
"Sudah ku duga, sebagai seorang pendiri suatu klan, bukan lah seorang yang bisa di kalahkan dengan mudah." Zhang Ziyi bergumam. Dia menatap Leluhur klan Zhang dengan tatapan penuh awas.
Leluhur Klan Zhang berjalan perlahan ke arah Zhang Ziyi. Dia tak berniat menyembunyikan auranya dan memilih memamerkannya.
"Anak kecil, kau terlalu percaya diri bisa mengalahkan ku! Aku hanya bermain-main saja tadi, dan sekarang biar ku tunjukkan padamu kekuatan dari seorang Dewa sebenarnya!"
Leluhur klan Zhang semakin melepaskan kekuatannya, seketika bencana terjadi. Seiring dengan lonjakan energi yang terus bertambah dari lelaki itu. Tornado berputar di seluruh belahan dunia. Air laut naik ke daratan menyebabkan tsunami. Gunung-gunung berapi meluapkan Lavanya. Tanah retak dan berakhir dengan terbelah. Dunia saat ini tak ubahnya seperti menghadapi kiamat sesungguhnya.
Tubuh lelaki itu melayang sendiri di udara. Berbalut energi berwarna merah, selang beberapa saat dia mulai berhenti melepaskan kekuatannya. Aura yang terpancar begitu mendominasi, bahkan Zhang Ziyi hampir saja terpengaruh oleh aura itu. Beruntung dia masih bisa mengendalikan dirinya.
Zhang Ziyi menetralkan suhu di sekitarnya,. Ya, aura itu terlalu besar sampai-sampai udara pun kian menipis karenanya. Zhang Ziyi mengambil tindakan dengan mengeluarkan aura dewa–nya.
"Ini tidak bisa di biarkan. Jika terus seperti ini, bisa-bisa dunia akan hancur," gumam Zhang Ziyi.
Dia terbang. Lalu berusaha menghentikan leluhur klan Zhang dengan serangan-serangannya. Beberapa serangan energi dia layangkan ke arah lelaki itu, namun belum sampai mengenainya, serangan energi itu malah berhenti sendiri, setelahnya berbalik menyerang Zhang Ziyi.
"Ibarat Array Ilusi, tubuh leluhur Klan Zhang ini juga demikian. Seperti di lindungi oleh dinding transparan yang memungkinkan serangan lawan terpantul dan balik menyerang si penyerang." Zhang Ziyi tampak berpikir.
"Kalau begitu, mari kita mencari titik lemahnya!"
Zhang Ziyi memejamkan mata sejenak, membukanya. Kini pupil matanya telah berganti menjadi biru bercampur emas.
Dia memperhatikan tubuh leluhur klan Zhang yang memang di lindungi oleh suatu dinding tembus pandang. Tak butuh waktu lama bagi Zhang Ziyi untuk menemukan titik lemah dari dinding transparan itu.
Tanpa menunda waktu Zhang Ziyi kemudian melepaskan serangan energi ke arah titik tergetnya.
Ledakan tercipta. Jika tadi setiap serangannya selalu di terpantul, maka kali ini dia berhasil melepaskan serangan yang tidak terpantul. Justru dinding itu langsung meledak seketika.
Leluhur Klan Zhang sendiri juga sampai dibuat sedikit terpental karenanya.
"Sial, kau masih bisa menemukannya ternyata. Aku terlalu meremehkan mu," ucap Leluhur Klan Zhang.
"Pak Tua, kau kuat namun memiliki otak tumpul. Jika berani, mari bertarung bersamaku di atas sana!"
Tanpa menunggu respons dari Leluhur Klan Zhang, Zhang Ziyi langsung melesat terbang cepat di ketinggian. Dia telah memperkirakan akan apa yang akan terjadi pada dunia di bawah sana apabila keduanya melangsungkan pertarungan di sini., Dunia itu pasti akan hancur. Mengingat keduanya saat ini telah memasuki kekuatan dewa.
__ADS_1
Benar seperti dugaannya. Leluhur Klan Zhang itu juga terbang mengikuti dirinya. Sejenak aksi kejar-kejaran terjadi. Zhang Ziyi semakin terbang, hingga dirinya sampai diluar bumi.
Di sini tidak ada oksigen, namun keduanya tidak kesusahan sedikit pun dalam bernapas.
"Baik, di sini aku rasa sudah cukup!" Zhang Ziyi berhenti. Ini bukanlah pemandangan pertama baginya melihat ribuan bintang-bintang serta planet tersebar banyak di berbagai tempat. Meski saat itu bukanlah nyata, tapi namun setidaknya suasananya sama seperti dirinya bertemu dengan leluhur Ras Centaurus tempo lalu.
Terlihat Leluhur klan Zhang yang juga berhenti tidak jauh dari Zhang Ziyi.
"Kau mengajakku ke sini, kau salah besar anak muda. Justru di tempat ini aku lebih leluasa dalam membunuhmu, hahaha!" Leluhur Kaln Zhang berkata dengan di selingi tawa renyah.
"Hoi, justru aku yang seharusnya mengatakan itu. Jadi aku tak perlu ragu lagi untuk melepaskan kekuatanku di sini."
Zhang Ziyi langsung melepaskan kekuatannya. Aura emas mengelilingi tubuhnya, rambutnya yang panjang terangkat di udara, matanya kini terkobar energi berwarna emas, sama seperti leluhur Kaln Zhang. Wajahnya memancarkan cahaya. Sejenak, dia nampak seperti seorang dewa.
Bentrokan aura terjadi di tengah-tengah Zhang Ziyi serta leluhur klan Zhang. Setelahnya keduanya yang langsung menerjang ke arah lawan.
Sama-sama kuat. Meski berbeda dua tingkat namun tidak menjadi masalah bagi Zhang ziyi. Dia tetap bisa mengimbangi leluhur klan Zhang.
Whush!
Whush!
Dua buah serangan energi tercipta dan melesat ke arah lawan. Bertemu di tengah dan meledak seketika.
Energi pedang berbentuk Naga emas terbang mengelilingi Zhang Ziyi. Setelahnya dia langsung mengarahkan naga itu ke arah leluhur Klan Zhang.
Tak ingin tinggal diam. Leluhur klan Zhang juga melepaskan serangan energi berbentuk burung hantu yang sangat besar.
Kedua energi binatang legendaris itu bertarung di atas sana. Tak ada yang kalah dan mengalah. Begitupun juga dengan leluhur klan Zhang serta Zhang Ziyi, mereka juga bertarung di bawah.
Benturan energi kian menggema di ruang itu. Di imbangi oleh kecepatan gerak yang begitu di luar nalar. Hingga keduanya bagaikan komet yang berpindah-pindah dari tempat satu ke tempat yang lainnya.
Baamm!!
Baamm!!
__ADS_1
Baamm!!
Beberapa kali ledakan terdengar. Bahkan hampir seratus kali keduanya melepaskan serangan energi ke arah lawan dalam beberapa menit saja.
Zhang Ziyi mencoba untuk menciptakan sesuatu yang baru setelah sebelumnya beberapa teknik andalannya selalu bisa di imbangi oleh teknik-teknik dari leluhur klan Zhang ini. Naga serta burung hantu telah hancur dua menit yang lalu.
Zhang Ziyi menarik napas sejenak. Terpikirkan ide gila di benaknya. Dia menyimpan Pedang naga langit di cincin ruangnya.
Cepat-cepat dia menciptakan energi api di tangan kiri serta energi air di tangan kanannya. Dua energi murni yang saling bertolak belakang atau berlawanan itu, dia berniat untuk menyatukan mereka. Meski ide itu terlampau gila, namun dia berpikir bahwa tidak ada salahnya untuk mencoba.
Tangan Zhang Ziyi yang berisikan dua energi berlawanan itu mulai ia satukan. Beberapa kali tangannya di tolak berlawanan arah. Tampaknya sangat susah untuk menyatukan kedua energi ini. Bahkan butuh suatu pengorbanan energi yang tak sedikit untuk menundukkan keduanya, hingga pada akhirnya Zhang Ziyi bisa menundukkan keduanya.
Kedua energi berlawanan arah itu akhirnya menyatu. Lonjakan kekuatan yang kian besar terpancar di dalamnya.
Leluhur Klan Zhang kini telah kembali menerjang. Dia juga melapisi pedangnya dengan energi berbentuk kepala burung hantu merah.
Tanpa pikir panjang, Zhang Ziyi langsung melempar energi tersebut ke arah leluhur Klan Zhang.
Whush!!
Srrrrkkkkk!
Kedua energi yang beradu terhenti di udara. Leluhur Klan Zhang berusaha sekuat tenaga untuk menekan pedangnya guna tidak terbang dan kalah oleh energi yang di lepaskan Zhang Ziyi ini.
Melihat keretakan pada pedangnya, leluhur Klan Zhang tidak tinggal diam. Dia mengaliri pedang tersebut dengan energi Qi yang tidak sedikit.
"Hiiyyahhh!!!"
Tidak tanggung-tanggung lagi dia dalam memberikan dukungan Qi pada pedangnya. Namun meski demikian, tetap saja dia tidak bisa untuk mengalahkan energi gabungan dari dua unsur elemen berlawanan itu.
Di sisi lain, Zhang Ziyi melihat energi yang tadi dia lepaskan kini telah menipis dan semakin menipis. Dia kemudian menteleportasikan tubuhnya ke arah belakang leluhur Klan Zhang.
"Sayang sekali, Pak Tua! Sebenarnya aku tidak ingin mengalahkan mu, akan tetapi karena kau yang mengundangku lebih dulu, maka aku juga tidak akan memberikan belas kasih terhadapmu," ucap Zhang Ziyi.
Leluhur klan Zhang begitu tersentak kala mendengar perkataan Zhang Ziyi tadi. Bahkan energinya tersisa sedikit setelah sebelumnya banyak dia habiskan untuk menahan serangan yang di lempar Zhang Ziyi tadi, namun kini dia telah di hadapkan pada masalah berikutnya.
__ADS_1