Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 44 ~ Pulih


__ADS_3

Zhang Ziyi saat ini tengah melesat, melompati batang demi batang pohon. Mencari keberadaan Zhang Zhili. Cukup lama pemuda itu mencari, namun tak kunjung dia temukan keberadaan Zhang Zhili.


"Huuh... Kemana aku harus mencari Master?" gerutu Zhang Ziyi. Pemuda itu mulai merasa kesal karena tak menemukan keberadaan Zhang Zhili. Selain itu, Lelaki itu juga pergi tanpa mengirimkan suatu petunjuk pun, terkait arah mana dia akan tuju kepada murid-muridnya.


Berlari hingga beberapa jam. Zang ziyi tidak sengaja mendengar suara aliran air tidak jauh dari tempatnya berdiri. Zhang Ziyi pun memutuskan untuk melangkah ke arah sumber suara aliran air tersebut. Untuk sekedar mencuci muka dan minum di sana.


Tak butuh waktu lama bagi Zhang Ziyi untuk sampai di sebuah aliran air sungai. Sesampainya dia di sana, Zhang Ziyi menemukan seseorang yang dari tadi dia cari. Ya. Di pinggir air sungai, Zhang Ziyi dapat melihat Zhang Zhili di sana. Tanpa pikir panjang, Zhang Ziyi langsung bergerak ke arah gurunya itu.


"Salam Master!"


Zhang Zhili yang tengah menyatukan kedua tangan ke dalam air, berniat mengangkatnya dan meminum air yang berhasil tersangkut ke dalam tangannya tersebut. Namun belum juga air sampai di mulutnya, kedua tangannya malah terpisah kala mendengar suara seseorang yang memanggilnya. Sehingga air yang sebelumnya berhasil ia angkat terjatuh dan meresap ke dalam tanah.


Memutar kepala ke samping kiri, dapat Zhang Zhili lihat, seorang pemuda yang tak lain adalah Zhang Ziyi, berdiri Sembari sedikit membungkukkan badan memberi hormat.


"Zhang Ziyi?" Tersentak Zhang Zhili kala melihat muridnya itu berada di sampingnya. "Mengapa kau berada di tempat ini? Apakah kau kabur dari klan?" tanya Zhang Zhili memastikan.


"Ceritanya panjang dan cukup rumit, Master! Namun akan ku ceritakan padamu sekarang juga!" ucap Zhang Ziyi.


"Hmm, baiklah... Mari ikuti aku!" Zhang Zhili kemudian mengajak Zhang Ziyi ke tempat yang teduh. Pasalnya panasnya matahari siang membuat kepala serasa di panggang.


Setelah sampai di tempat yang teduh, Zhang Ziyi kemudian mulai menceritakan perihal kejadian sebelumnya. Perihal alasan Dia kabur dari klan dan mencari Zhang Zhili.


Cukup lama Zhang Ziyi bercerita. Raut wajah Master Zhili pun kian berubah-ubah, tergantung dari alur cerita Zhang Ziyi.


"Hmm, jadi begitu?!" ucap Zhang Zhili kala muridnya itu telah menyelesaikan ceritanya. Zhang Zhili mengetahui bahwa empat muridnya menjadi tahanan klan dari cerita Zhang Ziyi barusan. Dan itu membuat emosinya naik. Hampir saja tak terkontrol, beruntung otaknya masih bekerja dengan baik, sehingga Zhang Zhili segera tersadar dan mencoba untuk kembali tenang.


"Tak ku sangka, mereka akan bertindak hingga sejauh itu!" gumam Zhang Zhili.


"Oh ya... guru, tadinya aku berniat menolong Zhang Lan, Zhang Yin, Zhang Bie serta Zhang Meng... Namun mereka malah menyuruh aku pergi dan memberitahu guru untuk tidak kembali lagi ke klan... Apakah kau tahu maksudnya?" tanya Zhang Ziyi yang tak mengerti.

__ADS_1


Zhang Zhili menganggukkan kepala sejenak. Sebelumnya dia mengetahui bahwa Zhang Ziyi telah membunuh dua murid Zhang Wei. Namun dia menganggap itu hal yang biasa, karena ia mengetahui bagaimana kemampuan dari Zhang Ziyi ini. Dimana pemuda ini bisa berhadapan dengan kultivator dengan ranah yang lebih tinggi dari pemuda itu sendiri.


Namun yang membuat Zhang Zhili tidak menyangka dan hampir tak percaya adalah, cerita Zhang Ziyi mengenai bagaimana pertarungannya dengan Zhang Wei. Namun mengingat kembali bagaimana sepak terjang Zhang Ziyi saat berhadapan dengan rubah kegelapan di hutan Luori, membuat dirinya sedikit yakin. Juga Zhang Zhili mengetahui bahwa Zhang Ziyi ini memiliki senjata yang sangat tidak biasa.


"Aku tahu, Zhang Wei ini tipe orang yang bagaimana. Dia tidak akan melepaskan kita begitu saja... Kalau tebakanku tidak keliru, mungkin Zhang Wei akan menggunakan dua muridnya yang telah keu bunuh itu sebagai tumpuan untuk memfitnah kita. Juga mungkin dia akan melakukan berbagai macam cara untuk menghasut para penatua juga kepala klan untuk menangkap kita... Apalagi, Zhang Wei juga menginginkan pedang yang ada bersamamu itu, pastinya dia tidak akan diam sebelum pedang itu berhasil dia miliki!" Jelas Zhang Zhili panjang lebar.


Sebenarnya Zhang Zhili menyadari bukan hanya itu alasan Zhang Wei. Melainkan karena pria itu yang juga membencinya. Sehingga Zhang Wei akan melakukan berbagai macam cara untuk menyingkirkan dirinya.


Zhang Ziyi mengangguk. Kini dia mulai paham, maksud dari empat temannya itu menyuruhnya untuk pergi dari sana.


"Oh ya... Master, mengapa kau pergi meninggalkan klan kemarin?" tanya Zhang Ziyi karena penasaran akan maksud dari Zhang Zhili meninggalkan kediaman Master Zhili.


Zhang Zhili terdiam sejenak. Nampak berat baginya untuk menceritakan akan hal itu.


"Biar ku tebak... Master Zhili pasti pergi karena perkataan Zhang Lan kemarin bukan? Master Zhili tak perlu mengambil hati atas perkataan Zhang Lan Kemarin. Dia tidak bermaksud untuk meremehkan Master!"


Mendengar tebakan Zhang Ziyi barusan, Zhang Zhili hanya bisa tersenyum kecut. Sebenarnya tebakan Zhang Ziyi ini tidak sepenuhnya salah. Tujuan dia pergi meninggalkan kediamannya di klan adalah untuk mencari tanaman herbal, yang akan ia serap khasiatnya guna menaikan tingkat kultivasinya, yang sampai sekarang masih tersangkut di ranah Langit tahap 2.


"Maksud guru?" tanya Zhang Ziyi tak mengerti.


Zhang Zhili kemudian mulai menjelaskan kronologi terkait kultivasinya yang tak pernah meningkat dan tetap di ranah Langit tahap 2.


Karena suatu alasan, sehingga Zhang Zhili tidak bisa menerobos dinding penghalang antara ranah Langit tahap 2 dengan tahap selanjutnya. Untuk berhasil menerobos dinding penghalang itu sendiri, Zhang Zhili harus menyerap dua tanaman herbal berkualitas tinggi serta kristal roh tingkat tinggi.


Namun untuk mencari ketiga bahan tersebut tidaklah mudah. Selama tujuh tahun ini dia mencari, Zhang Zhili hanya bisa mengumpulkan dua bahan saja. Tinggal satu bahan yang bahkan nyaris tidak ada di alam Tengah ini.


"Memangnya, tanaman obat seperti apa yang paman butuhkan?"


"Ginseng darah Naga berusia 100 tahun. Kristal roh landak Api yang berusia 100 tahun. Dan yang terakhir adalah Semanggi berdaun giok." Zhang Zhili menghentikan ucapannya sejenak. "Aku telah menemukan Kristal Roh Landak Api dan Semanggi giok, namun yang satu lagi, yaitu Ginseng Darah Naga ... begitu sulit untuk mendapatkan tanaman herbal itu."

__ADS_1


Zhang Zhili nampak pasrah. Telah banyak wilayah ia datangi untuk mencari Ginseng Darah Naga, namun tak kunjung ia temukan tanaman herbal tersebut.


"Hmm, sepertinya aku memiliki tanaman yang guru maksud!" ucap Zhang Ziyi.


Zhang Zhili mengangkat pandangannya yang semula tertunduk, mengarahkan pandangan pada wajah Zhang Ziyi.


"Zhang Ziyi, jangan bercanda... tanaman herbal itu begitu mustahil untuk menemukannya."


Zhang Zhili sebenarnya juga berharap anak muridnya itu tidak sedang bercanda, namun mengingat kembali bahwa tanaman herbal tersebut begitu langkah di belahan dunia manapun, rasa-rasanya mustahil Zhang Ziyi memilikinya.


"Aku serius guru!" Zhang Ziyi kemudian mengeluarkan tanaman herbal yang dahulu sempat menarik perhatiannya kala masih berada dalam goa.


Ginseng berwarna merah cerah dengan aura merah darah terpancar di dalamnya. Aura yang begitu mendominasi.


Kontan saja, Zhang Zhili langsung melebarkan mulut serta matanya kala melihat benda yang melayang di telapak tangan Zhang Ziyi. Antara percaya dan tidak percaya.


"Apakah ini nyata?" Zhang Zhili berkata dengan intonasi tak percaya.


"Ini memang nyata, guru... dan bukan sebuah ilusi!" jelas Zhang Ziyi meyakinkan Zhang Zhili.


Zhang Ziyi kemudian menyerahkan Ginseng Darah Naga di tangannya kepada Zhang Zhili.


"Guru, Alangkah baiknya segera guru serap tiga buah bahan yang telah guru kumpulkan itu... Lebih cepat guru pulih, maka lebih cepat pula kita menolong Zhang Lan Serta yang lainnya!" ucap Zhang Ziyi.


"Kau benar... Setelah aku berhasil menerobos Ranah selanjutnya, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menolong empat orang temanmu."


Setelah melewati beberapa waktu, Zhang Zhili kemudian mencari tempat yang cukup tersembunyi. Sementara dia menyerap tiga khasiat ketiga bahan tersebut, dia juga meminta Zhang Ziyi untuk berjaga.


Selang beberapa saat Zhang Zhili menyerap tiga bahan tersebut, aura merah merembes keluar dari tubuhnya. Keringat mulai membasahi pelipis serta seluruh tubuhnya. Perutnya terasa panas untuk beberapa saat.

__ADS_1


Sekitar 3 jam waktu telah terlewatkan. Mendadak tubuh Zhang Zhili mengeluarkan suara ledakan yang begitu besar. Tidak hanya satu ledakan, melainkan tiga kali.


Zhang Ziyi yang tengah berjaga pun sampai dibuat terkejut oleh suara ledakan tersebut. Dia yang panik segera berlari ke arah dimana Zhang Zhili berada. Takutnya terjadi sesuatu pada gurunya.


__ADS_2