
Rekan-rekan lelaki itu begitu tersentak kala melihat rekan mereka di banting oleh Hou Die dengan mudah. Geram, mereka langsung mengancam Hou Die dengan mengeluarkan aura intimidasi.
Maju dan menyerang Hou Die.
"Benar... Aku harus melakukan ini! Kalian yang telah membuat saudara serta rekanku meninggal!"
Whush....
Baamm...
"Arrgghh...."
"Arrgghh...."
Ledakan terjadi saat Hou Die melakukan pelepasan energi. Itu langsung membuat penjaga terlempar, menabrak pintu gerbang yang terbuat dari kayu hingga menghancurkannya.
Melihat itu, mereka yang saat itu berada di dekat gerbang begitu kaget. Beberapa diantaranya segera berlari menuju ke pintu gerbang.
Dapat mereka lihat dua orang penjaga gerbang terbaring kesakitan dengan serpihan-serpihan kayu dari pintu gerbang berserakan di sekitarnya.
__ADS_1
"Ada apa ini?"
"Apa yang terjadi?"
Mereka yang baru datang itu langsung bertanya-tanya dengan apa yang telah terjadi. Tapi ada juga yang langsung melihat ke arah gerbang dimana pemicu terpental nya dua penjaga itu ada di sana.
Melihat seorang pemuda berusia belasan tahun berdiri sendiri di depan gerbang yang telah hancur, membuat orang-orang dari kelompok Harimau Iblis meragukan pemuda itu yang menyebabkan dua penjaga dalam keadaan seperti itu. Dengan usianya yang terbilang muda, tidak mungkin dia bisa melepaskan kekuatan besar tersebut?
"Tangkap anak itu!" Salah seorang dari penjaga yang dibuat terpental langsung memerintahkan orang-orang yang hadir di sana untuk menangkap Hou Die. Tapi justru mereka yang kebingungan. Untuk apa menangkap bocah itu?
"Sialan! Apa yang kalian pikirkan? Cepat tangkap dia!" Penjaga yang lain juga tidak kalah geramnya.
"Dasar bodoh!" Salah satu penjaga langsung memukul kepala orang yang berbicara terkahir tadi. "Dia orang yang kita cari. Dia anak yang dicari oleh Ketua!"
Mendengar itu, sontak saja membuat mereka yang hadir di sana begitu terkejut. Dan detik berikutnya satu per satu dari mereka berlari cepat ke arah Hou Die.
"Hmm, tanpa di minta pun aku akan tetap berlari ke arah kalian dan membalaskan dendam saudara-saudaraku yang telah kalian bunuh!" ucap Hou Die.
Pedang yang telah dia siapkan, terlibas tajam. Dengan gerakan cepat dan sulit di imbangi, sehingga Hou Die bisa dengan mudah melumpuhkan lawan.
__ADS_1
Orang-orang dari kelompok Harimau Iblis kini telah berdatangan untuk menyerang Hou Die.
Sring...
Sring...
Bunyi dentuman langsung terdengar bersahutan kala pedang Hou Die bertemu dengan senjata milik lawan-lawannya.
Hou Die terus maju seiring dengan tebasan tajam darinya menggores satu per satu dari orang-orang yang mendatanginya itu. Awalnya tidak ada niat hati Hou Die untuk membunuh. Niatnya hanya untuk melumpuhkan saja. Tapi sepertinya melakukan itu cukup sulit.
Bahkan sekarang saja Hou Die telah membunuh dua tiga orang tanpa sengaja. Seumur-umur, dia belum pernah menghilangkan nyawa seseorang, tapi kali ini dia bahkan telah membunuh beberapa orang sekaligus dalam satu waktu.
Dikarenakan basis kultivasi yang terlampau cukup jauh, dimana orang-orang ini yang berada di ranah Pendekar, sementara Hou Die sendiri berada di ranah Dewa, berbeda dua tingkat sekaligus sehingga membuat setiap serangan Hou Die sangat kuat.
Slash...
Slash...
Pedang Hou Die mulai bermain dengan lihai. Ya, dia merasa seiring dengan nyawa yang berhasil dia bunuh, maka timbul perasaan aneh. Dimana ingin terus menerus membunuh orang-orang itu. Selain dengan merasa tertantang, Hou die juga merasa dengan setiap nyawa yang dia bunuh, maka terbayar sudah satu nyawa saudara seperguruannya yang di bunuh oleh orang-orang ini.
__ADS_1