
Api yang diciptakan oleh Zhang Ziyi berhasil membuat satu markas menjadi abu hitam.
Setelah memastikan tidak ada yang tersisa dari kelompok tersebut, dia pun berinsiatif untuk pergi dari markas kelompok tersebut.
"Dengan begini, Kekaisaran Langit sementara tidak memiliki gangguan!" gumam Zhang Ziyi pelan pada dirinya sendiri.
Lalu di mengeluarkan Laohu dari alam jiwanya. Menaiki punggung Siluman Dewa Harimau tersebut, mereka pun langsung menghilang hanya dengan sekejap. Bahkan baru satu kepakkan sayap saja dari Laohu telah membuat dirinya berada ribuan mil jauhnya.
***
Entah sudah berapa hari Zhang Ziyi melakukan perjalanan, dengan mengendarai Laohu. Namun sejauh ini, mereka belum juga sampai di tempat dimana portal dimensi penghubung Alam bawah berada.
Hingga akhirnya mereka sampai juga di satu wilayah yang dituju.
Tampak banyak sekali pulau yang terapung di wilayah sini.
Laohu terbang secara perlahan-lahan. Mengitari batu-batu terapung tersebut, hingga sampai ke batu terapung yang paling besar, mendarat di sana.
Zhang Ziyi turun dari punggung Laohu. Dia pun berjalan kaki, mengarah pada bangunan menyerupai sebuah gazebo yang berada tidak jauh darinya.
Jalan setapak yang dipenuhi akan pinggiran bunga-bunga terlihat berderet memanjang, seperti memberi jalan untuk Zhang Ziyi lewat.
__ADS_1
Whush....
Niao tiba-tiba keluar dari alam Jiwa Zhang Ziyi. ini sendiri terjadi karena Raja para Siluman itu yang bersikeras untuk keluar dari alam Jiwa Zhang Ziyi, sehingga tuannya tersebut juga memberi keringanan baginya untuk keluar.
Memang dalam perjalanannya kali ini Zhang Ziyi hanya membawa Laohu dan Niao serta pedangnya saja. Selain daripada itu, tidak ada lagi yang dia bawa.
Niao dan Laohu saat ini telah mengambil wujud dua orang manusia remaja. Mereka berjalan mengekori Zhang Ziyi.
"Hmm, Tuan yakin, tempatnya memang di sini? Tapi mengapa aku tidak merasakan keberadaan sebuah portal penghubung di sini?" ucap Laohu.
"Kita bahkan baru saja sampai, tapi kau sudah mengeluh seperti kita sudah menjelajahi wilayah ini selama beberapa kali... Apakah kau meragukan tuan kita?" sinis Niao.
"Makanya,"
"Huh!" Laohu hanya membuang muka menanggapi itu.
Berjalan, mereka terus mengikuti jalanan setapak tersebut. Ketiga orang itu juga telah melewati gazebo tadi.
Selang beberapa menit berjalan, tidak sengaja mereka menemukan seorang kakek tua yang tengah mengambil air pada sebuah sumur.
Sumur tersebut terletak tepat di tengah-tengah wilayah itu.
__ADS_1
"Uhuk.... Uhuk...!" Si Kakek terbatuk-batuk, merasakan kehadiran beberapa orang mendekat ke arahnya, kakek tersebut lantas menengok dan memanggil mereka.
"Nak... Nak. .. Sini!" panggilnya dengan suara parau.
Zhang Ziyi serta dua orang bawahnya langsung menghampiri kakek tua tersebut.
"Bisakah kalian menolong ku?" ucap kakek tersebut yang langsung meminta bantuan terhadap Zhang Ziyi, Laohu dan Niao.
Tentu saja bagi ketiga orang itu sukar untuk mempercayai orang yang baru mereka temui itu. Sebab orang baru bisa jadi adalah orang yang berniat buruk terhadap mereka.
Meski demikian, Zhang Ziyi serta dua bawahannya tetap berjalan menghampiri kakek tersebut. Dengan wajah tenang, namun tidak mengurangi kewaspadaan mereka.
"Ada apa? Apa yang bisa kami bantu?" tanya Xiao Wang dengan ekspresi datar.
"Hmm, aku tau maksud dan tujuan kalian datang kemari! Pasti untuk mencari dan mengaktifkan portal penghubung dunia bawah, bukan?" ucap kakek tua tersebut dengan suara yang masih sama parahnya.
"Darimana kau tau?" tanya Laohu dengan intonasi ditekan sedikit di bagian akhir kalimatnya.
"Aku bisa menunjukkan kalian jalannya. Tapi sebelum itu, kalian harus membantu aku terlebih dahulu!"
Bukannya membantu, kakek ini malah bernegosiasi.
__ADS_1