Rihhane Of Story

Rihhane Of Story
Waktu Berlalu


__ADS_3

Zant membuka matanya dengan cepat. Pria itu kemudian bangun dan duduk dengan napas tersengal-sengal. Keringat dingin membasahi dahinya. Zant lalu memijit pelipisnya sebentar.


"Syukurlah hanya mimpi." Gumam Zant lalu turun dari tempat tidur dan bergegas keluar kamar menuju lantai bawah. Pria itu hanya memakai setelan piyama tidur. Rambutnya juga masih acak-acakan.


Sampai di Lab, Zant segera menghampiri program Gledy yang menampilkan keseluruhan kondisi Rihan di layar hologram. Zant bernapas legah karena kondisi gadis kecilnya baik-baik saja. Detak jantung gadis kecilnya sedikit membaik.


Zant menghampiri tabung es tempat Rihan berbaring. Pria itu menyentuh pelan tabung es itu dan tersenyum tipis.


"Aku tidak akan memaafkanmu jika kamu meninggalkanku, gadis kecil." Gumam Zant dalam hati.


"Maaf, karena membuatmu tidur lebih lama. Hanya ini yang bisa aku lakukan. Aku tidak bisa menemukan metode pengobatan yang lebih cepat untukmu. Aku benar-benar tidak berguna, ya. Maafkan aku." Gumam Zant kemudian menarik kursi di sampingnya kemudian duduk dan menatap wajah tenang Rihan di dalam tabung es. Pria itu lalu bercerita apa saja hingga dia dikagetkan dengan kedatangan Dokter Galant yang menyuruhnya membersihkan diri dan sarapan, karena sudah pukul 7 pagi.


***


Waktu berlalu dengan cepat. Tidak terasa sudah dua tahun Rihan berbaring di dalam tabung es. Kondisi tubuhnya sudah membaik. Gledy mengatakan bahwa jantungnya sudah berdetak normal. Mereka hanya perlu menunggu waktunya agar Rihan segera sadar. Semua orang senang karena Rihan sudah melewati masa kritis dan hanya menunggu dia bangun. Mereka menantikan hari itu.


Selama 2 tahun, banyak hal yang terjadi. Setelah Rihan koma selama 6 bulan, Alex dan Alen memutuskan untuk mengadakan konferensi pers dan memberitahukan publik bahwa majikan mereka, sang Tuan Muda Rehhand telah meninggal karena dibunuh ketika mencoba menyelamatkan kedua ibunya.


Semua orang tentu saja tidak percaya, tetapi bukti-bukti yang sudah dibuat oleh Alex dan Alen, ditambah pengakuan kedua orang tua Rihan, akhirnya publik percaya. Banyak fans Tuan Muda Rehhand berduka karena hal ini. Mereka bahkan beramai-ramai datang berkunjung ke mansion Rihan hanya untuk berbela sungkawa.


Selama hampir satu bulan, gerbang mansion Rihan di Indonesia dipenuhi oleh banyaknya bunga-bunga turut berduka cita, membuat Alex pusing.


Bukan hanya itu, hampir semua mahasiswi maupun mahasiswa membangun sebuah tugu peringatan untuk Tuan Muda Rehhand di salah satu lahan di sebelah kampus. Mereka bahkan rela tidak masuk kelas hanya untuk menjadikan satu hari penuh itu sebagai hari berduka.

__ADS_1


David, Albert, Dian, Max dan Gibran juga ikut dalam satu hari itu. Mereka ikut berkabung dengan meratapi tugu yang didirikan itu. Alex dan Alen tidak memberitahu pada publik dimana makam Tuan Muda Rehhand sehingga hanya tugu ini yang menjadi tempat semua orang datang dan berkabung.


Alex hanya bisa menghela nafas melihat bagaimana tingkah para fans Rihan ini. Jangan lupa jika ada Ayu dan Ariana yang ikut berkabung. Ariana datang dengan kursi rodanya.


Pihak kampus tidak bisa memarahi para mahasiswa itu, karena Ayu, anak pemilik Antarik Univeristas dengan kekuasaannya, membuat tidak ada yang berani memarahi mereka.


Setelah hampir satu tahun Tuan Muda Rehhand dinyatakan meninggal, Beatrix yang menyamar menjadi Rihan juga dikabarkan meninggal karena diculik dan dibunuh. Sebenarnya, ini hanya skenario yang dibuat oleh Alex agar Beatrix tidak lagi berperan sebagai Rihan.


Mendengar kabar meninggalnya Beatrix, David adalah orang pertama yang terpuruk. Pria itu bahkan mengurung diri selama satu minggu, membuat keluarganya khawatir. Di saat orang lain berduka, Ayu dan Ariana justru sangat senang, meski pria yang mereka incar sudah meninggal.


Selama dua tahun ini, perubahan yang paling besar terjadi pada Neo. Pria itu sudah seperti mayat hidup. Dia mengalami depresi berat dan selalu keluar masuk rumah sakit hanya untuk memeriksa kesehatannya setiap seminggu sekali. Meski keluarganya sudah berkumpul kembali, penyesalannya pada Rihan semakin besar.


Neo bahkan beberapa kali hampir mati karena mengkonsumsi pil tidur dalam jumlah banyak. Belum lagi minuman keras membuat kesehatannya semakin menurun. Dia tidak lagi mengurus perusahaan. Pria itu hanya mengurung diri di kamar sambil menatap foto Rihan yang sudah dia cetak sebanyak mungkin memenuhi kamarnya.


Logan saat ini yang mengambil alih perusahaan untuk sementara hingga Neo sembuh. Ada Brand juga yang ikut membantu jika diperlukan. Chi Corporation dan Cognizant Technology sudah bekerja sama setelah menyelesaikan kesalahpahaman.


Alex awalnya ingin mengurung pria itu dan menyiksanya bersama Elle karena pria itu dalang dibalik semua ini. Sayangnya, sejak awal Manrix hanya mengincar Neo bukan orang lain. Akan tetapi, karena dendam pribadi Elle pada Rihan, sehingga dia sudah melewati batasnya.


Berbicara tentang Elle, wanita itu tentunya baik-baik saja atas penjagaan Alex dan Alen. Selama dua tahun ini, rutinitas Elle di dalam ruang bawah tanah itu adalah diberi sarapan pagi hanya sedikit, setelah itu diberi racun yang membuatnya harus tersiksa selama 3 jam.


Tidak hanya sampai di situ. Setelah racunnya hilang, Elle harus melayani 10 pria sekaligus hingga pingsan. Wanita itu sangat tersiksa karena kesepuluh pria itu sengaja diberi obat perangsang sehingga Elle harus melayani mereka selama berjam-jam hingga sore.


Ketika malam, Elle kembali disiksa dengan cambukan di seluruh tubuhnya hingga pingsan selama beberapa hari.

__ADS_1


Elle lalu dirawat hingga sembuh, kemudian kembali disiksa, membuat wanita ingin sekali mengakhiri hidupnya. Sayangnya, rencananya tidak pernah berhasil karena dia selalu diawasi oleh Alex.


***


Hari ini, Zant mendapat panggilan dari rumah sakit karena ada pasien darurat yang harus dia tangani. Pria itu bergegas pergi setelah mengoceh panjang lebar pada Dokter Galant untuk menjaga gadis kecilnya.


Setelah satu jam kepergian Zant, Dokter Galant kembali ke rutinitasnya yaitu membaca buku kedokteran yang baru saja dia ambil lagi sejak kemarin di perpustakaan mini milik Zant.


Pria itu dengan senang hati mempelajarinya. Dokter Galant sudah berencana memamerkan kehebatannya pada Tuan majikannya nanti jika bangun.


Asik dengan buku kedokteran di depannya, hingga Dokter pribadi Rihan itu tidak sadar seseorang baru saja masuk ke dalam laboratorium. Jelas dia tidak sadar, karena membelakangi pintu masuk, dan memakai earphone sehingga tidak mendengar apapun.


Bugh


Satu pukulan di belakang leher Dokter Galant, membuatnya tak sadarkan diri. Orang itu lalu bergegas menuju layar hologram dan mulai menekan beberapa ikon sehingga pintu tabung es terbuka. Orang itu kemudian menghampiri tabung es dan menatap datar wajah tenang Rihan di dalam sana.


"Sudah waktunya anda bangun!"


.


.


.

__ADS_1


Yo...


Pemeran utama masa harus meninggal? sangat tidak mungkin kan... maaf sudah membuat kalian sedih.


__ADS_2