Rihhane Of Story

Rihhane Of Story
You Lose Friend, Sorry!


__ADS_3

"Untung saja anda memanggil saya lebih cepat, sehingga keadaannya baik-baik saja. Aliran darahnya sempat terhenti tadi, tapi sudah saya beri suntikan untuk menanganinya, jadi tidak usah khawatir. Tubuhnya hanya syok. Tuan Neo mungkin akan bangun besok." Jelas Dokter Galant setelah memeriksa Neo.


"Bagus. Kamu bisa kembali." Rihan mengangguk sedikit legah.


"Baik, Tuan. Kalau begitu saya pamit."


"Hm."


"Saya hampir serangan jantung ketika melihat Dokter Galant berlari tergesah-gesah ke kamar anda, Tuan." Alen sambil mengusap dadanya. Masih ada jejak kekhawatiran di wajahnya.


"Ketika dia bangun, kamu boleh memberinya pelajaran." Rihan menjawab tanpa mengalihkan pandangan dari Neo yang terlelap.


"Baik, Tuan. Ini yang saya tunggu." Alex tersenyum tipis. Tentu saja dis senang.


"Tidak ada yang tahu tentang ini 'kan?" Tanya Rihan menatap sekilas Alex dan Alen.


"Tidak, Tuan. Semua orang sibuk di kamarnya. Lagipula ini masih pukul 6 pagi." Jawab Alen.


"Hm. Biarkan dia istirahat. Kalian ikut aku ke ruang kerjaku." Rihan kemudian beranjak pergi dari sana.


"Baik, Tuan."


...


"Ini yang aku temukan setelah membobol sistem keamanan Chi Corporation semalam." Rihan membuka suara dengan menunjukan notebook yang dipakai tadi malam.


"Anda yang melakukannya? Pantas saja bawahan kita melapor bahwa ada serangan hacker di Chi Corporation pusat. Berita ini tidak sampai ke luar perusahaan karena akan berdampak buruk bagi mereka." Alex menatap Rihan sekilas dan beralih pada notebook di depannya.


"Cognizant Technology?" Gumam Alex setelah membaca nama perusahaan yang di black list oleh Chi Corporation.


"Namanya seperti tidak asing." Balas Rihan dan menatap Alex.


"Cognizant Technology adalah perusahaan IT yang tidak terlalu terkenal. Perusahaan ini berdiri sudah cukup lama. Pusatnya ada di Jerman. Kalau tidak salah, waktu berdirinya hanya selisih beberapa bulan dengan Chi Corporation. Kedua perusahaan ini sudah bersaing sejak mereka berdiri.


Entah masalah apa, sehingga Chi Corporation memblacklist Cognizant Technology. Saya rasa ini masalah pribadi. Meski hanya perusahaan kecil, tapi omset perusahaannya sangat besar. Banyak aset yang dimiliki di beberapa negara terkenal.

__ADS_1


Mereka bisa saja membangun perusahaan mereka menjadi besar, juga membuat nama Cognizant Technology menjadi terkenal, tetapi entah alasan apa sehingga dari dulu hingga sekarang, mereka tetap seperti itu. Pemiliknya juga hanya bekerja di belakang layar seperti anda.


Anda merasa tidak asing dengan perusahaan ini, karena mereka baru saja mengajukan proposal kerja sama dengan R.A Group. Proposalnya baru datang kemarin. Pasti anda sudah melihatnya tapi belum membacanya." Jelas Alex panjang lebar.


"Pantas saja. Aku akan membaca proposal mereka nanti. Bantu aku menyelidiki hubungan Elle dengan perusahaan ini. Atau, cari tahu apa Elle pernah ke Jerman beberapa waktu ini," Rihan menatap Alex dan Alen serius.


"Kami mengerti, Tuan!"


"Kalian bisa kembali. "


"Baik, Tuan."


Setelah kepergian Alex dan Alen, Rihan melihat beberapa tumpukan berkas yang belum sempat dia periksa sejak kemarin. Rihan membaca bagian depannya satu persatu untuk mencari proposal dari Cognizant Technology. Mendapat proposal yang dicari, Rihan lalu membacanya.


"Mereka menginginkan investasi untuk aplikasi pengamanan data pribadi untuk digunakan oleh karyawan perusahaan yang mereka ciptakan. Dana yang mereka ajukan juga sesuai. Hm... tidak buruk. Tapi, apa aplikasi ini aman?" Gumam Rihan sambil menggosok jari telunjuknya di bibir bawahnya terlihat berpikir.


"Aku mungkin harus mencoba keamanan Cognizant Technology nanti malam. Jika keamanan mereka bagus, maka investasi ini harus dilakukan." Sambung Rihan dan menutup berkas yang dibaca.


***


"Rei..."


"Hm."


"Apa kamu melihat Neo? Sejak pagi aku tidak melihatnya. Biasanya dia mengirim pesan atau menelponku sebelum melakukan sesuatu. Aku hanya khawatir padanya." Elle berbicara dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Akting wanita ini sangat bagus," Batin Rihan yang menatap dengan teliti Elle dari kepala hingga kaki.


"Aku tidak tahu. Kamu kekasihnya, kenapa bertanya padaku?" Rihan menjawab dengan menatap datar Elle.


"Semalam aku masih bersamanya. Tetapi Logan tiba-tiba datang dan menjemputnya karena ada hal mendesak yang harus dilakukan. Setelah itu, aku tidak melihatnya lagi. Aku sudah bertanya pada Logan, tetapi dia juga tidak tahu. Yang Logan tahu, Neo sejak pukul 5 pagi keluar dari kamarnya dan menuju kamarmu. Jadi... ak...aku bertanya padamu," Suara Elle terdengar gugup.


"Dia bukan anak kecil, kenapa aku harus menyembunyikannya? Mungkin dia sedang melakukan sesuatu yang tidak Logan tahu. Tunggu saja. Besok dia pasti kembali padamu," Balas Rihan dan masuk ke dalam lift.


"Ck... kali ini aku tidak akan kalah darimu lagi, bajingan. Tunggu saja!" Kesal Elle dalam hatinya.

__ADS_1


...


Sebelum ke ruang kerjanya, Rihan menyempatkan waktu untuk melihat keadaan Neo sebentar. Karena pria itu baik-baik saja, Rihan beranjak menuju ruang kerjanya.


Memasuki ruang kerjanya dan duduk di kursi kebesarannya, Rihan kemudian membuka notebooknya dan membaca ulang data perusahaan Chi Corporation yang dicuri semalam. Hingga tanpa sadar Rihan tersenyum tipis karena menemukan data lengkap Neo berserta keluarganya yang ternyata tersisip dalam data perusahaan. Ada juga informasi tentang hubungan Neo dan Elle di sana. Ternyata Neo menyimpan semua itu di sini.


Rihan terus membuka setiap folder dan membacanya satu persatu. Sampai pada satu folder tanpa nama yang menarik perhatiannya. Rihan membukanya.


Rihan hanya mengerutkan kening karena folder itu berisi beberapa foto seorang anak kecil yang tersenyum manis. Ada sekitar 5 foto gadis kecil itu. Dan satu foto gadis kecil itu dan seorang remaja laki-laki yang merangkulnya. Keduanya terlihat sangat senang. Selain foto itu, ada juga satu foto terakhir, yaitu foto kecelakaan mobil.


"Siapa dua orang ini?" Gumam Rihan tidak mengerti.


Rihan membuka detail foto itu dan ternyata foto-foto itu diambil tahun 2004. Sedangkan folder penyimpanan itu dibuat tahun 2017.


"Hm... folder ini dibuat beberapa tahun lalu. Jadi, ada hubungan apa kak Neo dengan dua orang ini? Kecelakaan ini juga..." Gumam Rihan tidak mengerti.


"Aku akan meminta Alex menyelidikinya nanti. Sebaiknya mari selesaikan misi lebih dulu," Sambung Rihan lalu menutup file data yang dia cari tadi malam, dan memulai misinya.


Berpacu dengan notebook selama 10 menit, Rihan lalu menekan enter untuk mengirim serangan yang sama seperti Chi Corporation pada Cognizant Technology.


Baru dua menit berlalu, sudah ada serangan balasan dari mereka. Rihan cukup kagum dengan kecepatan mereka.


"Mereka bukan lawan yang mudah." Batin Rihan dan terus membalas serangan virus yang diberikan untuk perangkatnya.


Hingga satu jam berlalu, dari 10 alamat ip yang menyerangnya, hanya tersisa satu alamat ip yang sedari tadi masih bertahan. Rihan terus berusaha menahannya.


...°You Lose Friend, Sorry!°...


Sebuah kalimat muncul di layar notebook Rihan, membuat gadis itu berkedip beberapa kali kemudian tersenyum tipis. Sudah lama dia menunggu lawan seperti ini.


Biasanya orang yang kalah akan sedih atau marah, maka berbeda dengan Rihan. Dia justru senang karena ada yang bisa menang darinya. Setidaknya dia bisa meningkatkan kemampuannya lagi untuk membalas lawannya nanti.


"Aku penasaran dia siapa," Gumam Rihan dan bersandar pada sandaran kursi dan terus berpikir.


Tidak ingin memikirkannya lagi, Rihan menyelesaikan beberapa berkas yang belum sempat diperiksa. Sibuk dengan berkas-berkas itu, hingga dia lelah dan tertidur dengan lengannya sebagai bantal kepalanya di atas meja.

__ADS_1


Rihan yang terlelap, tidak sadar bahwa seseorang baru saja masuk ke ruang kerjanya dan membawanya pergi dari sana.


__ADS_2