
"Sudah ada orang lain yang Angel suka," Jawab gadis itu dengan kepala yang sudah diangkat dan memandang keluarganya dengan tatapan memelas.
"Siapa?" Tanya Papa dan Mama gadis itu hampir bersamaan. Sedangkan kakaknya yang bernama Alvin itu hanya menganggukkan kepala mengiyakan pertanyaan kedua orang tuanya.
"Dia ada sini," Jawab gadis itu lalu memandang ke arah tempat duduk pria pujaan hatinya.
"Tuan Muda Rehhand?" Tanya kakaknya ketika pandangannya mengarah ke tempat duduk pria yang katanya disukai adiknya.
"Iya, Kak." Jawab gadis itu, yang tidak lain adalah Ariana.
"Angel, kakak tahu apa yang sudah kamu lakukan selama ini hanya untuk mempertahankan David di sisimu. Tapi sekarang apa? Secepat itu kamu berpaling kepada Tuan Muda Rehhand hanya karena dia tampan? Kakak tidak habis pikir denganmu, Angel." Alvin berbicara pada adiknya lalu menghela nafasnya pelan. Tangannya memijit pelipisnya karena pusing memikirkan kelakuan adiknya yang sangat manja ini.
Alvin Aran Samantha adalah kakak laki-laki dari seorang Ariana Angela Samantha, yang juga merupakan anak pertama keluarga Samantha. Alvin mewarisi sifat mamanya yang lemah lembut dan baik hati tidak seperti Ariana yang mengikuti sifat sang papa yang memiliki sifat keras kepala dan memiliki ambisi yang besar untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan melakukan berbagai cara.
Alvin yang menjabat sebagai direktur utama Samantha Entertaiment, selalu mengawasi setiap gerak gerik Ariana melalui orang kepercayaannya, sehingga dia tahu pasti apa saja yang sudah dilakukan adiknya untuk mendapatkan David. Termasuk bagaimana Ariana bersama teman-temannya memukul dengan brutal seorang gadis hingga pingsan dan masuk rumah sakit.
Alvin memang mengetahui semua itu, hanya saja karena kasih sayangnya pada adik satu-satunya itu, sehingga Alvin terpaksa menutup rapat matanya akan masalah itu. Dia tahu jika masalah ini sampai terdengar oleh sang mama, maka sang mama pasti akan menghukum adiknya.
Meski harus memasukkan adiknya ke penjara pun, sang mama rela, asalkan adiknya tidak mengulang kembali kesalahannya lagi. Oleh karena itu, Alvin menutup rapat masalah ini dari mamanya. Jika sang papa yang mengetahuinya, tindakannya pasti sama seperti Alvin, yaitu membungkam semua saksi mata.
Alvin sampai saat ini masih mencari tahu keberadaan gadis yang sudah menjadi korban Ariana. Sayangnya, dia tidak menemukan jejak keberadaannya. Jejak terakhir yang ditemukan hanya tempat gadis itu dirawat selama beberapa hari yaitu rumah sakit Setia.
Alvin hanya ingin menebus kesalahan Ariana pada gadis yang menjadi korban adiknya itu. Akan tetapi, semua usahanya sia-sia. Alvin kini mulai merasakan khawatir karena tidak menemukan keberadaan gadis itu. Alvin diliputi rasa khawatir, karena bisa jadi gadis itu bukan orang sembarangan karena sulit untuk menemukan keberadaannya ataupun identitasnya.
Jika gadis itu orang biasa, mudah saja menemukan keberadaannya. Atau jika gadis itu pergi ke luar negeri, maka jejak keberangkatannya pasti ditemukan oleh orang kepercayaannya. Sayangnya, semua jejak itu tidak ditemukan dimanapun, membuat Alvin semakin tidak tenang setiap harinya. Bisa saja gadis itu sedang mempersiapkan dirinya untuk membalas dendam pada sang adik.
Semakin memikirkan itu, semakin banyak kekhawatiran yang melanda hatinya. Alvin berharap semoga gadis itu hanya orang biasa yang belum terdaftar di negara ini atau negara lain sehingga sulit untuk menemukan keberadaannya.
Alvin juga berharap semoga gadis itu merupakan orang yang baik hati sehingga tidak akan membalaskan dendamnya pada adiknya. Entahlah, dia pusing memikirkan hal ini.
"Apa yang kakak pikirkan?" Tanya Ariana yang mengagetka Alvin dari lamunannya.
"Tidak ada. Kakak hanya ingin tahu alasan kamu berubah pikiran dan menyukai Tuan Muda Rehhand itu." Alvin menatap frustasi pada Ariana.
__ADS_1
"Tidak ada alasannya, Kak. Hanya saja, Angel sudah tidak menyukai David lagi. Sekarang yang Angel sukai adalah tuan muda itu. Bukankah bagus, kalau tuan muda itu menjadi milik Angel, sudah pasti Samantha Entertaiment akan semakin berkembang karena menjalin kerja sama dengan perusahaan keluarganya." Ariana menjawab lalu memasang senyum menyebalkan menurut Rihan.
"Kamu memang anak kesayangan papa. Papa bangga padamu, Nak. Pemikiranmu sangat bagus, Sayang." Papa Ariana dengan bangga mengelus lembut kepala anak kesayangannya itu.
"Pa, lalu bagaimana dengan keluarga Alexander? Bisa-bisanya papa menyetujui kemauan Angel. Papa terlalu memanjakan Angel." Mama Ariana dan Alvin mengeluh tidak berdaya.
Wanita paru baya itu tidak habis pikir dengan jalan pikiran suami dan anak gadisnya yang hanya memikirkan bisnis dan keinginan sesaat.
"Alvin setuju dengan mama. Papa jelas tahu, perjodohan Angel dan David sudah berjalan selama beberapa tahun ini. Kenapa tiba-tiba batal, hanya karena Angel sudah tidak menyukai David. Alvin tahu, Angel masih dibutakan oleh keinginannya akan pria tampan. Alvin tidak mau Angel akan menyesal dengan keputusannya ini, Pa." Jelas Alvin pada sang Papa.
"Papa tetap setuju dengan Angel. Masalah perjodohan itu akan kita bicarakan setelah pulang nanti. Mama dan Alvin tidak usah banyak berpikir. Semua itu akan papa urus." Balas Papa Ariana dan Alvin yang bernama Samuel itu.
"Baiklah, Pa." Alvin hanya bisa menghela nafasnya pelan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah meja tempat duduk Rihan. Dia akui jika Tuan Muda Rehhand itu sangatlah tampan.
...
Kembali ke meja tempat Rihan dan kedua asistennya berada.
"Pembicaraan mereka sudah direkam, Tuan. Anda ingin mendengarnya sekarang atau nanti?" Tanya Alex pelan pada sang majikan.
"Nanti saja." Jawab Rihan tenang.
Rihan lalu mengalihkan pandangannya ke arah seorang gadis yang memakai pakaian pelayan dan sedang berjalan membawa nampan berisi minuman dan cemilan, lalu diletakkan pada meja besar yang ada di pojok ruangan itu.
Rihan hanya melihatnya sekilas lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah depan karena pembawa acara perayaan ini mengumumkan bahwa acara akan segera dimulai.
"Antarik Company mengucapkan banyak terima kasih kepada para pengusaha sukses dari dalam maupun luar negeri yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir dalam perayaan ulang tahun Antarik Company yang ke 30 tahun. Semoga para tamu sekalian dapat menikmati acara ini.
Untuk tidak membuang waktu, saya mengundang dengan hormat pemilik Antarik Company untuk memberikan sambutan untuk kita semua. Kepada bapak Julian Antarik, saya persilahkan!" Seorang pembawa acara membuka acara malam ini. Dia lalu mundur dari tempatnya berdiri karena pemberi sambutan akan berdiri disana.
"Terima kasih untuk waktu yang diberikan pada saya selaku pemilik Antarik Company, untuk memberikan beberapa kata sambutan sebelum acara inti dimulai.
Saya Julian Dimas Antarik, sangat berterima kasih akan kehadiran para pengusaha sukses, mulai dari perwakilan R.A Group, keluarga Alexander, keluarga Samantha, Presdir sekaligus pemilik rumah sakit Setia yang baru dan pengusaha sukses lainnya yang tidak saya sebutkan namanya satu persatu..."
__ADS_1
Sebelum melanjutkan sambutannya, terjadilah bisik-bisik tetangganya dari para tamu undangan yang ada di sana setelah mendengar sambutan seorang Julian Antarik tentang keberadaan presdir dan pemilik rumah sakit Setia yang baru. Setahu mereka, rumah sakit Setia semakin hari semakin menurun sahamnya. Tetapi lihatlah, sudah ada pemilik baru rumah sakit itu. Tentu saja, ini kejutan untuk mereka.
Memang Rihan belum melakukan konferensi pers untuk mempublikasikan dirinya sebagai presdir dan pemilik baru rumah sakit Setia, karena sebelum melakukannya, dia menemukan gerakan kecil orang suruhan Julian Antarik yang selama ini memata matainya.
Rihan akhirnya membatalkan keinginannya untuk melakukan konferensi pers, karena dia tahu pasti bahwa Julian Antarik yang akan melakukan hal ini. Dan terbukti sekarang.
Rihan hanya menampilkan seringai tipisnya yang tidak diketahui siapapun. Dia hanya menunggu apa yang ingin dikatakan lengusaha nomor satu di Indonesia itu. Dan lagi semoga tebakannya salah.
Kembali kepada tamu undangan yang masih penasaran akan pemilik baru rumah sakit Setia. Mereka kini kembali tenang setelah mendapat instruksi dari seorang Julian yang akan melanjutkan sambutannya.
"Para undangan sekalian pasti penasaran dengan pemilik baru rumah sakit Setia. Baiklah, akan saya katakan setelah mendapat persetujuan dari orang yang bersangkutan." Julian Antarik lalu mengalihkan pandangnnya ke tempat Rihan berada dan mendapat anggukan dari Alex, sebab Rihan hanya acuh dengan keadaan.
"Pemilik dan presdir baru rumah sakit Setia adalah Tuan Muda Rehhand yang sedang duduk di meja nomor 3. Saya sangat kagum akan pergerakan Tuan Muda Rehhand dalam mengambil tindakan dengan membeli rumah sakit itu.
Padahal sedari awal saya ingin membeli rumah sakit itu dan menjadikannya sebagai cabang rumah sakit milik kami. Sayangnya, saya kalah cepat dengan Tuan Muda Rehhand. Tapi saya berharap agar kedua rumah sakit ini dapat bekerja sama.
Demikian yang ingin saya sampaikan, dan semoga para tamu sekalian dapat menikmati perayaan ini. Selamat malam." Julian Antarik lalu mengakhiri sambutannya dan dihadiahkan tepuk tangan meriah dari para tamu yang ada di sana.
Acara lalu berjalan dengan meriah dan menampilkan banyak artis dari dalam maupun luar negeri untuk mengisi ulang tahun Antarik Company.
Rihan hanya duduk dengan bosan dan memperhatikan banyak pengusaha sukses yang hadir di sana saling menyapa satu sama lain.
Memang, di perayaan ini acara sapa menyapa tidak dilakukan ketika tamu undangan baru datang, tetapi dilakukan ketika pertengahan acara.
Rihan hanya duduk tanpa menyapa para pengusaha yang sedang bertukar sapa membicarakan kekayaan mereka. Maklumlah, dirinya tidak suka banyak bicara.
Tidak lama kemudian...
***
Terima kasih sudah membaca ceritaku.
Jangan lupa tinggalkan jejakmu, ya.
__ADS_1
See You.