Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 116 ~ Hipnotis


__ADS_3

Pelan. Wanita itu mendekati kedua lelaki tersebut. Setelahnya dia memeluk salah satunya.


Permainan nakal, mulai di terapkan ya. dan berakhir dengan melepaskan pakaian dari dua orang itu. Tentu saja pakaiannya juga dia lepas.


Setelahnya, wanita itu mulai memaksa kedua orang itu untuk berhubungan intim. Siapa yang kan menolak untuk melakukan hal itu.


Dalam permainannya, Semakin bersemangat, semakin mengurus pula lah kedua orang itu.


Rupa-rupanya wanita itu menyerap energi kehidupan dua lelaki yang ia setubuhi. Hingga kini, kedua orang itu telah mengering dan hanya tinggal tulang yang terbalut oleh daging.


Kabut hitam tebal mengepul dan menutupi tubuh wanita tersebut, setelahnya menghilang bersama dengan menghilangnya kabut hitam itu.


***


"Tubuh yang mengering. Menyisakan tulang serta kulit! Anehnya kebanyakan ditemukan mayat seorang lelaki!"


"Hmm, Jika korban yang di temukan memiliki keadaan sama semua, yaitu mati dalam keadaan tubuh yang mengering. Berarti juga memiliki pelaku yang sama," gumam Zhang Ziyi.


Zhang Ziyi teringat akan pemuda-pemudi yang mengenakan setelan serupa yang dia temui tadi.


"Mungkinkah orang-orang muda yang menjaga gerbang itu di sewa oleh kepala desa untuk menangkap pelakunya?"


"Tidak! Kepala desa telah mati beberapa hari terakhir. Dia juga menjadi korban, dan ditemukan di dekat sungai tak berbusana!"


Wanita itu berjalan menuju arah jendela kayu. Setelahnya menutup pintu jendela. Pasalnya, hari saat itu yang menjelang malam.


Menyiapkan obor dan hendak menyalakan api. Zhang Ziyi sendiri tidak tinggal diam. Dia mengeluarkan api dari ujung jari telunjuknya. Setelahnya membantu wanita itu menyalakan obor.


Sempat tersentak wanita tersebut kala melihat Zhang Ziyi yang bisa mengeluarkan api tersebut. Namun tak berlangsung lama. Sebab dari awal mereka bertemu, dia sudah menduga bahwa pemuda ini seorang kultivator, dilihat dari aura yang di pancarkan oleh Zhang Ziyi ini yang begitu tak biasa.


"Mereka adalah murid-murid dari sekte Pedang Awan. Kebetulan desa ini berada di bawah naungan sekte itu!"


Zhang Ziyi mengangguk. Cukup lama mereka bercerita. Banyak yang Zhang Ziyi ketahui terkait dengan masalah menimpa desa ini dari wanita tua itu.


Hingga Hari menggelap sepenuhnya, Zhang Ziyi izin pamit. Ada suatu hal yang hendak dia urus.

__ADS_1


Beberapa langkah dari rumah wanita tua itu. Zhang Ziyi mulai menghilang.


-


Gelapnya malam. Ditambah tak satu pun terlihat bintang di langit. Membuat suasana di malam itu kian mencekam.


Angin malam yang berhembus lumayan kencang. Menerbangkan jubah seorang pemuda yang saat ini tengah berdiri di salah satu atap rumah diantara rumah-rumah yang ada di sekitaran situ.


Gelap, dan hanya beberapa tempat yang terang di desa itu.


Zhang Ziyi menutupi wajahnya dengan jubah hitam yang dia pinjam dari sekte Tujuh Elemen. Jubah itu sendiri merupakan jubah yang biasanya di pakai oleh para pengintai sekte.


Lama ia memperhatikan kawasan situ. Namun tak kunjung dia melihat suatu pergerakan yang mencurigakan.


"Berhenti di sana, atau kau akan ku lenyap–kan!" Suara seorang gadis tiba-tiba terdengar di belakang Zhang Ziyi.


Tak ada jawaban darinya, membuat gadis itu semakin waspada. Di belakangnya, muncul sosok bayangan yang merupakan kawannya.


"Orang ini bukan orang sembarang. Hati-hati, Mei-mei!"


Setelahnya, dia lantas maju menyerang Zhang Ziyi. Pedang yang tersarung terlepas begitu saja dari sarungnya. Sembari melesat, Su Mei juga mengarahkan pedangnya lurus ke arah Zhang Ziyi.


Zhang Ziyi sendiri tak berniat menghindar. Dia tak bergerak sama sekali, meski pedang Su Mei yang semakin mendekat ke arahnya.


Hingga saat ujung pedang Su Mei tinggal seinci sebelum mengenai jubahnya, Zhang Ziyi tiba-tiba menghilang.


Muncul kembali di samping gadis itu, Zhang Ziyi lantas melancarkan tendangan pelan namun mengandung energi ke arah perut gadis itu, setelahnya mendorong tubuh Su Mei menggunakan telapak tangan ke arah lelaki yang tidak lain adalah Su Chen.


Refleks, Su Chen langsung menangkap tubuh Su Mei. Sempat dia menoleh ke arah lelaki itu, Namun tak lagi dia temukan keberadaannya.


"Sial! Gerakannya terlalu cepat." Su Mei mulai mengumpati Zhang Ziyi. Tangan kanannya memegangi dadanya yang tadi sempat mendapat dorongan dari telapak tangan Zhang Ziyi.


"Sudahlah! Jangan terlalu di pikirkan. Yang terpenting kita sudah mengetahui akan Siapa pelakunya."


Su Chen Menyerahkan sebuah pil pada Su Mei. Setelah menelannya, mereka lantas melesat dengan cepat, hingga dalam sepersekian detik, keduanya telah menghilang dalam gelapnya malam.

__ADS_1


Zhang Ziyi muncul tidak jauh dari pos jaga. Di sana tampak dua orang lelaki yang tengah berjaga malam itu.


Memperhatikan sejenak, kedua orang itu merupakan warga desa yang juga seorang kultivator dengan kultivasi rendah.


"Jika semua korbannya merupakan lelaki, berarti tidak menutup kemungkinan dua orang ini yang akan menjadi korban selanjutnya!" batin Zhang Ziyi.


Dia berjalan mendekati kedua orang itu. Dan bergabung bersama mereka.


Di sisi lain, dua orang yang tengah bercerita di sebuah pos yang hanya mengandalkan dua buah obor sebagai alat penerangan itu mendadak waspada kala melihat seseorang yang berjalan keluar dari kegelapan, mendekat ke arah mereka.


Kontan keduanya lantas mengangkat obor yang menempel di dinding kayu serta golok. Berdiri dan mengambil sikap waspada.


"Kalian tenang saja, Paman-paman! Aku hanya seorang pengelana yang kebetulan lewat." Zhang Ziyi mengambil tindakan dengan menenangkan kedua orang itu.


Awalnya mereka ragu dengan jawaban Zhang Ziyi itu. Pasalnya, pemuda itu mengenakan jubah hitam. Juga meski tidak terlalu jelas, namun samar-samar keduanya bisa merasakan aura yang terpancar dari tubuh Zhang Ziyi ini begitu tidak biasa.


Namun setelah mendengar penjelasan dari Zhang Ziyi, juga tidak ada ancaman sama sekali yang dirasakan kedua orang itu terhadap Zhang Ziyi ini, akhirnya mereka memilih untuk percaya dan menurunkan golok mereka.


Zhang Ziyi memasang senyum kecil di balik jubahnya. Setelahnya ia ikut bergabung bersama dengan kedua orang itu.


Ketiganya terlibat dalam percakapan hingga beberapa saat. Bukannya ketiganya, melainkan dua orang saja yang bercerita. Sementara Zhang Ziyi hanya menyimak apa yang di bicarakan keduanya. Sesekali dia juga akan mengangkat bicara kala kedua orang itu menanyakan suatu hal padanya.


Hingga hari menjelang larut, mendadak terjadi perubahan drastis pada suhu di sekitar mereka. Dimana yang tadinya dingin oleh angin malam, namun kini berganti menjadi normal, bahkan sempat mereka merasakan hangat.


Ketiganya menoleh ke satu arah. Bayangan seseorang dapat mereka lihat di sana. Semakin berjalan mendekat ke arah mereka.


Hingga sampailah pada tempat dimana Zhang Ziyi serta dua orang itu berada. Wanita berpakaian seksi, berjalan anggun dengan menebar pesona. Cantik dan berkulit putih mulus. Dengan tubuh yang montok dan menggoda.


Wanita itu mengedipkan mata ke arah Zhang Ziyi serta dua orang lelaki tersebut. Sesaat, Zhang Ziyi menyadari adanya sesuatu yang salah.


"Racun!?" Batin Zhang Ziyi.


Segera ia memperhatikan kedua orang di sampingnya. Dua orang tua itu tampaknya telah terhipnotis.


Zhang Ziyi menyadari, saat wanita itu mengedipkan matanya, saat itu pula lah ia melepaskan racun mawar hati, untuk menghipnotis mereka. Sayangnya, Zhang Ziyi bukan orang yang muda terperdaya kalau masalah racun.

__ADS_1


__ADS_2