Rihhane Of Story

Rihhane Of Story
Murid Baru


__ADS_3

"Memangnya mereka tahu alamat rumahku?" Tanya Dian bingung ketika melihat Alen dan para pelayan sudah menjauh darinya.


Dian hanya menaikkan bahunya dan pergi dari taman itu menuju kelasnya dengan suasana hati yang begitu senang dan syukur.


***


Tepat pukul 12.45 siang, Rihan dan Alex sudah berada di dalam kelas, karena pukul 13.00, kelas siang akan dimulai.


Dimanapun tuan muda Rehand, atau si pria cantik itu berada, tetap saja dia selalu menjadi sorotan publik, khususnya kaum hawa. Sayangnya, yang menjadi sorotan tidak peduli.


Saat ini Rihan sedang duduk dengan tenang di mejanya sambil terus menatap laptop di depannya yang menampilkan kontrak kerja sama dari perusahaan milik Daddynya yang baru saja Alex kirim melalui emailnya.


Dengan menopang wajahnya dengan satu tangan sedangkan tangan lainnya diletakkan di atas meja sambil terus mengetuk‐ngetuk pelan meja di depannya. Gerakan juga pose seperti itu menambah karisma seorang Rihan di mata mereka yang melihatnya.


Rihan begitu serius membaca dan mempertimbangkan kontrak kerja sama yang diajukan pada perusahaannya. Meskipun yang mengajukan kontrak adalah perusahaan Daddynya atau miliknya juga, tapi Rihan tetaplah Rihan. Seorang yang profesional dalam bekerja.


Jika terdapat kesalahan sedikit saja, kontrak yang diajukan akan dibatalkan meski memberikan keuntungan yang besar, tetapi Rihan tidak peduli. Yang dia inginkan adalah orang yang bekerja dengannya adalah orang yang teliti dan profesional dalam bekerja.


Rihan memiliki prinsip bahwa waktu itu bukan adalah uang tetapi waktu itu sangat berharga. Jika menurut orang lain waktu adalah uang, berbeda dengannya. Waktu itu sangat berharga yang tidak boleh disia-siakan.


Memang uang didapat dengan memanfaatkan waktu yang ada. Tetapi menurut Rihan, uang bisa didapatkan bukan karena waktu, tetapi dari diri orang itu sendiri yang merupakan kerja kerasnya dan juga rejekinya.


Sedangkan waktu yang dianggap berharga olehnya karena waktu tidak bisa diulang lagi. Waktu yang sudah berlalu, memang bisa dikenang tetapi tidak bisa didapatkan lagi atau diulang sehingga Rihan menganggap waktu itu sangat berharga.


Maka dimanapun Rihan berada, dia akan tetap memanfaatkan waktunya untuk bekerja.


Orang lain akan berpikir bahwa dia tidak perlu bekerja lagi karena sudah memiliki banyak kekayaan yang tidak akan habis tujuh turunan juga pekerja yang membantunya.


Tetapi baginya bekerja bukan untuk dirinya, tetapi untuk mereka yang bekerja untuknya. Untuk mereka yang membutuhkan bantuannya. Sebab, sebagai seorang pemimpin, tugasnya bukan saja memimpin dan memantau pekerjaan karyawannya tetapi juga ikut bekerja bersama mereka sehingga menambah semangat para karyawannya. Itulah tugas seorang pemimpin. Harus menjadi teladan bagi bawahannya.

__ADS_1


...


Alex hanya berdiri tegap memandangi semua yang dilakukan oleh sang majikan. Alex sendiri begitu kagum pada sosok di depannya ini. Meski hanya seorang gadis, tetapi begitu tangguh melebihi dirinya yang notabennya adalah seorang pria. Rihan dijadikan panutan dan idolanya bersama saudari kembarnya.


Alex sangat bersyukur bekerja dan mengabdikan dirinya untuk panutannya karena sudah memperlakukannya bersama saudari kembarnya dengan sangat baik.


Beralih ke tuan muda Rehhand.


Rihan sedang fokus dan mempertimbangkan kontrak di depannya ini tanpa mempedulikan tatapan memuja dari teman sekelasnya. Bagi mereka, tuan muda dingin yang sekelas dengan mereka begitu mempesona di setiap gerakannya.


"Maaf Tuan Muda, boleh saya duduk di sini?" Tanya seorang gadis yang baru saja datang.


"Duduklah, Nona. Asalkan tidak mengganggu, Tuan Muda." Alex segera menjawab dengan dingin pada seorang gadis yang akan mengisi tempat duduk di sebelah majikannya.


Alex mempersilahkan gadis itu duduk di samping majikannya karena dia tahu siapa gadis ini juga kehidupan pribadinya, sehingga Alex tetap tenang dan membiarkan gadis itu duduk di samping majikannya.


"Kenapa dia begitu tampan? Astaga! Jantungku, berhentilah berdetak kencang. Kamu tidak malu jika suaramu didengar?" Keluh Dian dalam hatinya sambil melirik Rihan di sebelahnya.


Rihan yang merasa dilirik tidak mempedulikan itu, dia segera menutup laptop yang dipakainya karena sebentar lagi dosen mata kuliah akan masuk.


Alex dengan sigap mengambil laptop di depan Rihan lalu segera pamit untuk keluar dan menunggu hingga majikannya selesai mengikuti kelas siangnya.


Tidak lama kemudian, masuklah seorang dosen bersama seorang pria yang setia mengekorinya sampai di depan kelas.


"Selamat siang saudara-saudari mahasiswa sekalian. Hari ini kita kedatangan murid baru pindahan dari London. Silahkan perkenalkan dirimu," Suara dosen paru baya itu tegas pada pria muda di sebelahnya.


"Perkenalkan... nama saya David Alexander."


Terjadilah bisik-bisik para gadis di kelas itu karena mengenal marga Alexander yang merupakan orang terkaya kedua di Indonesia.

__ADS_1


Mereka tentu tahu kalau keluarga Alexander memiliki dua orang putra. Tapi yang dikenal publik hanya anak pertama juga pewaris perusahaan keluarga Alexander. Sedangkan anak kedua tidak pernah dikenal oleh publik.


Ya, David adalah anak kedua orang terkaya kedua di Indonesia. David juga adalah tunangan dari seorang Ariana.


3 tahun lalu, setelah pujaan hatinya yang tidak lain adalah Rihan dinyatakan pindah sekolah, David sangat terpukul dan menenangkan dirinya dengan ikut pindah sekolah ke luar negeri.


Awalnya David menyukai Ariana sang tunangan. Hanya saja, semakin hari sifat tunangannya itu membuatnya tidak suka, karena suka sekali membully orang yang lemah. Khususnya kaum hawa yang lebih cantik darinya.


Apalagi para gadis yang hanya berbicara sebentar dengannya maka mereka akan segera disingkirkan. Sifat itulah yang membuat David berubah. David sudah berkali-kali menasihati Ariana, akan tetapi tidak pernah didengar sehingga David juga menyerah.


Setelah bertemu dengan Rihan, David begitu kagum dengan kesederhanaan gadis itu. Awalnya hanya kagum, lama kelamaan berubah menjadi menyukai dan mencintai sehingga David selalu mencari kesempatan untuk berdekatan dengan Rihan. Karena tindakan David itulah, yang membuat hidup seorang Rihan berubah drastis.


Setelah kepergian pujaan hatinya, David mencari Rihan ke alamat rumahnya, tetapi tidak menemukan apapun. Dia begitu kecewa dan sakit hati. David sangat yakin jika kepergian Rihan berkaitan dengan tunangannya sehingga David sangat membenci Ariana dan memutuskan pertunangan mereka. Sayangnya, orang tua kedua bela pihak tidak menyetujui hal itu membuat David semakin frustasi.


David lalu memutuskan untuk menenangkan pikirannya dengan melanjutkan studinya di London. Kepulangannya ke Indonesia bukan karena keinginannya, tetapi keinginan kedua orang tuanya, karena mereka akan segera menikahkan Ariana dan David.


David sangat menentang hal itu. Akan tetapi melihat sang mama yang hampir melukai dirinya karena menolak pernikahan ini, sehingga David terpaksa harus menerima dan kembali pulang ke Indonesia untuk meneruskan perjodohan ini.


***


Terima kasih sudah membaca ceritaku.


Jangan lupa like...


Komen...


Dan Vote.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya 😊😊😊😊.

__ADS_1


__ADS_2