
"Zhang Ziyi, perkiraan ku, seharusnya tidak masalah jika kau menyerap kristal ini! Dugaan ku, respons warna-warni dari giok elemen menandakan bahwa kau memiliki dasar Elemen istimewa. Memungkinkan kau menggunakan beberapa elemen berbeda!"
Zhang Zhili menerima kristal roh dari siluman ular yang di sodorkan Zhang Ziyi padanya.
"Kristal Roh dari siluman ular ini memiliki khasiat menyembuhkan segala macam racun. Juga memungkinkan penyerapnya kebal terhadap racun apapun,"jelas Zhang Zhili.
Mengangguk Zhang Ziyi sembari ikut memperhatikan kristal roh siluman ular, yang nampak lebih besar dari kristal roh binatang buas pada umumnya. Juga bentuknya yang lebih dominan serta memiliki warna yang lebih cerah. Kristal roh siluman ular itu sendiri berwarna hijau dengan sedikit dibumbui warna gelap.
"Meski begitu, aku hanya menebak tentang kau yang menguasai beberapa elemen tersebut. Maka dari itulah aku ingin membuktikan hipotesis tersebut!" Menoleh ke arah Zhang Ziyi, Zhang Zhili kembali melanjutkan perkataannya.
"Maukah kau mencoba untuk menyerap kristal roh ini!" tanya Zhang Zhili. Tentu sebelum dia memulai eksperimenya, dia harus meminta izin terlebih dahulu pada Zhang Ziyi.
"Hmm, baik master... Biarkan aku menyerap kristal itu!" ucap Zhang Ziyi.
Sebenarnya Zhang Ziyi pun juga tertarik dengan kristal roh siluman ular itu. Setelah mendengar penjelasan Zhang Zhili bahwa kristal roh tersebut bisa menyembuhkan segala racun, juga memungkinkan penggunanya kebal terhadap racun apapun. Siapa yang tidak tertarik dengan itu. Bahkan jika bukan karena uji coba Zhang Zhili pun tetap akan dia serap. Prinsipnya, masalah resiko urusan belakangan, yang terpenting adalah kuat terlebih dahulu!
"Zhang Ziyi, pikirkan dengan matang. Jika eksperimen ini gagal, maka dampaknya terhadapmu tidak main-main!" Zhang Zhili mengingatkan konsekuensi pada Zhang Ziyi jika proses penyerapan kristal roh siluman ular gagal.
Sebab, kristal roh yang di serap haruslah cocok dengan sang penyerap. Jika seandainya tidak cocok, maka otomatis proses penyerapan tersebut akan gagal total.
"Master... Master tenang saja! Bagaimana mau berhasil kalau kita belum mencoba!" Zhang Ziyi meyakinkan Zhang Zhili bahwa dia mampu untuk menyerap kristal roh tersebut.
"Baiklah... Namun ingatlah, saat menyerap kristal roh ini, kau harus ekstra hati-hati. Sebab kesalahan sekecil apapun akan berdampak pada proses penyerapan kristal roh tersebut nantinya." Zhang Ziyi mengangguk.
Setelahnya, Zhang Ziyi memulai proses menyerap kristal roh siluman ular.
Duduk bersila dengan kristal roh yang melayang di hadapannya. Menghela napas dalam sejenak sebelum mengeluarkannya melalui mulut.
Kedua mata terpejam. Zhang Ziyi mulai menarik masuk energi yang ada pada kristal roh ke tubuhnya. Pemuda itu melakukan semuanya dengan penuh hati-hati.
Di samping itu, Zhang Zhili juga tak henti-hentinya memberi arahan pada Zhang Ziyi.
__ADS_1
-
Proses penyerapan kristal roh tersebut berlangsung hingga beberapa waktu. Terhitung sudah 3 jam Zhang Ziyi menyerap energi dari kristal roh siluman ular, namun tak kunjung ia menunjukkan tanda-tanda akan berhasil.
"Kalian, berjaga di mulut goa. Takutnya ada binatang buas atau siluman yang memasuki goa, dan mengganggu konsentrasi Zhang Ziyi!" Pinta Zhang Zhili pada Zhang Lan, Zhang Bie, Zhang Meng serta Zhang Yin.
"Baik guru!" Keempat orang itu menjawab kompak, lalu beranjak menuju mulut goa. Laohu pun juga mengikuti keempat orang itu berjaga di mulut goa.
Sepeninggal keempat muridnya, Zhang Zhili kembali mengalihkan perhatiannya pada Zhang Ziyi.
Pemuda itu saat ini tengah di selimuti oleh energi berwarna hijau tua, dengan sedikit di bumbui dengan energi gelap juga energi berwarna emas.
Kristal roh yang melayang perlahan mulai menyusut dari ukuran normalnya.
Merasa jenuh, Zhang Zhili memutuskan untuk duduk beberapa meter dari tempat Zhang Ziyi. Menyandarkan punggung pada dinding goa, sembari memerhatikan Zhang Ziyi.
Lama menunggu, sampai pada akhirnya suara ledakan teredam tercipta dari tubuh Zhang Ziyi. Energi yang semula menyelimuti lelaki itu, berhamburan dan menyebar ke berbagai arah. Zhang Ziyi sendiri langsung terbatuk-batuk disertai dengan darah segar keluar bersamaan batuk tersebut.
Meski dadanya terasa sesak, namun Zhang Ziyi tetap menuruti apa kata Zhang Zhili. Posisi badan yang semula sedikit terlengser dari posisi bersila, mulai kembali dia perbaiki. Setelahnya memejamkan kembali kedua matanya dan mulai menyerap energi yang menyebar tersebut.
Zhang Lan, Zhang Yin, Zhang Bie serta Zhang Meng juga Laohu terlihat berlari cepat ke arah di mana Zhang Ziyi dan Zhang Zhili berada. Ekspresi yang di tunjukkan mereka pun tampak panik.
"Master, apa yang terjadi? Ledakan apa itu tadi?" tanya Zhang Meng. Suaranya sedikit meninggi menandakan anak itu tengah menahan kepanikan.
"Tidak ada. Hanya sedikit kesalahan namun tidak terlalu fatal!" jelas Zhang Zhili dengan tidak melepas pandangan pada Zhang Ziyi.
Keempat orang itu mengernyit. Lalu ikut melempar pandangan pada Zhang Ziyi.
Aura yang berhamburan tersedot kembali di tubuh Zhang Ziyi. Butuh waktu sekitar tiga menit sebelum Zhang Ziyi berhasil menyerap habis energi yang menyebar.
Tepat setelah lelaki itu selesai menyerap energi yang tersebar, mendadak ledakan terendam kembali terdengar dari tubuh Zhang Ziyi.
__ADS_1
Bamm!
Ledakan energi sebagai penanda bahwa Zhang Ziyi telah menerobos ranah selanjutnya. Satu tahapan dengan satu tingkat telah ia lewati. Dan kini pemuda itu telah mencapai ranah Langit tahap 1.
"Sudah ku duga!" gumam Zhang Zhili. Setelahnya, dia dan murid-muridnya yang ada di samping segera menghampiri Zhang Ziyi.
"Waah, selamat saudara Ziyi, kau telah menerobos ranah Langit... Aku jadi iri dengan pencapaian–mu ini!" Puji Zhang Lan.
Dengan naiknya kultivasi Zhang Ziyi di ranah langit, maka tinggallah Zhang Lan seorang yang masih berada di ranah pendekar. "Aku tidak boleh kalah, ketertinggalan ini, begitu memalukan bagiku!" batin Zhang Lan. Bertekad akan berlatih lebih giat supaya bisa sejajar dengan rekan se–timnya.
"Terima kasih saudara Lan... Aku yakin kau juga tidak lama lagi akan menerobos ranah langit," balas Zhang Ziyi. Ia kemudian menoleh ke arah gurunya. "Terima kasih master, berkat bantuan serta bimbingan master, aku akhirnya bisa menerobos ranah langit hanya dalam beberapa hari! Juga aku merasakan adanya sesuatu yang aneh dalam diriku. Mungkin ini adalah efek dari kristal roh siluman ular itu." Zhang Ziyi menundukkan kepala. Menangkupkan tangan, memberi hormat pada Zhang Zhili.
"Kau tak perlu sungkan. Justru aku yang berterima kasih kepadamu. Berkat kau, aku akhirnya berhasil menyelesaikan penelitian terbesar ku... Terkait masalah itu, sekarang racun apapun tidak akan bekerja padamu. Juga kau bisa menyembuhkan berbagai jenis racun hanya dengan setetes darahmu!"
Zhang Zhili memegang pundak Zhang Ziyi. Memang kasus Zhang Ziyi ini bisa dikatakan sebagai salah satu diantara kasus terbesar yang pernah Zhang Zhili teliti.
Sebagai seorang yang senang meneliti sesuatu, tentu dia akan merasa bangga kala telah menyelesaikan penelitian yang besar. Bahkan kasus Zhang Ziyi ini terbilang sangat langka. Dan Zhang Zhili sebagai orang pertama yang mengetahui permasalahan tersebut.
"Baik, karena semuanya telah selesai, sekaranglah bagi kita untuk melakukan pekerjaan lain!" Zhang Zhili berjalan menuju air kolam yang mengeluarkan uap air yang begitu tebal hingga membentuk kabut asap.
"Air ini mengandung unsur yang bisa membuat tubuh terasa nyaman. Juga rasa lelah dan letih akan menghilang saat berendam di dalam air ini. Selain itu khasiat lain dari air ini adalah, bisa mengisi kembali stamina juga energi hingga ke titik maksimal."
Memang tadi Zhang Zhili sempat memeriksa air itu saat Zhang Ziyi sibuk menyerap khasiat dari kristal roh siluman ular.
Zhang Zhili memasukkan tangan kanan pada air tersebut. Terasa panas di tangannya. Namun dia bisa merasakan energi alam yang begitu melimpah pada air panas tersebut.
"Waah, kebetulan badanku terasa begitu pegal, setelah seharian penuh bertarung melawan binatang buas," ucap Zhang Lan sembari memijat bahu kiri menggunkan tangan kanannya.
"Ya, kau benar. Aku juga merasa demikian!" Zhang Meng ikut menimpali.
Mereka akhirnya berendam di air panas itu. Kebetulan air panas tersebut memanjang di dua cabang dengan sebuah dinding batu sebagai menghalang antar dua cabang tersebut. Sehingga bisa Zhang Yin berendam sendirian di salah satu ruangan, sementara Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Bie, Zhang Ziyi serta Zhang Zhili berendam bersama-sama.
__ADS_1