Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 98 ~ Tiga Benda


__ADS_3

Berdiri di hadapan tiga buah benda yang terbalut oleh energi yang berbentuk lingkaran. Masing-masing energi tersebut memiliki warna yang berbeda-beda. Dimana benda yang di sebelah kanan di lapisi oleh energi berbentuk lingkaran dengan warna Merah.


Benda di tengah di lapisi energi berwarna putih. Sementara untuk benda yang di sebelah kiri memiliki warna kuning.


Zhang Ziyi memperhatikan benda yang terletak di sebelah kanan. Melihat sebuah gulungan. Tampak, benda itu adalah sebuah keterampilan.


"Hukum Ruang dan Waktu!" Zhang Ziyi membaca tulisan yang ada pada gulungan.


Kemudian dia melihat benda yang kedua, benda yang terlapisi oleh bola energi berwarna putih.


"I–ini, armor Dewa Perang?" Zhang Ziyi terpukau melihat benda itu. Banyak orang yang menginginkan Armor Dewa Perang ini. Pasalnya, serangan apapun yang dilancarkan lawan, tidak akan sampai melukai pengguna.


Zhang Ziyi memperhatikan benda yang ketiga.


"Ilusi!"


Gulungan yang berisikan keterampilan dalam hal ilusi.


"Kau bisa mengambil benda-benda itu sekarang!" pinta Dewa Gou Liang kembali.


"Baik!"


Zhang Ziyi memasukkan tangannya pada bola energi yang mengurung gulungan berisi keterampilan Ruang dan Waktu. Suatu hal yang ia kira gampang, namun ternyata begitu sulit.


Zhang Ziyi harus berusaha untuk menggenggam gulungan dalam bola energi yang ada dalam bola energi itu, agar bola energi yang mengurung gulungan menghilang.


Dua puluh detik mencoba, akhirnya Zhang Ziyi berhasil menggenggam gulungan tersebut.


"Haah, akhirnya selesai juga!" ucapnya menghela napas lega.


Beralih pada benda kedua yang terlapisi oleh bola energi berwarna putih, yang berisi Armor Dewa perang. Zhang Ziyi memasukkan ujung jarinya yang dirapatkan ke dalam bola energi. Berusaha sekuat tenaga untuk meraih armor tersebut. Sama seperti sebelumnya, Butuh dua puluh detik bagi Zhang Ziyi untuk berhasil meraih benda tersebut.


Menyimpan ke dalam cincin ruang, Zhang Ziyi beralih ke arah benda ke tiga yang terlapisi energi berwarna kuning itu.


Kembali ia melakukan hal yang sama. Setalah berhasil meraihnya, Zhang Ziyi pun lantas mengeluarkan dua benda yang tadi sempat dia simpan di cincin ruang miliknya. Memperhatikan ketiga buah benda tersebut sesaat.


"Kau bisa mempelajari kedua teknik tersebut sekarang. Akan tetapi, baiknya Armor Dewa Perang kau pakai terlebih dahulu!" Dewa Gou Liang berkata dengan pandangan menatap lurus ke bawah, di mana ketiga benda itu yang tengah melayang di atas telapak tangan Zhang Ziyi. Juga masing-masing dari benda memancarkan energi dengan warna yang berbeda.


"Umm!" Zhang Ziyi mengangguk.


Lalu memasukkan kembali dua gulungan. Menyisakan sebuah Armor platinum.

__ADS_1


Zhang Ziyi membuka pakaian bagian atasnya. Memperlihatkan postur tubuhnya yang sixpack. Setelahnya mengarahkan Armor pada tubuhnya.


Armor dengan sendirinya bergerak lalu menyesuaikan diri dengan tubuh Zhang Ziyi. Bahkan setelah menempel di tubuh pemuda itu, armor tersebut mendadak menghilang.


Selesai dengan memasang armor, Zhang Ziyi beralih ke dua gulungan tersebut. Mengeluarkannya dari cincin ruang, lalu bertanya kepada Dewa Gou Liang.


"Menurut kakek, di antara kedua keahlian ini, apa yang perlu aku pelajari terlebih dahulu?" Zhang Ziyi meminta pendapat Dewa Gou Liang.


"Sebaiknya, keahlian dalam formasi ilusi terlebih dahulu."


"Baiklah."


Kembali menyimpan gulungan berisi keterampilan dalam hal Ruang dan Waktu. Setelahnya Zhang Ziyi mulai melatih formasi ilusi.


Di ruangan itu juga, Zhang Ziyi melatih formasi tersebut dan dengan dibantu oleh Dewa Gou Liang serta Dewa Api.


Membuka gulungan. Di dalamnya terdapat dua teknik ilusi. Yang pertama adalah Dunia Ilusi Hujan Darah. Sedangkan yang kedua adalah Array Ilusi.


Zhang Ziyi memilih untuk mempelajari teknik yang pertama terlebih dahulu, yaitu Dunia Ilusi Hujan Darah.


Setelah melewati beberapa waktu, Zhang Ziyi akhirnya berhasil menguasai teknik tersebut. Formasi Dunia Ilusi Hujan Darah ini sendiri memiliki efek yang tidak main-main.


Dimana, jiwa target akan terjebak di dalam dunia ciptaan Zhang Ziyi. Tidak akan bisa keluar kecuali jiwanya musnah.


Sama seperti sebelumnya, Zhang Ziyi juga membutuhkan beberapa waktu untuk bisa menguasai formasi Array Ilusi tersebut.


Dimana Array Ilusi ini, memungkinkan penggunanya menciptakan sebuah Array, yang bisa memancing target untuk terjebak dalam dinding ilusi transparan. Bahkan target akan berimajinasi seolah-olah tengah bertarung melawan musuh.


"Hebat. Kau sungguh jenius, anak muda. Bahkan untuk menguasai kedua teknik dari formasi Ilusi itu sendiri kau hanya membutuhkan waktu dua hari." Dewa Api memuji Zhang ziyi.


"Terima kasih Kakek!" Zhang Ziyi berkata sembari membungkukkan badan memberi hormat.


"Umm!"


"Beristirahatlah sejenak. Kumpulkan kembali energi–mu untuk mempelajari keterampilan ruang dan waktu," ucap Dewa Gou Liang.


"Baik Kakek!"


Zhang Ziyi memilih untuk keluar dari ruangan tersebut. Dia berniat mengelilingi istana yang besar itu. Yang berdiri di atas awan yang membentang luas.


Keluar Istana, Zhang Ziyi bisa melihat awan yang berwarna pink. Burung-burung juga terbang, menari-nari ke sana kemari, Menambah kemolekan senja di dunia itu.

__ADS_1


Cukup lama ia memperhatikan awan itu. Terbuai dengan keindahan alam yang membuatnya terasa begitu nyaman dan tenang. Entah sudah berapa lama dia tidak bisa merasakan ketenangan seperti ini, dia sendiri tidak mengingat lagi kapan itu pernah terjadi.


Cukup lama ia terbuai di dunia ini, malam seperti tak pernah tiba, yang ada hanyalah senja dengan pemandangan yang begitu memanjakan mata.


Hal itu sendiri tidak terlepas dari ulah Dewa Gou Liang. Dia yang mengatur waktu di dunia itu, untuk tidak mendatangkan malam. Sengaja dia melakukan itu, sebab dia ingin Zhang Ziyi melepas penat sejenak. Dia ingin Zhang Ziyi menikmati masa-masa tenangnya, sebelum pemuda itu melalui masa-masa sulitnya.


Selang beberapa saat, Dewa Gou Liang pun memanggil Zhang Ziyi.


Menoleh ke satu arah, dapat Zhang Ziyi lihat dua orang pria tua berwajah cerah, yang tidak lain adalah Dewa Gou Liang serta Dewa Api. Tengah berdiri di lantai dua istana dan memanggil dirinya untuk segera ke tempat mereka.


Beranjak dari tempatnya duduk tadi, Zhang Ziyi lantas tebang ke arah dua lelaki tua itu.


"Sudah waktunya pelatihan mu dimulai. Dewa Gou Liang berkata kepada Zhang Ziyi kala melihat lelaki itu yang telah mendarat di lantai istana.


"Baik, kakek!"


***


Swosh!


Tujuh buah anak panah melesat sekaligus dan menembus tubuh 4 orang kultivator ranah Dewa tahap 5.


Sembari menembak musuh dengan menggunakan senjata yang di berikan Zhang Zhili, Zhang Lan serta yang lainnya juga menggunakan Pedang untuk bertarung dengan kultivator bertopeng merah darah yang berada di dekat mereka.


Sementara untuk kultivator bertopeng merah darah yang berjarak jauh, maka mereka akan menggunakan senjata yang diberikan Zhang Zhili untuk menembak kultivator-kultivator tersebut.


Berkat senjata pemberian Zhang Zhili, Zhang Lan serta yang lainnya masih mampu mengimbangi lawan. Bahkan hanya dengan satu kali tembakan saja, bisa langsung menewaskan empat sampai lima orang kultivator sekaligus.


Walaupun begitu, Yakin dan percaya bahwa anggota Zhang Lan ini tak akan bertahan lama.


\=\=\=\=


Terima kasih buat kalian yang sudah membaca petualangan Zhang Ziyi. Mendukung serta selalu mensupport Zhang Ziyi. Terima kasih juga buat kalian yang telah membaca dan meninggalkan jejak berupa like dan komen. Serta yang baca aja tanpa meninggalkan jejak, Author juga ucapkan terima kasih.


Dan untuk 3 Jagoan terima kasih telah menjadi pembaca teraktif untuk Minggu ini.



Serta Hermawan Dullah, terima kasih karena telah menjadi pembaca terbanyak untuk Minggu ini. Serta yang lainnya juga yang senantiasa membaca cerita petualangan Zhang Ziyi ini yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu namanya, author juga ucapkan banyak terima kasih. Tanpa kalian, author bukanlah siapa-siapa.


__ADS_1


Untuk laporan mingguan, kalo tidak ada halangan, Minggu depan bakal author selipkan lagi yh.


__ADS_2