Rihhane Of Story

Rihhane Of Story
Brand kembali berulah


__ADS_3

Selamat membaca!


.


.


.


Semua mata kini fokus menatap apa yang Rihan lakukan. Ini pertama kalinya mereka melihat secara langsung cara kerja tuan muda mereka, karena mereka sebagai bawahan hanya bisa bekerja atas perintah ketua divisi masing-masing, sehingga ketika melihat langsung bagaimana sang majikan dengan tenangnya bekerja, mereka sangat kagum.


Di luar mansion, tepatnya keadaan dua mobil yang bersembunyi dibalik semak-semak belakang mansion, kedua capung itu kini sudah berhasil masuk ke dalam mobil. Hanya dengan memberikan lubang kecil menggunakan sinar laser yang juga dilengkapi di dalamnya, capung itu dengan mudahnya masuk.


Pada mobil pertama, terdapat 5 orang di dalamnya yang sedang bersiap-siap menggunakan pakaian serba hitam dengan bermacam alat-alat terpasang di tubuh mereka.


"Tim penyusup siap beraksi, Bos!" Lapor salah satu pria di sana pada orang dibalik earpice di telinganya.


"Sepertinya mereka sedang berpesta sehingga kita bisa menyusup ke sana. Keamanan mereka juga sudah berhasil kami bobol, Bos. Kami siap menunggu perintah!" Sambung pria yang merupakan ketua di antara mereka.


"Baik, Bos!"


"Bersiaplah! Kita akan menyusup." Ucap pria itu setelah berhasil menerima perintah.


"Siap, ketua."


Sedangkan pada mobil kedua, keadaannya juga sama dengan mobil pertama. Mereka juga sedang mempersiapkan diri untuk menyusup ke dalam mansion.


Di halaman belakang mansion, semua mata setia menatap layar hologram yang menayangkan bagaimana keadaan dua mobil dengan tegang. Pasalnya mereka yang melihat diantara para penyusup dalam setiap mobil membawa bom rakitan. Sepertinya mereka berencana menghancurkan sesuatu.


"Tuan, apa keamanan tidak perlu kita tingkatkan? Mereka sudah berhasil mematikan setiap kamera pengawas yang kita pasang di pagar mansion." Ketua divisi IT bertanya sambil menatap *iP*ad di tangannya.


"Biarkan mereka senang sudah berhasil masuk ke dalam sistem." Balas Rihan sambil terus menekan bagian-bagian tertentu pada layar hologram.


...*Cairan kimia siap disebarkan.*...


"Apa yang akan terjadi pada mereka, Kak?" Tanya Phiranita ketika suara Geldy terdengar.


"Saya juga tidak tahu, Nona. Kita lihat saja nanti!" Jawab Alen yang tetap fokus pada layar hologram di depan sang majikan.


Rihan lalu menekan oke sehingga cairan kimia yang dimaksud, lalu disebarkan oleh si capung.

__ADS_1


Di dalam mobil para penyusup itu, masing-masing capung mulai melepaskan cairan kimia berbahan dasar asam klorida pada bagian tersembunyi mobil agar tidak diketahui oleh mereka yang sedang sibuk dalam mobil.


Asam klorida (HCI) sendiri sangat beracun. Bahan kimia jenis ini mampu menyebabkan kerusakan yang parah pada jaringan tubuh. Asam klorida kerap ditemukan pada produk pupuk, pembersih porselen, pembersih kamar mandi, dan bahan kimia untuk kolam.


Bila terkena kulit, HCl bisa membuat kulit melepuh, terbakar, dan nyeri. Jika tidak sengaja tertelan, bahan kimia ini bisa menyebabkan nyeri seperti terbakar yang parah, sakit perut hebat, muntah darah, dan nyeri dada.


Sementara jika terhirup, asam klorida bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru yang membuat pengambilan oksigen terganggu. Hal ini menyebabkan kebiruan pada bibir dan kuku, dada terasa sesak, tersedak, batuk darah, pusing, serta pingsan.


Para ilmuwan Rihan sudah memodifikasi bahan kimia ini sehingga menjadi lebih berbahaya lagi. Asam klorida sendiri tanpa dimodifikasi, jika terkena mata atau kulit, dianjurkan untuk membilas bagian yang terkena dengan air selama 15 menit. Jika tertelan, dianjurkan untuk segera minum air atau susu. Jangan coba untuk memuntahkannya.


Sedangkan bila menghirup bahan kimia beracun ini, segera pindah ke tempat terbuka dan hirup udara segar. Setelah itu, segera ke rumah sakit terdekat untuk melakukan pemeriksaan.


Akan tetapi karena dimodifikasi, efeknya tidak bisa ditangani hanya dengan air atau menghirup udara segar, tetapi harus dengan dokter atau ilmuwan khusus untuk dapat mengobatinya.


Dari nama organisasinya saja,  Iblis Kejam, maka Rihan meminta untuk semua alat maupun bahan untuk tempur harus mematikan. Itu semua agar lawan tidak memiliki kesempatan untuk membalas lagi.


Cukup mereka diberi kesempatan sampai dua kali. Jika masih mengusik untuk ketiga kalinya, maka katakan selamat tinggal untuk hidupmu.


...


Beralih pada keadaan mobil pertama, cairan yang ditumpahkan oleh si capung dipojok mobil mulai menyebar ke seluruh bagian mobil sehingga satu persatu dari mereka mulai merasakan efeknya. Satu persatu mulai memegang dadanya yang terasa sesak, batuk-batuk dan mengeluarkan darah. Wajah mereka berubah pucat, bibir dan kuku jari mulai membiru lalu jatuh dan kejang-kejang hingga akhirnya pingsan dengan busa-busa yang keluar dari mulut mereka.


"Maaf Bos, sepertinya mereka mengetahui keberadaan kita. Semua anggota pingsan, Bos. Hanya saya sendiri yang berhasil selamat, itupun uhuk...uhuk... saya juga sudah menghirupnya. Saya rasa sebentar lagi saya akan pingsan, Bos. Sebelumnya maafkan kami, Bos!"


Bruk!


Pria itu jatuh dan pingsan karena sudah tidak tahan dengan efek cairan itu yang menyebar ke paru-parunya dengan sangat cepat.


"Halo... halo... hey... ada apa denganmu?" Suara orang di seberang telepon terus memanggil.


"Bukankah sudah kukatakan untuk tidak mengusik ketenanganku?" Sebuah suara membalas suara dibalik handphone yang tergeletak begitu saja dengan seorang pria yang pingsan di sebelahnya.


"Kau... Tuan Muda Rehhand!"


"Sepertinya anda sangat penasaran dengan keadaan mansion saya. Bagaimana jika anda bertamu kemari, Tuan Brand?" Balas suara itu yang tidak lain adalah Rihan sendiri.


Si capung sudah dikontrol oleh Rihan untuk mendengar dari jarak dekat apa saja yang dikatakan oleh bawahan dan bosnya dibalik telepon.


Setelah pria itu pingsan, Rihan mendekatkan si capung pada handphone yang berada di tangan pria itu kemudian dia berbicara langsung dengan si Bos yang tidak lain adalah Brand.

__ADS_1


"Jika anda begitu penasaran dengan mansion saya, saya secara pribadi mengundang anda untuk datang ke sini. Pintu mansion akan terbuka jika anda bertamu secara baik-baik!" Sambung Rihan lalu menjauhkan kamera pengawas berbentuk capung itu dari sana.


"Ehan, kamu sangat keren!" Seru Phiranita lalu bertepuk tangan seperti anak kecil karena bahagia.


Semua yang ada di sana ikut bertepuk tangan menyoraki sang majikan yang dengan cepat menangani para penyusup itu.


"Aku suka gayamu, Han,"Suara Max membuat suasana yang tadinya ramai, tiba-tiba berhenti dan menjadi hening.


"Ada apa? Ada yang salah dengan perkataanku?" Tanya Max heran dengan banyaknya pasang mata yang menatapnya tajam.


"Kenapa kamu sangat tidak sopan pada tuan muda?" Tanya ketua divisi medis datar, lalu diangguki oleh semua divisi.


Mereka sangat menghormati Rihan yang sudah mengangkat mereka di saat menjadi gelandangan dan memberikan mereka fasilitas yang baik, sehingga mereka berhutang nyawa dan berjanji setia pada sang majikan. Jadi, jika ada yang tidak sopan pada tuan muda mereka, maka harus berurusan dengan mereka.


Jika orang itu sudah dianggap dekat dengan sang majikan maka tidak jadi masalah. Tetapi Max yang baru saja mereka lihat masuk ke mansion, sangat tidak sopan pada tuan mereka.


Max tiba-tiba gugup ketika mendengar pertanyaan itu sekaligus takut karena ditatap seakan-akan dia siap dikuliti hidup-hidup. Dengan takut Max lalu menjawab.


"Ak..."


"Dia adalah temanku, hormatilah dia selayaknya kalian menghormatiku," Rihan segera membuka suara ketika melihat ketakutan Max.


"Baik, Tuan."


"Acara sampai di sini. Waktunya istirahat! Saya harap tidak ada yang berjaga malam ini, karena khusus malam ini kalian free. Biarkan Gledy yang bekerja."


"BAIK, TUAN. TERIMA KASIH!" Balas semua divisi serempak lalu membungkuk hormat.


"Hm." Deheman Rihan kemudian berlalu pergi dari sana.


"SELAMAT TIDUR, TUAN MUDA!" Lagi-lagi suara serempak semua divisi.


Rihan hanya mengangkat tangan kanannya tanda membalas mereka karena dia sudah sedikit jauh dari mereka.


***


Terima kasih sudah membaca ceritaku.


Jangan lupa tinggalkan jejakmu, ya.

__ADS_1


See You.


__ADS_2