Rihhane Of Story

Rihhane Of Story
Tidak Ada Backingan Lagi?


__ADS_3

"Kamu... Bagus sekali, aku bertemu denganmu di sini. Aku ingin kamu meninggalkan pria itu!"


Rihan hanya menatap datar wanita yang tidak tahu malu di depannya ini. Rihan hanya bisa geleng kepala ketika mengingat rekaman cctv di bandara kemarin, dimana wanita di depannya ini yang dengan beraninya menanyakan nama suaminya.


Semalam, Rihan tidak bisa tidur karena dia merasa melewatkan sesuatu. Rihan yakin, dia tidak mungkin salah mengira ada seseorang yang menanyakan nama suaminya di bandara kemarin.


Karena penasaran, Rihan menyabotase rekaman cctv bandara hanya untuk memastikan kebenaran. Dan ternyata memang benar ada seorang wanita dengan pakaian seksi menghampiri mereka waktu itu.


"Kalian hanya segelintir orang yang terobsesi dengan wajah sempurna anak Jhack Lesfingtone hingga menghalalkan segala cara agar memiliki wajah yang mirip dengannya. Benar-benar menjijikan! Wajah palsumu itu tidak cocok dengan pria tampan itu. Segera tinggalkan dia! Pria tampan itu sangat cocok bersanding denganku. Segera tinggalkan dia, sebelum aku membuatmu menyesal."


"Apa kamu cemburu karena wajah operasiku lebih terlihat alami dibandingkan wajahmu?" Rihan berbicara dengan santai tetapi benar-benar tepat sasaran.


"Kamu... wajahku ini cantik dari lahir. Aku tidak sepertimu. Aku tidak pernah melakukan operasi plastik." Elak Kim Yura berusaha tenang. Rihan hanya menyeringai melihat kegugupan yang disembunyikan Kim Yura.


"Oh, benarkah? Berarti aku yang salah. Melihatmu, membuatku teringat pada seorang gadis bernama Han Yura. Dia adalah gadis biasa yang keluarganya tiba-tiba kaya mendadak karena merampas harta warisan dua saudara kembar yatim piatu kemudian membuang mereka.


Setelah mereka kaya, wajah anak kesayangan mereka, Han Yura dioperasi plastik menjadi lebih cantik. Setelah cantik, anak kesayangan mereka, kemudian dijadikan alat untuk menggoda seorang ketua organisasi yang paling ditakuti di Korea Selatan agar membuat keluarga mereka semakin bersinar.


Bukan hanya itu. Dengan memanfaatkan ketua organisasi itu, Han Yura akhirnya menjadi seorang artis terkenal dengan mengubah namanya.


Satu lagi yang aku lupakan. Karena hubungan spesial dengan ketua organisasi itu, Han Yura bisa seenaknya menghancurkan masa depan seseorang, bahkan membunuh orang yang menyinggungnya. Benar-benar cerita yang menarik," Rihan berbicara panjang lebar sambil melipat tangan di dada, kemudian bersandar pada tembok yang menghadap ke arah Kim Yura langsung.


"Sialan... dari mana dia tahu nama asliku, bahkan masa lalu keluargaku? Tidak ada seorang pun yang tahu cerita ini. Hanya keluargaku. Dari mana dia tahu? Tapi, belum tentu dia tahu Han Yura adalah aku." Panik Kim Yura dalam hati mulai pusing.


"Hahaha... ceritamu benar-benar menyenangkan. Wanita bernama Han Yura itu pasti sangat menjijikan." Ucap Kim Yura canggung. Dia harus bertingkah bahwa dia bukan Han Yura.


"Hm... Dia bahkan tanpa tahu malu, menyapa suami orang." Balas Rihan mengangguk pelan. Kim Yura mengepalkan tangannya menahan emosi.


"Anda baik-baik saja, Nyonya?" Tanya Rihan setelah berjongkok melihat kondisi wanita paru baya itu. Rihan membantunya berdiri dan memapahnya agar keluar dari sana.


"Hei... urusan kita belum selesai. Aku ingin kamu meninggalkan pria itu. Wanita itu juga tidak bisa kamu bawa."


"Kenapa aku harus meninggalkannya? Dia pria milikku! Untuk nyonya ini, kamu tidak punya urusan lagi dengannya. Urusanmu hanya dengan polisi yang sebentar lagi akan datang."


"Kamu harus meninggalkannya dan membiarkannya bersamaku. Pria itu pantas untukku. Dan apa kamu bilang, Polisi? Hahaha... coba saja kalau kamu bisa menangkapku. Satu hal yang harus kamu ingat! Apa yang aku inginkan, harus menjadi milikku!" Kim Yura berbicara dengan sombong kemudian pergi dari sana setelah menatap remeh pada Rihan.


Rihan hanya geleng kepala, kemudian membantu memapah staf kebersihan itu keluar toilet. Tujuannya ke toilet tadi juga diurungkan.


"Terima kasih sudah menolong saya, Nona. Tapi saya mohon, segera menjauh dari sini. Orang-orang di belakang Nona Kim bukan orang sembarangan. Nyawa anda akan terancam." Wanita paru baya itu menatap Rihan khawatir.


"Semua akan baik-baik saja, Nyonya. Tapi... jika anda tahu berbahaya berurusan dengannya, kenapa anda..."


"Anak saya adalah korban pertamanya, Nona. Organisasi itu tanpa ampun memperkosa anak saya hingga dia meninggal. Saya hanya ingin dekat dengan Kim Yura agar selalu bisa mengawasinya dan jika diberi kesempatan, saya ingin membalas kematian anak saya.


Saya tidak takut dengan apapun. Saya tidak takut mati, Nona. Saya tidak akan mati sebelum membalas kematian anak saya. Anak saya, Min Yoona, dia sejak dulu bercita-cita menjadi seorang artis dan menjadi publik figur untuk semua orang. Dia ingin orang-orang tahu, bahwa menjadi seorang artis tidaklah buruk.


Setelah menjadi artis junior, dia begitu senang. Saya juga ikut senang karenanya. Sudah banyak orang yang mengidolanya karena kecantikan dan kebaikan hatinya. Akan tetapi, ketika dia menegur Kim Yura karena hal sepele, hidupnya berakhir tragis.


Saya tidak terima dengan kematian anak saya, Nona. Sayangnya, pihak kepolisian tidak bisa melakukan apapun karena orang kuat di belakang Kim Yura." Wanita paru baya itu bercerita sambil menangis.


"Saya turut berduka untuk anak anda, Nyonya. Saya juga ingin mengatakan satu hal pada anda. Pulanglah sekarang dan tunggu kabar baiknya besok. Saya akan meminta orang mengantar anda pulang."


"Tapi Nona..."


"Pulanglah. Sisanya serahkan padaku, Nyonya."


Seorang pria misterius tiba-tiba muncul dan segera membawa wanita paru baya itu pergi.

__ADS_1


***


"Kamu sangat tidak tahu sopan santun karena datang terlambat, Kim Yura." Nada suara Park Hanseol terdengar marah.


Tentu saja Direktur Star Entertaiment itu marah, karena melihat kemunculan Kim Yura tanpa beban yang berjalan masuk ke ruang rapat para petinggi Star Entertaiment bersama beberapa artis. Belum lagi, Park Hanseol tidak ingin membuat dua asisten pribadi Tuannya marah.


"Sebentar lagi anda akan diganti, jadi anda tidak bisa lagi melarang saya, Pak Tua." Balas Kim Yura lalu dengan santai mendaratkan bokongnya di salah satu kursi kosong di sana.


"Kamu..." Park Hanseol tidak lagi marah, karena Alex sudah memberi kode untuk membiarkannya saja.


"Apa anda Direktur baru Star Entertaiment?" Tanya Kim Yura ketika melihat wajah asing Alex di dalam sana.


"Dia Direktur baru kita. Bersikaplah hormat, Kim Yura." Tegas Park Hanseol kesal.


"Baguslah, karena Direktur baru kita orang yang tampan." Kim Yura menatap penuh minat pada Alex. Alen sedari tadi hanya menatap jijik pada Kim Yura.


"Dan kamu... tunggu sebentar, wajah kalian seperti tidak asing. Bukankah kalian berdua yang di bandara kemarin?" Kim Yura tiba-tiba mengingat wajah Alex dan Alen yang melewatinya di bandara.


"Kami memang orang yang sama. Apa mau anda?" Tanya Alen datar.


"Tidak banyak. Aku hanya ingin nama dan nomor telepon pria tampan kemarin."


"Kamu tidak memenuhi kualifikasi untuk tahu namanya, apalagi mendapat nomornya." Suara Alex begitu dingin. Semua orang merinding di dalam sana, kecuali Alen dan Kim Yura yang kesal setengah mati.


BRAK!


"Apa maksudmu? Pria itu lebih pantas bersamaku dari pada bersama wanita dengan wajah palsu itu." Marah Kim Yura setelah menggebrak meja dan berdiri.


"Sangat percaya diri! Bukankah wajahmu sendiri palsu?" Cibir Alen dan tersenyum remeh.


"Si... siapa bilang? Wajahku asli dari lahir." Kim Yura mengelak dengan gugup.


"Apa maksud anda? Kontrak kerja saya belum habis!" Kim Yura sangat tidak terima diperlakukan seperti ini.


"Waktu kontrakmu berakhir hari ini. Silahkan keluar dari sini!" Tegas Alex lalu bersandar dengan santai di kursi kebesarannya.


"Hahaha... kamu ingin mengeluarkanku dari sini? Kamu tidak takut akibatnya?" Kim Yura berbicara dengan wajah memerah menahan marah.


"Sama sekali tidak! Silahkan keluar, Nona Kim. Atau haruskah saya memanggil anda Nona Han?" Ucap Alex dan menyeringai.


"Apa yang kamu katakan? Siapa Nona Han? Aku Kim Yura." Elak Kim Yura marah bercampur gugup.


"Kamu bisa berbohong pada semua orang, tetapi tidak denganku dan saudaraku. Bagaimana bisa kamu melupakan kami, sepupu?" Suara Alen berhasil membuat Kim Yura membeku di tempatnya.


"Sep...sepupu?" Ulang Kim Yura syok. Dia teringat dua sepupu kembarnya yang diusir beberapa tahun lalu.


"Bagaimana kabar paman dan bibi mata duitan itu?" Tanya Alex santai.


Semua orang dalam ruangan itu hanya diam menyaksikan drama atasan mereka.


"Jadi, kalian masih hidup? Hahaha... bagus! Sekarang kamu menjadi Direktur di sini. Aku ingin Star Entertaiment menjadi milikku!" Kim Yura mengatakan itu dengan tidak tahu malu.


Semua orang di dalam sana hanya menatap jijik padanya. Mereka hanya bisa bergumam, apa wanita itu sudah gila?


"Serahkan Star Entertaiment padaku maka aku tidak akan menyakiti kalian seperti dulu. Aku akan meminta Apa dan Ama agar tidak membuang kalian lagi dan membiarkan kalian menjadi asisten pribadiku. Bagaimana?"


"Jika kalian tidak mau, aku akan mengambilnya secara paksa." Lanjut Kim Yura bersemangat. Dia sangat yakin akan mendapatkan Star Entertaiment.

__ADS_1


Star Entertaiment adalah satu-satunya perusahaan hiburan terbesar di Korea Selatan yang menghasilkan banyak artis ternama. Banyak orang ingin sekali masuk ke sana. Sayangnya, tidak semua orang bisa masuk menjadi trinee tanpa bakat. Kecuali Kim Yura, dia sengaja diloloskan hanya untuk hari ini.


"Aku hanya menjadi Direktur. Star Entertaiment bukan milikku. Jika aku menjadi pemilik sekalipun, aku tidak akan pernah memberikannya padamu. Memikirkannya saja tidak! Lebih baik aku menyumbangkannya pada yayasan sosial." Alex tetap tenang di tempat duduknya. Dia tidak emosi sedikitpun dengan perkataan Kim Yura.


"Sepupu sialan..." Teriak Kim Yura marah.


"Maaf sekali, Nona Han. Kami bukan lagi sepupu anda sejak 5 tahun lalu." Alen mengangkat suara dan terkekeh meremehkan pada Kim Yura.


"Lihat saja! Aku akan menelpon Jonathan agar mengurus kalian semua dalam ruangan ini." Marah Kim Yura lalu mencari ponselnya dalam tas.


"Apa aku melewatkan sesuatu?" Sebuah suara mengalihkan perhatian semua orang dari pintu masuk.


"Nona!" Sambut Alex dan Alen lebih dulu. Si tua Park juga sama. Yang lain hanya menatap bingung pada Rihan yang baru masuk dengan santai.


"Wajah palsu ini, apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Kim Yura dengan nada marah setelah menghentikan niatnya mengambil ponsel.


"Hanya ingin melihat pertunjukan." Jawab Rihan santai setelah duduk di kursi kebesaran yang Alex siapkan untuknya.


"Kamu hanya orang rendahan. Keluar dari sini! Seret dia keluar!" Kesal Kim Yura, kemudian melirik pengawal pribadinya menginstruksi agar mengusir Rihan dari sini.


"Aku lihat kamu cukup mahir dalam bela diri. Bagaimana jika menjadi pengawal pribadi Direktur baru Star Entertaiment?" Tawar Rihan santai pada pengawal pribadi Kim Yura, yang bernama Lee Hyunsuk itu.


Lee Hyun seketika berdebar karena tawaran besar ini. Gaji seorang pengawal pribadi artis tidak ada apa-apanya dengan gaji seorang pengawal pribadi Direktur. Jelas sekali dia tidak akan menolak tawaran ini, mengingat dia sudah muak dengan Kim Yura yang begitu sombong dan seenaknya.


"Bagaimana?" Tanya Rihan santai, meski dia sudah tahu jawabannya.


"Saya terima, Nona." Jawab Lee Hyun mantap. Rihan hanya mengangguk lalu beralih menatap wajah kesal Kim Yura.


"Pengawal Sialan..."


"Untuk apa dia masih di sini, Direktur Alex?" Tanya Rihan santai.


"Maafkan saya, Nona. Lee, segera usir dia keluar!" Perintah Alex datar.


"Baik, Pak."


"Siapa kamu! Berani-beraninya kamu mengusirku?" Marah Kim Yura tidak terima.


"Nona Rihan adalah pemilik Star Entertaiment, jika anda tidak tahu." Si tua Park Hanseol menjawab dengan senang.


"Tidak mungkin!"


"Kenapa tidak?"


"Akhhhhhhh... B******k..." Teriak Kim Yura histeris. Wanita itu kemudian mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang.


Tut


Tut


Tut


Panggillan terus saja ditolak membuat Kim Yura membanting ponselnya ke lantai. Dia sangat marah sekarang.


"Jonathan sialan! beraninya tidak mengangkat telponku?"


"Tidak ada backingan lagi?" Tanya Rihan mengejek.

__ADS_1


"Akhhhh..." Kim Yura semakin histeris.


"Permisi! kami dari pihak kepolisian mendapat telepon bahwa ada tindak kekerasan terhadap seorang lansia di sini. Orangnya dikatakan ada di ruangan ini."


__ADS_2