Rihhane Of Story

Rihhane Of Story
Cake


__ADS_3

"Panggilan apa yang cocok untuk gadis seperti ini?" Gumam Alex yang berada di luar pintu sambil menatap aktivitas sang majikan dan Ayu melalui iPad di tangannya.


"Yang satu rubah betina, yang ini harus dipanggil apa... Ular? Lumayan nama barunya." Sambung Alex yang didengar oleh dirinya sendiri sambil menganggukkan kepalanya.


Semakin Alex menonton aktivitas di dalam ruangan itu, rasa mual mulai dia rasakan ketika melihat bagaimana Ayu menggoda majikannya. Ingin rasanya dia masuk dan menendang Ayu, tapi ketika melihat wajah tenang sang majikan, Alex mengurungkan niatnya hingga ketika melihat kode majikannya melalui tatapan matanya pada si capung, Alex segera mengetuk pintu. Jangan lupa juga kekehan kecil ketika melihat wajah kesal Ayu melalui iPad di tangannya.


"Ehem... Maaf, Tuan. Ada telepon dari mansion." Alex sedikit membesarkan suaranya agar dapat didengar oleh Rihan.


"Masuk!"


Mendengar izin dari dalam, Alex dengan tenang membuka pintu. Sebelumnya Alex menetralkan dulu wajahnya yang tadinya merasa lucu dengan Ayu, kini berubah serius.


Setelah masuk, yang Alex lihat pertama adalah wajah kesal Ayu padanya. Alex sendiri acuh dengan keadaan dan mulai memberikan ponselnya pada sang majikan.


"Nona Phi ingin berbicara dengan anda, Tuan."


"Ada apa?" Tanya Rihan pada orang di seberang telepon.


...............


"Aku pulang sekarang!"


Panggilan pun berakhir. Panggilan singkat yang dilakukan Rihan membuat Ayu mengernyitkan dahinya heran.


"Kita pulang, Lex." Rihan kemudian berdiri dan pergi dari sana tanpa mempedulikan keadaan Ayu.


"Bagaimana dengan kerja samanya, Tuan Muda?" Suara Ayu menghentikan Rihan yang hanya satu langkah di depan pintu.


"Anda bisa membicarakannya dengan Alex." Balas Rihan kemudian keluar dari sana.


PRANK


"Sial... sial... siaaaaaal.... Bajingan itu sudah mengganggu rencanaku. Padahal tinggal sedikit lagi rencanaku berhasil. Akkkkhhhh..." Frustasi Ayu sambil memukul-mukul sofa yang ia duduki.


"Tapi tidak masalah, aku hanya perlu mencari waktu luang dengan tuan muda, sehingga aku bisa menggodanya lagi. Dan aku pastikan rencanaku akan berhasil. Lelaki yang tidak tergoda denganku pasti dia tidak normal." Monolog Ayu lalu tersenyum senang memikirkan rencananya yang akan berhasil.


...


"Terima kasih, Lex." Rihan membuka suara ketika mereka berdua berjalan menuju parkiran.


"Sama-sama, Tuan."


Sebenarnya tidak ada panggilan sama sekali dari mansion. Itu semua hanya alasan Alex untuk menggagalkan rencana Ayu. Dan Rihan yang mengetahui maksud asistennya dengan senang hati memainkan peran sebaik mungkin.


Untuk urusan kerja sama, bagi Rihan itu tidak terlalu penting. Jika mereka masih bersih keras untuk itu, Rihan akan melihat sejauh mana mereka berusaha membujuknya untuk menerima proposal mereka.


"Ada yang ingin anda lakukan sebelum pulang ke mansion, Tuan?" Tanya Alex ketika majikannya sudah duduk dengan tenang di kursi penumpang bagian belakang.


"Mampir sebentar ke tokoh kue." Jawab Rihan melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukan pukul 20.30.

__ADS_1


"Untuk Nona Phi?" Tebak Alex.


"Ya."


"Kue seperti apa yang ingin anda beli, Tuan?"


"Entahlah. Kita akan lihat setelah tiba di sana."


"Baik, Tuan. 15 menit lagi kita sampai."


"Hm."


15 menit kemudian mobil yang dikemudikan Alex berhenti tepat di sebuah toko kue berlantai dua. Toko itu terlihat sederhana, tetapi sangat diminati oleh semua generasi karena sudah beroperasi hampir 10 tahun.


Entah kenapa pemilik tokoh tidak berniat merenovasinya menjadi besar, padahal omset yang mereka hasilkan sangat cukup untuk merenovasi bahkan membuka cabang baru.


"Toko ini sangat terkenal dan sudah beroperasi hampir 10 tahun, Tuan." Jelas Alex setelah mematikan mesin mobil.


"Dari mana kamu mengetahuinya?" Tanya Rihan kemudian membuka pintu mobil tanpa menunggu Alex yang biasanya membuka pintu untuknya.


"Saya mendengarnya dari beberapa pelayan di mansion, Tuan." Jawab Alex menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kamu suka mendengar orang bergosip juga rupanya. Lucu sekali kelakuanmu," Rihan menggelengkan kepalanya merasa lucu dengan tingkah sang asisten.


"Anu... waktu itu saya hanya kebetulan lewat, Tuan." Alex membela diri. Dia tidak ingin dicap aneh oleh sang majikan karena tingkahnya.


"Selamat datang di toko kami! Buat dirimu nyaman, maka kami akan senang." Sambutan ramah seorang kasir yang berada tidak jauh dari pintu masuk.


"Kue seperti apa yang pelanggan terhormat inginkan?" Tanya seorang pegawai yang mengikuti Rihan melihat-lihat deretan kue-kue di depannya. pegawai itu hampir saja berteriak histeris karena melihat secara live si pria cantik yang selalu menjadi bahan gosip mereka setiap hari.


"Tuan muda akan melihat-lihat dulu." Alex menjawab datar sambil mengikuti langkah kaki majikannya.


"Aku tidak menyangkah akan kedatangan Tuan Muda Rehhand di sini. Ingin sekali aku melompat-lompat di sini."


"Kamu benar. Ayo kita ambil gambarnya. Hitung-hitung promosi juga karena kedatangan si pria cantik ini."


"Benar sekali! Ayo... ayo..."


"Tapi tunggu, untuk siapa Tuan Muda Rehhand membeli kue?"


"Untuk pacarnya mungkin?"


"Entahlah."


"Kenapa aku merasa sedih?"


"Sudahlah! lanjutkan pekerjaanmu."


"Baik!"

__ADS_1


Begitulah pembicaraan dua pegawai tokoh sambil berbisik. Jangan lupa juga hasil foto Rihan yang mereka ambil segera diunggah di Instagram masing-masing. Setelah foto berhasil diunggah, banyak komentar penasaran tentang alasan Rihan membeli kue di sana.


"Tolong bungkus ini untukku." Rihan menunjuk salah satu kue tart dengan bentuk kepala kucing yang sangat lucu di dalam lemari kaca di depannya.


Rihan sengaja memilihnya karena dia tahu sahabatnya sangat menyukai sesuatu yang berhubungan dengan kucing.


"Pilihan anda sangat bagus, Tuan. kebetulan cake ini hanya dibuat satu. Anda ingin menulis sesuatu di sana?" Tanya seorang pegawai yang sedari tadi mengikuti Rihan dan Alex.


Rihan kemudian mengambil secarik kertas dan pena yang disediakan di sana lalu menulis sesuatu dan memberikannya pada pegawai itu.


"Silahkan mengurus pembayarannya di kasir. Biarkan cake ini saya siapkan terlebih dahulu, Tuan." Pegawai itu menjawab dengan ramah kemudian mengambil kue tart itu dari dalam lemari kaca dan mulai menyiapkannya sesuai dengan apa yang Rihan inginkan.


Rihan dengan tenang mengalihkan langkahnya menuju kasir diikuti oleh Alex dari belakang.


"Cake apa yang anda beli, Tuan?" Tanya pegawai kasir dengan ramah.


Belum sempat Alex membuka mulutnya untuk menjawab, pegawai yang sebelumnya, datang dan membawa sebuah kotak kecil yang diketahui berisi kue yang Rihan beli. Pegawai wanita itu lalu membisikkan nama kue tersebut pada pegawai kasir.


"Jadi totalnya lima ratus ribu rupiah, Tuan. Anda ingin membayar tunai atau dengan kartu?" Tanya kasir itu sopan.


Tanpa menjawab, Rihan mengambil dompet di saku dalam blazernya dan mengeluarkan sebuah black card kemudian memberikannya pada pegawai kasir. Kasir itu lalu melakukan pembayaran dan mengembalikan black card milik Rihan setelah selesai.


"Terima kasih sudah membeli di toko kami... Jangan lupa untuk datang kembali!" Ucap kasir dan beberapa pegawai di sana dengan ramah lalu membungkuk hormat setelah Rihan dan Alex berbalik pergi dari sana.


Setelah kepergian Rihan dan Alex, kasir itu melompat senang entah kenapa.


"Kamu kenapa?" Tanya seorang pegawai wanita pada kasir itu.


"Tuan Muda sangat tampan! Akhhh... aku benar-benar senang melihatnya." Jawab kasir itu sangat senang.


"Tapi, aku penasaran untuk siapa cake lucu itu?" Sambung pegawai kasir itu penasaran.


"Kamu ingin tahu? sini aku tunjukan!" Ucap pegawai yang tadi membungkus cake berbentuk kucing itu.


"Happy Valentine Day, My Tata." Pegawai kasir itu membaca tulisan yang ada di atas kue yang Rihan pesan melalui handphone pegawai di sampingnya.


"Tata? Siapa itu?" Tanya kasir itu penasaran.


"Entahlah. Aku hanya memotretnya di saat membuatnya tadi." Jawab pegawai wanita itu.


"Bagikan foto itu untukku, ya. Aku ingin mempostingnya." Kasir itu tersenyum senang tidak sabar membagi kabar mengejutkan ini.


***


Terima kasih sudah membaca ceritaku.


Jangan lupa berikan kritik dan saran untuk cerita ini. Jejakmu juga jangan lupa, ya.


See You.

__ADS_1


__ADS_2