
Zhang Ziyi serta para bawahnya telah kembali ke alam Atas. Jumlah bawahan yang Zhang Ziyi bawa, berkurang sekitar sembilan puluh tujuh persen dari jumlah aslinya.
Akan tetapi, selama satu Minggu di Dunia tersebut, beberapa ratus orang bawahan Zhang Ziyi yang semula masih berada di ranah Semesta, dan telah berhasil mencapai ranah Dewa Abadi, pun juga ikut bergabung, sehingga menambah jumlah bawahan yang dikirim oleh Zhang Ziyi ke dunia tersebut.
Kekuatan dari para bawahan Zhang Ziyi ini sendiri juga telah mengalami banyak peningkatan, baik dari segi fisik maupun segi mental.
Mereka yang telah sampai di markas kembali melakukan pekerjaan mereka masing-masing. Dimana Zhang Zhili yang langsung menemu pemimpin sekte Palu besi untuk mendiskusikan terkait dengan pembuatan senjata rahasia. Berkat dari pengalaman serta ilmu yang didapat dari kelompok Ruller–X, sehingga ha senjata rahasia ini mungkin akan memiliki kekuatan yang kuat.
Zhang Ziyi saat ini tengah jalan-jalan di sekitaran markas, bersama dengan Shui Bing.
Sejenak, dia merasakan adanya kekuatan hebat yang terpancar dari arah halaman luas, belakang markas utama. Aura yang begitu familiar dia rasakan.
Tanpa pikir panjang, Zhang Ziyi Serta Shui Bing segera bergegas ke arah sumber Aura tersebut.
Benar apa yang di pikirkan Zhang Ziyi sebelumnya. Aura tersebut berasal dari Dewa Gou Liang. Yang saat ini tengah bermeditasi. Di sisinya, ada Dewa Api, serta enam Dewa Elemen lainnya. Selain itu, Zhang Ziyi juga melihat leluhur Klan Zhang bersama dengan orang-orang tak di kenal.
Segera Dia berjalan menghampiri orang dan tersebut.
"Eh, Ziyi'er!" ucap Dewa Api.
"Kakek!" ucap Zhang Ziyi, sembari menangkupkan kedua tangan memberi hormat kepada mereka. Begitu juga dengan Shui Bing.
Lalu Shui Bing segera menghampiri wanita berpakaian biru muda yang dia kenal sebagai Dewi Es, gurunya sendiri.
Dewa Gou Liang yang tengah bermeditasi itu langsung membuka kedua matanya kala mendengar suara dari Zhang Ziyi.
"Ziyi'er, Sudah lama kita tidak bertemu dan Kini engkau telah menjadi seorang yang hebat bahkan kekuatanmu mungkin saja sudah melampauiku!" ucap Dewa Gou Liang.
Ada rasa haru terhadapnya kala melihat perkembangan pesat dari Zhang Ziyi.
Mengingat kembali masa lalu, dimana Zhang Ziyi yang hampir di bunuh oleh Jenderal Kaisar Langit. Namun baru-baru ini, Dewa Gou Liang mendengar kabar beredar bahwa Jenderal Kaisar Langit yang hendak membunuh Zhang Ziyi itu telah di bunuh oleh seseorang. Dia belum mengetahui pasti siapa orang yang membunuh Jenderal Kaisar Langit itu, namun dari berbagai sumber, mengarah pada seorang dewa Kematian.
Zhang Ziyi hanya bisa memasang senyum simpul mendengar pujian dari dewa Gou Liang tadi.
__ADS_1
"Eh, omong-omong, Bagaimana dengan kondisi kakek, apakah sudah sembuh sepenuhnya?" tanya Zhang Ziyi mengalihkan pembicaraan.
"Hmm, mengenai lukaku .. Kamu tidak usah khawatir karena aku telah sembuh total!" ucap Dewa Gou Liang, yakin.
Sejenak, kedua alis Dewa Gou Liang berkerut. Dia kemudian menoleh samping kanan di mana, Dewa Api berdiri.
Merasakan ada sesuatu yang salah dengan kekuatan serta aura yang di pancarkan oleh Zhang Ziyi. Benar saja, bukan hanya Dewa Gou Liang yang merasakannya, melainkan juga Dewa Api..
"Zhang Ziyi, Meskipun aura emas dalam tubuhmu lebih mendominasi tapi, aura kegelapan juga sangat pekat," Dewa Gou Liang mengutarakan apa yang dirasakan terhadap Zhang Ziyi.
"Benar Guru. Aku telah membangkitkan Unsur elemen cahaya dan elemen kegelapan!" Zhang Ziyi mencoba menjelaskan kepada kedua orang itu.
"Hmm, baguslah. Jangan sampai kamu menjadi penerus dari Dewa Kematian dengan aura hitam pekat itu," ucap Dewa Gou Liang dengan intonasi dibuat bercanda.
Zhang Ziyi yang mendengar itu mengernyit.
"Kakek, aku memang telah menjadi dewa kematian sekarang. Bahkan sampai memenangkan pertandingan antar dengan statusku sebagai Dewa Kematian." Zhang Ziyi berterus terang.
"Benarkah?" tanya Dewa Api.
Zhang Ziyi menganggukkan kepalanya. "Aku tidak berkata bohong. Apakah ada yang salah?" tanya Zhang Ziyi.
"Sebenarnya tidak ada. Cumannya yang menjadi masalah adalah, namamu atau status mu sekarang telah banyak di incar oleh orang-orang di alam atas ini!" ujar Dewa Api, kemudian dia melanjutkan. "Lalu bagaimana dengan Zhang Meng? Dia menempati posisi ke berapa?"
"Ya, Kakek! Aku tahu itu, makanya aku akan terus meningkatkan kekuatanku serta dengan bawahan–ku! Dan untuk jawaban kedua, megenai Zhang Meng. Kakek tenang saja. Dia berhasil menduduki peringkat dua puluh besar."
"Umm," Dewa Gou Liang dan Dewa Api mengangguk secara bersamaan. "Tampaknya, dia sudah besar sekarang!" ucap kembali Dewa Api.
"Apakah dia ada bersamamu sekarang?" tanya Dewa Gou Liang. Yang dia maksud adalah Dewa Kematian.
"Ya, dia ada bersamaku!" ucap Zhang Ziyi.
"Oi, Pria tua. Keluar!" panggil Dewa api pada Roh Dewa Kematian.
__ADS_1
"Apakah Kamu tidak bisa memanggilku secara lembut, telingaku masih berfungsi dengan baik aku tidak tuli!" kesal Roh Dewa Kematian. Dia telah muncul dalam bentuk asap, setengah tubuh.
"Hmm, kau telah menjadikan sebagai Dewa Kematian. Namun, apakah kamu tidak memikirkan bagaimana dan apa yang akan di alami oleh Zhang Ziyi nantinya? Potensi anak ini begitu besar, bukan hanya di dunia ini dia akan bertualang, tapi alam yang lebih tinggi lagi. Jika kamu mengikatnya dengan tugas membosankan mu itu, dia tidak akan berkembang!" Dewa api berkata panjang kali lebar, menceramahi Dewa Kematian.
"Cih, bahkan jauh sebelum engkau memberitahu ku, Aku sudah memikirkannya dan mempertimbangkannya. Dia menjadi Dewa Kematian, namun dia bebas melakukan apapun yang dia inginkan. Tidak perlu Zhang Ziyi turun tangan untuk mencabut Roh-roh itu. Cukup dengan mengawasi, dan jika ada Kendala, maka Zhang Ziyi bisa membantu mereka!" Roh Dewa Kematian membela diri.
"Heeh, tetap saja kamu salah!"
Kedua orang yang bertengkar itu, segera di lerai oleh Dewa Gou Liang.
"Sudahlah. Kalian tidak ada bedanya dengan anak kecil yang masih setia dengan ingusnya. Berhenti bertengkar atau aku akan menyumpal mulut kalian berdua." kesal Dewa Gou Liang.
"Cih, keduanya sama-sama berdecih. Dan berhenti untuk bertengkar.
"Nah, begini lebih baik!"
Hening terjadi sesaat. Zhang Ziyi menoleh ke arah Leluhur Klan Zhang, yang saat ini tengah bercengkrama dengan beberapa orang yang tidak Zhang Ziyi kenal.
Dia segera menghampiri mereka. Sempat pembicaraan terjadi antara Zhang Ziyi bersama dengan Leluhur Klan Zhang serta orang-orang itu.
Dari situ pula, Zhang Ziyi mengetahui identitas orang-orang ini yang ternyata merupakan leluhur dari klan lain.
Dari pertemuan ini, semakin membuat Zhang Ziyi yakin akan kekuatan mereka yang telah mampu untuk bersaing dengan Kaisar Langit serta Kekaisaran Kegelapan sekali pun.
***
Zhang Ziyi, Dewa Gou Liang, serta Dewa Api saat ini tengah mengendarai Laohu. Hendak ke suatu tempat.
"Apakah yang kamu katakan itu benar bahwa kelompok Bendera Putih masih berdiri sampai sekarang?" tanya Dewa Api .
"Benar Kakek. Mereka memang Kelompok Bendera Putih. Dahulu aku sampai berkunjung ke tempat mereka."
"Hmm, begitu yah. Aku jadi tidak sabar untuk bertemu dengan mereka," ujar Dewa Gou Liang.
__ADS_1