Pemuda itu yang mengerti kode, segera beranjak. Berjalan naik ke atas panggung.


Sunyi senyap sejenak. Mereka yang memang tidak ada dalam pertempuran tersebut tampaknya masih tak percaya. Bahkan setelah sebelumnya mereka telah mendengar kabar bahwa Zhang Ziyi yang menjadi pemimpin sekte dari teman-temannya, namun tetap saja mereka masih meragukan akan hal itu.


"Hidup Pemimpin Zhang Ziyi!"


Salah seorang murid elit yang memang saat itu ikut hadir dalam pertempuran, berteriak lantang. Meski hanya dia yang berteriak sendiri, namun tidak ada rasa malu sedikit pun padanya.


Kontan, mendengar teriakan semangat dari orang itu, murid-murid lain pun juga ikut berseru. Menyerukan kata pujian serta hormat terhadap pemimpin baru.


Kendati demikian, beberapa orang yang juga tak menerima jikalau anak itu menjadi pemimpin sekte.


Hal itu menimbulkan pro dan kontra. Mereka yang notabenenya tidak mengetahui akan seperti apa kekuatan Zhang Ziyi, dan meragukan kemampuan anak itu, pun menyerukan protes.


Suasana gaduh kian terjadi. Barisan penonton pun mulai ribut. Membela serta menolak pemuda itu.


"Semuanya, berhenti!"


Teriakan lantang dari Zen Wai itu nyatanya tak di hiraukan oleh mereka. Bahkan suasana kian menggaduh. Tidak jarang, nama para ketua divisi itu masuk ke dalam keributan itu.


Beberapa saat, Zhang Ziyi berjalan ke depan. Memegang pundak Zen Wai. Memintanya untuk mundur.


"Ehem!"


Satu kali deheman dari Zhang Ziyi, langsung menghentikan kegaduhan itu. Tak ada tekanan sama sekali, namun entah mengapa mereka seperti terhipnotis. Aura penuh wibawa itu, sangat layak untuk dijadikan pemimpin.


"Mohon maaf semuanya. Posisi sebagai pemimpin ini, sebenarnya aku juga tidak menginginkannya. Akan tetapi Karena para ketua divisi sekte Tujuh Elemen yang sepakat untuk menjadikanku sebagai seorang pemimpin sekte. Selain itu, juga sempat ku bertemu dengan Tujuh leluhur Sekte Tujuh Elemen ini. Dan sama halnya tujuh ketua divisi, mereka pun juga menginginkan hal yang sama terhadapku." Zhang Ziyi menyampaikan pidatonya.


Pembawaannya yang begitu berwibawa itu, serta aura yang terpancar darinya membuat semua fokus hanya tertuju pada Zhang Ziyi.


Tanpa menunggu lama, Zhang Ziyi langsung mengeluarkan lencana yang dia dapatkan dari tujuh Leluhur. Mengaliri dengan energi Qi. Jari telunjuknya bermain-main pada lencana. Mengikuti setiap garis dari bintang yang tergambar.


Tak berlangsung lama, gambar bintang tujuh penjuru itu mendadak memancarkan cahaya berwarna biru. Terbentuk sebuah hologram berukuran besar, yang memperlihatkan tujuh orang leluhur sekte Tujuh elemen.


Melihat leluhur mereka, kontan semua yang ada hadir dalam acara itu berlutut, memberi hormat kepada ketujuh leluhur mereka itu.


Selang beberapa saat, leluhur Sekte Tujuh Elemen itu mulai menyampaikan sepatah dua patah kata. Terkait dengan masalah ketua divisi yang sebelumnya sempat mementingkan sikap egoisme, tanpa mempedulikan kepentingan bersama. Terakhir dengan mengangkat Zhang Ziyi sebagai pemimpin sekte.


Mendengar perkataan dari leluhur itu, semuanya pun percaya. Kini tak ada lagi yang menentang.

__ADS_1


"Karena tujuh leluhur Sekte Tujuh Elemen telah menyatakan diriku sebagai pemimpin, maka aku juga berhak membuat peraturan baru terkait dengan kemajuan sekte ke depannya." Zhang Ziyi berbicara kala cahaya biru yang membentuk hologram tujuh Leluhur itu menghilang.


"Kalian yang tidak menginginkan ku atau mungkin ada yang tidak setuju dengan diriku yang menjadi pemimpin, bisa meninggalkan sekte sekarang. Kami tidak butuh seorang pengkhianat!" Lantang dalam menyampaikan perkataannya.


Tak ada yang komplain. Semuanya terdiam membatu.


Memejamkan mata sejenak. Membuka. Zhang Ziyi bisa melihat aura yang memiliki niat jahat dari beberapa orang. Lantas dia memanggil orang-orang itu.


Dua belas orang yang di panggil segera menuju ke depan. Dua belas orang itu sendiri merupakan tetua sekte.


Sesampainya di tempat. Zhang Ziyi tanpa berkata langsung memberi mereka tekanan yang begitu besar.


Kontan kedua belas orang itu langsung berlutut dengan tubuh yang bergetar. Tak lama setelahnya, Zhang Ziyi menunjuk mereka satu per satu.


Sebuah sinar emas kecil melesat dengan cepat dari ujung jari telunjuk Zhang Ziyi. Salah satu dari lelaki yang terkena sinar itu langsung melayang jiwanya kala terkena tembakan sinar itu.


Melihat rekan mereka yang mati begitu saja saat terkena sinar emas itu, sebelas orang yang lainnya bertambah bergetar. Ketakutan menghampiri mereka kala itu.


Salah satu dari mereka mencoba untuk berbicara. Sayangnya tekanan besar itu terlalu menekan dirinya. Sampai-sampai untuk membuka mulut pun tak bisa dia lakukan.


Satu tembakan dari sinar emas, langsung membuat salah satunya lagi kehilangan nyawa.


Hal itu terus berlanjut, hingga sampailah pada orang terakhir. Dua belas orang itu mati begitu saja di hadapan banyak orang.


Kembali suasana hening terjadi. Semuanya terlalu canggung untuk sekedar mengeluarkan suara. Sampai-sampai suara lalat yang lewat pun dapat terdengar jelas.


"Dua belas orang ini sebagai contoh bagi kalian yang berani berkhianat. Tak perlu menanyakan akan alasan aku membunuh dua belas orang ini. Aku rasa, kalian telah mengetahuinya!"


Para ketua divisi yang ada di belakang Zhang Ziyi juga diam-diam setuju dengan apa yang di lakukan Zhang Ziyi ini.


"Baiklah, saya rasa cukup sampai di sini. Selanjutnya aku serahkan kepada para ketua divisi." Setelahnya Zhang Ziyi turun panggung.


Berjalan menuju tempat duduknya. Zhang Ziyi mengernyit kala tak menemukan keberadaan Shui Shan di bangku tempat duduk. Menghampiri Shui Bing, dia lantas bertanya kepada gadis itu perihal keberadaan saudaranya.


"Entahlah, saudara Ziyi. Tadi saat kau naik di atas panggung, dia tiba-tiba menghilang. Sempat ku mencarinya namun tetap tak ku temukan!"


"Hmm, kemana perginya ya?!" gumam Zhang Ziyi.


Tak lama setelahnya, terlihat Shui Shan dari kejauhan yang berjalan ke arah mereka.


"Saudara Shan, kau dari mana?" Zhang Ziyi langsung melempar pertanyaan kepada Shui Shan.


"Hmm, aku ada perlu sedikit dengan beberapa orang di sekte ini!" ucap Shui Shan.


Tak ingin membahas terlalu jauh. Zhang Ziyi mengajak Shui Shan untuk duduk di sebelahnya. Tanpa menolak, Shui Shan Pun menyetujuinya.


Menunggu hingga beberapa saat Akhirnya acara itu selesai di laksanakan. Semuanya kembali ke tempat masing-masing, termasuk Zhang Ziyi serta rekan-rekannya.


-


"Guru, sepeti janjiku sebelumnya, aku akan membawa kalian ke suatu tempat. Dimana di sana kita bisa meningkat dengan cepat." Zhang Ziyi berucap kala mereka telah sampai di kediaman Zhang Zhili.

__ADS_1


"Hmm, tempat seperti apa itu?"


"Guru akan tahu nanti!"


Zhang Ziyi menciptakan portal dimensi. Setelahnya mereka semua memasuki portal itu.


Muncul kembali di sebuah dunia berbeda. dimana di sana energi alam lebih pekat 5 kali lipat dari dunia sebelumnya mereka berasal.


"Woah!"


Tek berhenti kagum mereka. Pemandangan di dunia ini tak ubahnya seperti negeri dongeng.


Berjalan mengitari sekitar. Mereka saat ini tengah di kelilingi oleh berbagai macam sumber daya pelatihan. Berlimpah, bak lautan sumberdaya.


"Kita akan berlatih di sini mulai sekarang. Namun sebum itu, aku akan mengantar kalian ke suatu tempat."


Sebelum ke tempat dimana mereka akan berlatih, Zhang Ziyi terlebih dahulu memanggil Dua Dewa yang mendiami tempat itu.


Tak berselang lama, muncul dua asap yang berputar dari atas ke bawah. Hingga setiap putarannya akan terbentuk rupa seorang manusia. Tiga detik berlalu, kini dua sosok berbentuk manusia itu telah terbentuk sepenuhnya. Bukannya manusia, lebih tepatnya dua orang dewa yang terbentuk dari dua asap itu.


"Salam Kakek!" Zhang Ziyi memberi salam sekaligus hormat. Dan diikuti oleh ketujuh orang yang dia bawa.


"Kau akhirnya kembali! Hmm, hanya ini saja kah orang yang kau maksud mengikuti mu itu?" Dewa Api bertanya dengan menaikan sebelah alisnya.


"Lebih dari ini, Kakek!"


Zhang Ziyi kemudian mengeluarkan ras centaurus dari alam jiwanya.


Seketika tempat itu penuh oleh ras centaurus. Tidak hanya ras centaurus, melainkan ada juga beberapa orang manusia. Tentu saja bukan siapa-siapa melainkan dua belas penatua klan Zhang.


Kedua Dewa yang melihat kemunculan Ras centaurus itu sedikit tersentak.


"Bagaimana bisa anak ini bertemu dengan ras mitologi yang terbuang?" Dewa Api berbicara dengan Dewa Gou Liang. Tentu saja keduanya berkomunikasi lewa batin.


"Entahlah! Mungkin tidak hanya ini, melainkan ada lagi yang lainnya!" balas Dewa Gou Liang.


"Jika benar demikian, maka kita tinggal mencari pendukung tambahan. Menghadapi Pasukan Kaisar Langit bukanlah menghadapi para pasukan Kekaisaran biasa."


"Ya, kau benar! Persiapan dari sekarang, itu sangat diperlukan! Aku yakin, saat ini Jenderal Kaisar Langit tengah mengupayakan pencarian Zhang Ziyi ini. Maka dari itu, identitasnya perlu di sembunyikan!"


Dewa Gou Liang teringat kembali akan masa-masa dimana dia membawa pergi Zhang Ziyi yang masih bayi. Racun yang dahulu sempat dia terima, pun saat ini masih tersisa banyak. Untuk menjadi pendukung Zhang Ziyi, maka dia perlu menyembuhkan racun ini terlebih dahulu.


"Kakek, sebenarnya tidak hanya mereka. Aku juga masih memiliki anggota yang lain. Tentu saja dari ras Manusia. Namun aku butuh waktu dan menerobos ke ranah selanjutnya untuk membawa mereka semua ke sini!" ucap Zhang Ziyi tiba-tiba.


"Hmm, Kau bisa membawa mereka kapanpun kau mau. Aku juga akan membantumu dalam mengembangkan para bawahanmu itu!" Dewa Gou Liang membalas perkataan Zhang Ziyi.


"Oh ya, Kakek. Aku ingin melatih tujuh teman-teman ku ini. Dan membawa mereka ke Istana, dan melatih mereka di bawah tekanan dalam istana. Apakah boleh?"


"Mulai sekarang, dunia ini adalah milikmu. Kau boleh menggunakan semua yang ada dalam dunia ini semau–mu. Tapi ingatlah satu hal!" Dewa Gou Liang menghentikan kalimatnya sejenak. Dan membuat Zhang Ziyi penasaran.


"Apa itu, kakek?" Zhang Ziyi tampaknya tidak sabar mendengar persyaratan itu.

__ADS_1


__ADS_2