
Zhang Ziyi, Serta rekan-rekannya hanya sampai di sebuah gapura bangunan besar besar. Sedangkan orang yang mengantar mereka tadi, telah pergi meninggalkan mereka.
Mereka memasuki gapura. Menyaksikan beberapa orang yang berlalu lalang di halaman bangunan tersebut. Terlihat juga roh-roh yang berterbangan ke sana kemari layaknya berenang dalam air.
"Eh Tuan!" Seseorang datang memanggil Zhang Ziyi.
Menoleh ke arah sumber suara, bisa mereka lihat seorang pria bertopeng datang menghampiri mereka. Dia memberi hormat, lalu mulai kembali bersuara.
"Kapan Tuan ke sini? Mengapa tidak bicara terlebih dahulu, supaya kami bisa menyambut Tuan." Dia adalah salah seorang Penatua Topeng Darah Hantu.
"Tidak perlu repot-repot, hanya untuk menyambut. Oh ya, kedatanganku kemari, ada maksud penting yang akan aku bicarakan dengan Guru Besar. Apakah kau bisa mengantarku ke sana?"
"Tentu saja Tuan! Kebetulan kami hendak melakukan rapat di ruang aula. Mari, ikut aku ke sana!"
Zhang Ziyi mengangguk. Lalu berjalan mengekori penatua tersebut, bersama dengan rekan-rekannya serta Laohu.
Mereka memasuki sebuah gapura yang di himpit oleh dua bangunan panjang. di balik gapura itu sendiri terlihat sebuah halaman lumayan luas. Berjalan lurus mengikuti jalan setapak, hingga sampailah mereka pada tujuan.
Penatua kemudian meminta Zhang Ziyi serta yang lainnya untuk menunggu di luar sebentar. Zhang Ziyi tidak menolak.
"Hormat Guru Besar! Kita kedatangan tamu penting!" ucap Penatua dalam sebuah aula, yang mana di sana telah duduk beberapa orang bertopeng lainnya yang merupakan orang-orang penting Topeng Darah Hantu.
"Hmm, orang penting mana maksud mu? Bukankah jalur interaksi dengan dunia luar telah kita putus. Dan juga kita telah menutup diri dari dunia luar. Bagaimana bisa ada orang penting di situasi ini?" tanya salah seorang orang penting tersebut.
Penatua tersebut tidak langsung menjawab. Dia menunggu respons yang di berikan oleh Guru Besar terhadapnya.
"Umm," Guru Besar mengeluarkan anggukan samar yang langsung di tangkap oleh Penatua.
Membungkukkan badan, memberi hormat. Baru setelahnya penatua tersebut memberikan suatu kode. Menginformasikan Zhang Ziyi serta rekan-rekannya untuk segera memasuki ruangan aula.
Menunggu siapa tamu penting yang di maksud oleh penatua, membuat mereka yang hadir di aula itu bertanya-tanya. Hingga kemunculan seseorang dari balik pintu. Tidak, bukan hanya seorang melainkan ada beberapa orang yang baru masuk.
Semua pandangan terpaku pada beberapa orang itu yang tidak lain adalah Zhang Ziyi, Zhang Meng, Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Lan, Zhang Zhili, Shui Shan, Shui Bing dan Laohu. Mereka berjalan ke tengah-tengah aula.
"Salam Guru Besar! Salam Semuanya!" Zhang Ziyi bersuara, sembari menangkupkan kedua tangannya, memberi salam pada Mereka yang ada di aula. Begitupun juga dengan rekan-rekannya yang ikut menangkupkan tangan.
"Eeh, Tuan! Mengapa kau tidak bilang sebelumnya bahwa kamu akan datang. Sehingga kami bisa menyambut mu dengan baik!" ucap guru Besar, dengan suara yang sedikit merendah.
"Hmm," Memasang senyum kecil sesaat. "Guru Besar tidak perlu repot-repot untuk menyambut kedatangan kami."
Zhang Ziyi kembali menangkupkan kedua tangannya sembari sedikit menundukkan kepala.
__ADS_1
Zhang Ziyi serta rekan-rekannya di persilahkan untuk menduduki kursi yang masing-masing di sediakan.
"Baik, silahkan mulai!" ucap Zhang Ziyi. Semuanya pun kemudian mengangguk. Guru Besar mengeluarkan suaranya sebagai tanda bahwa pembuka dalam rapat.
Tidak banyak yang di bahas. Hanya sekitar permasalahan Kelompok. Terkait dengan bagaimana Topeng Darah Hantu akan mengambil langkah ke depannya.
Zhang Ziyi sendiri tidak berniat menyela. Membiarkan Guru Besar sampai menyelesaikan kalimatnya.
"Bagaimana, apakah ada yang hendak memberikan tanggapan?" tanya Guru Besar mengakhiri perkataannya.
Tak ada yang mengangkat suara. Menandakan mereka sepakat menyetujui akan bagaimana rencana ke depan yang telah di bahas oleh Guru Besar tadi.
"Ehem... Guru Besar, apakah aku boleh berbicara!" Zhang Ziyi berdiri dari duduknya.
"Tentu saja Tuan." Guru Besar menangkupkan kedua tangan.
"Hmm, sebenarnya tujuan kedatangan ku di sini, ada kaitannya dengan permasalahan yang di bahas dalam rapat ini!"
Zhang Ziyi menjelaskan tentang tujuan serta rencananya dengan Roh Dewa Kematian untuk memindahkan kelompok Topeng Darah Hantu pada Dunia Dimensi Dewa Kematian.
Zhang Ziyi mengakhiri penjelasannya. Membiarkan Guru Besar serta orang-orang penting yang hadir di sana untuk berpikir sejenak.
"Hmm, Dunia Dimensi Dewa Kematian yah!" ucap salah satu dari tetua.
"Aku bisa memperlihatkannya pada kalian."
Zhang Ziyi menciptakan portal yang menghubungkan dengan Dunia Dimensi Dewa Kematian.
Guru Besar dan orang-orang penting di aula itu tidak perlu memasuki portal untuk memeriksanya. Namun cukup dengan melihat bagaimana atau apa yang ada di balik portal tersebut dari tempat duduk mereka masing-masing.
"Aku yakin kalian tidak akan melupakan nuansa yang ada pada dunia itu!" ucap Zhang Ziyi.
Tidak ada yang membantah, ataupun menyanggah. Memang mereka begitu familiar dengan suasana di dalam dunia itu.
Portal kini telah menghilang.
"Tidak di ragukan lagi. Ini memang benar-benar Dunia Dimensi Dewa Kematian."
"Dengan kembalinya Dunia Dimensi Dewa Kematian ini, secara tidak langsung telah memberikan kode kepada kita bahwa Dewa Kematian telah di bunuh oleh Tuan kita ini!" ucap Guru Besar.
"Benar Guru Besar. Aku telah berhasil membunuhnya. Seperti tujuan awal, bahwa aku akan membawa semua anggota Topeng Darah Hantu untuk kembali bekerja di Dunia tersebut. Bagaimana menurut Guru Besar?"
__ADS_1
"Jangan tanyakan bagaimana menurut pendapat ku! Tentu saja aku akan sangat senang menerima dan menyetujuinya. Kembali bekerja di Dunia Dewa Kematian adalah tujuan kami sejak lama."
"Baik... Sebelum itu aku ingin memperkenalkan seseorang kepada kalian!"
Tanda tanya kembali menghampiri para petinggi atau orang-orang penting yang ada di aula. Termasuk dengan Guru Besar sendiri.
Ruang aula kini di kuasai oleh aura yang begitu mendominasi. Menekan mereka semua yang ada di sana. Tak terkecuali Guru Besar yang notabenenya memiliki kekuatan di atas para petinggi Topeng Darah Hantu. Ini juga memberikan pertanda bahwa sosok yang akan muncul, di maksud Zhang Ziyi tadi memiliki kekuatan di luar batas kekuatannya mereka.
Kabut asap mengepul hebat. Membentuk sosok manusia roh.
Sontak terbelalak mata mereka semua yang ada di sana. Langsung sjaa menunduk dan memberikan hormat, pada sosok tersebut. Kalian bisa menebak dan mengetahuinya sebagai roh Dewa Kematian.
"Pemimpin!" ucap Guru Besar, dia telah berada dalam posisi hormat sejak tadi. Begitupun juga dengan para petinggi Topeng darah Hantu.
Di sisi lain, Roh Dewa Kematian hanya memasang sunggingan penuh arti dari dua sudut bibirnya.
"Terima kasih Nak!"
Meski penyampaiannya tidak sampai keluar dari mulut Roh Dewa Kematian, namun Zhang Ziyi masih bisa mendengarnya. Ini terjadi akibat insting yang dahulu sempat terikat antar keduanya.
"Umm!" Zhang Ziyi membalas dengan anggukan kecil.
***
Setelah rapat tersebut, Topeng Darah Hantu resmi di pindahkan di Dunia Dimensi Dewa Kematian keesokan harinya. Tidak ada yang tersisa bahkan bangunan-bangunan Topeng Darah Hantu pun telah berpindah semuanya di Dunia Dimensi Dewa Kematian.
Para anggota Topeng Darah Hantu pun telah melakukan aktivitasnya, sebagai pengawal Dewa Kematian, setelah semua pemindahan kediaman itu beres.
Di sini semua aktivitas yang di lakukan para anggota Topeng Darah Hantu dalam mengumpulkan roh-roh orang yang baru saja kehilangan nyawanya dapat terekam jelas di kepala Zhang Ziyi.
Mungkin sebagai dewa kematian, dia memiliki kuasa penuh atas apa yang di lakukan oleh para pasukannya itu dalam mengumpulkan Para Roh. Tidak ada satupun yang berhasil lolos dari pengawasannya.
"Bagaimana rasanya ketika semua apa yang di lakukan oleh para pengumpul roh itu terekam jelas di kepala mu?" tanya Roh Dewa Kematian sembari memasang sunggingan kecil.
"Agak aneh di awal-awal. Sebab aku tidak berada di tempat untuk menyaksikan langsung bagaimana proses pengumpulan para roh itu. Namun entah mengapa aku seperti ada di dekat mereka dan menyaksikan secara langsung."
"Hahaha, kamu harus terbiasa dengan itu."
***
Zhang Ziyi, Zhang Zhili, Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Yin, Zhang Bie, Shui Bing, serta Shui Shan saat ini tengah melesat dengan kecepatan tinggi. Seperti biasa menggunakan Laohu sebagai kendaraan.
__ADS_1
Arah terbang mereka saat ini yaitu, kembali ke tujuan awal. Hendak ke Tebing Tertinggi di Bukit Penghidupan, Tebing Matahari. Untuk mengikuti turnamen Antar Pewaris.
Tak ada lagi yang musti di khawatirkan. Terkait dengan status Zhang Ziyi yang telah berhasil menjadi pewaris Dewa Kematian seutuhnya. Sehingga dia bisa mendaftar dan menentukan posisi nya sebagai Dewa baru terkuat ke berapa dalam turnamen ini.