
Dewa Api dan Dewa Gou Liang mendekati dua pilar yang terletak beberapa meter dari tempat mereka berdiri.
Keduanya mengangguk sejenak,, setelahnya Mereka sama-sama melepaskan kekuatan mereka.
Kekuatan yang sangat besar itu, begitu mengejutkan Zhang Ziyi. Baru kali ini dia melihat bagaimana dan seberapa besar dari kekuatan mereka berdua. Bahkan udara seketika menipis dan nyaris tak tersisa akibat dua bentrokan aura yang terpancar dari tubuh kedua dewa itu.
Angin yang mengandung tekanan tersebar di mana-mana. Sangat kencang dan nyaris menerbangkan Zhang Ziyi beserta dengan dua hewan peliharaannya. Zhang Ziyi lantas menciptakan sebuah array untuk melindungi dirinya dari tolakan energi yang begitu ekstrim itu.
"Niao—Laohu, sebaiknya kalian ke alam jiwa. Sangat berbahaya jika kalian masih ada di sini." ucap Zhang Ziyi. Kedua Hewan peliharaannya itu sama-sama mengangguk. Setelahnya menghilang begitu saja. Zhang Ziyi telah memindahkan mereka ke Alam jiwa.
Beralih ke Dewa Waktu dan Dewa Api yang ada di atas sana. Kini kedua dewa itu mulai melepaskan kekuatan energi ke satu arah.
Dua energi berkekuatan besar melesat lurus ke satu arah. Tepat diantara dua pilar, kedua enegi mulai menyebar memenuhi pilar, membentuk lingkaran yang berputar-putar di antara dua pilar.
Baik Dewa Api maupun Dewa Waktu menambah tempo lesatan energi menjadi dua kali lipat. Sontak saja hal itu membuat alam yang sudah terasa hambar, bertambah hambar pula. Tekanan yang semakin besar itu membangun gaya yang lebih besar pada gravitasi.
Angin yang semakin bertiup kencang, dengan kilatan petir dan Guntur juga menari-nari di atas sana.
Awan hitam pekat terkumpul di satu arah, bersaman itu cahaya putih melesat seperti laser ke arah lingkaran energi yang tercipta dari energi Dewa Api dan Dewa Gou Liang. Tapi yang menjadi masalahnya adalah bersama dengan turunnya cahaya energi tersebut, kilat serta Guntur juga menyertainya. Apalagi bahana yang di timbulkan sangat mengguncang dunia itu.
Zhang Ziyi yakin, kalau saja ada seorang pun makhluk hidup di sana, pasti mereka akan mati hanya dengan mendengar suara itu.
Zhang Ziyi sendiri nyaris merasakan demikian. Beruntung dia telah lebih dulu mengantisipasi akan hal ini. Sehingga sebelum cahaya energi itu turun, dia telah memperkuat array yang dia ciptakan tadi hingga kedap suara. Meski demikian, tetap saja dia merasakan getaran hebat oleh Guntur itu.
"Ini masih belum selesai!" ucap Dewa Api yang mulai kewalahan.
Portal penghubung dengan alam atas baru sebagiannya yang terbentuk, sementara mereka telah melakukannya dan menghabiskan waktu dua jam.
"Bertahanlah... Kita harus bisa menyelesaikan portal ini!" ucap Dewa Gou Liang menguatkan Dewa Api. Meski kondisinya saat ini tidak lebih baik dari Dewa Api.
__ADS_1
Waktu terus berlalu. Seiring dengan itu portal juga semakin terbentuk dan mencapai tahap selesainya. Seiring dengan berjalannya Waktu kekuatan dari kedua Dewa itu juga semakin menipis.
Portal mulai menyerap energi yang ada di sekitarnya dalam jarak lima ratus kilometer, termasuk energi yang ada pada array Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi panik, segera dia menguatkan Array, namun semakin di serap pula oleh portal tersebut.
Portal yang kian menipis, segera Zhang Ziyi pulihkan. Hal itu terus saja berlanjut untuk beberapa saat.
Di sisi lain, Dewa Gou Liang dan Dewa Api juga telah berhenti menyalurkan energinya masing-masing. Tapi bukan berarti semuanya telah berakhir, melainkan energi yang ada dalam tubuh mereka yang di serap dengan paksa oleh portal yang berputar dalam.
Kedua Dewa itu tidak bisa mengelak dan mengendalikan tubuh. Keduanya terkekang oleh energi transparan yang mengikat mereka.
Tidak hanya mereka, bahkan energi spiritual yang ada pada batu dan benda mati atau benda hidup apa saja di dunia itu, tersedot habis oleh portal itu, hingga menyisakan debunya saja.
Tiga puluh detik berlalu, pada portal mulai melepaskan energi yang sangat besar Lingkaran energi yang menyebar luas, menghempaskan Dewa Api dan Dewa Waktu. Zhang Ziyi yang masih berada di dalam array segera menonaktifkan array dan melesat ke arah dua dewa itu. Namun dia terlambat, Dewa Api dan Dewa Gou Liang telah lebih dulu menghantam tanah.
Kedua Dewa mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Uhuk!"
Zhang Ziyi segera menghampiri Dewa Gou Liang yang berada lebih dekat darinya. Memapahnya duduk, lalu mengeluarkan tiga buah pil tingkat Surgawi. Dia juga membantu Dewa Gou Liang untuk menyerap khasiat dari tiga pil itu. Sayangnya tiga pil saja tidak cukup. Bahkan hanya bisa memulihkan sepertiga dari kondisi Dewa Gou Liang.
Zhang Ziyi awalnya tersentak dan berniat memberikan pil tingkat surgawi tambah. Namun dia segera menghentikan niatnya saat Dewa Gou Liang menyuruhnya untuk berhenti.
"Simpan pil itu untuk Dewa Api!" ucap Dewa Gou Liang dengan suara parau.
"Kakek tenang saja, aku masih memiliki banyak persediaan dalam cincin ruang."
"Simpan saja semuanya untukmu. Kau akan lebih membutuhkannya nanti saat di pengujian. Aku bisa menyembuhkan lukaku sendiri! Sekarang pergi bantu Dewa Api!" ucap Dewa Gou Liang.
__ADS_1
Dengan ragu, Zhang Ziyi beranjak dan berniat membantu Dewa Api yang saat ini tengah sekarat kehabisan energi, di tambah luka dalam yang diterimanya juga tidak sedikit.
"Uhuk!"
Dewa Gou Liang tidak sengaja terbatuk. Bersamaan dengan itu, dia juga memuntahkan darah hitam yang mengeluarkan bau menyengat.
Zhang Ziyi yang telah selesai membantu Dewa Api menyerap tiga buah pil tingkat surgawi pun sampai dibuat kembali tersentak akan hal itu. Bau menyengat yang ia yakini berasal dari darah barusan dimuntahkan oleh Dewa Gou Liang, membuat dia semakin khawatir.
Zhang Ziyi menghampiri Dewa Gou Liang. Begitupun juga dengan Dewa Api yang saat itu kondisinya telah pulih empat puluh persen.
"Kakek, apa yang terjadi?" ucap Zhang Ziyi. Dia segera memperhatikan cairan menyengat itu. "Ini ... racun?! Kakek kau terkena racun?" tanya Zhang Ziyi. Tersirat rasa panik pada anak itu.
Dewa Gou Liang tidak langsung menjawab. Dia menoleh ke arah Dewa Api.
"Mungkin kau juga perlu tahu akan hal ini Ziyi'er!" Dewa Api menghela napas sejenak. Zhang Ziyi tidak langsung memotong perkataan Dewa Api, melainkan sebaliknya menunggu Dewa Api melanjutkannya.
"Dewa Gou Liang terkena serangan racun mematikan saat berusaha melarikan diri dari kejaran pasukan Kaisar Langit! Racun ini sendiri bernama Racun Kelabang Neraka. Seperti namanya, racun ini berasal dari kelabang yang ada di neraka, dimana racun ini sendiri sangat kuat dan memiliki efek mengerikan." Dewa Api menjelaskan kepada Zhang Ziyi.
Dewa Gou Liang tidak bisa berkata-kata saat Dewa Api menjelaskan semuanya pada Zhang Ziyi. Awalnya dia menoleh ke arah Dewa Api dengan tujuan untuk memberikan kode kepadanya untuk tidak memberitahu Zhang Ziyi akan hal ini. Namun sepertinya kawannya ini tidak bisa untuk di ajak kerja sama.
"Kau tak perlu menyembunyikannya. Zhang Ziyi juga berhak untuk mengetahuinya," ucap Dewa Api.
Dewa Gou Liang memandangi Dewa Api dengan tatapan tidak enak. Sedikit tersirat nafsu membunuh dari tatapan itu.
"Tunggu, di kejar oleh pasukan Kaisar Langit. Kakek juga pernah menceritakan padaku bahwa saat aku terlahir, kakek telah membawaku lari dan menitipkan ku ke alam Tengah, bukan. Dan saat itu pula pasukan kaisar Langit mengejar kakek! Apakah ini semua ada hubungannya denganku?" ujar Zhang Ziyi.
Dewa Api dan Dewa Gou Liang terperanjat kala mendengar penalaran Zhang Ziyi tadi yang begitu tepat.
"Bagaimana dia bisa menebaknya dengan benar?" batin Dewa Gou Liang. Niatnya untuk menyembunyikan kebenaran bahwa dia terkena racun Kelabang Neraka akibat membawa lari Zhang Ziyi, malah berakhir dengan tebakan oleh Zhang Ziyi Sendiri.
__ADS_1
"Haiissh... Pada akhirnya kau akan tetap mengetahuinya!" Dewa Gou Liang berkata pasrah. Benar dugaannya sejak awal, kini Zhang Ziyi mulai merasa bersalah.