Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 228 ~ Pertarungan


__ADS_3

Mu Ai menoleh ke arah Zhang Ziyi dengan memasang seringai sinis penuh provokasi. Zhang Ziyi bukannya tidak mengetahui itu, namun dia memilih untuk mengacuhkannya.


Zhang Lan serta Zhang Meng sementara di bawa oleh beberapa orang tim medis untuk segera di beri pertolongan pertama. .


"Sekarang giliran aku." Zhang Yin menghela napas panjang.


"Berhati-hatilah!" pesan Zhang Ziyi. Dia mengetahui bahwa lawan Zhang Yin merupakan lawan yang tidak main-main. Mungkin Zhang Yin harus menggunakan semua kemampuannya saat di pertarungan nanti.


Zhang Yin melompat ke tengah panggung. Setelah dirinya seorang wanita juga ikut maju ke atas arena. Wanita itu sendiri memiliki postur tubuh lentur juga seksi. Merupakan Seorang pewaris dari Dewi Ular.


"Hahaha, aku sangat tidak berharap bisa melawan dua Dewi cantik sekaligus dalam pertandingan ini." Seorang lelaki tiba-tiba saja tertawa, dari bangku penonton melompat tinggi dan mendarat beberapa meter dari Zhang Yin serta Dewi Ular. Dia adalah Qin Chen. Seorang yang di gadang-gadang sebagai calon Kaisar Langit selanjutnya.


"Kamu terlalu banyak omong! Aku jadi tidak sabar untuk melelehkan kamu dengan bisa–ku ini!" ucap Dewi Ular.


"Heeh, cantik... jangan terlalu galak terhadap ku!" ucapnya dengan nada menggoda, namun sejurus kemudian, dia memasang wajah datar nan tegas.


"Kalian siap? Pertandingan dimulai!" ucap MC tiba-tiba saat melihat para peserta telah berada di atas panggung arena.


Whush!


Whush!


Zhang Yin, serta Dewi Ular sama-sama melesat dengan kecepatan tinggi. Menuju satu arah dimana Qin Chen berdiri.


Tapak mereka saling bertemu. Qin Chen dengan dua tangan yang direntang ke dua arah berbeda, menahan tapak kedua wanita tersebut.


Swoosshh!


Lingkaran energi tercipta, menyebar luas lalu menghilang menyatu dengan angin. Tapak mereka masih bertemu untuk beberapa saat.


Qin Chen menolak tangan kedua gadis itu, membuat mereka sama-sama terpental ke belakang.


Langsung saja Zhang Yin dan Dewi Ular kembali melesat ke arah Qin Chen.


Meskipun bermusuhan, namun tampaknya Zhang Yin serta Dewi ular begitu bekerja sama dalam melumpuhkannya.


Gelombang air tiba-tiba saja tercipta di atas panggung. Dua buah lumba-lumba juga terlihat di atas gelombang air tersebut. Zhang Yin yang tengah melayang di udara, segera mengarahkan gelombang tersebut ke arah Qin Chen. Dua buah lumba-lumba itu sendiri juga datang, berenang dengan kecepatan tinggi menuju arah Qin Chen.


Bumm!

__ADS_1


Qin Chen tidak berniat untuk menghindar. Dia dengan santai menyambut gelombang tersebut. Tekanan yang ditimbulkan sangat besar, hingga membuat panggung arena tergetar hebat.


Selang beberapa saat, panggung arena pertandingan telah penuh akan air. Terlihat juga beberapa naga air yang muncul timbul dari dalam lautan air tersebut. Mereka semua bergerak ke satu arah, dimana tempat Dewi Ular dan Qin Chen tenggelam. Menyerang kedua orang itu dalam domain Zhang Yin.


Beberapa saat, terlihat Dewi Ular yang muncul dengan wujud setengah ularnya. Tampak marah. Dia melepaskan bisa dari mulutnya ke arah Zhang Yin.


Zhang Yin segera menghindar dengan terbang ke samping. Namun bisa dari Dewi ular kembali datang mengejarnya.


Zhang Yin menghindar sembari bergerak ke arah Dewi Ular. Dia juga telah menyiapkan serangan kuat yang akan di arahkan pada Dewi Ular.


Hiyyaak!


Nyaris serangan Zhang Yin bergerak lurus dan menghantam wajah Dewi Ular. Namun segera terhenti kala kilauan cahaya emas keluar dari lautan air di bawah sana.


Brussstt!


Air-air itu menyebar ke berbagai arah, keluar panggung dan mengenai mereka yang menonton. Beberapa dari penonton langsung menggunakan tameng untuk menghalau air itu membasahi mereka.


Zhang Yin segera mengambil sikap awas. Begitupun juga dengan Dewi Ular.


Terlihat di bawah sana, Qin Chen yang telah bersiap untuk melakukan serangan. Tubuhnya dikelilingi oleh Aura emas, menyebar dalam beberapa detik setelahnya dia menghilang begitu saja.


Beralih pada Zhang Yin. Qin Chen muncul di belakang gadis itu. Melancarkan serangan yang sama seperti yang dilakukan pada dewi ular. Zhang Yin menguatkan instingnya, dengan segera menciptakan perisai air di belakangnya.


BUKK!


Krrkkk!


Perisai air tersebut hancur begitu saja kala di hantam oleh tinju dari Qin Chen. Zhang Yin sendiri tidak sempat menghindar sebelum terpental jauh menabrak bangku penonton.


Suasana hening sejenak. Sebagian besar penonton menebak yang akan terjadi, mengingat sifat Qin Chen yang sangat keras. Namun tetap saja saat melihat langsung Bagaimana aksi Qin Chen dalam melakukan serangan kepada dua gadis tersebut, merasa ngeri.


Apalagi tidak terlihat sedikitpun rasa bersalah pada Qin Chen.


"Baik, pertandingan berakhir dan pemenangnya adalah Qin Chen!" Seorang MC berseru lantang.


Qin Chen keluar arena dengan wajah datarnya.


"Pria sialan itu. Tidak bisakah dia bersikap baik terhadap seorang wanita? Awas saja, saat aku mendapatinya nanti. Akan langsung ku bunuh dia!" Geram Zhang Bie.

__ADS_1


"Hmm, apakah kamu yakin bisa mengalahkannya? Bahkan Zhang Yin yang memiliki kekuatan di atas mu saja sampai dibuat tak berdaya dalam sekali tinjunya. Bagaimana denganmu?" Shui Shan membalas perkataan Zhang Bie tadi.


"Bukan aku, melainkan kak Ziyi."


***


Setelah tim medis mengamankan Zhang Yin serta Dewi Ular, kembali MC mengumumkan kepada kontestan tersisa untuk maju bertanding.


"Pemain dengan batu warna Kuning, silahkan memasuki arena!"


Zhang Ziyi melihat batu yang ada di tangan kanannya. Itu adalah warna kuning.


"Sekarang giliran ku!" ucap Zhang Ziyi pada empat rekannya.


"Kak Ziyi, kamu tidak bisa untuk kalah di babak ini. Kalaupun kami kalah, maka kak Ziyi harus membalaskan kekalahan kami," pesan Zhang Bie.


"Umm!"


Mengangguk sejenak, setelahnya Zhang Ziyi melompat memasuki arena.


Dua lawannya pun telah muncul di sana.


"Baik, mulai!" MC mempersilahkan mereka untuk memulai bertarung.


Zhang Ziyi tidak berniat maju, membiarkan kedua orang itu memulai pertarungan.


Salah seorang lawan Zhang Ziyi yang memiliki tubuh sedikit membuntal, mulai menyerang. Mengeluarkan dua buah roda yang berputar begitu cepat. Setelahnya mengarahkan dua buah roda itu ke arah berbeda.


Roda tersebut begitu cepat sampai di tempat Zhang Ziyi. Berniat menghindarinya, namun tak disangka roda itu memecah diri menjadi empat bagian. Zhang Ziyi mengambil jalan dengan menggunakan langkah bayang bayang untuk menghindari empat buah roda tersebut.


Beberapa roda juga di tepis Zhang Ziyi menggunakan pedang Naga Langit.


Di sisi lain, lawan yang satunya mengeluarkan sayap besi. Menutupi tubuhnya dengan sayap besi tersebut, sehingga roda-roda tadi tidak berhasil melukainya.


Berlangsung selama satu menit, orang yang memiliki sayap besi itu bergerak. Mengibaskan sayapnya, membuat roda-roda itu terpental. Dengan kecepatan ektrem, dia menghilang.


Zhang Ziyi berhasil menepis semua roda-roda yang menyerangnya tanpa henti. Namun kembali s erangan datang dari arah tak terduga.


Sayap emas yang tajamnya melebihi bilah pedang yang di asah ribuan tahun datang menargetkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2