
Zhang Ziyi, Zhang Zhili, Zhang Meng, Zhang Yin, Zhang Lan, Zhang Bie, Shui Shan serta Shui Bing saat ini tengah berdiri di sebuah panggung pendek. Di kelilingi oleh orang-orang bertopeng yang tidak lain adalah anggota Topeng darah Hantu.
Pekikan panjang terdengar dari atas sana. Sontak semuanya mendongak di atas, dapat mereka lihat seekor burung Phoenix dengan bulu-bulu api menyelimuti tubuhnya, bersama dengan seekor harimau bersayap api tengah terbang, berputar-putar di udara lalu turun ke bawah, menghampiri Zhang Ziyi serta yang lainnya.
Niao serentak merubah tubuhnya menjadi burung kecil yang imut. Kaki kecilnya bertengger di kepala Zhang Lan.
Zhang Ziyi menghampiri Guru Besar. "Kami telah siap. Silahkan aktifkan formasi!" ucapnya pelan kepada Guru Besar.
Mengangguk, Guru Besar menyuruh beberapa anggotanya untuk mengaktifkan formasi. Formasi itu di tujukan untuk mengirim Zhang Ziyi serta yang lainnya keluar dari Topeng Darah Hantu.
Beberapa orang bergerak mengelilingi tempat berdiri Zhang Ziyi serta rekannya. Mereka kemudian melakukan segel tangan, mengaktifkan pola formasi yang mengelilingi panggung.
Whush!
Dalam sekejap, Zhang Ziyi serta yang lainnya telah menghilang dari tempatnya.
"Semoga sukses!" gumam Guru Besar.
***
Laohu merubah tubuhnya hingga dua kali lipat dari besar sebelumnya. Dengan Zhang Ziyi serta rekannya yang mengendarai Laohu untuk sampai ke tujuan mereka berikutnya.
Whush!
Sosok setengah manusia muncul di hadapan mereka. "Kenapa tidak bilang dulu, kalau kalian akan pergi!" ucap sosok itu sinis. Dia tidak lain adalah roh Dewa Kematian.
"Cih, bagaimana aku memberitahu mu, sementara kau tidak menampakkan batang hidung–mu setelah pertempuran itu!" balas Zhang Ziyi malas.
"Setidaknya kabari aku, entah itu lewat murid-murid Topeng Darah Hantu, atau dengan hal lain..."
Zhang Ziyi mengernyit. "Rupanya roh Dewa Kematian ini masih belum bisa melupakan statusnya dulu sampai tidak menyadari dirinya saat ini... Haissh padahal itu telah lama berlalu."
Zhang Menatap sinis Roh Dewa Kematian. Sisi lain, Zhang Zhili serta muridnya yang lain hanya diam saja melihat aksi dua orang itu. Terkadang alisnya akan berkerut melihat tingkah Roh Dewa Kematian yang begitu berbeda dari pertama kali mereka bertemu.
"Cih," Zhang Ziyi membuang muka. Roh Dewa Kematian sendiri tak membalas perkataan sinis Zhang Ziyi. Memang saat berada di Topeng Darah Hantu, Roh Dewa Kematian sempat merasa kembali lagi ke masa lalu. Banyak kenangan yang dia lakukan dan tinggalkan di tempat itu, sehingga dia tidak hampir saja tidak sadar dan menganggap dirinya seperti dahulu.
Kerap kali dia menyapa para petinggi Topeng Darah Hantu, tapi mereka tidak merespons. Dia yang kesal hampir saja mendatangi Petinggi itu dan menjitak kepalanya.
Sebenarnya bukan masalah melihat tau tidak melihat sosok Roh Dewa Perang, namun posisinya saat itu yang berada di antara para roh lain yang berkeliaran, membuat dirinya berbaur dan terhalangi dengan mereka, sehingga Petinggi itu tidak dapat mengenalinya.
Melanjutkan perjalan dengan tanpa sadar suara. Suasana kian menjadi canggung. Hanya terdengar kepakan sayap api Laohu menciptakan sedikit kebisingan yang memecah hening.
__ADS_1
Mereka terbang selama dua jam. Dengan menggunakan Berlian Ingatan Dewa sebagai penunjuk jalan. Beberapa kali mereka melewati tempat yang memiliki energi kuat, namun mereka menghiraukannya dan memilih untuk tetap melanjutkan perjalanan.
"Kita berada di wilayah kerajaan Shang, sekarang." Zhang Ziyi berucap setelah memastikan posisi mereka lewat hologram yang tertera pada Berlian Ingatan Dewa. Di sana juga terdapat nama tempat sehingga memudahkan Zhan Ziyi untuk mengetahui lokasi keberadaan mereka.
"Hmm, Kerajaan Shang ... Satu-satunya kerajaan yang berada di bawah naungan Kekaisaran Langit yang memiliki pengaruh besar. Mereka memiliki pengaruh yang tidak kalah luasnya dari Kekaisaran Langit sendiri. Bahkan sangat di segani oleh orang-orang di Alam Atas setelah Kekaisaran Langit."
Roh Dewa Semesta berkata sembari menoleh ke arah Zhang Ziyi.
"Hmm, berarti mereka pasukan yang tidak kalah kuatnya dengan Kekaisaran Langit," pikir Zhang Ziyi.
"Kau benar. Makanya kelompok manapun akan berpikir dua kali untuk berurusan dengan Kerjaan ini. Kecuali mereka yang memiliki kepercayaan diri tinggi dan pikirannya tidak waras yang mau mencari perkara!" jelas Roh Dewa Kematian lagi.
Zhang Ziyi menganggukkan kepala. Lalu dia melempar pandangan jauh di depan saja. Sebuah istana berdiri besar. Meski di kelilingi oleh tembok yang sangat tinggi, tapi Zhang Ziyi mengetahui bahwa di balik tembok itu terdapat banyak sekali bangunan mewah dengan pusat istana besar tersebut.
Laohu mempercepat laju terbang saat mendapat perintah dari Zhang Ziyi. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di tembok tinggi tersebut. Memilih mendarat sedikit jauh ghna meminimalisir hal-hal tidak di inginkan terjadi.
"Jangan perlihatkan kemampuan kalian di saat berada di sana. Cukup berada di ranah Semesta, sebab mereka akan langsung mencurigai orang-orang yang memiliki kekuatan tinggi. Kecuali kau memang sudah terkenal di Alam Atas ini!" pesan Roh Dewa Kematian saat mereka telah berjalan menuju tembok pagar.
Hampir sampai di gerbang, Dewa Kematian menghilang. Begitupun dengan Niao dan Laohu. Kedua Hewan Peliharaan Zhang Ziyi ini telah berada di tahap Legendaris saat di Lembah Bulan Malam. Bersamaan dengan meningkatnya kelautan Zhang Ziyi waktu itu.
-
"Berhenti!"
"Dari mana asal kalian?" tanya nih dengan suara kasar. Tatapan matanya menatap tajam Zhang Ziyi serta rekan-rekannya satu per satu, penuh akan kecurigaan.
Zhang Ziyi hendak menjawab, namun Zhang Zhili telah mendahuluinya. "Kami berasal dari salah satu kota yang terletak di ujung Kekaisaran Langit. Dan masih berada di wilayah atau kawasan Kerajaan Shang!" Berucap dengan tenang.
Penjaga mengangkat sebelah alisnya. Memeriksa kultivasi mereka satu-persatu, namun dia hanya menemukan seorang kultivator biasa. Tidak ada yang istimewa dengan penampilan yang tampak biasa saja menurutnya.
Namun pandangannya salah menangkap sosok mata emas salah seorang dari mereka. Ini membuatnya semakin curiga.
Mendekati Zhang Ziyi, Penjaga itu kemudian menarik kerah bajunya. "Kau siapa?! Setahuku, dia Alam atas ini tidak ada orang yang memiliki pupil mata emas sepertimu!" dia menghentikan perkataannya sejenak, lalu menatap semakin tajam Zhang Ziyi. Apa jangan-jangan Kau adalah putra Kaisar Langit!"
Mendengar itu, sontak saja Zhang Zhili serta yang lainnya tersentak. Bukankah hal yang baik Jika saja identitas Zhang Ziyi akan terbongkar di sini. Apalagi kerajaan Shang ini memiliki hubungan baik dengan Kekaisaran Langit.
Tidak terlihat ekspresi panik dari raut wajah Zhang Ziyi. Dengan santai, dia lantas membalas perkataan penjaga tersebut.
"Apakah wajahku menyerupai dirinya? Apakah kau melihat roh Kaisar langit di wajahku?"
Penjaga menarik sebelah alisnya, dia lalu menatap lekat wajah Zhang Ziyi. Memang tidak ditemukan adanya kemiripan dengan wajah Kaisar Langit.
__ADS_1
"Aku memang tidak menemukan di wajahmu mirip dengannya, tapi tidak menentukan kemungkinan bahwa kamu memang putra dari Kaisar langit!" Kembali berkata dengan penuh tekanan. Dia menarik Zhang Ziyi dan berniat membawanya menghadap kepada raja Shang.
"Ah, apakah kau melupakan sesuatu?" tanya Zhang Ziyi masih dengan sifat tenangnya.
Memang saat ini tidak ada kemiripan yang terlihat di wajah Zhang Ziyi dengan Kaisar Langit, itu sendiri di sebabkan oleh roh yang ada di Topeng Darah Hantu menghalangi kemiripan pada wajah Zhang Ziyi dengan wajah Kaisar Langit.
Penjaga menghentikan aksinya saat mendengar perkataan Zhang Ziyi tadi. Kembali tatapan tajam diarahkan pada Zhang Ziyi.
"Ras Peri! Aku berasal dari sana!"
Alis penjaga berkerut, dia memperhatikan telinga Zhang Ziyi yang tampak normal.
"Kau pikir aku akan mudah dibodohi olehmu? Tch, sampah!" ucap Penjaga lalu menarik semakin kasar kerah baju Zhang Ziyi.
"Aku bahkan mencurigai dirimu adalah penyusup Kerajaan Shang!" ucapan Zhang Ziyi berhasil membaut langkah Penjaga itu kembali terhenti. Tidak hanya dia, bahkan penjaga lain yang berjaga di situ Kinan berarti kan Zhang Ziyi, yang semula tampak acuh.
"Berani sekali kau mengatai–ku Penyusup!"
"Mengapa kau marah jika ini tidak benar?" pancing Zhang Ziyi. Seringai sinis juga dia arahkan pada Penjaga.
"Kau–!" Dia ingin menonjok wajah Zhang Ziyi, namun segera menghentikan niatnya saat melihat tatapan tajam dari rekan-rekannya.
"Pupil mata emas bagi ras peri itu adalah hal biasa, dan mengenai telinga ini, bukan hanya satu dua orang dari ras peri yang memiliki telinga normal layaknya manusia, melainkan ratusan bahkan ribuan."
Mendengar itu, beberapa rekan penjaga yang berada di belakang penjaga yang saat ini Memegangi kerah baju Zhang Ziyi menganggukkan kepala.
"Yang di katakan olehnya memang benar. Ras peri memiliki banyak orang yang memiliki pupil mata emas. Bahkan itu merupakan hal biasa sebab tidak hanya as melainkan pupil mata lain juga di miliki oleh ras peri!'' ujar salah satu rekan penjaga tersebut.
Zhang Ziyi semakin melebarkan seringainya. "Apakah kamu boleh masuk sekarang?"
"Siapa yang mengizinkanmu!" Penjaga itu masih tidak terima. Dia mengangkat tinju dan kembali berniat meninju Zhang Ziyi.
"Hohoho, mengapa kau masih tak terima, apakah kau memang penyusup Kerajaan Shang sehingga tidak mengizinkan aku dan teman-temanku untuk masuk di kerajaan ini!"
Mendengar itu, penjaga tadi semakin marah. "Tutup mulutmu!" Kepalan tinju melayang dan nyaris menghantam wajah Zhang Ziyi. Tapi segera terhenti di udara.
"Apa yang kau lakukan? Kau mau mendapatkan hukuman, lepaskan saja mereka!" Seorang yang berpangkat lebih tinggi dari mereka datang menengahi kegaduhan yang tengah terjadi.
"Tapi komandan! Dia adalah penyusup!" Penjaga berusaha mencari pembelaan.
"Jangan membantah ... Owh, apa mungkin yang di katakan pemuda ini memang benar, kau adalah penyusup!" Komandan memiringkan kepala, menatap dengan penuh selidik.
__ADS_1
Penjaga tadi tampaknya masih tak terima, namun dia juga tidak memiliki tindak lain selain dengan melepaskan Zhang Ziyi serta rekannya untuk memasuki kerajaan.
"Terima kasih, Komandan!" Zhang Ziyi memberikan hormat, begitupun juga dengan Zhang Zhili serta muridnya. Mereka yang sedari tadi terdiam dan hanya menonton apa yang di lakukan Zhang Ziyi. Awalnya memang sempat tegang saat melihat penjaga tadi yang menebak identitas asli Zhang Ziyi, namun mereka segera lega saat Zhang Ziyi berhasil melepaskan diri dari kecurigaan penjaga.