
"Master! Apa yang terjadi?"
Zhang Ziyi segera mendekati Zhang Zhili yang saat ini tengah terbaring dengan kesadaran masih terjaga.
Tempat yang digunakan Zhang Zhili untuk menyerap Ketiga bahan tingkat tinggi itu nampak telah hancur berantakan.
Zhang Ziyi mengeluarkan tiga buah pil tingkat tinggi. Memapah tubuh Zhang Zhili, lalu memasukan satu per satu pil tingkat tinggi ke dalam mulut Zhang Zhili. Juga Zhang Ziyi membantu Zhang Zhili dalam menyerap khasiat pil tersebut.
Setelah menyerap tiga buah pil pemberian Zhang Ziyi, Zhang Zhili mulai merasakan tubuhnya yang kembali bertenaga, setelah sebelumnya terasa begitu lemas.
"Terima kasih?"
"Umm!" Zhang Ziyi menanggapi ucapan terima kasih Zhang Zhili dengan anggukan kepala.
"Setelah menyerap tiga bahan tingkat tinggi tersebut, kini aku bisa menembus dinding pembatas yang selama ini menjadi penghalang untuk menerobos ranah Langit tahap 3. Hebatnya lagi, kini kultivasi-ku melejit naik hingga tiga tahap."
Zhang Zhili berucap dengan menampakkan senyum sumringah di bibirnya. Nampak jelas bahwa pria itu sedang merasa senang, kala kultivasinya telah berhasil ia naikan.
Sedari dulu Zhang Zhili berusaha untuk menerobos Ranah Langit tahap 3, namun baru kali ini ia berhasil melewati ranah Langit tahap 2. Dan bahkan satu kali terobosan langsung menembus tiga tahapan sekaligus.
Setelah melewati beberapa waktu, keduanya pun lantas bergegas, beranjak dari tempat itu, dan memilih langsung mengarah ke klan Zhang.
Berlari hingga beberapa saat, keduanya pun sampai di klan Zhang. Nampak beberapa orang yang bergerak berkelompok, hendak keluar dari klan. Dengan seorang lagi yang memimpin beberapa orang tersebut.
"Hendak kemana mereka?" tanya Zhang Ziyi. Dia sendiri sebenarnya juga penasaran melihat murid-murid tersebut yang seperti tampak terburu-buru.
"Entahlah! Tidak biasanya murid-murid klan berjalan berkelompok begitu banyak seperti itu. Kalaupun untuk menjalankan misi, biasanya hanya tiga sampai lima orang, tapi ini, bahkan lebih dari 10 orang!" gumam Zhang Zhili.
Zhang Ziyi serta Zhang Zhili yang tengah bersembunyi di balik dinding bangunan yang terbuat dari bambu tidak sengaja mendengar pembicaraan dua murid yang kebetulan lewat. Tampaknya, dua murid itu juga bagian dari kelompok tersebut, yang berjalan terakhir.
""Aku penasaran, apa motif murid master Zhili itu membunuh dua murid dari master Wei?''
"Kabarnya, dalang di balik pembunuhan oleh Murid Master Zhili itu adalah master Zhili sendiri. Dia yang merencanakan semua itu!"
"Hmm, Lantas, motif master Zhili merencanakan semua itu apa?"
"Entahlah, apakah karena master Zhili iri sama Master Wei, sehingga dia menyuruh murid-muridnya untuk membunuh murid dari master Wei... secara kan, master Zhili tidak bisa menerobos Ranah Langit tahap 3, berbeda halnya dengan master Wei yang saat ini menempati posisi kedua sebagai master terkuat."
"Bisa jadi!"
Kedua murid itu terus saja membicarakan masalah itu hingga mereka jauh, dan tak terlihat lagi.
Zhang Ziyi yang mendengar pembicaraan kedua murid itu, seketika merasakan dadanya yang panas. Hampir saja ia melompat dan menghajar kedua murid itu, namun dengan segera Zhang Zhili menenangkannya.
Zhang Zhili menggelengkan kepala pelan, memberi isyarat kepada Zhang Ziyi agar tidak melakukan tindak gegabah.
__ADS_1
Zhang Ziyi menurut. Mengingat tujuan mereka dari awal adalah untuk menyelamatkan Zhang Lan serta yang lainnya. Bukan malah untuk mencari ribut lalu ketahuan.
Zhang Zhili sendiri sebenarnya juga merasa panas. Dia tak menyangka akan apa yang di lakukan Zhang Wei. Begitu besar pengaruh pria itu, sampai-sampai hampir semua anggota klan mungkin telah membenci dirinya dan malah berpihak kepada Zhang Wei.
Memilih untuk kembali ke tujuan awal. Zhang Ziyi serta Zhang Zhili beranjak dari sana. Berlari melompati atap demi atap rumah. Tujuan awal kedua orang itu adalah menuju ke kediaman Master Zhili. Namun sesampainya di sana, tampak oleh keduanya beberapa orang yang tengah berjaga di beberapa sisi kediaman Master Zhili tersebut.
"Bagaimana ini, guru?" tanya Zhang Ziyi, meminta pendapat Zhang Zhili.
"Sebaiknya kita berbalik dan langsung menuju tahanan."
"Umm!"
Keduanya pun memutar haluan. Berlari hingga beberapa saat, Zhang Zhili serta Zhang Ziyi akhirnya sampai juga di tujuan. Sama seperti kediaman Master Zhili, di sana juga telah ramai oleh anggota klan yang memang ditugaskan untuk berjaga. Sialnya, penjagaan di penjara bawah tanah ini lebih ketat dari biasanya. Sehingga mereka agak kesusahan untuk menerobos.
"Guru, apakah ada jalan lain?"
Berpikir sejenak, Zhang Zhili mulai mengingat-ingat kembali jalur-jalur rahasia di klan Zhang ini.
"Ikut aku!" ucap Zhang Zhili kala telah mengingat sebuah jalur, yang sangat sedikit sekali anggota klan mengetahuinya.
Cukup lama tinggal di klan, selain itu pernah menjadi orang kepercayaan kepala klan Zhang, membuat Zhang Zhili mengetahui beberapa jalur rahasia, yang bahkan penatua serta master klan sekalipun sangat sedikit yang mengetahuinya.
"Kau masuklah di dalam, aku akan berjaga di sini! Jalan ini akan langsung menghubungkan–mu dengan kedalaman penjarah bawah tanah ini!" ucap Zhang Zhili menjelaskan kala mereka telah sampai di tempat yang menjadi jalan rahasia menuju penjara bawah tanah.
"Aku mengerti guru!"
Suasana kedalam lubang yang begitu gelap tak membuat pandangan Zhang Ziyi menggelap. Pasalnya, pemuda itu telah mengaktifkan skill Eagle Eye setelah memasuki lobang tersebut.
Cukup lama Zhang Ziyi berjalan menyusuri lubang tersebut, hingga pada akhirnya dia sampai juga pada ujung lubang. Zhang Ziyi segera menolak dinding batu yang ada di ujung lobang. Setelahnya, suasana yang gelap mulai diterangi oleh cahaya kuning yang merembes dari luar.
Zhang Ziyi segera keluar dalam lubang tersebut.
"Hmp!"
Langsung menahan napas Zhang Ziyi saat menyadari bahwa dua orang pria saat ini tengah berdiri tegak di hadapannya. Beruntung posisi kedua pria itu membelakangi Zhang Ziyi, sehingga pemuda itu tidak ketahuan sama sekali.
Zhang Ziyi menutup kembali lubang dengan hati-hati. Setelahnya, Zhang Ziyi mulai melumpuhkan dua pria tersebut dengan tanpa menimbulkan kebisingan.
Ruang penjara bawah tanah ini lumayan luas. Zhang Ziyi sendiri baru kali ini berada di tempat itu, sehingga dia tidak tahu dimana keberadaan Zhang Lan, serta yang lainnya dikurung.
Zhang Ziyi mulai menyusuri ruangan demi ruangan dalam penjara bawah tanah itu. pasalnya di sana tidak hanya satu dua ruangan saja, namun memiliki ruangan yang bahkan lebih dari sepuluh jumlahnya. Begitupun juga dengan lorong yang juga banyak.
Beberapa anggota klan yang memang bertugas untuk berjaga di sana mulai di lumpuhkan oleh Zhang Ziyi.
Setelah melewati beberapa waktu, Zhang Ziyi akhirnya menemukan keberadaaan Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Bie serta Zhang Yin.
__ADS_1
"Saudara Ziyi!" ucap Zhang Lan kala melihat Zhang Ziyi yang tengah bersembunyi di balik bayangan dinding. Pemuda itu sendiri nampak memperagakan suatu gerakan isyarat kepada mereka untuk tidak berisik.
Zhang Lan serta yang lainnya mengangguk.
Setelah melumpuhkan dua orang penjaga di sana, Zhang Ziyi kemudian melepas Zhang Lan serta yang lainnya.
"Saudara Ziyi, bagaimana kau bisa berada di sini?! Mengapa kau begitu nekat!" ucap Zhang Meng.
"Tak ada waktu untuk menjelaskan.. Ayo kita pergi dari sini!"
Zhang Ziyi langsung mengajak mereka untuk meninggalkan penjara tersebut.
Sialnya belum juga berjalan hingga sepuluh langkah, keberadaan mereka telah di ketahui oleh dua orang penjaga. Penjaga itu sendiri segera berteriak, memanggil kawanannya, lalu sama-sama berlarian ke arah Zhang Ziyi serta lima temannya.
"Sial!"
"Ke arah sini!"
kelima orang itu akhirnya berlari, menghindari kejaran para penjaga. Saat melewati sesuatu lorong bercabang, Zhang Ziyi serta empat orang lainnya tidak sengaja berpapasan dengan beberapa penjaga juga. Sontak saja mereka langsung berbelok arah, memasuki salah satu lorong.
Beberapa penjaga yang barusan di temui Zhang Ziyi serta empat temannya itu sendiri juga ikut mengejar mereka. Bergabung dengan rombongan penjaga pertama yang mengejar Zhang Ziyi serta empat temannya.
Selang beberapa saat berlari, Zhang Ziyi mulai menyadari bahwa mereka saat ini tengah menuju jalan rahasia yang sebelumnya.
Mulai berpikir sejenak, Zhang Ziyi kemudian mengambil keputusan.
"Kalian teruslah berlari ikuti lorong ini. Nanti di depan, kalian akan menemukan sebuah lobang. Masuki lobang tersebut dan kalian akan bertemu master Zhili di luar." ucap Zhang Ziyi.
Dia berniat menahan mereka sementara teman-temannya ia biarkan duluan. Pasalnya, jika mereka terus berlari tanpa ada yang menahan para penjaga, maka para penjaga itu akan mengetahui jalan rahasia tersebut.
"Bagaimana denganmu, saudara Ziyi?"
"Kalian jangan memikirkan aku, aku akan baik-baik saja... Tunggu aku di atas ya!"
Setelah mengucapkan kalimatnya, Zhang Ziyi kemudian menarik pedang dan bertarung melawan para penjaga. Sementara Zhang Yin, Zhang Lan, Zhang Meng serta Zhang Bie awalnya juga ingin membantu Zhang Ziyi. Namun mendengar perintah dari Zhang Ziyi yang menginginkan mereka untuk segera pergi, mereka pun tak ada pilihan selain lari kabur dari sana.
Berlari hingga beberapa meter, Zhang Lan, Zhang Yin, Zhang Bie, serta Zhang Meng menemukan sebuah dinding. Keemlat orang itu segera menyusuri tembok, mencari keberadaan jalan rahasia yang dimaksud Zhang ziyi. Setelah menemukannya, mereka pun langsung memasuki lobang tersebut.
Saat keluar, mereka menemukan Zhang Zhili berdiri tepat di samping lobang. Zhang Ziyi segera menyambut murid-muridnya itu. Namun ia langsung mengernyit kala tak menemukan keberadaan Zhang Ziyi
"Zhang Ziyi di mana?"
\=\=\=\=\=
Minta saran...
__ADS_1
Bantai apa gak nih??