
Halo teman-teman. Mohon maaf karena telah membuat kalian semua kecewa pada chapter sebelumnya.
Di sini author hanya mau memberikan info soal cerita Horor Author yang berjudul Rumah Misterius Dalam Mimpi. Di sajikan dalam bentuk Chat Story' ya.
Berikut Sinopsisnya....
Semuanya berawal dari sebuah mimpi. Tentang rumah itu? Begitu sering muncul di setiap mimpi malam ku....
Bantu naikin popularitasnya yok;)
\=\=\=
Pertempuran antara pihak Zhang Zhili melawan pihak prajurit Shang Yuan hampir saja terjadi.
Namun sejurus kemudian mereka semuanya berhenti melancarkan niatnya untuk menyerang lawan.
"Apa-apaan ini? Mengapa tubuhnya mencair?"
Semuanya mengalihkan perhatiannya pada orang yang bersuara tadi. Satu arah yang mereka tuju, yaitu pada tubuh Zhang Ziyi.
"Aku di sini! Bahkan pertarungan belum usai, pun telah banyak yang masuk ke atas panggung!"
Perkataan itu sukses membuat semuanya terdiam. Tak bisa berkata-kata dan masih mencerna akan situasi yang terjadi saat ini.
"Ba–bagaimana bisa, mengapa kamu masih hidup?" ucap Shang Yuan. Dia begitu yakin tadi telah membunuh Zhang Ziyi dengan pedangnya. Kepala Zhang Ziyi yang terjatuh tadi pun di saksikan oleh banyak pasang mata.
"Apakah aku berhak memberitahu mu?" ucap Zhang Ziyi sinis.
Dia kemudian mendekati Shui Bing serta rekan-rekannya yang lain yang masih di kelilingi oleh beberapa orang prajurit.
"Bing'er. Kembalilah ke sana! Aku baik-baik saja." Zhang Ziyi berkata lembut pada Shui Bing, yang masih tampak khawatir.
"Kakak Ziyi. Kenapa kamu–"
Shui Bing tidak sempat untuk melanjutkannya sebab jari telunjuk Zhang Ziyi yang menempel di bibir Shui Bing.
"Kembalilah ke sana, sebelum Wasit mendiskualifikasi kalian," ucap Zhang Ziyi.
Zhang Zhili mendekati Zhang Ziyi. Menepuk-nepuk pundaknya di sertai dengan anggukan kepala.
"Umm!" Zhang Ziyi juga ikut membalas menganggukkan kepalanya.
"Amboi, padahal hanya aku tinggal sebentar untuk kencing. Eh tau-tau sudah recok begini!" ucap MC yang datang menengahi mereka.
Setelah rekan-rekan Zhang Ziyi serta pasukan kerajaan Shang kembali ke tempat masing-masing, pertarungan antara Zhang Ziyi serta Shang Yuan pun kembali di lanjutkan.
"Bagaimana rasanya bertarung dengan bayanganku? Apakah menyenangkan?" ucap sinis Zhang Ziyi.
__ADS_1
"Sialan, bahkan jika Langit sekalipun menolaknya, aku akan tetap membunuh mu hari ini juga!" ujar Shang Yuan. Dia sangat geram karena merasa di permainkan oleh Zhang Ziyi. Bukan hanya di permainkan oleh Zhang Ziyi, melainkan juga dia merasa dipermalukan olehnya.
"Baik, aku akan melihat itu!"
Shang Yuan mengaliri tubuhnya dengan energi Qi. Setelahnya tubuhnya di lapisi oleh aura emas. Armor di tubuhnya menyala keemasan. Lalu dia maju menyerang Zhang Ziyi dengan menggunakan segenap kekuatannya.
Tampaknya Shang Yuan tidak ingin berlama-lama dalam menyerang dan menghabisi Zhang Ziyi. Terlampau marah, hingga membuatnya ingin membunuh Zhang Ziyi secepatnya.
Tebasan tajam yang datang melintang itu di hindari Zhang Ziyi dengan melompat ke belakang. Pedang emas kembali datangi dari arah berbeda. Menebas dengan kecepatan tinggi. Tapi itu tidak membuat Zhang Ziyi kesulitan untuk menghindarinya.
Pedang yang di balut energi emas itu begitu cepat di gerakkan Shang Yuan. Bahkan bayangannya tampak terlihat begitu banyak. Dia tidak berniat memberikan jeda terhadap serangannya itu.
Sayangnya serangan beruntun yang di lancarkan Shang Yuan tidak sedikit pun menyentuh kulit Zhang Ziyi. Sehelai rambutnya pun tidak tersentuh.
Proses itu berlangsung selama tiga menit.
Shang Yuan mengambil jarak. "Menyerang dengan jarak dekat nyatanya tidak berguna. Kecepatan gerak anak ini berada di atas–ku!" gumam Shang Yuan dalam hati. Dia kemudian mengambil suatu gerakan. Berniat menyerang Zhang Ziyi dengan cara lain.
"Sayangnya aku tidak akan membiarkan kamu mengeluarkan serangan itu. Bagian–mu telah selesai, dan sekarang adalah bagian–ku!"
Zhang Ziyi tiba-tiba saja muncul di belakang Shang Yuan. Memasang seringai menakutkan, hingga membuat Shang Yuan bergetar.
Dia tidak sempat untuk mengambil jarak sebelum tinju keras dari Zhang Ziyi langsung menerbangkan dirinya.
Tubuh Shang Yuan melesat dengan begitu cepat, hampir keluar panggung, tapi Zhang Ziyi segera menahan kakinya. Lalu kemudian menarik tubuh Shang Yuan menggunakan kaki Shang Yuan, penuh energi.
Brakkk!
Zhang Ziyi tengah melayang, kemudian menggerakkan tangannya ke bawah. Seketika tubuh Shang Yuan yang berada di dalam kawah lantai arena tersebut tiba-tiba saja terangkat di udara.
Saat itu, mereka yang menyaksikan pertarungan mengetahui bahwa Zhang Ziyi menguasai pengendalian roh. Dia juga menggunakan roh untuk mengangkat tubuh Shang Yuan tadi.
"Bagaimana? Apakah kamu masih ingin memamerkan kesombongan mu tadi?" Seringai sinis kembali di tampilkan Zhang Ziyi.
Dengan kepalan tinju yang telah terbalut oleh elemen tanah keras, menghantam wajah Shang Yuan. Zhang Ziyi tidak berhenti dan melangsungkannya secara beruntun pada tubuh Shang Yuan.
Kini armor emas yang semula melindungi tubuh Shang Yuan telah hancur berkeping-keping.
Sebagai penutup dari serangan itu, Zhang Ziyi mengeluarkan pedang Naga Langit dari cincin ruangnya. Menebas punggung Shang Yuan dengan kejam, bahkan dia juga menambahkan unsur elemen cahaya, membuat luka itu akan terus ternganga lebar kecuali di obati dengan obat paling mujarab.
Melihat kondisi Shang Yuan yang tidak memungkinkan lagi untuk kembali bertarung, maka pertarungan pun dimenangkan oleh Zhang Ziyi.
Banyak yang melihat kesadisan Zhang Ziyi dengan perasaan campur aduk. Bahkan beberapa diantaranya mengasihani atas tindakan yang di lakukan Zhang Ziyi ini.
Mengetahui akan identitas Shang Yuan ini yang begitu tidak biasa, tidak menutup kemungkinan Zhang Ziyi akan mendapat perlakuan yang jauh lebih buruk dari apa yang dialami oleh Shang Yuan saat ini.
"Beraninya kamu membuat Pangeran Shang seperti ini... Kau akan berurusan dengan kerajaan Shang. Bahkan sampai ke ujung dunia pun kerajaan Shang tidak akan melepaskanmu!" Seorang penjaga Shang Yuan datang ke atas arena. Memberi ancaman kepada Zhang Ziyi, lalu beralih ke arah Shang Yuan.
Bukannya takut, Zhang Ziyi malah balas menantang.
__ADS_1
"Aku akan menantikan hari itu."
Zhang Ziyi melompat ke arah di mana rekan-rekan saat ini berada.
"Wiih, hebat. Shang Yuan itu bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kakak Ziyi." Zhang Lan datang memuji sembari merangkul Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi menanggapi pujian Zhang Lan tadi dengan senyuman kecil.
"Kau sungguh berani, Saudara Ziyi. Aku yakin kamu sendiri sudah mengetahui bagaimana pengaruh kerajaan Shang di kekaisaran Langit ini," ucap Hei An.
"Ya, aku memang mengetahui sedikit tentang siapa dan bagaimana pengaruh kerajaan Shang."
"Jika kamu butuh bantuan terkait dengan kejadian barusan, maka kamu bisa meminta bantuan pada kami. Kekaisaran Kegelapan akan turun membantumu."
"Terima kasih, Nona Hei." Zhang Ziyi menangkupkan kedua tangannya.
"Umm,"
Setelah pertandingan Zhang Ziyi tadi, pertandingan berikutnya sementara di pending. Sebab masih melakukan perbaikan terhadap lantai arena.
Tak membutuhkan waktu lama bagi panitia penyelenggara pertandingan untuk menyelesaikan masalah kerusakan pada panggung arena. Setelahnya MC memanggil peserta berikutnya.
Dan ini adalah giliran Hei An yang akan tampil.
***
"Kakak Ziyi, aku masih penasaran dengan caramu tadi?" tanya Zhang Lan.
"Cih, dasar lugu. Apakaha kamu tidak melihat tubuh yang di potong oleh Shang Yang tadi yang mencair? Ini menandakan bahwa kakak Ziyi menggunakan tubuh bayangan Air." Zhang Yin menjawab pertanyaan yang di ajukan Zhang Lan tadi.
"Aku sedang tidak bertanya padamu." Zhang Lan membela diri. Tak terima di Katai bodoh.
"Cih, makanya jangan terlalu bodoh!"
Di sisi lain, atas arena. Hei An dapat dengan mudah mengatasi lawan tandingnya. Hanya butuh beberapa gerakan baginya untuk menyelesaikan pertandingan.
Zhang Ziyi yang melihat bagaimana kekuatan Hei An merasa sedikit pesimis. Juga tertantang untuk menjadi lebih kuat lagi.
Pertandingan demi pertandingan telah terlewatkan. Kini usai sudah pertandingan untuk hari ini.
Sudah ada 25 kontestan yang akan bertanding besok. Rekan-rekan Zhang Ziyi pun tidak ada yang kekurangan. Semuanya berhasil melewati babak 50 besar.
***
Malam sebelum babak dua puluh lima besar di mulai.
Zhang Ziyi saat ini tengah berkultivasi di kamarnya. Suasana tampak hening. Hanya sesekali terdengar suara jangkrik di balik jendela kamar.
Mendadak Zhang Ziyi menghentikan kultivasinya saat merasakan adanya pergerakan beberapa orang ke arah kamarnya.
__ADS_1
"Cih, kalian yang datang sendiri kemari. Maka jangan harap bisa menemukan jalan pulang!" ucap Zhang Ziyi. Lalu dia menghilang begitu saja dari tempatnya.