Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Perang III


__ADS_3

Dua Jenderal Kaisar Langit yang semula terjebak dalam pengendalian waktu Dewa Waktu, kini mulai bisa membebaskan diri.


"Heeh, Dewa Tua. Ku pikir kau telah mati setelah ribuan tahun tak menampakkan diri. Cih..." ucap salah satu Jenderal Kaisar Langit.


Dewa Waktu tidak segera menjawabnya. Dia menatap Jenderal yang berkata itu dengan tatapan tenang.


"Kau berada di sini bukan untuk bercengkrama, berbasa-basi atau sejenisnya. Melainkan karena berperang," Menghentikan perkataannya sejenak, Dewa Waktu kemudian melanjutkan. "Apa mungkin karena kau tidak mengaggap serius Tuan–mu sampai-sampai berani bermain-main saat Tuan–mu, Kaisar Langit menyuruh untuk bertarung!"


"Mulut Sampah. Seluruh hidup ku hanya untuk Yang Mulia Kaisar Langit. Bagaimana kau bisa mengatakan bahwa aku tidak serius dalam menjalankan perintahnya!" geram salah satu jenderal.


"Ya, jadilah budaknya!" Dewa Api ikut menyindir.


Sontak saja hal itu menimbulkan kemarahan terhadap kedua Jenderal. Tanpa banyak bicara lagi, mereka langsung mengejar dua Dewa tersebut dan menyerangnya secara gencar-gencaran.


Dewa Api dan Dewa Waktu sendiri memasang senyum kecil. Merasa berhasil membuat dua Jenderal itu terpancing emosi.


Sring!


Pedang Jenderal Kaisar Langit menghantam dinding transparan yang diciptakan oleh Dewa Waktu. Jendral Kaisar Langit kemudian menambahkan energi pada pedangnya, dan mendorong keras hingga membuat dinding transparan itu hancur.


Whush!


Lesatan pedang melesat begitu cepat. Dewa waktu menghindar. Seiring dengan berjalannya waktu, Jenderal Kaisar Langit juga semakin beringas dalam melancarkan tebasan–nya. Beberapa kali Dewa Waktu menciptakan dinding transparan untuk menghalau laju pedang Jenderal Kaisar Langit mengenai kulitnya.


Tapi bagaimana pun perisai ciptaan Dewa Waktu akan tetap pecah saat hantaman pedang begitu keras menghantamnya.


Selang beberapa saat, keduanya mulai mengambil jarak.


"Baiklah, mari bertarung serius!"


Dewa Waktu mengeluarkan pedangnya dari ruang hampa. Setelahnya maju menyerang Jenderal Kaisar Langit.


Pertarungan sengit nan berefek besar pun terjadi. Saling serang menyerang dengan menggunakan kekuatan besar, hingga rentetan ledakan besar tidak berhenti terdengar.


Bukan lagi pertarungan biasa, dan tak mungkin di ikuti oleh Kultivator Ranah Suci Semesta, tak jarang pula serangan keduanya meleset hingga mengenai orang-orang yang bertarung di bawah sana.


Begitu pun juga dengan Dewa Api. Pertarungannya bersama dengan Jendral Kaisar Langit yang satunya juga telah memasuki tahap serunya.


Zhang Ziyi serta yang lainnya melihat pertarungan mereka dari jauh. Tapi tidak hanya pertarungan Dewa Api dan Dewa Waktu yang menjadi perhatian mereka, melainkan juga pertarungan yang lainnya.


"Ziyi'er, tampaknya kita sudah harus menurunkan pasukan utama kita. Melihat kondisi Pasukan kita tampak di sana yang sudah kelelahan!" ucap Zhang Zhili.


"Benar. Pasukan Kekaisaran Langit juga telah mulai melemah. Tinggal beberapa sekte besar yang belum mereka keluarkan. Namun kita bisa memblokir mereka apabila melakukan penyerang dadakan." Zhang Ziyi membalas perkataan Zhang Zhili.


"Kalau begitu, Panglima Tempur. Keluarkan pasukan utama kita. Maju dan lumpuhkan mereka semua..."


Panglima Tempur mengangguk lalu dia mulai memimpin pasukan utama. Mereka akan segera menuju dan bergabung bersama dengan pasukan baris terdepan.

__ADS_1


"Kita akan berperang. Ayo semuanya, kobarkan semangat kalian. Bunuh musuh sebanyak yang kau mampu, namun ingatlah selalu, kita di sini datang untuk berperang, Demi Pemimpin kita. Demi kejayaan Kelompok Huangjin, Maka dari itu jangan takut akan musuh. Bunuh mereka dan kibarkan bendera Huangjin di atas gerbang Pertahanan Langit..." Panglima Tempur berucap lantang sebelum bertempur.


"Demi Pemimpin... Demi Huangjin!!!"


"Demi Pemimpin... Demi Huangjin!!!"


Mereka kompak menyerukan kalimat itu. Setelahnya bergerak menuju tengah-tengah pertempuran.


-


Di sisi lain, Kaisar Langit yang melihat pergerakan pasukan utama Huangjin memasang wajah datar.


"Cih, anak ini. Kau pikir aku telah kehabisan kekuatan, sehingga mengirim pasukan utama lebih awal? Sayangnya, kau salah besar!" Dia menoleh ke arah samping. Melihat seorang pria berzirah di sampingnya.


"Biarkan mereka sampai di tengah-tengah pertempuran, lalu kirim pasukan dari suku Naga untuk melenyapkan mereka semua... Sedikit pengorbanan juga tidak masalah!" perintah Kaisar Langit.


"Baik, Yang Mulia. Hamba mengerti!"


Setelahnya Pria itu segera beranjak dari sana. Mempersiapkan apa yang diperintahkan Kaisar Langit tadi.


-


Pasukan utama Huangjin telah sampai di Medan tempur. Mulai melancarkan aksinya masing-masing, dalam membantai pasukan musuh.


Di sisi lain, pasukan dari Kekaisaran Langit yang melihat keganasan pasukan Huangjin dalam membantai mereka merasa takut. Sesegera mungkin mereka berlari untuk menyelamatkan diri.


"Hahaha... Jangan lari, kemari lah dan bermain-main bersama kami!"


Pasukan Huangjin yang melihat mereka ditakuti oleh pasukan musuh semakin percaya diri dalam membantai musuh.


Tak ingin membiarkan pasukan musuh kabur begitu saja, Pasukan Huangjin dengan ganas mengejar dan membunuh mereka semua.


Hampir tidak tersisa pasukan Kekaisaran Langit di tangan pasukan utama.


-


"Hmm, sepertinya ada yang aneh. Mengapa Kaisar Langit tidak mengirim bantuan untuk pasukan mereka?" gumam Zhang Ziyi.


"Hmm, mereka merencanakan sesuatu." Zhang Zhili mengelus-elus dagunya yang tidak berkumis.


"Tidak, kita telah terjebak...,"


Tepat setelah Zhang Ziyi dan Zhang Zhili mengucapkan itu, mendadak langit gelap di atas sana menyambar kan kilatan petir ganas.


Tak lama setelahnya datang rombongan naga. Mereka mulai melepaskan semburan api panas kebawah, tempat dimana para pasukan Huangjin berada.


"Lindungi diri kalian."

__ADS_1


"Apakah!"


Pasukan Utama Huangjin tampak panik. Segera mereka berlari untuk menyelamatkan diri. Sebagiannya lagi menggunakan perisai besi untuk melindungi diri dari api sang naga.


Tapi tidak sedikit pula yang terbakar oleh api panas itu.


Suku Naga tampaknya tidak ingin melepaskan pasukan utama begitu saja. Mereka terus saja menyebutkan api dari atas udara. Api yang menyentuh tanah langsung menyebar cepat layaknya lautan api ganas.


Berbagai teriakan terdengar mengisi jalannya malam itu.


"Sangat menyenangkan!" gumam pelan Kaisar Langit yang puas kala suku Naga berhasil membuat Pasukan Utama Huangjin terjebak oleh lautan api. Tinggal menunggu sebentar lagi mungkin pasukan utama itu akan langsung terbakar sepenuhnya.


Namun sebelum rencananya berhasil sepenuhnya, dia malah dibuat mengernyit saat melihat hujan turun deras.


Tak lama setelah itu, lautan api yang mengurung pasukan utama mendadak membeku.


"Picah!" gumam seorang wanita cantik.


Api yang membeku mendadak pecah. Pasukan Huangjin pun terbebas. Shui Bing kemudian menghampiri Zhang Lan yang saat itu masih sibuk menghadapi suku Naga.


"Pisau Angin penembus jantung!"


Ribuan pisau Angin melesat dengan kecepatan tinggi. Menembus udara dan menghantam tubuh suku Naga.


Beberapa naga meringis. Mereka yang berdasi tingkat siluman Dewa yang terkena pisau Angin itu akan langsung dibuat tumbang karenanya.


"Aku juga datang!"


Zhang Meng juga tak ingin ketinggalan.


"Cakram Api Surgawi!"


Lima buah cakram berapi berputar cepat dibelakang Zhang Lan. Lalu melesat satu per satu ke arah suku Naga.


Slash!


Slash!


Slash!


Naga yang berada di tingkat siluman Dewa sampai siluman Legendaris awal yang terkena cakram itu langsung dibuat terpotong, lalu tumbang di atas tanah.


"Hei, jangan lupakan aku!"


Shui Shan juga muncul. Dia lalu melepaskan petir hitam ganas.


"Jeratan Petir Neraka!"

__ADS_1


Petir-petir hitam menyambar ganas. Bercabang-cabang, menargetkan suku Naga hingga tak memberi cela. Beberapa naga diantara nya juga dibuat tumbang oleh petir hitam itu.


__ADS_2