
Tapak Cahaya melesat, menghancurkan Ilusi dan nyaris menghantam Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi awalnya panik, namun sesegera mungkin dia menguasai dirinya. Menggunakan elemen waktu untuk menghentikan perputaran waktu sebentar,
Setelah semuanya berhenti, dia langsung berlari menghindar. Dia mengaktifkan skill langkah bayang hingga ke tahap maksimal.
"Untuk saat ini, aku memang harus menghindari kalian. Namun aku yang akan mencari kalian suatu saat nanti.," gumam Zhang Ziyi. Entah mengapa dia sangat tidak suka dengan orang-orang ini.
Entah karena sifat mereka yang menurutnya terlalu rakus akan kekuatan atau yang lainnya.
Zhang Ziyi terus melesat dengan kecepatan tinggi. Dia yakin para kultivator Penghuni alam Atas itu akan kembali normal dalam waktu dekat. Ya, durasi penghentian waktu tidak akan berlangsung lama. Makanya dia terus memacu langkah kakinya dengan kecepatan tinggi.
Setelah merasa telah jauh. Dia berhenti berlari. Dia menetralkan deru nafasnya yang tidak beraturan. Setelah itu, dia mulai mengumpulkan energi alam dan mengubahnya sebagai energi Qi.
Menggunakan elemen Waktu untuk menghentikan waktu nyatanya menghabiskan banyak energi. Beruntung topeng Hantu masih melekat di wajahnya, menutupi identitasnya kepada para Penghuni Alam Atas.
Setelah merasa cukup, Zhang Ziyi bangkit. Menggunakan Mata Elang untuk menilik sekitarnya.
"Kakek!" ucap Zhang Ziyi, kala melihat keberadaan Dewa Gou Liang serta Dewa Api yang tengah melesat ke satu arah. Hendak ke arah mereka, namun Zhang Ziyi langsung menghentikan aksinya kala melihat dua orang asing yang juga melesat bersama-sama dengan Dewa Gou Liang dan Dewa api.
Zhang Ziyi mengerti akan situasinya. Tidak jadi ke arah mereka, Zhang Ziyi malah melepaskan aura emasnya. Membiarkan aura emas itu menyebar luas tanpa berniat menahannya.
Benar saja, semua orang yang berada di dunia ciptaan Dewa Gou Liang langsung menghentikan aktivitasnya masing-masing. Semuanya terlalu terpaku akan aura emas tersebut. Begitupun juga dengan Dewa Gou Liang dan Dewa Api.
Aura itu hanya sesaat, namun telah berhasil menarik perhatian semuanya.
Dewa Api dan Dewa Gou Liang saling berpandangan. Mengangguk sejenak, setelahnya mereka sama-sama menghilang dari tempat.
Muncul kembali tepat di hadapan Zhang Ziyi.
"Kau cukup nekat, Ziyi'er. Mulai sekarang, berhati-hatilah. Jangan sampai kau keluarkan aura emas mu ini di sembarang tempat. Takutnya salah di antara mereka akan mengenalinya, dan tentu saja masalah akan menimpamu setelahnya!" ucap Dewa Gou Liang.
"Aku tahu kakek, tapi bukankah sekarang aku juga telah bermasalah dengan mereka!?" Zhang Ziyi membalas perkataan Dewa Gou Liang.
"Hmm, semuanya ada padamu, Ziyi'er. Jika kau berhati-hati, maka kau akan aman, namun sebaliknya jika kau tak berhati-hati, maka tentu saja masalah akan menimpamu." Dewa Api juga ikut menasehati.
"Aku mengerti, Kakek!"
"Baik, mari kita tinggalkan tempat ini. Aura yang baru saja kau keluarkan tadi akan mengundang orang-orang itu untuk datang ke sini."
Dewa Api dan Chen Li mengangguk. Lalu mereka berdua memasuki portal yang telah di ciptakan Dewa Gou Liang.
Whush!
Whush!
Setelah kedua orang itu menghilang, Dewa Gou Liang belum juga memasuki portal. Dia terbang lebih tinggi ke atas. Menghentikan waktu sejenak. Lalu dia beralih ke arah lautan tanaman herbal yang ada di dunia itu. Memasukkan semuanya ke dalam cincin ruang miliknya hingga tak tersisa. Turun ke bawah, waktu kembali berjalan normal.
Dewa Gou Liang melibaskan tangannya sejenak, lalu dia juga ikut memasuki portal.
Portal menghilang. Bersamaan dengan itu, Dunia ciptaan Dewa Gou Liang mulai bergetar hebat, sebelum akhirnya hancur dan berubah menjadi debu.
Entah bagaimana nasib para penghuni Alam atas yang merasakan kiamat di dunia itu.
-
Whush!
Whush!
__ADS_1
Whush!
Tiga orang pria muncul di atas tebing. Melihat pemandangan di bawah sana yang begitu nyaman dan menyejukkan mata. Zhang Ziyi maju beberapa langka, hingga sampailah dia di ujung tebing. Dia menghirup udara yang begitu segar itu. Awan orange terbentang luas bagaikan karpet emas.
"Sangat nyaman!!"
Zhang Ziyi membalikkan badan. Menengok ke arah dua orang Dewa yang saat ini juga menatapnya.
"Kakek, rencana untuk ke alam atas, apakah tetap akan kita lakukan dalam waktu dekat?" tanya Zhang Ziyi.
Melihat bagaimana hebatnya para kultivator Alam Atas, membuat Zhang Ziyi merasa sedikit pesimis. Apalagi bawahannya yang tampaknya masih sangat lemah untuk bersaing dengan murid-murid sekte Alam Atas yang pernah dia bunuh.
"Ya, tetap kita akan ke sana dalam beberapa hari ke depan. Asalkan kau bisa hati-hati, dan pelan saja kau memperluas pengaruh mu di sana. Maka kau akan baik-baik saja ... Mengenai para bawahan mu, kau bisa menyimpan mereka terlebih dahulu di dunia yang akan aku ciptakan nanti. Atau kau bisa membawa mereka ke alam jiwa mu sehingga mereka akan tetap bersamamu. Namun jangan lupa untuk memperkuat mereka, karena melawan Kaisar Langit membutuhkan pasukan yang hebat dan berani!" Panjang Lebar Dewa Gou Liang memberi penjelasan.
Zhang Ziyi mengangguk, "Aku mengerti, Kakek!" balas Zhang Ziyi.
Setelahnya mereka bertiga terbang dengan kecepatan tinggi. Melewati awan emas yang membentang layaknya permadani itu.
Sampai mereka di sebuah perkampungan dengan banyak sekali makhluk hidup di dalamnya.
Baru saja Zhang Ziyi menginjakkan kaki di tanah, Zhang Ziyi telah lebih dulu di sambut oleh Laohu.
"Rawwrr!!"
Laohu mengelus punggungnya dengan tubuh Zhang Ziyi. Tampaknya Harimau api itu begitu merindukan tuannya ini.
"Aku baik-baik saja, Laohu." Zhang Ziyi membalas mengelus kening Laohu.
Setelah Laohu, tampak beberapa orang yang datang. Mereka adalah para ketua Divisi Sekte Tujuh Elemen, Para kultivator bertopeng Hitam, 12 penatua klan Zhang, Moi Hu serta Moi Wang.
Orang-orang itu segera berlutut. Memperhatikan mereka, Zhang Ziyi sedikit tertegun kala merasakan kekuatan mereka yang telah meningkat banyak.
Tujuh ketua divisi telah berhasil menerobos hingga ke ranah Alam Surgawi tahap 3. Di sisi lain, Moi Hu serta Moi Wang yang berhasil menerobos ranah Alam Surgawi tahap 3. 12 penatua yang berhasil menerobos hingga ke ranah Alam Surgawi tahap 2. Kultivator bertopeng hitam yang telah menerobos ranah Alam Surgawi tahap 1.
"Baik sekali. Pil itu ternyata cukup bermanfaat bagi kalian." Zhang Ziyi menghentikan perkataanya kala melihat para bawahannya yang kan telah berkumpul di belakang para pemimpin mereka.
Baru setelah semuanya telah terkumpul, Zhang Ziyi kembali melanjutkan perkataannya.
"Selanjutnya kalian akan kembali ke alam jiwa untuk melanjutkan pelatihan kalian. Berlatihlah dengan sungguh-sungguh. Aku akan menggunakan bantuan kalian sewaktu-waktu jika aku mengalami masalah!"
"Kami mengerti Pemimpin!" ucap semua bawahan Zhang Ziyi dengan penuh hormat.
Zhang Ziyi menciptakan portal yang menghubungkan dengan alam jiwanya. Setelahnya semuanya sama-sama memasuki portal tersebut.
Whush!
Semuanya menghilang setelah memasuki portal.
Muncul kembali di alam Jiwa Zhang Ziyi. Seperti sebelumnya, Zhang Ziyi lantas menciptakan kota besar untuk para bawahannya itu beraktifitas. Sedangkan untuk kota yang dahulu pernah dia bangun, kini tak ada lagi di sana.
Zhang Ziyi memisahkan antara Ras Manusia dan Ras Centaurus. Dua kota besar tercipta dalam sekejap.
Selesai dengan membangun kota besar tersebut, Zhang Ziyi lantas menciptakan sebuah halaman luas yang kemudian dia isi dengan tumbuhan-tumbuhan herbal. Dewa Gou Liang pun juga tak ketinggalan. Dia juga mengeluarkan tumbuhan herbal yang ada dalam cincin ruangnya. Tanaman herbal yang dia pindahkan dari cincin ruang sebelumnya.
"Kalian bisa membudidayakan tanaman herbal ini, gunakan dengan baik. Semuanya bisa mengambilnya, namun tidak ada yang serakah. Jika kedapatan melanggar, maka kalian akan menerima sendiri akibatnya!" Zhang Ziyi berkata dengan penuh penegasan.
"Kami mengerti, Pimpinan!" ucap semuanya.
"Selanjutnya, apa lagi Kakek!" tanya Zhang Ziyi pada Dewa Gou Liang.
__ADS_1
"Hmm, kita harus menguatkan energi alam yang ada di alam jiwa ini."
"Baik, aku mengerti, Kakek!"
Zhang Ziyi kemudian memerintahkan para bawahannya yang berasal dari Sekte Tujuh Elemen, divisi tumbuhan untuk menciptakan pepohonan.
Tanpa ada yang membantah, mereka langsung melakukan seperti yang di perintahkan Zhang Ziyi.
Selesai dengan itu, Dewa Gou Liang berjalan beberapa langkah ke depan. Dia melambaikan tangan. Seketika pohon-pohon itu mulai mengeluarkan butiran-butiran debu hijau yang mengelilingi mereka.
Takjub menghampiri mereka kala itu. Semuanya merasakan energi alam yang bertambah beberapa kali lipat.
"Kita kekurangan Bintang Buas!" Dewa Api memberi usul.
"Ya, kau benar. Mari kita menangkap mereka!"
Zhang Ziyi menciptakan portal yang menghubungkan dengan dunia luar. Lalu dia, Dewa Api, dan Dewa Gou Liang menghilang dari sana melalui portal.
Muncul di dunia sebelumnya mereka berada. Kemudian Dewa Gou Liang yang mengambil alih.
Ketiganya kembali menghilang.
Whush!
Muncul di sebuah tempat asing. Dimana di sini di penuhi oleh binatang buas dari berbagai macam usia. Binatang-binatang buas itu sendiri bermacam-macam jenisnya.
"Zhang Ziyi, terlebih dahulu kau harus menjinakkan mereka, sebelum kau membawa mereka ke Alam jiwa! Takutnya nanti mereka malah akan membuat rusuh." Dewa Gou Liang memperingati Zhang Ziyi.
"Baik, aku mengerti, Kakek!"
Zhang Ziyi menggunakan kekuatan mentalnya untuk menjinakkan para bintang buas ini. Sebenarnya Beberapa di antaranya merupakan binatang buas yang telah bertransformasi menjadi Siluman. Baik itu Siluman Suci, hingga tingkat siluman lebih tinggi dari itu ada di tempat ini.
Kekuatan jiwa yang tersebar, langsung menghipnotis para binatang-binatang buas itu.
Binatang Buas yang berjarak lima ratus meter telah berhasil dia jinakkan. Zhang Ziyi langsung memindahkan mereka semua ke alam jiwanya.
Bersama dengan dia dan dua Dewa bersamanya, mereka mulai mengatur tempat untuk para Binatang Buas ini.
"Zhang Ziyi, kau harus membuat array untuk melindungi binatang buas yang tiba-tiba me–rusuh. Jangan sampai mereka keluar wilayah dan mencelakai para bawahan–mu itu!"
"Baik, dimengerti!"
Zhang Ziyi lantas melakukan seperti yang di katakan Dewa Gou Liang tadi.
Dia menggunakan Array Ilusi untuk mengurung binatang buas, dimana para binatang buas ini tidak akan bisa keluar dari garis wilayah, sementara bagi bawahannya bisa keluar masuk garis wilayah.
Tak lupa pula Zhang Ziyi melakukan percepatan waktu di wilayah Binatang Buas itu. Berguna sebagai tempat latihan bagi para bawahannya, selain itu juga bisa membuat Bintang Buas lebih cepat untuk mencapai tingkat siluman.
"Selesai!"
Zhang Ziyi menepuk-nepuk tangannya. Dia malangkah ke arah Dewa Gou Liang dan Dewa Api yang berjarak beberapa meter darinya. Di belakang Dewa Api dan Dewa Gou Liang sendiri ada para bawahan Zhang Ziyi di sana.
Zhang Ziyi memberikan anggukan kepala oada kedua dewa itu.
"Kalian semua! ... Bintang-bintang Buas ini yang akan menjadi kawan latih tanding kalian nantinya," ucap Zhang Ziyi.
Setelah memberikan arahan kepada para pengikutnya, Zhang Ziyi kemudian menghadap Dewa Api dan Dewa Gou Liang
"Ziyi'er, cepatlah kembali ke dunia binatang buas tadi. Aku merasakan adanya sesuatu yang menarik di sana."
__ADS_1
Semula Zhang Ziyi mengernyit mendengar apa yang dikatakan Dewa Gou Liang itu. Namun dia tidak bertanya dan memilih untuk melakukan apa yang di perintahkan Dewa Gou Liang.
Vote:)