
Panglima Tempur terkesiap melihat aksi Zhang Ziyi dalam membunuh Iblis yang semula sempat menjadi lawannya. Begitu cepat dan tidak ter kira-kira.
Sementara Zhang Ziyi, yang telah menyelesaikan pertarungannya kembali menghampiri Panglima Tempur yang melongo.
"Senior! Apakah kau sudah mendingan?" tanya Zhang Ziyi.
"E–eh... Aku sudah sedikit pulih. Dan bisa kembali bergabung memberantas mereka."
Mendengar penuturan Panglima Tempur, Zhang Ziyi memasang sunggingan kecil.
"Tidak perlu untuk melawan mereka. Takutnya nanti malah akan menjadi semakin parah. Senior bisa membantu evakuasi rekan-rekan senior yang terluka di sana. Sementara para Iblis itu, serahkan saja pada kami!" Zhang Ziyi menunjuk arah Istana, serta beberapa tempat bebatuan yang terdapat prajurit sekarat m Tengah menunggu bantuan datang.
Tampak berpikir sejenak. Dia tampak berat dengan itu. "Aku akan mengecek keselamatan Yang Mulia Raja terlebih dahulu!"
"Senior tidak usah khawatir soal itu. Rekan-rekan ku telah datang ke istana untuk melindungi Yang Mulia serta keluarga dan orang-orang penting Istana lainnya!"
Mendengar penuturan Zhang Ziyi membuat Panglima Tempur merasa lega. Melihat bagaimana kekuatan Zhang Ziyi, Panglima Tempur yakin bahwa rekan-rekannya juga pasti akan sangat kuat-kuat.
"Baiklah! terima kasih."
Setelah mengatakan itu, Panglima Tempur segera beranjak dari sana. Membantu oara prajurit yang saat itu masih mempertahankan hidupnya, meski kondisi mereka sudah tidak memungkinkan lagi untuk terselamatkan.
Ya, dalam perang ini, sekuat apapun kamu mempertahankan kesadaran–mu saat terluka parah. Namun kalau perang belum-belum berakhir, maka tidak ada bedanya dengan orang mati. Kecuali ada orang yang membantumu.
Setelah kepergian panglima Tempur, Zhang Ziyi juga beralih membantu yang lainnya.
***
Zhang Meng, Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Lan, Shui Shan, Laohu serta seorang pria yang mereka temui saat ini tengah bergerak cepat dalam istana. Menerobos rombongan Iblis yang jumlahnya begitu banyak. Saking banyaknya, prajurit Kerajaan Phoenix Es tidak tampak di dalam istana. Begitupun juga dengan prajurit Kekaisaran Langit dan Kekaisaran Kegelapan.
Dua kerajaan yang datang untuk membantu, nyatanya tidak terlalu membantu dalam situasi ini.
Zhang Lan menciptakan ribuan pisau angin, yang langsung di arahkan di depan.
__ADS_1
Pasukan Iblis yang menghalang jalan mereka itu seketika tumbang berjamaah. Namun yang tumbang hanya sebagian kecilnya saja, itupun hanya di barisan terdepan. Pasalnya kultivasi pasukan Iblis yang di sini kebanyakan di ranah Suci Alam Surgawi. Sedangkan Zhang Lan serta yang lainnya berada di ranah Suci Semesta.
"Serang mereka secara bersamaan. Kita harus cepat sampai di pusat Istana dan menyelamatkan Saudari Bing!" Zhang Lan memberi semangat rekan-rekannya. seruan yang dia keluarkan itu cukup menggelegar, namun tidak meluas sebab terhalangi oleh keributan yang tengah terjadi kala itu.
Baik Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Yin, Zhang Bie, Shui Shan maupun Laohu sama-sama melepaskan kekuatan mereka.
Whush!
Whush!
Whush!
...
"Arrghhh!!"
"Arrghhh!"
Berbagai macam teriakan terdengar. Serangan yang di lancarkan secara bersamaan itu sukses membuat sebagian iblis itu tewas dalam w.aktu bersamaan.
Tapi Zhang Lan serta yang lainnya tidak ingin berhenti. Terus menyerang, hingga membuat jumlah lawan semakin berkurang.
Di sisi lain, prajurit yang semula kehabisan semangat dalam menghadapi pasukan Iblis, kini semangat itu kembali menggebu. Bahkan dua kali lipat dari sebelumnya.
-
Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Yin, Zhang Bie, Shui Shan, Laohu serta pria tersebut sampai di pusat Istana. Memasuki aula singgasana, tampak Shui Bing tengah di kepung oleh Iblis. Terlihat juga di sana orang lelaki dan perempuan tengah berdiri dengan di kelilingi oleh para penjaga.
"Ayah! Ibu!" ucap Shui Shan.
"Saudara Shan. Kamu beralih pada Raja dan Ratu. Sementara kami akan membantu Saudari Bing dalam melawan Iblis," ucap Zhang Bie.
"Umm!" Setelahnya mereka kembali bergerak. Membereskan pasukan Iblis.
__ADS_1
Shui Bing yang melihat kedatangan rekan-rekannya yang membantu, tidak bisa untuk tidak senang.
"Terima kasih semuanya!"
"Umm! Kita adalah satu tim. Satu orang yang mendapat masalah, maka semuanya pun ikut kena," ucap Zhang Meng, membalas perkataan Shui Bing.
***
Zhang Ziyi beralih pada lawan yang lain. Yang memiliki kekuatan lebih kuat dari lawan sebelumnya.
Jika tadi dia bisa membunuh dengan mudah, namun tidak untuk kali ini. Pertarungan keduanya terjadi untuk waktu yang cukup lama.
"Tapak Semesta!" gumam Zhang Ziyi. Setelahnya melepaskan bayangan Tapak emas yang langsung melesat ke arah lawannya.
Iblis tidak tinggal diam. Dia juga melepaskan serangan energi ke arah Tapak Semesta.
"Gagak Neraka!"
Baammm!!
Ledakan terjadi. Menciptakan imbas yang meluas.
Iblis tersebut sedikit terlempar ke belakang. Tidak ingin menyia-nyiakan momen, Zhang Ziyi menghilang dan muncul di hadapan Iblis itu.
Whush!
Slash!!
Slash!!
Melancarkan serangan tebasan yang mengandung tekanan energi besar. Serangan itu sendiri di lakukan secara beruntun, membuat iblis itu tidak berdaya.
Berhasil membunuh Iblis tersebut. Hal itu nyatanya membuat pasukan Iblis sedikit melemah. Semangat juang dari pasukan Iblis juga ikut berkurang kala melihat dua orang kuat pasukan Iblis mati begitu saja di tangan seorang kultivator muda.
__ADS_1