
Zhang Ziyi tidak menunggu mereka semua bereaksi setelah selesai mengalahkan wanita berzirah. Dengan cepat menghilang dan muncul di dekat Zhang Zhili serta yang lainnya.
Pedang Naga Langit yang dia jatuhkan tadi juga tiba-tiba saja menghilang dan telah dia simpan di dalam cincin ruang miliknya.
Whush!
Langsung menggunakan portal dimensi baru setelahnya menghilang bersama dengan Zhang Zhili serta yang lainnya.
Di sisi lain, Raja Kerajaan Shang terlambat bereaksi kala melihat Jenderal ke empatnya juga di kalahkan oleh pemuda tadi yang tidak lain adalah Zhang Ziyi. Kini dia juga kehilangan jejak keberadaan Pemuda bermata emas tersebut, bersamaan dengan menghilangnya rekan-rekannya.
"Kurang Ajar! Cepat cari mereka!!! Jangan biarkan mereka kabur begitu saja. Bawa kemari, hidup atau mati!" Titah Raja Shang. Suara yang menggema penuh akan kemarahan.
Orang-orang penting yang berada di sana, pun langsung beralih keluar dari sana. Mereka berniat juga untuk mencari keberadaan Zhang Ziyi serta rekan-rekannya. Dengan mengerahkan semua pasukan untuk menyebar ke segala pelosok kota, Raja Shang memerintahkan salah seorang prajurit untuk memerintahkan mereka yang berjaga di depan gerbang menutup pintu gerbang. Tak membiarkan seorang pun untuk keluar dari kota.
Setelah selesai memerintah, dia beranjak dari singgasana menuju suatu tempat. Keluar aula, dia di sambut oleh beberapa orang penjaga yang menjaga dirinya.
Raja Shang sampai di ruangan kamarnya. Tidak membiarkan penjaga memasuki kamar tersebut. Kedua pintu yang terbuka sedikit itu segera di tutup rapat. Setelahnya dia berjalan menuju tembok yang terletak di sudut ruangan. Menekan sebuah tombol, tembok tadi bergerak menggeser, memperlihatkan sebuah jalan rahasia. Tanpa pikir panjang, Raja Shang langsung memasuki ruangan tersebut.
***
Zhang Ziyi, Zhang Zhili, Zhang Meng, Zhang Yin, Zhang Lan, Zhang Bie, Shui Shan serta Shui Bing muncul di sebuah jalanan kota, tidak jauh dari istana kerajaan.
Jalanan kota saat itu sedikit ramai. Orang-orang berkeliaran kesana-kemari dengan membawa barang bersama mereka. Namun ada juga beberapa orang yang berjalan dengan tangan kosong. Dan tentunya semua yang ada di sekitaran tempat Zhang Ziyi serta rekan-rekannya berdiri saat ini semuanya adalah seorang kultivator.
"Sepertinya kita harus meninggalkan kota ini. Bukan lagi hal yang baik bagi kita untuk terus berada di sini. Kota ini sudah tidak aman. Pasukan kerajaan pasti akan mencari kita dan tidak membiarkan kita pergi begitu saja!" ucap Zhang Zhili.
"Guru Benar! Di sini sudah tidak aman. Kalau begitu mari kita bergerak. Jangan menunda waktu, takutnya terlambat dan membuat kita akan tertangkap oleh mereka. Cukup sekali untuk saat ini kita berurusan dengan mereka. Meskipun suatu saat nanti kan tiba masanya dimana kerjaan Shang akan bertemu lagi dengan kita, namun aku rasa masa itu bukanlah sekarang."
Semuanya mengangguk mendengar perkataan Zhang Ziyi barusan. Setelahnya Zhang Ziyi menciptakan portal untuk mereka berpindah.
Namun belum juga portal tersebut selesai di buat, mendadak suara Gong terdengar membahana. Terdengar hingga di seluruh pelosok kota pusat Kerajaan Shang. Setelahnya muncul Kuba energi dari atas sana. Sangat besar hingga menutupi seluruh kota.
"Gawat! Ini buruk..." Ujar Zhang Lan.
"Mengapa mereka sangat cepat? Bahkan aku belum sampai lima menit berdiri di sini!" Zhang Meng juga ikut berujar.
Portal telah selsai di buat. Mereka kemudian memasuki portal itu.
Whush!
-
Whush!
Zhang Ziyi serta yang lainnya muncul kembali di tempat lain. Namun masih dalam lingkup kota pusat Kerajaan Shang.
"Apa-apaan ini! Kita terjebak di sini?!"
Zhang Meng kesal. Dia membanting tangannya di udara.
__ADS_1
Orang-orang yang ada di sekitar mereka berlarian panik. Memasuki rumah demi rumah, kemudian mengunci rapat.
"Kita haru pergi ... sepertinya prajurit akan datang sebentar lagi!" ucap Zhang Zhili.
"Umm," Semuanya mengangguk. Semua kemudian menghilangkan aura mereka hingga ke titik paling rendah. Setelahnya menyingkir dari sana.
Benar saja, pasukan prajurit tiba-tiba datang. Menggunakan pakaian berzirah lengkap dengan senjata. Mereka menyebar memenuhi jalanan kota, berlari cepat, memeriksa rumah demi rumah, untuk memastikan setiap sudut pun tidak ada yang lolos dari pemeriksaan mereka.
"Apakah kalian telah menemukan Mereka?" Salah seorang prajurit bertanya pada prajurit lain. Di jawab dengan gelengan kepala oleh prajurit yang ditanya. Kemudian kembali menyebar dan melakukan tugas pemeriksaan.
Di sisi lain, Zhang Ziyi serta rekan-rekannya tengah mengintai pergerakan para prajurit itu dari atas atap jerami salah satu warga. Memperhatikan para prajurit itu berlarian cepat searah, sepeti arus air yang mengalir.
"Tidak, bukan hanya di bawah, melainkan juga di atas!" ucap Zhang Ziyi. Dia bisa merasakan hawa pergerakan seseorang yang bergerak di udara, tengah melesat ke arah mereka.
"Mari ikuti aku!"
Zhang Ziyi kemudian melesat dengan kecepatan sangat tinggi. Bahkan bayangannya pun sampai tidak terlihat saking cepatnya. Berlari dari atap ke atap rumah warga. Zhang Zhili serta yang lainnya pun juga mengikuti langkah Zhang Ziyi.
Ilmu peringan tubuh di pakai hingga ke mencapai batas maksimal. Hingga sama halnya Zhang Ziyi yang berlari santai tanpa meninggalkan jejak bayangan pun.
Terus berlari melewati bangunan demi bangunan, sampailah mereka pada sebuah penginapan yang tampak kosong.
Meski terlihat kosong, namun terdapat banyak orang di dalamnya.
Mereka berhenti di atap penginapan tersebut.
"Apakah kita akan menginap di sini?" tanya Zhang Lan memastikan.
"Kebetulan Penginapan ini sangat besar! Sebelum meninggalkan Kerajaan Shang, aku ingin meninggalkan sesuatu yang menarik terlebih dahulu. Sepertinya seru kalau rencana–ku ini berjalan dengan mulus!" Seringai licik terlukis di wajah Zhang Ziyi.
Dia mencari titik yang akan dia gunakan untuk melakukan rencananya. Mengambil empat sudut, lalu mulia membuat array Ilusi di kelilingi penginapan. Ukurannya sendiri sengaja di perbesar dari ukuran penginapan, sehingga nantinya akan banyak kebagian dari pasukan prajurit kerajaan Shang.
Setelah tujuannya selesai, Zhang Ziyi kemudian kembali ke atap.
"Apa yang kak Ziyi Buat?" tanya Zhang Yin.
"Tidak, hanya sedikit oleh-oleh buat Kerajaan Shang!" ucap Zhang Ziyi. Baru setelahnya dia kembali menciptakan portal dimensi.
"Masuklah!" ucap Zhang Ziyi.
"Bukankah itu terhalang oleh energi yang melindungi kota ini? Sehingga portal tidak akan bekerja dan hanya berpindah di kawasan kota sepeti tadi?" tanya Zhang Lan.
"Tidak juga. Aku memang sehgaja untuk berpindah di tempat ini sebelumnya." Zhang Ziyi berkata santai.
Rekan-rekannya menganggukkan kepala sejenak. Baru setelahnya mengikuti instruksi Zhang Ziyi. Memasuki portal satu per satu, terakhir Zhang Ziyi yang memasuki portal.
Whush!
Mereka menghilang. Zhang Ziyi mengatur kemunculan mereka jauh di luar kota.
__ADS_1
Benar saja, mereka telah berada di luar kota pusat kerajaan Shang. Namun mereka masih bisa melihat Kota Shang dari jauh. Energi emas terlihat mengelilingi Kota tersebut, membentuk kuba dan mengurung siapa saja yang ada di sana.
"Apakah kalian mau menonton pertunjukan menarik!?" tanya Zhang Ziyi.
"Pertunjukan menarik? Maksud kak Ziyi?" Zhang Bie mengangkat sebelah alisnya tak mengerti.
"Perhatikan kota itu. Tunggu selama lima menit. Tidak, bukan hanya lima menit, mungkin tiga menit sesuatu yang istimewa akan segera terjadi dari sana!"
Semuanya mengikuti petunjuk Zhang Ziyi. Menoleh ke satu arah ke arah Kota tersebut. Zhang Lan menyipitkan mata, meski jarak yang cukup jauh serta terhalangi oleh energi emas itu, namun Zhang Lan bisa memastikan dan bisa melihat jelas akan apa yang tengah terjadi di sana.
Tampak kacau dan merusuh. Para prajurit itu tampak sepeti serang menyerang.
"Waah, hebat... Membunuh rekan sendiri dalam rumah sendiri. Ini tidak lain adalah pertunjukan yang begitu di sayangkan apabila terlewat begitu saja!" ujar Zhang Lan sembari mengusap-usap kedua tangannya.
Zhang Ziyi menanggapi dengan seringai kecil. Tidak hanya Zhang Lan yang merasa antusias saat melihat pertunjukan yang menurutnya menarik di depan sana, melainkan juga dengan rekan-rekan Zhang Ziyi yang lainnya.
***
Kerajaan Shang gempar akan razia serentak yang dilakukan oleh Raja Shang. Jalanan kota penuh akan orang-orang yang berlarian ke sana-kemari. Berlari cepat dan beberapa di antara memasuki rumah demi rumah warga hanya untuk memastikan bahwa Zhang Ziyi tidak ada di sana.
Tentunya pada warga tidak terima akan hal ini. Melihat rombongan kerajaan yang tiba-tiba saja membantah rusun di dalam rumah mereka sendiri. Barang-barang di lempar sembarangan di lantai dengan tanpa berdosa, lalu setelah tidak mendapat apa yang mereka cari, mereka kemudian keluar begitu saja tanpa membereskan kembali, atau sekedar mengucapkan kata terima kasih pun tidak ada.
Ingin memberontak namun mereka memilih untuk diam saja. Sebab mereka tau konsekuensinya apabila melawan.
Para prajurit terus saja berlarian. Hingga puncak dari pencarian itu berakhir di penginapan. Mereka menemukan tujuh orang tengah berating bersama dengan rekan-rekan prajurit lainnya. Menyerang dengan brutal, tentunya mereka tidak diam saja saat mendapati musuh atau orang yang di cari bertindak begitu saja. Mengangkat senjata, lalu ikut bertempur bersama dengan rekan-rekan mereka yang telah lebih dulu.
Sayangnya itu hanya berlaku untuk di mata mereka. Dimana pengaruh ilusi yang di ciptakan oleh Zhang Ziyi tadi telah berhasil menjebak mereka. Orang yang di serang oleh masing-masing prajurit yang mereka kira sendiri adalah Zhang Lan serta yang lainnya, yang ternyata adalah rekan mereka sendiri. Sehingga pasukan Kerajaan Shang saat ini tampak saling membunuh.
Kejadian itu bukan hanya di satu tempat, melainkan beberapa kawasan atau wilayah terjadi hal serupa. Memang rencana ini telah di lakukan oleh Zhang Ziyi sebelumnya, sebab dia telah mewanti-wanti akan kejadian yang akan terjadi terlebih dahulu.
Sebelumnya sengaja dia berjalan mengikuti pasukan ke arah istana Kerajaan Shang, itu bagian dari rencananya pula. Mencari perkara dengan kerajaan Shang, sehingga Raja Shang terpancing dan mengejar-ngejar dirinya bersama dengan rekannya. Dan saat itu berhasil, maka terjadilah seperti saat ini. Dimana banyak pasukan kerajaan Shang yang terjebak oleh array Ilusi dan saling bunuh membunuh. Kembali lagi, apalagi array Ilusi itu bukan hanya satu tempat saja, melainkan ada di beberapa wilayah kerajaan Shang.
Zhang Ziyi kemudian memasang sunggingan sinis. Bisa di lihat dari jauh, dia telah berhasil membunuh pasukan kerajaan Shang dalam hitungan detik, bahkan tanpa menodai tangannya sendiri.
***
Aura merah merembes keluar dari tubuh seorang pria yang saat ini tengah bermeditasi. Perlahan-lahan aura merah itu kemudian di ubah menjadi aura emas. Hingga proses tersebut terus berlanjut, terdengar ledakan besar dari tubuh pria tersebut.
Dia membuka kedua matanya, Sunggingan kecil juga terlukis di wajah pria ini.
"Hahaha, sudah lama aku menantikan hari ini. Sekarang, hanya sedikit saja orang yang bisa mengimbangi ku di Alam Atas ini sekarang!" ujarnya.
Tubuhnya yang tak berbusana, berjalan dengan kedua tangan di lipat belakang. Setelah sebelumnya berendam di air berwarna merah darah. Dia adalah Raja Shang.
Raja Shang ada di tempat ini, guna meningkatkan kultivasinya. Ya, di sini adalah ruangan rahasia miliknya yang tidak ada seorangpun mengetahui kecuali dia sendiri.
Melalui suatu metode khusus, dia merubah energi merah darah pada kolam air tadi menjadikannya sebagai energi emas. Ini mungkin cara terlarang, tapi baginya tetap sah-sah saja. Yang terpenting adalah kekuatannya meningkat dengan cepat.
Ya, dia terlalu mementingkan kekuatan daripada nasib prajuritnya sendiri saat ini. Apakah kalian yakin keceriaan wajahnya saat ini masih akan tetap bertahan setelah mengetahui bagaimana kondisi prajuritnya saat ini?
__ADS_1
\=\=
Jangan lupa untuk memberikan like yah, teman-teman:)