Rihhane Of Story

Rihhane Of Story
Akhirnya


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi oleh keluarga Alexander akhirnya berhenti setelah hampir 30 menit membelah jalanan kota Jakarta menuju Restaurant bintang lima, tempat mereka akan makan malam bersama keluarga Samantha.


"Apa kami terlambat?" Tanya Pither, Ayah David dan Davin pada Samuel Samantha, ketika mereka masuk ke dalam restaurant dan menuju sebuah meja yang sudah dipesan oleh Samuel Samantha untuk makan malam.


"Tidak. Kami juga baru tiba lima menit yang lalu. Silahkan duduk!" Jawab Samuel, ayah Ariana dengan ramah lalu mempersilahkan keempat orang itu untuk duduk di kursi kosong disana.


"Terima kasih, Sam." Balas Pither kemudian mengambil posisi duduk berhadapan dengan Samuel dan diikuti oleh istri dan kedua anaknya.


"Hai jeng, Nia. Makin cantik saja. Silahkan duduk jeng!" Ucap Amenda, Ibu Ariana lalu tersenyum ramah.


"Hay juga jeng, Ami.Terima kasih. Jeng Ami juga semakin cantik." Balas Sania, Ibu David lalu duduk di sebelah sang suami.


"Jadi, ada hal penting apa yang perlu di bicarakan di pertemuan keluarga ini?" Tanya Pither setelah istri dan anaknya duduk.


"Kita akan membahasnya setelah makan malam." Samuel Samantha lalu melambaikan tangannya pada seorang pelayan untuk mengantarkan pesanan mereka.


"Baiklah." Balas Pither sambil menganggukkan kepalanya.


Kedua keluarga itu lalu menikmati makan malam mereka dengan tenang setelah pelayan membawahkan pesanan mereka.


"Tidak biasanya gadis ini begitu tenang. Biasanya dia akan sangat menempel pada Dev. Kenapa dia terlihat berbeda?" Batin Sania, Ibu David heran dengan sikap tenang Ariana.


Biasanya, jika pertemuan keluarga seperti ini, Ariana akan terus menempel dan bermanja pada David.


"Mungkin hanya perasaanku saja." Sambung Sania dalam hatinya kemudian menggelengkan kepalanya berusaha mengusir pikiran aneh di kepalanya.


"Jadi, ada hal penting apa?" Tanya Pither setelah makan malam mereka selesai.


"Ekhem... Sebelumnya saya minta maaf Pit. Saya harap setelah ini hubungan kedua keluarga kita tetap terjalin seperti biasa." Samuel Samantha berusaha untuk tidak menyinggung perasaan Pither Alexander.


"Saya jamin itu. Jadi, ada apa?" Ayah David, itu semakin penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh rekan kerjanya yang sudah seperti sahabatnya itu.


"Sekali lagi saya atas nama keluarga Samantha meminta maaf yang sebesar-besarnya, karena perjodohan antara Angel dan David harus dibatalkan." Ucap Samuel sambil menatap Pither yang juga menatapnya.


"Akhirnya." Batin David senang.


"Boleh saya tahu alasan pembatalan perjodohan ini?" Tanya Pither, karena setahunya tidak ada masalah apa-apa diantara keduanya.


"Bukan alasan yang serius. Hanya saja, Angel sudah menyukai pria lain, dan saya tidak bisa melanjutkan perjodohan ini jika keduanya tidak saling mencintai. Menurut Angel, David juga sudah mencintai gadis lain. Jadi saya rasa pembatalan perjodohan ini tidak menimbulkan kerugian ataupun sakit hati dari kedua belah pihak. Saya harap Kamu bisa mengerti. Sebagai orang tua, saya ingin anak saya bahagia dengan hidup bersama orang yang dicintainya." Jelas Samuel Samantha panjang lebar sambil terus menatap reaksi keluarga Alexander.


"Jika itu memang alasannya, saya bisa menerimanya. Saya juga ingin anak saya bahagia dengan orang yang dicintainya. Bagaimana denganmu, Dev. Apa kamu menerima pembatalan perjodohan ini?" Tanya Pither diakhir kalimatnya lalu menatap David yang sibuk dengan dunianya sendiri.


"Iya, Yah." Jawab David santai.


"Padahal saya sangat berharap kita menjadi besan, Jeng." Ibu David membuka suara lalu tersenyum terpaksa.


"Begitulah, Jeng. Kita sebagai orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak-anak kita." Balas Amenda lalu tersenyum menatap Sania.


"Baiklah. Jika begitu kami pamit, Sam." Pither Alexander pamit setelah sang istri selesai berbicara dengan Amenda. Pither lalu berdiri diikuti oleh istri dan anaknya.

__ADS_1


"Saya harap kamu tidak kecewa dengan keputusan ini, Pit." Samuel ikut berdiri dan menahan lengan Pither.


Samuel Samantha sebenarnya malas untuk melakukan hal ini, akan tetapi demi menjaga sopan santun, pria paru baya terpaksa melakukannya.


"Ini bukan masalah besar, Sam. Jangan khawatir." Balas Pither lalu tersenyum tipis.


"Baiklah. Sampai jumpa lagi, Pit." Samuel Samantha lalu melepas pegangannya dan mempersilahkan Pither sekeluarga untuk meninggalkan restaurant.


"Kami pamit ya, Jeng." Ibu David tersenyum tipis sebelum pergi.


"Iya Jeng, Nia. Sampai nanti." Balas Amenda.


Keluarga Alexander kemudian pergi meninggalkan restaurant.


"Kamu senang, kan sayang." Tanya Samuel sambil membelai lembut kepala sang anak.


"Iya, Pa. Angel senang sekali. Terima kasih ya, Pa. Angel sayang Papa." Jawab Ariana lalu memeluk manja lengan sang Papa.


"Sama-sama, sayang. Papa juga menyayangimu, Angel." Balas Samuel lalu tersenyum pada sang anak.


"Papa selalu saja memanjakan Angel." Ibu Ariana berbicara setelah menghela nafas tidak habis pikir dengan tingkah anak gadisnya.


"Namanya juga kesayangan, Papa. Iya, kan sayang." Balas Samuel Samantha lalu mengecup sekilas pucuk kepala sang anak.


"Iya Pa."


"Kakak harap kali ini kamu tidak main-main, Angel." Alvin akhirnya membuka suara setelah terdiam cukup lama.


"Bagaimana perkembanganmu dengan Tuan Muda Rehhand?" Tanya Samuel lalu menatap anak gadis kesyangannya ini.


"Belum ada perkembangan, Pa. Tapi kemarin Angel ke Mansion Rehhand." Ariana menjawab dengan semangat. Jangan lupakan senyum percaya dirinya itu.


"Itu tandanya sudah ada perkembangan." Balas Samuel Samantha ikut senang.


"Tapi Tuan Muda sangat sulit untuk didekati, Pa." Ariana kini sudah memasang wajah lesuh.


"Kamu harus berjuang dong, Sayang. Anak kesayangan Papa, kan cantik. Papa yakin Tuan Muda akan sedikit membuka hatinya jika mendengar pembatalan perjodohanmu dengan David. Jadi kamu harus berjuang ya, sayang. Ini demi perusahaan kita juga." Samuel Samantha menghibur Ariana.


"Iya Pa. Angel akan berusaha keras. Tapi Pa, sepertinya Tuan Muda sudah memiliki kekasih." Beritahu Ariana ketika teringat akan Phiranita yang sangat dijaga oleh Rihan.


"Benarkah! Tahu dari mana?" Tanya Samuel penasaran.


"Angel sendiri yang lihat kok, bagaimana perhatiannya Tuan Muda pada gadis itu." Jawab Ariana yang kini memasang wajah cemberut.


"Bisa jadi itu temannya, Sayang." Ucap Samuel.


"Tidak, Pa. Gadis itu malahan memanggil Tuan Muda dengan sebutan Honey." Balas Ariana.


"Itu bukan masalah besar anakku, tinggal kamu tikung saja gadis itu. Aman, kan!" Samuel Samantha memberikan saran dan tersenyum licik menatap Ariana.

__ADS_1


"Bisa-bisanya Papa mengajarkan hal itu pada Angel." Ucap Amenda sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan kelakuan sang suami.


"Iya Pa. Angel akan berusaha menyingkirkan gadis itu. Dia hanyalah gadis pelecehan seksual yang kebetulan beruntung dekat dengan Tuan Muda." Ariana ikut tersenyum sinis menanti rencananya di masa depan.


"Pelecehan seksual?" Tanya Samuel Samantha yang mulai tertarik dengan pejelasan sang anak.


"Iya, Pa. Yang Angel tahu, gadis itu mengenal Tuan Muda belum lama. Ia berasal dari Jepang yang datang ke sini untuk mencari sahabatnya, lalu mengalami pelecehan seksual sehingga ia sekarang trauma. Angel rasa Tuan Muda dekat dengannya karena kasihan. Bagaimana menurut Papa?" Jelas Ariana panjang lebar.


"Bisa saja! Tapi Papa ingin tahu trauma gadis itu apa?" Tanya Samuel karena memikirkan sesuatu di kepalanya.


"Gadis itu trauma akan sentuhan pria, Pa. Dan hanya Tuan Muda Rehhand saja yang tidak ditolak oleh gadis itu jika disentuh. Memangnya kenapa Pa?" Ariana bertanya diakhir kalimatnya lalu menatap penasaran sang Papa yang tiba-tiba tersenyum miring.


"Sepertinya gadis itu bukan kekasih Tuan Muda, Sayang." Jawab Samuel lalu tersenyum menatap Ariana.


"Maksud Papa?" Tanya Ariana yang masih tidak mengerti.


"Tuan Muda hanya dekat dengan gadis itu sebagai penyembuhnya. Katamu mereka baru saja bertemu ketika gadis itu mengalami pelecehan seksual. Jadi bisa disimpulkan bahwa gadis itu bukan kekasih Tuan Muda. Kamu mengertikan, Sayang." Jawab Samuel lalu mencolek pelan hidung sang anak.


"Angel mengerti Pa. Lalu bagaimana dengan panggilan Honey itu?" Tanya Ariana lagi.


"Entahlah! Papa juga tidak tahu. Untuk lebih jelasnya, itu tugasmu, sayang." Jawab Samuel.


"Ya, sudah Pa. Angel akan berusaha merebut perhatian Tuan Muda itu, walau dengan cara kotor sekalipun." Ucap Ariana dengan tekad yang kuat.


"Itu baru anak Papa." Balas Samuel lalu tersenyum bangga.


"Kakak harap kamu berhasil menaklukkan Tuan Muda Rehhand." Ucap Alvin lalu menggeleng kepalanya.


"Iya Kak. Tenang saja. Itu urusan Angel."


*****


"Bagaimana?" Tanya seorang pria pada temannya.


"Tidak ada jejak sama sekali! Aku rasa mereka bukan orang-orang sembarangan." Jawab pria lain.


"Cari terus sampai ketemu."


"Jika kamu berhasil menemukannya, apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya pria lain.


"Entahlah. Lihat saja nanti!" Jawabnya.


"Ya, sudah."


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎


Terima kasih sudah membaca ceritaku.


Jangan lupa tinggalkan jejakmu ya...

__ADS_1


See You.


__ADS_2