
Dalam balutan energi gelap, datang sesosok bayangan hitam, menyebar dengan kabut gelap lalu berkumpul membentuk seorang manusia namun hanya setengah pinggang tak berkaki.
"Aku tidak menyangka kau akan senekat ini, anak muda! Padahal kau bisa menungguku di luar, dan kita akan menyelesaikan masalah kita di luar sana!" ucap sosok itu.
"Kamu tidak perlu berbasa-basi, Dewa Kematian. Meski di luar, ataupun di dunia ini, tetap saja tidak akan merubah fakta bahwa aku akan mengalahkan mu dengan mudah!" Zhang Ziyi berkata dengan serius. Dia juga sedikit meninggikan dirinya sendiri di banding dengan Dewa Kematian. Mengingat Dewa Kematian ini yang telah terluka oleh pertarungan mereka beberapa hari yang lalu, sehingga Zhang Ziyi tidak perlu meragukan omongannya tadi.
"Cih, mengapa kau begitu percaya diri sekali? Dan asal kau tahu saja, ini adalah dunia ciptaan ku. Kau tahu apa artinya?" Dewa Kematian berkata dengan nada sinis. Dia menghilang menjadi debu hitam, lalu muncul kembali tepat di belakang Zhang Ziyi.
"Artinya aku bisa melakukan apa saja di sini! Bahkan membunuhmu tanpa menyentuh pun aku bisa!"
"Benarkah? Kalau begitu, perlihatkan padaku, bagaimana cara kamu melakukannya?!" Zhang Ziyi melepaskan lima buah pisau cahaya tipis. Melesat dengan kecepatan tinggi, mengarah pada sosok itu yang tidak lain adalah Dewa Kematian.
Lima pisau cahaya tersebut tepat mengenai tubuh Dewa Kematian.
Whush!
Sontak saja Dewa Kematian langsung tersungkur, tubuhnya telah kembali ke wujud kasar dan tidak lagi berwujud roh.
Terguling dengan keadaan tidak percaya. Dewa Kematian begitu yakin dengan Kondisinya saat ini dimana telah pulih sekitar delapan puluh persen. Di tambah dengan berada di dunia ciptaan–nya sendiri, seharusnya serangan kecil tadi tidak akan berhasil untuk melukainya, apalagi sampai membuat tubuhnya kembali ke bentuk kasar.
"Bagaimana? Bagaimana kau melakukannya?" Dewa Kematian tampak masih tidak percaya, sampai menanyai hal konyol tersebut kepada lawannya sendiri.
"Aku tidak ada hak untuk menjawab pertanyaan tidak penting darimu. Yang aku butuhkan adalah Kematian–mu!" ucap Zhang Ziyi tanpa ekspresi.
__ADS_1
Berbekal pertarungan sebelumnya, Zhang Ziyi mengetahui akan kelemahan dari wujud roh Dewa Kematian ini. Dimana tubuhnya sangat rentan terhadap energi roh yang di satukan dengan Cahaya. Makanya dia menggunakan dua gabungan energi itu untuk menciptakan pisau cahaya dan menyerang Dewa Kematian tadi.
"Kamu pikir bisa mengembalikan aku ke bentuk semula? Tch, tidak semudah itu!... bisa memaksa aku untuk kembali ke wujud kasar ku, dengan pisau Cahaya tadi, bukan berarti kamu telah menemukan kelemahan ku sepenuhnya." Dewa Kematian bangkit dari posisinya yang semula terduduk di atas tanah.
Merapikan pakaiannya sejenak, setelah itu Dewa Kematian mulai melakukan segel tangan.
Ribuan roh-roh jahat terlihat memenuhi tempat itu. Hingga membentuk kabut tebal yang menutupi jarak pandang. Zhang Zhili serta enam orang rekan Zhang Ziyi termasuk Laohu sendiri, merasa hambar di buatnya.
"Semuanya, tahan napas! Jangan sampai kalian menghirup udara yang telah telah penuh akan roh jahat. Juga buat perisai energi yang melindungi tubuh kalian. Jangan biarkan mereka merasuki kalian dan mengambil alih kendali atas tubuh kalian."
Meskipun mereka tidak bisa melihat keberadaan Zhang Ziyi saat ini, namun mereka tetap melakukan seperti apa yang di perintahkan Zhang Ziyi terhadap mereka.
Saat ini sendiri baik Zhang Lan, Zhang Zhili maupun yang lainnya tidak saling bersama, dalam kata lain tebalnya roh-roh tersebut sampai memisahkan keberadaan mereka.
Masing-masing mengeluarkan jurus dan menyerang di sembarang arah, nyatanya itu berhasil melukai beberapa roh. Serangan mereka saat ini sendiri telah bisa untuk mengenai para roh. Ini terjadi karena pil Jiwa Surgawi pemberian Zhang Ziyi yang sebelumnya mereka konsumsi.
Di sisi lain, Zhang Ziyi tengah berhadapan dengan Dewa Kematian. Awalnya memang keadaan imbang. Sebab Dewa Kematian menggunakan cara licik dengan mengendalikan apa yang ada di sekitarnya untuk menyerang Zhang Ziyi. Bahkan dia bisa menciptakan apa saja di sini, termasuk bayangan Zhang Ziyi sendiri.
Dunia ini adalah dunia ciptaan Dewa Kematian. Dimensi yang menyerupai Dunia jiwa, dan hanya seorang Dewa kematian sajalah yang memilikinya. Ini seperti warisan yang di turunkan dari pewaris ke pewaris. Memang dahulu sempat di miliki oleh Dewa Kematian yang berasal dari topeng Darah Hantu, Namun sekarang itu telah jatuh ke tangan Dewa Kematian yang sekarang.
Di sini Dewa Kematian bisa meningkatkan kekuatannya tanpa halangan berarti begitu cepat. Sayangannya dunia ini memiliki kelemahan tertentu. Dimana apabila di gunakan untuk menciptakan hal-hal yang mengandung energi besar, maka akan berpengaruh terhadap kekuatan si pengguna.
Dewa Kematian belum merasakan efek samping dari itu sekarang. Sehingga dia dengan bebasnya mengeluarkan kekuatan penciptaan, menyerang Zhang Ziyi dengan habis-habisan tanpa memikirkan akan bagaimana efek yang akan dia terima nantinya.
__ADS_1
Zhang Ziyi saat ini tengah bertarung dengan bayangannya sendiri. Sisi lain, Dewa Kematian sendiri menunggu Pertarungan keduanya dari jauh. Sambil mengendalikan sosok bayangan menyerupai Zhang Ziyi itu.
Bayangan Zhang Ziyi ini memiliki rupa persis seperti Zhang Ziyi. Bahkan pedang Naga Langit pun di miliki oleh bayangan itu. Bisa di bilang, lawan Zhang Ziyi ini adalah duplikat dari dirinya. Namun, dia memiliki kulit hitam serta mata yang merah menyala.
Pertarungan keduanya, menciptakan kerusakan besar pada tanah. Bahkan roh-roh jahat yang tadinya menutupi tempat itu pun segera di lahap habis oleh keduanya. Tanah yang retak, meluapkan cairan magma. Tapi keduanya tetap melanjutkan pertarungan.
"Bayangan ini memiliki skill yang sama seperti ku. Setiap kali aku mengeluarkan gerakan ataupun keterampilan, pastinya akan di tiru oleh bayangan ini!" batin Zhang Ziyi di sela-sela Pertarungannya.
"Ya, itu hanya di luar dari kekuatanku. Maksudnya semua yang aku keluarkan memang bisa di tiru oleh bayangan ini sebab si pengendalinya bisa melihat jelas akan apa yang aku gunakan!" Zhang Ziyi menepis pedang yang di lancarkan oleh bayangan tersebut. Membalas dengan tebasan keras, lalu mengambil jarak.
"Jika demikian, apakah kau masih bisa meniru ini!?" Ujar Zhang Ziyi. Dia lalu melakukan suatu gerakan tangan. Setelahnya merubah tubuhnya menjadi beberapa bagian. Dia menggunakan tubuh bayangan air, dimana dahulu pernah dia turunkan keterampilan ini pada Zhang Yin, sebelum mereka menginjakkan kaki di Benua Naga, Alam Tengah.
Tubuh Zhang Ziyi memecah menjadi tujuh bagian. Kesemuanya bergerak cepat di berbagai sisi. Menyerang bayangan tersebut tanpa jeda. Di sisi lain, bayangan itu sendiri tidak sempat untuk meniru apa yang di lakukan oleh Zhang Ziyi sebab kecepatan Zhang Ziyi dalam bertindak begitu di luar perhitungannya.
.
Seiring dengan berjalannya waktu, bayangan yang menyerupai Zhang Ziyi telah berhasil menghancurkan dua pecahan tubuh air Zhang Ziyi. Kini tinggal lima lagi yang terus bergerak, menyerang Bayangan tersebut dengan brutal. Meski mereka hanyalah air, namun memiliki wujud yang sama persis seperti Zhang Ziyi, dengan kekuatan hanya mencakup tujuh puluh persen dari kekuatan asli Zhang Ziyi.
Sementara di sisi lain, Sosok yang mengendalikan bayangan menyerupai Zhang Ziyi itu memasang seringai sinis kala apa yang di kendalikan itu berhasil menghancurkan dua buah pecahan tubuh Zhang Ziyi.
Namun ekspresinya langsung berubah 180 derajat saat mendapati bahwa yang bergerak menyerang bayangan hitam tersebut ternyata memang hanya pecahan tubuh Zhang Ziyi saja, sedangkan tubuh aslinya saat ini tengah ikut memperhatikan pertarungan antar bayangan itu di samping pengendali bayangan hitam menyerupai Zhang Ziyi itu sendiri yang tidak lain adalah Dewa Kematian.
Tersentak, sontak saja Dewa Kematian mengeluarkan refleks tanpa kendali.
__ADS_1
"Apa yang kamu kagetkan pak Tua? Mari bersama-sama menonton pertarungan mereka!" Zhang Ziyi memasang sunggingan sinis.