Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 46 ~ Bunuh


__ADS_3

Zhang Ziyi saat ini masih berada di dalam penjara bawah tanah, setelah sebelumnya memerintahkan Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Lan, serta Zhang Meng untuk meninggalkan penjara bawah tanah lebih dulu.


Di hadapan Zhang Ziyi, beberapa penjaga penjara bawah tanah tengah berlari menuju ke arahnya. Pedang Naga langit segera ia keluarkan dari cincin ruang, setelahnya, pemuda itu juga maju ke arah mereka.


Pertarungan berat sebelah tercipta kala itu juga. Menghadapi puluhan penjaga yang dengan kultivasi Ranah Langit semuanya, tak membuat Zhang Ziyi kesulitan sedikitpun. Pasalnya, selain lorong yang sempit, juga tubuhnya yang kecil, sehingga tidak sulit bagi Zhang Ziyi untuk melawan puluhan orang itu.


Apalagi, para penjaga yang tampak begitu berdempetan, sehingga mereka tidak bisa mengeroyok Zhang Ziyi. Juga mereka tidak begitu leluasa dalam melayangkan pedang. Mereka yang berada di belakang hanya bisa mengantri, sementara penjaga yang berada di depan sibuk bertarung dengan Zhang Ziyi.


Zhang Ziyi melibaskan pedang ke arah penjaga-penjaga yang ada di depannya. Tak membiarkan mereka melangkah melewati dia dan mengelilingi dirinya. Skill Eagle Eye juga skill Langkah bayang pun telah ia aktifkan. Sehingga gerakannya pun kian cepat.


Slash!


Slash!


Slash!


Tiga orang telah berhasil terpotong oleh tajamnya pedang Naga Langit. Zhang Ziyi sendiri tak berhenti sampai di situ. Kembali ia menebas cepat pedang Naga langit.


Slash!


Slash!


"...."


Satu per satu penjaga Mati di tangan Zhang Ziyi. Bahkan pemuda itu saat ini telah bermandikan darah. Bukan darah milik–nya, lebih tepatnya darah yang terciprat dari para penjaga yang berhasil di potong Zhang Ziyi.

__ADS_1


Langkah Zhang Ziyi kian maju seiring dengan tumbangnya satu per satu penjaga yang ada di depan. Bahkan mereka yang posisinya di tengah pun mulai merasa ketakutan melihat teman-temannya yang di depan, mati semua dengan keadaan mengenaskan.


Berniat mundur pun tak mungkin mereka lakukan. Pasalnya orang yang berdempetan di belakang terlalu banyak, dan mereka tidak mengetahui akan bagaimana nasib teman mereka yang di depan. Sehingga mereka yang dibelakang tetap di tempat sembari sesekali mendorong teman mereka yang di depan, guna mendapat bagian mencincang tubuh Zhang Ziyi.


Tidak ada jalan lain, selain menunggu tiba giliran mereka. Penjaga yang di posisinya di tengah harus bersiap mengambil resiko, apa pun itu. Entah mati ataukah hidup.


Waktu kian cepat berlalu, semakin banyak yang di bunuh Zhang Ziyi, semakin banyak pula penjaga yang berdatangan. Kini lorong yang sebelumnya di lalui Zhang Ziyi serta keempat temannya tersebut untuk kabur, saat ini telah di penuhi oleh jasad dengan berbagai macam bentuk.


Entah itu kaki, kepala, lengan juga anggota tubuh yang lainnya tampak tergeletak terpisah-pisah di lantai sangking tajamnya pedang Naga Langit.


Sepanjang dinding lorong tersebut juga kini di penuhi oleh darah di setiap sisinya. Hingga dalam beberapa waktu, tempat tersebut yang semula bau tanah, kini berganti malah menjadi bau darah.


Zhang Ziyi terus saja membantai para penjaga penjara bawah tanah itu. Untuk beberapa waktu, dirinya mulai merasakan tangannya yang kebas. Entah sudah berapa lama Zhang Ziyi membunuh para anggota klan utama Zhang tanpa henti, yang seolah mereka tidak ada habisnya.


Namun sialnya, para penjaga itu seakan tak mau membiarkan Zhang Ziyi mengambil nafas begitu saja. Kala melihat Zhang Ziyi yang berusaha mengambil jarak, mereka dengan cepat berlari mengejar Zhang Ziyi. Meski mereka tahu bahwa mereka hanya akan memberikan nyawa mereka untuk di pisahkan dengan raga oleh pedang Naga Langit. Namun entah mengapa, mereka seperti kesetanan sehingga para penjaga itu tak mempedulikan nyawa mereka.


"Sial, kenapa mereka begitu keras kepala seperti ini? Bahkan banyaknya kawan mereka yang mati tepat di depan mata, namun tak kunjung rasa gentar menghampiri mereka."


Zhang Ziyi tidak sempat mengambil jarak, terpaksa pemuda itu harus kembali meladeni mereka. Kali ini Zhang Ziyi berniat mempercepat tempo serangannya.


Gerakan Zhang Ziyi semakin lincah. Pedang yang ada di cengkraman tangannya nampak semakin tajam seiring dengan berjalannya waktu. Bahkan tanpa dialiri dengan energi Qi pun, satu penjaga langsung tewas dengan sekali potong.


Memilih untuk mengakhiri dengan cepat, Zhang Ziyi kemudian menggunakan teknik Pedang Naga Langit. Gerakannya bertambah cepat dua kali lipat.


Para penjaga yang berada di depan tak mampu lagi mengikuti gerakan Zhang Ziyi. Mengambil sikap waspada pun tak sempat mereka lakukan, pasalnya kecepatan anak itu begitu gila dan diluar nalar. Bahkan dalam sedetik, sepuluh orang telah berhasil Zhang Ziyi potong.

__ADS_1


Zhang Ziyi menghentikan aksinya Sejenak. Nafasnya mulai ngos-ngosan. Keringat pun mulai membanjiri tubuhnya. Tangannya mulai kebas, pedang Naga langit di genggamannya yang semula ringan kini mulai terasa memberat.


Memperhatikan orang-orang yang ada di hadapannya ini. Nampak beberapa orang yang baru saja muncul dengan kultivasi sedikit lebih tinggi dari sebelumnya. Kultivasi beberapa orang itu sendiri berada di Ranah Langit tahap 3-4. Zhang Ziyi yakin, tidak lama lagi, bukan hanya kultivator ranah Langit tahap 3-4 ini yang datang, mungkin saja tidak lama lagi kultivator yang lebih tinggi akan segera tiba.


Zhang Ziyi segera mengeluarkan pil tingkat bumi dari cincin ruang dan langsung menelannya sebelum para penjaga itu kembali mendatanginya.


Benar saja, para penjaga itu kembali berlari ke arahnya. Terpaksa Zhang Ziyi juga harus mengangkat pedang dan meladeni mereka.


Jika sebelumnya dia bisa membunuh dua sampai tiga orang dalam sekali tebasan pedang, namun kali ini, Zhang Ziyi tampak telah sedikit kesusahan. Juga jika sebelumnya Zhang Ziyi bisa membunuh puluhan orang dalam waktu satu detik, kali ini Zhang Ziyi membutuhkan waktu 1 detik tersebut untuk membunuh 2-3 orang. Itupun dia harus mengorbankan tenaga yang tidak sedikit untuk melayangkan pedang dengan keras.


Slash!


Slash!


Slash!


Baik kepala, maupun anggota tubuh yang lainnya terpotong begitu saja. Bersamaan dengan itu, nyawa juga ikut terpotong dan memisahkan diri dari raga.


"Haah! ... Haah!" Zhang Ziyi mulai merasa ngos-ngosan.


Sering dengan tangan yang menggerakkan pedang untuk menebas, nafas Zhang Ziyi pun juga ikut turun naik tak beraturan.


"Sial, kenapa mereka ini seperti tidak ada habisnya!" Untuk kesekian kalinya Zhang Ziyi mengeluh.


Bagaimana tidak, anggota klan utama Zhang ini terus saja berdatangan. Hal itu pula lah yang membuat Zhang Ziyi kesal sekaligus khawatir. Kalau seandainya kultivasinya memadai, mungkin dia dengan senang hati meladeni mereka hingga berjam-jam. Namun saat ini, kultivasinya begitu rendah juga memungkinkan staminanya terkuras begitu cepat.

__ADS_1


__ADS_2