Rihhane Of Story

Rihhane Of Story
Kondisi Rihan


__ADS_3

setelah sarapan pagi, Rihan lalu menuju Ruang Kerjanya di ikuti oleh kedua Asisten Pribadinya. Rihan dengan tenang memeriksa semua laporan keuangan dan kinerja pegawai di Cabang Perusahan RA Grup, juga laporan tentang aktivitas apa saja yang dilakukan oleh seorang Ariana.


Alex dan Alen tetap berdiri tegap dua langkah di depan meja Kerja sang majikan sambil terus memperhatikan gerak - gerik Rihan jika sewaktu - waktu sang majikan membutuhlan sesuatu atau menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan berkas - berkas yang ada di atas meja kerjanya.


" kenapa keuntungan perusahan pada bulan ini menurun Lex ? " tanya Rihan sambil mengerutkan keningnya merasa janggal dengan laporan keuangan Cabang Perusahan RA Grup.


" Maaf Nona. saya sudah menanyakan hal itu pada bagian keuangan. kata mereka, itu karena telah terjadi kecelakaan pada pembuatan produk yang akan di pasarkan, seorang pegawai ceroboh hingga salah memasukan bahan pembuatan produk perusahan sehingga ketika produk di pasarkan, banyak konsumen yang mengajukan protes pada produk yang di pasarkan " jelas Alex panjang lebar.


" hmmmm... itu murni kecerobohan ? " tanya Rihan datar tanpa mengalihkan pandangannya pada berkas di depannya. sesekali ia akan mengerutkan keningnya.


" iya Nona. itu murni kecerobohan sang pegawai. ia juga sudah meminta maaf pada pihak perusahan. " jawab Alex tenang.


" bagaimana keadaannya ? " tanya Rihan lagi


" Pihak Perusahan sudah memecatnya Nona " jawab Alex


" kenapa ? bukannya dia sudah meminta maaf " ucap Rihan.


" Direktur Bino tidak ingin anda kecewa dengan kinerja pegawai yang ia rekrut sendiri Nona, sehingga Direktur Bino langsung memecatnya. " jelas Alex masih dengan ekspresi yang sama.


" apa aku pernah mengatakan pada kalian untuk memecat mereka yang melakukan kesalahan tanpa mendengar alasannya ? " tanya Rihan lalu mengalihkan pandangannya pada kedua asisten pribadinya.


" Tidak Nona. jika itu murni kecelakaan, maka bisa di maafkan. tetapi jika itu kesengajaan, maka harus di tindaklanjuti " jawab Alex dengan gugup lalu menundukkan kepalanya takut bertatapan langsung dengan sang majikan.


" so... what do you do ? " ucap Rihan masih dengan nada bertanya.


" akan saya lakukan Nona " balas Alex yang mengerti maksud dari ucapan sang majikan.


" Maaf Nona. waktunya menghubungi Nyonya Besar " ucap Alen mengingatkan Rihan untuk segera menghubungi sang Momy.


" hmmm "


" sudah tersambung Nona " ucap Alen lalu memberikan ponsel milik sang majikan yang sudah tersambung oleh sang Nyonya Besar.


" Hallo sayang... bagaimana kabarmu ? sudah hampir satu bulan kamu tidak menelpon Momy dan Daddymu. kami rindu padamu sayang " ucap sebuah suara di seberang telepon yang merupakan Momy Rihan.


" Aku baik Mom " jawab Rihan agak lembut lalu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju balkon ruang kerjanya. Alex dan Alen tetap di tempat mereka karena tidak ingin mendengar pembicaraan sang majikan.


" kapan kamu kembali ke sini ? " tanya sang Momy.


" jika urusanku sudah selesai Mom " jawab Rihan tenang lalu mengalihkan pandangannya ke taman mini di samping Mansionnya yang sedang dirawat oleh para tukang kebun.


" ya sudah. jangan lupa selalu beri kabar keadaanmu pada Momy dan Daddymu. kami khawatir denganmu. " ucap sang Momy dengan sendu di seberang telepon.


" iya Mom " balas Rihan.


" bagaimana dengan pola makanmu ? jangan makan sembarangan. ingat kondisi tubuhmu. Momy nggak mau kamu sakit Nak " ucap sang Momy yang kini terdengar isak tangisnya.


" iya Mom. Alen selalu menjaga pola makanku. Momy jangan khawatir ya " ucap Rihan pelan. dadanya terasa sesak mendengar penuturan sang Momy yang begitu perhatian padanya.


" syukurlah kalau begitu. kau tahu Nak... Momy dan Daddy sangat menyayangimu. kamu adalah nafas hidup kami. kamu adalah matahari kami sayang. jangan pernah terluka ya. sudah cukup kamu terbaring lemah waktu itu. Momy tidak mau kamu sakit lagi Nak.


hiks...hiks...hiks....


kamu sangat berharga bagi kami. jaga kesehatanmu ya sayang. sebentar lagi Daddy akan pulang. Momy nggak mau Daddymu tahu kalau Momy menangis. bisa hancur Mansion kita. Momy tutup teleponnya ya... jangan lupa pesan Momy. bye sayang. kami menyayangimu " ucap sang Momy panjang lebar dari isakan hingga kekehannya yang mengakhiri panggilan telepon mereka.


" Rihan juga menyayangi Momy dan Daddy " ucap Rihan setelah panggilan telepon berakhir.

__ADS_1


Ya Tuhan... selalu berikan kesehatan untuk kedua orang tuaku. jaga mereka selalu untukku. terima kasih karena aku terlahir memiliki kedua orangtua seperti mereka. terima kasih karena banyak cinta dan kasih sayang yang aku dapatkan dari mereka. aku berharap mereka selalu bersamaku hingga ajal menjemputku. aku juga berharap semoga kebahagiaan ini tetap ada selamanya.


Doa Rihan dalam hatinya tanpa di sadari air matanya yang sudah lama tersimpan rapat sejak kejadian masa lalunya itu, kini jatuh juga.


.


.


.


Setelah mengakhiri panggilan teleponnya dengan sang Momy, Rihan lalu menenangkan dirinya dengan memandang halaman Mansionnya yang di penuhi dengan para pekerja yang sedang melakukan tugas mereka. ada merapikan taman bunga, pohon-pohon hias yang dipotong beberapa rantingnya agar terlihat rapi, rumput - rumput liar juga di cabut, dan pekerjaan lainnya.


selain hanya melihat pemandangan Mansionnya yang begitu asri, Rihan juga melihat pemandangan pohon-pohon liar yang tumbuh di sekeliling Mansion. karena Mansion Rihan di desain sedemikian rupa dan terletak agak jauh dari Ibukota karena dirinya ingin ketenangan sehingga memilih mendirikan Mansion di Pinggiran Ibukota yang di kelilingi oleh Hutan lebat.


merasa hatinya kembali tenang, Rihan lalu kembali masuk ke dalam Ruang kerjanya dan mendapati Alex dan Alen yang masih setia dengan posisi mereka.


" Anda baik - baik saja Nona ? " tanya Alen pada sang majikan karena meski memasang wajah datar seperti biasanya, tetapi Alen maupun Alex tahu suasana hati sang majikan jika selesai menjawab telepon dengan keluarganya.


" hmmmm "


mendengar deheman dari sang majikan, Alen dan Alex hanya bisa pasrah dan mengikuti sang majikan keluar dari Ruang kerjanya dan menuju kamar tidurnya.


sesampainya di kamar, Rihan lalu membaringkan tubuhnya di tempat tidur tanpa mempedulikan tatapan khawatir dari kedua asisten pribadinya. karena bagi mereka sikap sang majikan yang sekarang menunjukan bahwa dirinya tidak baik - baik saja.


Alen dengan cepat menghampiri sang majikan yang tengah berbaring. ia lalu memperbaiki selimut yang di pakai sang majikan hingga ke dada.


entah kenapa Rihan tiba - tiba merasa pusing ketika kembali dari Balkon ruang kerjanya. ia juga heran akan fisiknya yang tidak seperti biasanya yang tiba - tiba pusing.


Melihat sang majikan yang sudah beristirahat, Alex lalu keluar dari kamar sang majikan dan menelpon Dokter pribadi milik Rihan agar segera datang dan memeriksa kondisi sang majikan. sedangkan Alen, ia masih setia duduk di samping tempat tidur sang majikan dan memandang intens wajah cantik Rihan yang terlelap dengan nafas teraturnya.


" Nona... terima kasih sudah membantuku dan kak Alex hingga sekarang. terima kasih sudah percaya pada kami. maafkan kami yang belum bisa membantu Nona. kami akan berusaha mengobati luka Nona dengan selalu berada disisimu Nona. terima kasih untuk semua kebaikanmu Nona " ucap Alen dalam hatinya lalu mengusap lembut tangan Rihan yang sedari tadi di genggamnya. jangan lupa dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya.


" Kak... Nona sangat baik hati tetapi kenapa ada yang iri padanya ?. aku kasihan dengan Nona Kak. meski aku tahu kalau Nona wanita yang kuat... tetap saja ia punya sisi rapuh seperti yang kita lihat ini " ucap Alen pelan pada sang kakak sambil tetap memandang wajah sang majikan.


" hmmm... maka dari itu, kita harus selalu di samping Nona dan menjaga Nona dari orang - orang di masa lalunya.


sepertinya Dokter Galant sudah sampai. kakak akan menjemputnya di bawah. kamu jaga Nona di sini " ucap Alex lembut pada sang adik lalu menepuk pelan bahu Alen kemudian keluar dari kamar sang majikan dan menjemput Dokter Galant yang baru saja memasuki gerbang Mansion dengan mobilnya.


" iya kak " balas Alen pada sang kakak.


Tak lama kemudian Alex dan Dokter Galant masuk kedalam kamar Rihan. Alen yang melihat kedatangan mereka segera berdiri dari duduknya dan memberikan ruang pada Dokter Galant untuk memeriksa keadaan sang majikan.


" bagaimana keadaan Nona Dok ? " tanya Alex dan Alen hampir bersamaan.


" Nona baik - baik saja. hanya saja organ tubuhnya tidak sekuat yang diperkirakan. apalagi dipaksakan untuk melatih belah diri dan aktivitas fisik lainnya. awalnya memang baik - baik saja. tetapi lama kelamaan organ dalam Nona bisa terganggu. usahakan Nona tidak memaksakan dirinya untuk berlatih atau olahraga yang berat yang bisa mengganggu fisiknya. saya harap kalian memperhatikan kondisi tubuh Nona. kalian tahukan jika hampir semua organ tubuh Nona di ganti dengan yang baru karena kejadian masa lalunya, sehingga harus selalu di jaga dengan baik. saya sudah menyuntikkan obat penenang pada Nona sehingga Ia akan beristirahat lebih lama agar kondisi tubuhnya lebih baik " jelas Dokter Galant sambil menatap bergantian wajah Alex dan Alen.


" baik Dok. terima kasih sudah merawat Nona " ucap Alen lalu membungkukkan badannya tanda berterima kasih pada sang Dokter.


" itu sudah tugas saya. jadi tidak perlu seformal itu padaku. panggil saja aku Galant. kita seumuran loh " ucap Dokter Galant ramah.


" baiklah jika begitu Lan. mari ku antar ke depan " ucap Alex lalu mengantar Dokter Galant memasuki mobilnya dan pergi dari Mansion Rihan. sedangkan Alen tetap di kamar sang majikan dan terus berdiri di samping tempat tidur Rihan dan memandang wajah cantik yang sedang terlelap itu.


.


.


.

__ADS_1


tepat pukul 12 siang Rihan lalu membuka matanya dan mendapati kedua asisten pribadinya yang sedang berdiri tegap di samping tempat tidurnya sambil menatap lekat wajahnya.


" berapa jam aku tertidur ? " tanya Rihan setelah bangun dari berbaringnya dan bersandar pada kepala tempat tidur di bantu oleh Alen dengan menambahkan bantal untuk sandaran Rihan.


" 3 jam Nona " jawab Alex pada sang majikan.


" jam berapa kelas siangku di mulai ? " tanya Rihan lagi.


" satu jam lagi Nona. tepatnya pukul 1 siang. " jawab Alex


" hmmmm... bantu aku bersiap Alen " ucap Rihan pada Alen.


" maaf Nona. kata Dokter anda harus beristirahat lebih banyak agar tubuh anda lebih baik. anda terlalu memaksakan diri hingga organ tubuh anda bereaksi sehingga ada menjadi seperti ini " jelas Alen pada sang majikan.


" baiklah " balas Rihan


" saya akan mengurus izin anda Nona " ucap Alex.


" hmmmm "


" waktunya makan siang Nona. saya akan membawa makan siang anda ke sini Nona " ucap Alen.


" hmmm " balas Rihan karena dirinya sedikit pusing jika harus berjalan lagi ke lantai satu


Alen lalu pergi dari kamar sang majikan setelah pamit untuk mengambil makan siang untuk sang majikan menyisakan Alex yang masih setia dengan posisinya.


" kau tidak memberitahu Momy tentang kondisikukan ? " tanya Rihan pada Alex ketika Alen sudah keluar dari kamarnya.


" tidak Nona. bisa heboh satu Indonesia nanti karena kedatangan Nyonya dan Tuan Besar " jawab Alex karena jika dirinya memberitahukan kondisi sang majikan pasti akan terjadi kehebohan karena orang terkaya kedua itu datang ke Indonesia dengan arak - arakkan karena khawatir dengan sang anak kesayangan mereka. Rihan hanya menganggukkan kepalanya tanda membenarkan penuturan asisten pribadinya itu.


setelah Alex menjawab, keheningan lalu terjadi dalam kamar Rihan hingga Alen memasuki kamar sang majikan membawa nampan berisi makanan sehat untuk Rihan di bantu oleh Lulu (sang Robot) karena para pelayan tidak di ijinkan memasuki kamar sang majikan.


Alen lalu menata semua makanan mewah dan sehat itu di atas meja yang sudah lebih dulu di siapkan oleh Alex. bukan hanya satu porsi tetapi tiga porsi makanan juga di siapkan oleh Alen karena sang majikan tidak suka makan sendiri. sedangkan Lulu, setelah membantu membawa makanan dirinya lalu kembali ke tempatnya.


Rihan Lalu mengambil posisi duduk di pinggir ranjang dengan kaki yang di gantung kebawah dan berhadapan dengan meja makan. sedangkan Alex dan Rihan juga mengambil posisi yang sama di depan Rihan tetapi mereka duduk di kursi yang mengelilingi meja.


" selamat makan Nona " ucap Alex dan Alen bersamaan kepada sang majikan setelah Alen mengambil makanan untuk Rihan dan di letakkan di depan Rihan.


" hmmmm "


mereka bertiga lalu menikmati makan siang dengan tenang di kamar Rihan.


.


.


.


Terima kasih sudah membaca ceritaku...


jangan lupa tinggalkan jejakmu dengan menekan :


Like


Komen


Rite and

__ADS_1


Vote.


See You...


__ADS_2