Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 79 ~ Pertarungan


__ADS_3

~Arena Pertandingan Sekte Tujuh Elemen~


"Senior, seperti perjanjian sebelumnya. Kalau aku menang, maka senior akan memaafkan aku, dan kami di izinkan untuk masuk di sini!" Zhang Ziyi kembali mengucapkan perjanjian yang dahulu sempat dia buat.


"Hoho– Salut dengan kepercayaan dirimu... Baik! Jika kau menang, sesuai perkataan–mu tadi, aku akan mengizinkan kalian untuk masuk di sekte Tujuh Elemen, namun sebaliknya jika aku menang maka kau bersama dengan teman-teman mu akan menjadi budak ku selama satu tahun sebelum meninggalkan sekte!" Pria yang mengenakan setelan hijau, yang merupakan ketua divisi elemen tumbuhan itu berkata lantang. Seolah-olah dia memang sengaja memperkeras suaranya agar di dengar oleh banyaknya orang yang ada di sana.


Pria itu sendiri bernama Han Yue.


"Bocah, sejujurnya, aku malu berhadapan dengan anak kecil sepertimu. Di mana harga diriku sebagai ketua divisi yang begitu terhormat di sekte Tujuh Elemen ini saat ini tengah di pertaruhkan!" Han Yue kembali berbicara. "Karena kau masih kecil, maka aku akan memberimu sedikit kemudahan. Aku akan mengurangi sekitar 30 persen dari kekuatan asliku."


"Senior, apakah senior yakin akan menurunkan hingga tujuh puluh persen? Bukan kah itu terlalu berlebihan?"


"Cih. Aku tak perlu menggunakan kekuatan lebih untuk berhadapan dengan bocah ingusan sepertimu!" Han Yue membalas perkataan Zhang Ziyi. Sejujurnya, meski pembawaannya yang tenang juga terkesan merendahkan Zhang Ziyi, namun dalam hati pria itu tengah memasang waspada tingkat tinggi.


Tebing batu di depan sekte menjadi pemberitahu baginya bahwa pemuda di hadapannya ini tidak se–sederhana seperti yang dia lihat.


"Oh iya senior. Karena aku belum terlalu mahir dalam hal melakukan perubahan unsur elemen, maka bolehlah senior memberi keringanan terhadap junior ini untuk tidak menggunakan perubahan unsur elemen saat melawanku nanti." Zhang Ziyi sengaja sedikit me–lantang–kan ucapannya. Karena dia yakin pria di depannya ini akan menyetujui permintaannya barusan. Mengingat pria itu yang terlalu menjunjung tinggi martabatnya.


"Cih, bocah ini! Bagaimana bisa aku bertarung tanpa menggunakan perubahan unsur elemen!" Pria tua itu berkata dalam hati.


"Bocah, kau yang memintanya bukan. Jangan salahkan aku apabila sedikit kasar terhadap mu."


Zhang Ziyi menanggapi perkataan Han Yue dengan sunggingan kecil. Juga perlahan dia menganggukkan kepala kecil.


"Oi, pak tua. Ingat, jangan terlalu berlebihan dalam memukulnya." Mo Lu, ketua divisi api sekaligus sebagai wasit dalam pertarungan keduanya mengingatkan Han Yue.


"Keu terlalu bawel, pak tua!"


"Ck!"


Ingin berdebat lebih jauh, namun Mo Lu memilih mengurungkan niatnya.


"Dari pada banyak membuang waktu, mari langsung saja kita mulai pertarungannya."


Setelah di persilahkan, baik Zhang Ziyi maupun Han Yue tidak ada yang mau bergerak lebih dulu. Keduanya fokus mengatur rencana saat menyerang.

__ADS_1


Zhang Ziyi memperhatikan Han Yue Sejenak. Menunggu pria tua itu memulai pertarungan, namun pria tersebut tetap bergeming. Bahkan kedua matanya terpejam untuk waktu yang lama.


Zhang Ziyi pun memutuskan untuk menyerang lebih dulu.


Lawannya kali ini adalah seorang kultivator ranah Dewa, jadi dia harus ekstra hati-hati juga mengeluarkan semua kemampuan nya.


Menutup mata sejenak, Zhang Ziyi mencoba untuk menggunakan fokus tingkat tinggi. Beberapa detik terlewat begitu lambat. Setelahnya dia membuka kembali kedua matanya.


Pupil mata yang semula berwarna hitam, kini berganti warna menjadi biru sepenuhnya.


Zhang Ziyi mengaktifkan Skill Mata Dewa juga skill Langkah bayang. Baru setelahnya dia melesat dengan kecepatan diluar nalar.


Pergerakan yang begitu cepat itu sontak membuat takjub semua orang yang ada di sana. Kultivasinya yang di ranah Langit tahap 9, namun pemuda tersebut memiliki kecepatan yang menyamai dengan kultivator Ranah Dewa.


Trang!


Dua pedang saling bertemu. Baik Zhang Ziyi, maupun Han Yue saling berpandangan sejenak.


"Kau cukup cepat anak muda. Sayangnya, untuk melawanku, kau harus lebih cepat tiga kali lipat dari ini," ucap Han Yue.


"Kalau begitu, bersiaplah untuk menjadi budakku!" Han Yue mendorong pedang Zhang Ziyi menggunakan pedangnya. Setelahnya langsung melibaskan pedang secara horizontal.


Energi berwarna hijau tercipta sesaat, seiring dengan laju pedang Han Yue.


Zhang Ziyi sendiri setelah termundur langsung menjatuhkan tubuhnya ke belakang, akan tetapi badannya tetap melayang dengan kedua kaki masih bertumpu di tanah.


Pertarungan seru, namun cukup seimbang itu sukses membuat penonton tertegun. Bagaimana tidak, seorang anak kecil yang umurnya masih belasan tahun, sudah bisa meladeni ketua divisi Han Yue. Bahkan pertarungan nampak terlihat imbang.


Beberapa saat bertukar serang, mereka akhirnya mengambil jarak. Sama-sama termundur ke belakang setelah sebelumnya saling melepaskan serangan ke arah lawan.


"Cih, anak ini! Ternyata tampang polos seseorang tidak mencerminkan seberapa polosnya dia," gumam Han Yue.


"Bocah, sebelum aku melanjutkan pertarungan, ku sarankan terhadap mu, untuk menyerah–lah. Aku tidak ingin melukai seseorang anak kecil." Menatap lurus ke arah Zhang Ziyi. Pria itu bisa melihat bahwa Zhang Ziyi yang saat ini tengah berusaha mengatur tempo pernafasan yang kian memburu.


"Senior! Mengapa aku harus menyerah sementara aku juga belum memberikan kejutan terhadapmu!" Zhang Ziyi tanpa aba-aba langsung melesat cepat ke arah Han Yue.

__ADS_1


Pemuda itu mengangkat pedang ke atas, dan hendak menebas Han Yue secara Horizontal. Han Yue sendiri lantas mempersiapkan pedang untuk menangkis serangan yang akan di layangkan Zhang Ziyi itu.


Sayangnya, belum juga menebas, tubuh Zhang Ziyi telah berpindah tempat. Dan tepat di belakang Han Yue, pemuda itu melayangkan tebasan keras.


Sshh!


Lengan baju pria itu langsung robek. Beruntung refleks Han Yue cukup cekat, sehingga ia masih sempat menghindar sebelum lengannya terpotong. Namun goresan pedang yang panjang sempat Zhang Ziyi tinggalkan pada lengan pria itu.


"Sial! Berani sekali kau bocah!" Luka goresan itu cukup kecil, namun sukses membuat harga diri lelaki itu jatuh.


"Mau taruh di mana wajahku setelah ini. Seorang pria yang bahkan hampir terkenal di seluruh penjuru benua Naga ini, saat ini mendapat luka dari seorang anak kecil. Cih! Sangat memalukan...." batin Han Yue. "... Ini tidak bisa di biarkan! Kau harus membayarnya, bocah!"


Han Yue menyiapkan pedang, setelahnya langsung maju melesat ke arah Zhang Ziyi.


Tempo tarung yang berbeda dari sebelumnya. Dimana kali ini semakin gencar dan ganas. Tak ingin memberikan anak itu kesempatan untuk membalas serangan. Bahkan untuk sekedar mengambil napas pun enggan Han Yue berikan terhadap anak itu.


Dengan posisi yang kian terdesak, Zhang Ziyi mulai menampakkan ekspresi panik. Mencoba untuk bersikap tenang. Kedua pupil mata Zhang Ziyi yang berwarna biru bergerak cepat ke kanan dan ke kiri. Berusaha untuk tetap mengikuti arah laju pedang Han Yue. Takutnya sedikit saja lepas perhatiannya, maka pedang itu akan langsung memotong kepalanya.


Waktu yang semula melambat karena efek dari skill mata Elang, kini mulai terasa normal bagi Zhang Ziyi. Kecepatan pria ini begitu mengerikan. Bahkan hukum ruang dan waktu seperti tidak berlaku bagi pria ini.


Dengan gesit, Zhang Ziyi berusaha untuk menghindari setiap tebasan yang dilayangkan Han Yue ke arahnya. Pedang Naga Langit pun juga berusaha ia kontrol dengan baik untuk mengikuti pergerakan pedang Han Yue.


Trang!


Tring!


Trung!


"...."


Bersamaan dengan dentingan pedang yang terdengar mendengking di gendang telinga. Percikan api juga terlihat saat kedua pedang itu beradu. Bahkan dengkingan itu terdengar puluhan kali dalam satu detik.


Kedua pria yang terus saja berpindah dalam satu waktu, dengan kecepatan di luar nalar itu, mereka tampak begitu banyak di mata penonton yang menyaksikan keduanya bertarung.


-

__ADS_1


TBC~ :)


__ADS_2