Rihhane Of Story

Rihhane Of Story
Aku Ingin Kamu Meninggalkan Pria Itu


__ADS_3

Sebuah sedan hitam baru saja berhenti di salah satu gedung bertingkat yang cukup mewah. Di lantai paling atas gedung itu, ada tulisan terpampang jelas yang bertuliskan 'Star Entertaiment'.


Pintu sedan hitam itu terbuka. Seorang gadis terlihat keluar dari sana dengan gaya angkuhnya. Dengan fashion yang terlewat sexy, yang sudah menjadi ciri khasnya, gadis itu tidak peduli dan tetap berjalan dengan angkuh.


Sampai di depan pintu masuk, gadis itu berhenti, kemudian menurunkan sedikit kaca mata hitam yang dia pakai. Dengan sebelah alis terangkat, gadis itu membaca spanduk besar selamat datang yang dipasang tepat di atas pintu masuk.


"Direktur baru?" Gumam gadis itu lalu melirik pengawal pribadinya.


"Sepertinya akan ada Direktur baru, Nona."


"Pria atau wanita? Kenapa direktur kita diganti? Tapi Baguslah. Tua bangka itu akhirnya diganti. Aku muak melihat wajah menjijikannya." Cibir gadis itu diakhir kalimatnya.


"Maaf, Nona. Saya tidak tahu siapa direktur baru kita. Para karyawan juga tidak tahu. Hanya para atasan yang tahu."


"Ck... percuma aku bertanya padamu. Tapi, alangkah baiknya direktur baru itu seorang pria muda dan tampan. Agar mataku tetap sehat setiap hari." Ucap Gadis itu lalu beranjak masuk ke dalam perusahaan entertaiment itu.


"Aku harus bersabar dengannya. Semua demi kebutuhan keluargaku." Gumam pengawal pribadi gadis itu, sambil mengelus dadanya.


...


"Maaf, Nona Kim. Anda tidak diizinkan duduk di sini." Seorang staf kebersihan menegur gadis yang baru datang dengan sedan hitam tadi. Gadis itu bernama Kim Yura.


Staf itu menegur Kim Yura, karena gadis itu duduk di sofa yang dikhususkan untuk tamu penting perusahaan. Belum lagi, pakaian gadis itu yang sangat terbuka. Tentu itu tidak sopan.


"Kau tidak punya hak melarangku. Kau hanya tukang bersih-bersih di sini. Tugasmu hanya membersihkan jejak sepatuku yang tertinggal, dan kotoran yang aku keluarkan." Kim Yura berbicara dengan sombong. Semua orang sudah tahu sifatnya.


"Maaf, Nona. Kami diberi tugas untuk mengawasi anda agar tidak membuat kekacauan. Kami semua diberi tugas yang sama. Hanya saja, tidak ada yang berani menegur anda, jadi..."


"Semua orang tidak berani menegurku, karena mereka tahu posisi mereka. Tapi kamu? Posisi serendah ini, dan beraninya menegurku?" Kim Yura dengan kesal berdiri dari sofa kemudian menatap tajam staf kebersihan itu.


PLAK


"Itu hanya sedikit pelajaran untukmu. Ikut aku, dan aku akan menunjukan yang lebih lagi padamu. Bawa dia!"


"Maaf, Nona. Saya harus bekerja." Staf kebersihan itu menolak dengan menggeleng ketika ditarik paksa oleh pengawal pribadi Kim Yura.


"Aku tidak peduli!"


Semua orang hanya bisa menatap perlakuan seenaknya Kim Yura pada wanita paru baya yang bertugas sebagai tukang bersih-bersih itu. Mereka tidak bisa melakukan apapun, karena mereka masih sayang nyawa.


Mereka belajar dari pengalaman dua satu tahun lalu hingga sekarang, dimana untuk pertama kalinya orang yang menyinggung Kim Yura berakhir tragis.


Korban adalah seorang artis junior yang menegur Kim Yura karena hal sepele, besoknya gadis itu masuk berita karena mati mengenaskan setelah diperkosa dengan brutal. Bukan hanya gadis itu, sudah banyak korban yang bernasib sial karena menyinggung Kim Yura.


Mereka dengan mudah dibunuh setelah disiksa oleh sebuah organisasi yang sangat ditakuti di Korea Selatan. Pihak kepolisian juga tidak bisa menyinggung organisasi itu. Gosipnya, Kim Yura menjalin hubungan khusus dengan ketua organisasi itu.

__ADS_1


Jadilah, tidak seorangpun berani lagi menyinggung Kim Yura, sehingga gadis itu selalu berbuat semaunya. Hanya Direktur Star Entertaiment yang tidak takut dengan Kim Yura.


Sudah beberapa kali organisasi dengan nama Black Dragon yang sangat ditakut di Korea Selatan itu, ingin membunuh Direktur Star Entertaiment, tetapi selalu gagal. Mereka selalu diserang balik oleh pengawal Direktur Star Entertaiment.


Mereka tidak tahu saja, bahwa pengawal Direktur Star Entertaiment adalah orang-orang pilihan yang Rihan tempatkan di Korea Selatan sejak dulu. Direktur Star Entertaiment sendiri merupakan orang kepercayaan Rihan. Jadi, pria paru baya itu tidak takut dengan siapapun.


Mendengar bahwa direktur akan diganti, Kim Yura tentu saja sangat senang. Dia sangat membenci direktur dengan nama Park Hansoul itu. Kim Yura sangat membenci pria paru baya itu karena selalu menentang keinginannya. Keduanya selalu saja berdebat. Sayangnya, Kim Yura tidak pernah menang melawan Park Hansoul.


Meski keduanya selalu berdebat, tetapi Park Hansoul tidak pernah berniat mengeluarkan Kim Yura dari Star Entertaiment. Kim Yura sendiri berpikir Direktur Park tidak mau mengeluarkannya karena takut dengan Black Dragon, padahal sebenarnya tidak.


Direktur Park tidak mengeluarkan Kim Yura karena belum waktunya gadis itu dikeluarkan. Direktur Park hanya mengikuti perintah Tuannya. Dan Tuannya adalah Rihan.


***


"Kenapa aku tidak boleh ikut?" Tanya Zant dengan cemberut.


Zant ingin sekali ikut pergi bersama istrinya, tetapi ditolak, membuat pria itu uring-uringan sudah hampir dua jam ini. Dia sangat tidak rela istri kecilnya itu pergi tanpanya. Pria itu tidak ingin para lebah di luar sana melihat kesayangannya dengan tatapan lapar. Suami posesif Rihan itu sangat tidak rela.


"Ada yang harus aku lakukan, jadi kak Zant tidak boleh ikut. Kak Zant boleh ikut, jika sudah waktunya. Jadi... biarkan aku pergi bersama kak Alex dan Alen, hum?" Rihan berusaha membujuk suaminya ini yang sedang merajuk padanya.


Zant tidak menjawab. Pria itu kini menatap ponselnya berpura-pura sibuk. Dia ingin terus merajuk hingga diperbolehkan ikut. Dia sangat-sangat tidak rela membiarkan Queen-nya itu keluar tanpanya.


"My King?"


"Katakan sesuatu, hum?" Tetap saja tidak ada respon dari Zant.


"Perjalananku hanya membutuhkan 20 menit. Itupun naik mobil, jadi tidak ada orang yang akan melihatku. Urusanku di sana mungkin tidak lama. Dan aku jamin, aku tidak akan melirik siapapun di sana jika itu yang kak Zant takuti."


"Kamu memang tidak melirik mereka. Tapi mereka yang melirikmu. Dan aku tidak rela. Aku tidak rela milikku dilihat oleh orang lain. Apalagi mereka melihatmu dengan tatapan lapar. Ck... aku ingin mencongkel mata mereka." Zant berbicara dengan kesal. Rihan hanya tersenyum tipis.


"Dengarkan aku! Ketika sampai di sana, kami akan langsung naik ke ruangan untuk rapat. Jadi, tidak akan ada yang melihatku."


"Bukankah ini pertama kalinya kamu ke sana? Pasti kamu akan disambut. Tidak mungkin tidak. Dan penyambutanmu dihadiri bukan hanya satu atau dua orang. Tapi semua orang di sana."


"Aku tidak memikirkan itu." Gumam Rihan pelan.


"Jadi, biarkan aku ikut, ya."


"Tapi, Kak..."


"Aku tidak mau tahu, aku harus ikut!" Zant dengan nada suara penuh penekanan membuat Rihan hanya bisa menghembuskan nafas pelan.


"Kalau begitu, kak Zant tinggal saja di mobil. Nanti setelah aku panggil, kak Zant boleh ikut masuk. Bagaimana?"


"Itu sama saja, My Queen. Sama saja membiarkanmu masuk sendiri. Membiarkanmu dilihat oleh mereka."

__ADS_1


"Aku tidak sendiri, Kak. Ada kak Alex dan Alen. Lagipula, ini bagian dari rencana. Jika kak Zant ikut, itu tidak akan seru. Bagian kak Zant nanti, setelah aku. Mau, ya?" Rihan masih berusaha membujuk suami posesifnya ini.


"Baiklah. Tapi jangan lama-lama. Secepatnya panggil aku masuk. Aku tidak ingin kamu terlalu lama menjauh dariku. Dan satu lagi, pakai pakaian tertutup. Aku akan menyiapkan celana dan baju panjang untukmu. Pakai masker juga kalau perlu. Dengan begitu, mereka tidak akan bisa melihatmu."


"My King, tenang oke... seberapa banyakpun para pria di luar sana, aku tidak akan melirik mereka. Meskipun mereka melirikku, itu tidak akan membuatku melihat mereka. Hanya kamu yang ada di mataku. Hanya kamu yang ada di hatiku. Hanya kamu satu-satunya King yang aku inginkan. Tidak ada yang lain. Kamu jelas tahu seperti apa aku. Meski sebenarnya aku senang kamu seperti ini."


SRET!


GREP


Zant dengan sekali tarikan, membawa istrinya ke pelukannya. Hatinya berbunga-bunga mendengar perkataan itu. Sangat jarang Queen-nya ini berkata manis seperti ini. Zant sangat menyukainya.


"Karena kata-kata manismu, aku mengizinkanmu pergi. Aku akan menunggumu di mobil hingga kamu memanggilku. Tapi ingat, jangan melirik mereka sedikitpun." Tegas Zant setelah melepas pelukannya. Rihan hanya membalas dengan anggukan kemudian tersenyum.


***


Mobil yang dikemudikan Alex yang berisi Rihan, Zant, dan Alen baru saja berhenti tepat di Star Entertaiment. Alex dan Alen turun lebih dulu. Rihan belum turun karena Zant masih menahannya.


"Panggil aku secepatnya, ya." Ucap Zant sebelum melepas istri kecilnya pergi.


"Ya."


"Padahal aku yang menyiapkan pakaian ini untukmu, tapi kamu tetap saja menawan. Kamu juga tidak memakai masker." Zant cemberut melihat penampilan istrinya yang sangat menawan dengan balutan pakaian formalnya.


"Maafkan aku." Rihan berbicara dengan nada bersalah.


"Sudahlah. Cium dulu sebelum kamu keluar." Rihan hanya geleng kepala tetapi segera memberi kecupan lembut di bibir suami posesifnya itu.


"Hati-hati, My Queen. Segera hubungi aku." Teriak Zant setelah Rihan menjauh lima langkah dari mobil.


Rihan tersenyum tipis sebentar, sebelum wajahnya berubah jadi datar karena membaca spanduk penyambutan untuk direktur baru.


"Aku akan masuk lebih dulu, agar tidak menjadi pusat perhatian. Aku juga ingin ke toilet. Biar kak Alex dan Alen saja yang disambut."


"Baik, Nona."


Rihan bergegas masuk dan menuju toilet. Sebelum masuk ke toilet, Rihan menghembuskan nafas pelan ketika mendengar suara teriakan di dalam sana. Rihan dengan tenang masuk dan disuguhkan dengan seorang wanita paru baya yang terduduk di pojok toilet dengan memeluk lututnya sambil menangis.


Rihan menaikan sebelah alisnya ketika melihat pelaku tindak kekerasan terhadap wanita paru baya itu. Rihan menyeringai karena mengenal gadis itu.


"Aku ingin melaporkan tindak kekerasan terhadap seorang lansia. Tempatnya, Star Entertaiment." Rihan kemudian memutuskan sambungan telepon setelah mengatakan beberapa kata.


"Kau... Bagus sekali, aku bertemu denganmu di sini. Aku ingin kamu meninggalkan pria itu!"


***

__ADS_1


__ADS_2