Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 186 ~ Di Tekan


__ADS_3

Lemah Bulan Malam, kini kedatangan banyak orang hebat. Memiliki kekutan di atas Dewa Abadi. Semuanya memancarkan aura yang begitu agung serta sangat mendominasi. Berniat menekan yang lainnya.


Hal itu membuat suasana di tempat itu kian canggung.


"Bagaimana bisa kalian membiarkan kelompok lain mendapatkan Roh Siluman Surgawi! Tch, sangat tidak becus!" ucap lelaki pada kelompok perwakilannya. Dia sendiri adalah Ketua Sekte Kipas Terbang.


"Mohon maaf atas ketidakmampuan kami, Ketua! Bukannya tidak bisa, melainkan situasinya tidak memungkinkan!" Salah seorang diantara anggota Kipas Terbang maju dan memberikan penjelasan. Berharap bisa membela mereka.


"Tch, Dasar tidak berguna! Mana perkataan–mu akan membawa Roh Siluman Surgawi kemarin! Mana_!!" Ketua Sekte Kipas Terbang tampak begitu emosi. Dia melepaskan energi dari tubuhnya, seketika membuat anggota sekte–nya nyaris terhempas.


"Ma–maafkan kami, Ketua!" Kembali pria itu berbicara dengan nada memohon dan tersirat akan penyesalan.


"Setelah kehilangan Mutiara Darah Semesta, sekarang Aku juga kehilangan jejak Roh Siluman Surgawi ... Apakah kalian masih pantas untuk ku maafkan?" Ketua Sekte Kipas terbang menaikkan sebelah alisnya. Dia juga menatap tajam satu per satu anggota sekte Kipas Terbang


Di tatap seperti itu, membuat anggota sekte Kipas Terbang gemetaran. Tapi itu tidak berlangsung lama, sebab kini ketua Sekte Kipas Terbang telah menghilang dari tempatnya. Dengan hati kacau, anggota sekte Kipas Terbang pun juga ikut menghilang, kembali ke sekte mereka.


Sisi lain, tidak hanya Sekte Kipas Terbang, melainkan beberapa perwakilan dari sekte, klan maupun fraksi lain yang di kirimkan juga mendapati hal yang sama dengan apa yang di alami oleh Sekte Kipas Terbang.


Pasukan Kaisar Langit dan Pasukan yang di kirim oleh Kekaisaran Kegelapan pun beranjak dari sana. Kembali dengan membawa tangan kosong.


***


Zhang Ziyi saat ini tengah melesat dengan kecepatan tinggi. Sebelumnya dia sampai kesusahan sebab merasakan aura kuat yang datang dari berbagai sisi, membuatnya harus menghindari beberapa jalan. Bukannya takut, melainkan untuk berjaga-jaga. Kini tempat ini telah banyak orang-orang kuat. Bermasalah pada satu orang saja, bisa langsung membawa dirinya beberapa orang.


Beruntung tidak ada dari mereka yang menemukannya.


Beberapa saat dia telah sampai di kota Tiankong. Zhang Ziyi segera mengganti pakaian dan mengembalikan topengnya pada bentuk transparan. Takutnya jika masih menggunakan pakaian sebelumnya, dia akan di ketahui oleh orang-orang yang datang di Lembah Bulan Malam tadi.


Zhang Ziyi melangkah ke sebuah bangunan besar berlantai empat. Dia berniat menginap di sana untuk malam ini. Tapi belum juga dia sampai di tujuan, mendadak tangannya ditarik oleh seseorang. Zhang Ziyi tersentak, berniat menepis tangan itu. Tapi dia segera menghentikan niatnya kala mengetahui bahwa orang tersebut adalah Pria Tua yang sebelumnya dia temui. Bisa di bilang perjalananya di Lembah Bulan Malam berjalan mulus karena Pria Tua ini.


"Mari ikut aku! Menginap di situ bukanlah tempat yang aman. Banyak orang-orang yang berasal dari Lembah Bulan Merah juga ikut menginap di sana," ujar pria tua tersebut.

__ADS_1


Zhang Ziyi menatap wajah si pria tua. Semakin yakin dirinya bahwa pria tua ini bukanlah orang biasa. Bahkan pria tua tersebut masih bisa mengenalinya setelah pakaian serta topeng yang dikenakan terlepas.


"Umm!"


Zhang Ziyi mengangguk. Lalu mereka berjalan menjauhi penginapan.


Selang beberapa saat, mereka sampai di sebuah dinding pagar yang terbuat dari beton. Dinding itu begitu kokoh, sampai tidak ada celah sedikit pun untuk menyebrang.


Zhang Ziyi mengangkat sebelah alisnya. Dia lalu mendekati dinding tersebut dan memeriksanya.


"Apakah kau yakin di sini jalannya?" tanya Zhang Ziyi. Telapak tangan menepuk permukaan dinding kemudian mengetuk-ngetuk–nya.


"Umm! Perhatikan dinding itu dengan baik!"


Zhang Ziyi mengernyit. Dia kemudian melakukan seperti apa yang pria tua katakan. Memperhatikan dengan seksama, dia juga menggunakan kekuatan jiwanya untuk mengecek dinding itu.


"Aneh!" gumam Zhang Ziyi dalam hati. Bisa merasakan adanya energi samar dari dinding tersebut. Dia menebak bahwa ini bukanlah dinding biasa.


Zhang Ziyi menyebarkan kekuatan jiwanya kearah dinding tembok. Lalu berjalan dua langkah ke samping kanan.


"Hahaha, Kau sangat hebat, Anak Muda... Memang kau pantas menjadi murid si pria Tua Liang itu!" Pria tua tertawa lepas. Dia bergerak mendekati Zhang Ziyi, menepuk-nepuk pundaknya pelan setelahnya berjalan memasuki pintu tersebut.


Whush!


Zhang Ziyi juga mengikuti langkah pria tua memasuki pintu. Baru setelahnya dia menghilang begitu saja. Begitupun juga dengan pintu energi tersebut yang menghilang seperti tidak pernah ada sebelumnya.


-


Zhang Ziyi memasuki dunia lain. Begitu aneh sekaligus memiliki aura yang tidak biasa. Di sini ramai sekali akan penghuni yang memiliki kekuatan tinggi. Sepanjang perjalanan, Zhang Ziyi mendapati orang-orang yang memiliki kultivasi ranah Semesta hingga Ranah Dewa Abadi. Memang di perkampungan ini Zhang Ziyi juga menemukan beberapa orang yang memiliki kultivasi Ranah Alam Surgawi, tapi tidak sebanyak orang-orang yang berada di ranah Semesta.


Zhang Ziyi berjalan mengikuti langkah pria itu yang ada di depannya. Sepanjang perjalanan dia mengalihkan pandangannya ke samping kiri dan kanannya. Semua orang memiliki ekspresi datar juga tampak beringas.

__ADS_1


Selang beberapa saat mereka sampai di tujuan. Memasuki sebuah gapura lalu berhenti pada bangunan yang nampak tua.


"Mari, ikut aku masuk ke dalam!"


Zhang Ziyi mengangguk. Lalu dia berjalan ke arah pintu bangunan tersebut. Hal pertama yang dia rasakan ketika melangkahi pintu, dirinya langsung di sambut oleh hawa tidak biasa. Begitu menekan, sampai-sampai dia hampir kesulitan untuk bernapas.


Pria Tua yang melihat Zhang Ziyi tampak baik-baik saja kala merasakan hawa dalam ruangan kembali menampakkan seringai kecil. Sejak awal dia sudah tertarik pada Zhang Ziyi ini.


"Hehehe, Pak Tua Liang itu tidak salah memilih murid!" Pria Tua tertawa dalam hati. Dia kemudian menuntun Zhang Ziyi ke arah beberapa orang yang tengah duduk di kursi.


Saat berada di tengah-tengah diantara orang-orang yang duduk di kursi, Zhang Ziyi tiba-tiba saja merasakan punggungnya berat. Di tekan oleh tekanan yang di ciptakan oleh salah seorang yang duduk mengelilingi dirinya itu.


Zhang Ziyi bahkan sampai dipaksa pada posisi berlutut.


Darah menetes dari sudut bibirnya. Tekanan ini begitu besar, bahkan lebih besar dari tekanan-tekanan yang dia rasakan sebelumnya.


"Berjuanglah, Nak!" Pria Tua tersebut berkata kepada Zhang Ziyi. Namun dalam keadaan berbisik dan menaruh harapannya pada Zhang Ziyi. Setelahnya berjalan ke arah salah satu kursi dan duduk di sana.


Zhang Ziyi berusaha untuk bangkit. Tapi tekanan tersebut bertambah besar, membuat dirinya harus di paksa untuk kembali berlutut. Darah yang tadi sempat dia lap, kini kembali menetes. Zhang Ziyi tidak sempat untuk mengelap darah tersebut untuk kedua kalinya, sebab kedua tangannya dia gunakan sebagai topangan tubuhnya guna tidak ambruk.


Zhang Ziyi mengangkat kepalanya Meski terasa berat. Dia memperhatikan wajah-wajah orang yang menerima itu satu persatu. Kesemuanya memasang wajah datar, bahkan ada beberapa diantaranya yang menampilkan raut wajah remeh, seolah-olah dia memang meremehkan Zhang Ziyi.


"Apakah ini pemuda yang kau maksud itu? Mengapa aku tidak menemukan sesuatu yang menarik pun dari dirinya!" Seorang yang memiliki perangai sinis, tapi tubuh kurus berkata dengan mencibir Zhang Ziyi.


Pria Tua yang mendengar itu tidak memberikan tanggapan. Diam sambil memperhatikan Zhang Ziyi. Meski wajah datar ia pasang, tapi dalam hati Pria tua itu begitu menaruh harapan besar pada Zhang Ziyi.


Di sisi lain, Zhang Ziyi berniat melawan tekana itu, tapi semakin melawan, Zhang Ziyi malah selain di tekanan.


"Hahaha, sepertinya menarik!" Seorang Wanita berpakaian hitam ikut bersuara.Dia lalu juga memberikan tekanannya pada Zhang Ziyi.


Makin keok, Posisinya yang semula telah berhasil berdiri, kini Zhang Ziyi kembali dibuat berlutut oleh tekanan yang datang dari wanita tersebut. Tubuhnya bergetar hebat.

__ADS_1


Belum juga sampai di situ, kembali tekanan datang dari seorang pria berbadan kekar dan wajah garang.


Zhang Ziyi semakin di buat tak berdaya. Tapi dia tidak bergeming. Menguatkan diri dari tekanan yang semakin datang bertubi-tubi.


__ADS_2