
Satu minggu berlalu.
Zant tidak pulang ke rumah pribadinya, ataupun mengunjungi orang tuanya sama sekali. Pria itu hanya menelpon orang tuanya dan memberitahukan bahwa dia akan merawat kekasihnya hingga sembuh. Zant juga mengambil cuti panjang hingga tiga tahun untuk merawat Rihan.
Tidak ada yang bisa memecatnya karena Zant adalah pemilik rumah sakit yang merupakan tempat Mommy Rosse dan Mama Shitia dirawat. Zant mungkin akan ke rumah sakit jika ada pasien yang benar-benar darurat yang membutuhkannya untuk dioperasi.
"Bagaimana perkembangannya?" Tanya Zant pada Gledy. Ada Dokter Galant juga di sana.
...*Belum ada perkembangan sama sekali. Jantung Tuan majikan benar-benar rusak parah. Jaringan selnya hampir semua tidak bisa lagi berfungsi. Jangan lupa jika waktu perbaikan jaringan sel yang rusak membutuhkan waktu yang lama....
...Beberapa bulan ke depan, anda bisa melihat kembali kondisi Tuan majikan, karena perbaikan sel yang rusak mulai terlihat perubahannya setiap 3 bulan sekali. Jadi, tugas anda adalah memantau suhu tabung es itu agar tetap stabil, memperhatikan aliran antibodi yang disalurkan setiap seminggu sekali ke dalam tabung es, juga pengobatan lainnya yang menunjang perbaikan sel-sel tubuh yang rusak.*...
"Baiklah. Jika ada perubahan darinya, jangan lupa memberitahunya pada kami." Zant kemudian menghampiri tabung es dan melihat Rihan di dalam sana. Senyum tipis terukir di bibir Zant ketika wajah Rihan sudah tidak terlihat pucat lagi. Setidaknya rasa khawatirnya sedikit berkurang.
"Bagaimana dengan tugas Alex dan yang lainnya?" Tanya Zant tanpa melirik Dokter Galant di belakangnya.
"Semua berjalan lancar. Alex berencana membongkar satu persatu tindakan busuk Elle selama ini." Jawab Dokter Galant tenang.
"Itu bagus. Aku sudah tidak sabar ingin melihat penyesalan pria bodoh itu." Balas Zant sambil mengusap pelan tabung es di depannya.
"Aku juga menunggunya, Kak."
***
Ting
Tong
Bel apartemen berbunyi, menandakan ada tamu yang datang. Neo yang tadinya asik menonton TV di ruang tamu, segera membukanya. Pria itu penasaran, siapa yang bertemu hari ini, karena setahunya tidak ada orang yang tahu alamat apartemennya.
Ceklek
"Logan? Bagaimana bisa kamu sampai di sini?" Tanya Neo kaget.
Elle baru keluar dari rumah sakit dua hari yang lalu. Keduanya baru tinggal di apartemen ini selama dua hari dan tidak ada seorangpun yang tahu. Elle mengatakan tidak ingin ada yang mengganggu mereka, sehingga Neo juga tidak memberitahukan pada Logan tentang itu.
"Kamu tanya bagaimana? Aku yang seharusnya bertanya. Selama satu minggu ini kenapa kamu tidak memberitahuku bahwa kamu tinggal di sini? Kamu dan Elle menghilang sejak acara pelelangan itu. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa kamu tahu, jika Rei sedang sakit parah? Informasi yang aku dapatkan, Rei divonis meninggal tidak lama lagi. Apa kamu tahu sesuatu?" Ujar Logan dan bertanya diakhir kalimatnya.
Deg
"Hidup tidak lama lagi? Ma... maksudmu?" Tanya Neo pelan tidak percaya. Tiba-tiba perasaan tidak enak muncul di hatinya begitu saja.
__ADS_1
"Kita akan bicara diluar. Ada yang ingin aku katakan. Di mana Elle?" Tanya Logan berusaha menengok ke dalam. Logan dan Neo masih di depan apartemen.
"Elle sedang mandi. Aku akan ijin padanya sebentar. Tunggu di sini!" Balas Neo kemudian masuk dan menutup pintu tanpa mempersilahkan Logan untuk masuk.
"Kamu benar-benar tidak tahu apapun. Apa yang sudah dia lakukan padamu?" Gumam Logan dalam hati dan mengehembuskan nafas pelan.
...
"Jika ingin tinggal bersama Elle, setidaknya beritahu aku agar tidak khawatir. Sepertinya karena wanita itu, kamu melupakan aku. Apa yang sudah wanita itu lakukan untukmu?" Tanya Logan lima menit setelah mereka sampai di sebuah cafe yang tidak terlalu jauh dari apartemen Elle dan Neo.
"Ponselku hilang entah kemana. Elle juga tidak ingin ada yang mengganggunya untuk sementara, jadi aku tidak menghubungimu. Dan juga, aku tidak melupakanmu, Gan. Untuk sementara aku akan merawat Elle. Dia terluka juga karena aku." Jelas Neo pelan.
"Ceritakan padaku apa yang sudah terjadi," Desak Logan dan mengepalkan tangannya di bawah meja.
Neo lalu menceritakan semua yang terjadi hingga dia yang menusuk Rihan kemudian pergi dari sana.
"Hahaha... kenapa aku bisa memiliki teman yang bodoh sepertimu?" Logan seakan bercanda, tapi sebenarnya pria itu sedang menahan diri untuk tidak memukul teman baiknya ini.
"Apa maksudmu?" Tanya Neo bingung.
"Aku ingin tanya satu hal padamu! Apa kamu benar-benar membenci Rei setelah semua yang dia lakukan untukmu?" Perkataan Logan berhasil membuat Neo terdiam dan menundukkan kepalanya.
"Jadi, kamu melakukan semua itu tanpa berpikir? Tidak salah Rei selalu memanggilmu pria bodoh," Kesal Logan dan menggeleng.
"Aku tidak perlu berpikir lama, jika semua bukti sudah ada. Dia memang pantas mendapatkan luka itu." Neo tiba-tiba emosi mengingat kejadian waktu itu.
"Begitu, ya. Andaikan apa yang kamu katakan itu benar...."
"Itu memang benar!" Potong Neo kesal.
"Dengarkan aku! Andaikan Rei memang melakukan itu. Menculik Ira dan Elle, berusaha merebut akta kepemilikan Chi Corporation, berusaha membunuh Tante Dara, dan kejahatan lainnya. Kalau begitu, katakan padaku, kenapa dia tidak membunuhmu dan justru merubah arah samurai itu darimu? Kamu saja melakukannya tanpa ragu." Logan kemudian menyesap kopi di depannya sambil melihat ekspresi Neo yang menunduk.
"Itu..."
"Apakah kamu tidak berpikir, mungkin saja bukti yang Elle berikan padamu palsu? Tidak ada untungnya Rei menculik Ira dan Elle, kemudian berpura-pura mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan kalian.
Untuk apa dia ingin membunuh Tante Dara kemudian menyelamatkannya dan bahkan merawat Tante Dara seperti ratu dalam keluarganya. Jika itu semua untuk mendapatkan Chi Corporation, maka tidak ada hubungannya sama sekali.
Sepertinya kamu lupa, jika semua dokumen rahasia Chi Corporation ada di tempat yang aman yang hanya aku dan kamu yang tahu. Jika kamu menuduhku ingin merebut Chi Corporation, maka itu wajar karena aku tahu jelas dimana akta kepemilikan itu berada. Tapi, kenapa malah menuduh Rei yang ingin merebut perusahaanmu?
Rei bahkan tidak ingin publik tahu dia pemilik R.A Group. Dia hanya dikenal karena memiliki orang tua pengusaha, dan dia pemilik rumah sakit. Tidakkah kamu ingat apa yang sudah Rei lakukan padamu dan keluargamu? Dia juga sejak awal tidak mendekatimu. Justru kamulah yang selalu menempel padanya.
__ADS_1
Asal kamu tahu Neo... aku memang tidak terlalu mengenalnya seperti kamu mengenalnya. Tapi satu hal yang aku tahu tentangnya, Rei lebih mementingkan orang lain dari pada dirinya sendiri. Dia rela berkorban demi orang lain dari pada dirinya sendiri. Kamu bahkan tidak tahu itu!
Jika benar akta kepemilikan itu sudah diambil dan ditukar dengan yang palsu, seharusnya aku orang pertama yang tahu. Tapi apa? Elle yang memberitahumu. Kalau begitu, dari mana Elle tahu itu akta kepemilikan yang palsu?"
Mendengar penuturan Logan yang panjang lebar, Neo mengangkat kepalanya dan menatap syok dengan penuturan terakhir Logan. Kenapa dia tidak menyadarinya? Kepercayaannya pada kekasihnya membuatnya tidak memikirkan hal lain.
"Aku sebenarnya ingin mengatakan banyak hal padamu, tapi aku rasa kamu tidak punya hak untuk tahu dariku atau orang lain. Sebaiknya gunakan otakmu dan cari tahu sendiri. Hanya saja, satu hal yang aku harapkan darimu, semoga kamu tidak menyesal!" Logan kemudian mengambil sesuatu di kursi sebelahnya dan memberikannya pada Neo. Ternyata sebuah iPad.
"Ini adalah rekaman kamera pengawas yang aku pasang di kamarku di mansion Rei. Dan lihat apa yang aku temukan!" Sambung Logan lalu memutar rekaman video di iPad di depannya.
Di dalam video, terlihat Elle masuk dengan langkah hati-hati ke dalam kamar Logan setelah pemilik kamar itu keluar. Elle terlihat membuka satu persatu laci nakas seperti mencari sesuatu. Wanita itu akan keluar setelah mengambil sesuatu.
"Yang menariknya adalah dia akan masuk ke kamarku setelah 20 menit aku keluar. Selama apapun dia di dalam sana, dia tidak terlihat khawatir, seakan tahu jika aku tidak akan masuk ke kamar. Aku menduga, dia tahu semua jadwalku sehingga tidak ragu untuk keluar masuk kamarku.
Aku sebenarnya tidak memasang kamera pengawas di kamarku, tetapi setelah dia menjadi asisten pribadimu, satu berkas penting kontrak kerja sama dengan perusahaan di Jepang hilang, sehingga kerja sama kita akhirnya batal. Kamu pasti ingat, 'kan?
Karena ingin menangkap pelakunya, aku memasang kamera pengawas untuk mengawasi kamarku, dan akhirnya aku menemukannya. Aku juga sengaja menaruh berkas-berkas yang dia curi di atas meja atau di laci nakas agar mudah ditemukan. Tapi semua berkas yang hilang itu hanya salinan jadi tidak berdampak buruk pada perusahaan.
Semakin melihat gelagatnya, aku berpikir, apa yang sebenarnya dia cari sampai tidak pernah berhenti masuk ke kamarku. Setelah berpikir cukup lama, aku akhirnya sengaja membuat akta kepemilikan palsu dan menaruhnya di kamar. Ternyata itu berhasil. Dia tidak lagi masuk ke kamarku setelah mendapat akta kepemilikan Chi Corporation.
Dan juga, kamu pasti masih ingat, hari itu dia memaksa berangkat sendiri ke perusahaan pusat. Ternyata dia ingin menindaklanjuti akta kepemilikan itu. Untungnya itu palsu sehingga dia pulang tanpa membawa apapun.
Aku menduga Rei tahu semua itu, dan berencana menghentikannya. Sayangnya, dia membalikkan fakta dan menyalakan semuanya pada Rei. Apa kamu tahu, kenapa Rei bisa ada di sana dan terluka karenamu? Itu karena dia ingin menyelamatkan kedua ibunya!"
"Jadi... dua wanita yang terluka di sana adalah kedua ibu Rei? Ya, Tuhan! aku..." Gumam Neo dalam hati menyesal.
"Aku tidak tahu apa yang sudah wanita itu berikan padamu sehingga kamu begitu percaya padanya. Kamu tahu Neo... ini sebagian kecil dari perbuatan wanita itu. Sisanya harus kamu cari sendiri. Kamu harus bersyukur aku yang memberitahumu lebih dulu, dan bukan Alex. Jangan lupa jika kesalahanmu sangat fatal. Rei divonis hidup tidak lama lagi.
Apa kamu yakin Alex akan membiarkanmu begitu saja? Aku rasa tidak! Belum lagi, ulahmu sendiri yang memutuskan hubungan dengan Rei, setelah semua yang sudah dia lakukan untukmu dan keluargamu.
Aku hanya ingin mengatakan ini padamu, sebagai teman baikmu. Jika kamu tidak bisa menemukannya karena masih ada keraguan dalam hatimu, maka aku yang akan datang sendiri dan mengatakan semua hal dan membawa bukti, bahkan mengajakmu melihat langsung seperti apa sifat asli orang yang kamu sayangi itu. Aku pergi!"
.
.
.
Pelan-pelan kita kupas kebusukan Elle, dan membuat Neo menyesal. Jangan lupa berikan saran kalian untuk Neo.
Sampai ketemu di chapter selanjutnya.
__ADS_1