Rihhane Of Story

Rihhane Of Story
Rencana Ayu


__ADS_3

"Ada apa Ayah memanggilku?" Tanya seseorang yang baru datang menghampiri tempat duduk Rihan.


"Duduklah di sini. Ada yang akan Ayah sampaikan, Sayang." Julian Antarik mempersilahkan anaknya untuk duduk di kursi kosong yang ada disana.


Setelah anaknya duduk di kursi kosong yang dekat dengannya, Julian lalu memandang wajah sang anak kemudian beralih ke wajah tampan dan cantik milik Rihan. Julian Antarik tersenyum penuh arti. Sedangkan Ariana, dia memandang anak Julian dengan tatapan sinisnya.


Rihan hanya memandang gerak-gerik ketiga orang yang duduk bersamanya dengan tatapan datar. Dia sedang menunggu pergerakan mereka selanjutnya. Jika ada keributan, cukup bagus pikirnya.


"Tuan Muda, perkenalkan ini anak saya. Namanya Ayu. Dia baru datang dari luar negeri dan akan melanjutkan studinya di sini. Dia juga yang akan menggantikan saya untuk mengambil alih Antarik Hospital." Julian memperkenalkan anak gadisnya dengan bangga.


"Jadi ini si pria cantik yang banyak diperbincangkan itu? Dilihat secara langsung ternyata sangat tampan." Puji Ayu dalam hatinya sambil memandang intens wajah tampan Rihan.


"Ayo sapa Tuan Muda Rehhand, Sayang." Pintah Julian pada anak gadisnya, sekaligus membuyarkan lamunan Ayu.


"Nama saya Hayudia Maudy Antarik, Tuan Muda. Biasa dipanggil Ayu. Terserah anda ingin memanggil saya dengan sebutan apa." Ayu memperkenalkan diri dengan memasang senyum terbaiknya.


"Apa yang anda inginkan, Tuan Julian. Saya tidak tidak suka basa-basi." Rihan membuka suara dengan datar tanpa membalas perkenalan dari Ayu.


"Rasakan itu! Kamu pikir mudah menarik perhatian Tuan Muda Rehhand?" Cibir Ariana dalam hati karena perkenalan Ayu tidak ditanggapi oleh Rihan.


Ariana masih tetap memandang penuh kebencian pada gadis di sebelahnya ini yang nanti menjadi rivalnya dalam menarik perhatian seorang Rihan.


Merasa diperhatikan, Ayu mengalihkan pandangannya ke sampingnya dan mendapati tatapan sinis Ariana padanya.


"Ternyata nona Samantha juga disini. Maaf, aku tidak melihatmu sedari tadi. Ada hubungan apa anda dengan tuan muda, Nona Samantha?" Tanya Ayu diakhir kalimatnya. Jangan lupakan senyum manisnya yang selalu terpasang itu.


"Saya berteman dengan Tuan Muda, Nona Antarik." Ariana juga memasang senyum terbaiknya. Tetapi percayalah, raut wajahnya tidak sesuai dengan isi hatinya.


"Wah... Hebat sekali. Bisakah aku menjadi teman anda juga, Tuan Muda?" Tanya Ayu masih dengan senyumnya lalu memandang intens wajah Rihan.


"Sepertinya anda hanya ingin berbasa-basi dengan saya, Tuan Julian." Rihan dengan nada suara yang semakin dingin. Rihan sudah mulai bosan dengan dua wanita di depannya ini. Rihan kemudian berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan ketiga orang yang masih duduk di sana diikuti oleh kedua asisten pribadinya.


"Bukan begitu, Tuan Muda. Mak..." Julian tidak melanjutkan lagi perkataannya, karena Rihan tetap melangkahkan kakinya tanpa mau mendengar perkataannya.


Jika Julian memaksakan suaranya, maka hanya akan membuatnya malu karena lawan bicara tidak menanggapinya, dan juga Alex sudah memotong pembicaraannya. Julian hanya bisa menggertakkan giginya menahan geram karena merasa tidak dihargai oleh anak muda yang begitu sombong ini, pikirnya.


"Maafkan tuan muda Rehhand, Tuan Julian. Kami mohon pamit." Pamit Alex pada Julian Antarik sebelum mengikuti majikannya.

__ADS_1


"Tunggu saja, Tuan Muda. Kamu belum tahu siapa aku." Geram Julian dalam hatinya sambil memandang punggung Rihan yang semakin menjauh.


"Saya juga pamit, Paman." Ariana juga beranjak pergi dari sana menuju meja keluarganya. Tetapi sebelum itu, "Ingatlah, Nona Antarik. Tuan Muda hanya milikku. Jangan coba-coba mendekatinya." Bisik Ariana di telinga Ayu sebelum benar-benar pergi dari sana.


Sedangkan Ayu hanya mengepalkan tangannya kuat-kuat mendengar bisikan Ariana di telinganya.


"Pelacur itu berani mengancamku? Tunggu saja!" Kesal Ayu lalu mengalihkan pandangannya ke arah meja keluarga Samantha.


"Apa yang ingin Ayah katakan dengan memanggilku ke sini? Dan juga... Tuan Muda Rehhand sama sekali tidak menghiraukan keberadaanku, Ayah. Baru kali ini ada pria yang mengabaikanku." Kesal Ayu pada ayahnya lalu memasang wajah cemberut.


"Itu tujuan ayah, Sayang. Ayah ingin menjodohkanmu dengan Tuan Muda Rehhand. Tetapi seperti yang kau lihat tadi, Tuan Muda Rehhand sangat dingin. Ayah harap kamu bisa mengambil hatinya sehingga kita bisa bekerja sama dengan rumah sakit Setia. Juga dengan perusahaan keluarganya. " Jelas Julian pada anak kesayangannya.


"Ayah tenang saja! Semua laki-laki itu sama. Tidak akan menolak pesona gadis cantik sepertiku. Aku akan berusaha menggodanya dan membawanya ke sisiku, Ayah. Percayakan semuanya pada Ayu." Nada suara Ayu begitu percaya diri. Ayu lalu memasang senyum sinis karena berhasil memikirkan rencana untuk berdekatan dengan Rihan.


"Ayah percaya padamu, sayang. Tapi kamu punya saingan untuk mendapatkan Tuan Muda Rehhand." Julian teringat pada Ariana.


"Masalah pelacur itu, Ayah tenang saja. Mudah saja menyingkirkannya. Kekayaan mereka tidak seberapa dengan milik kita." Balas Ayu pada sang Ayah.


"Kamu memang anak Ayah. Benar juga, kamu ingin melanjutkan studimu di universitas milik kita?" Tanya Julian pada Ayu.


"Memangnya Tuan Muda Rehhand kuliah dimana, Ayah?" Tanya Ayu penasaran.


"Kalau begitu, Ayu akan berkuliah di universitas milik kita saja, Yah. Agar mudah mendekati Tuan Muda Rehhand. Sayangnya, Ayu tidak satu jurusan dengannya." Ayu memasang wajah sendunya karena tidak sejurusan dengan pria incarannya.


"Tidak apa-apa, Sayang. Asalkan masih satu universitas. Tetapi kenapa Tidak mencoba masuk kedokteran?" Tanya Julian lalu membelai kepala sang anak.


"Siapa yang akan membantu Ayah di perusahaan jika Ayu jadi dokter?" Tanya Ayu sambil menikmati belaian sang ayah di kepalanya.


"Tidak apa-apa kalau anak ayah jadi dokter. Ayah masih kuat untuk mengelolah perusahaan seorang diri." Jawab Julian pada anak semata wayangnya.


Julian Dimas Antarik hanya memiliki satu orang anak yaitu Hayudia Maudy Antrik. Julian juga merupakan seorang duda karena ditinggal pergi istri tercintanya pada saat melahirkan Ayu. Oleh karena itu, Julian sangat menyayangi anak gadisnya ini. Apapun yang diinginkan Ayu pasti akan dipenuhinya.


Meskipun harus membunuh seseorang untuk mendapatkan keinginan putri tercintanya, maka Julian rela melakukannya. Entah apa yang ada dalam pikirannya sehingga memanjakan anaknya dengan cara seperti itu.


Begitu juga dengan Hayudia Maudy Antarik. Meski manja dan semua yang diinginkan harus didapatkan, tetapi dia sangat menyayangi ayahnya yang merupakan satu-satunya orang tuanya yang tersisa.


Walaupun harus menahan keinginannya kali ini untuk sejurusan dengan pria incarannya maka Ayu juga rela karena biar bagaimanapun dialah yang akan menggantikan sang ayah untuk mengurusi perusahaan mereka nanti.

__ADS_1


"Tidak, Yah. Ayu akan tetap mengambil jurusan bisnis. Selain satu universitas dengan Tuan Muda Rehhand, Ayu juga yang akan mengambil alih Antarik Hospital, sehingga semakin mudah berdekatan dengan Tuan Muda Rehhand. Jadi Ayah tenang saja. Tuan muda itu pasti akan takluk dengan pesona Ayu. Ayu yakin itu. Jika Ayu sudah tidak mampu, maka Ayah harus membantu, ya." Jelas Ayu panjang lebar pada ayahnya.


"Ya, sudahlah. Terserah kamu, sayang. Ayah sepenuhnya mendukung semua keputusanmu. Kamu tahu kan, betapa ayah sangat menyayangimu. Kamu satu-satunya yang ayah punya setelah ibumu pergi meninggalkan kita." Julian kini sudah mendekatkan kursinya dengan sang anak agar lebih mudah berinteraksi.


"Ayu juga sangat menyayangi ayah. Maafkan Ayu, Yah. gara-gara Ayu, ibu pergi meninggalkan ayah. Maafkan Ayu." Ayu lalu memeluk erat sang ayah yang ada di sampingnya.


"Itu bukan salah kamu, sayang. Itu semua karena ibumu sangat menyayangimu. Sama seperti ayah, kami sangat menyayangimu. Sudahlah, jangan bersedih. Yang harus kamu pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya menyingkirkan Nona Samantha itu agar mudah mendekati Tuan Muda Rehhand." Ucap Julian lalu membalas pelukan sang anak.


"Ayah tenang saja. Ayu sudah memiliki rencana yang bagus untuk menyingkirkan pelacur itu," Balas Ayu lalu melepaskan pelukannya pada sang ayah kemudian memasang senyum manisnya.


"Itu baru anak ayah. Sudah ya sayang, kita jadi bahan tontonan para tamu. Ayo ikut Ayah. Kita sapa para tamu." Julian lalu berdiri dari tempat duduknya dan menggandeng anak gadisnya dan menyapa para tamu yang hadir di sana.


***


Beralih kepada keluarga Alexander, tepatnya pada David yang sepanjang perayaan berlangsung, pandangannya tidak teralihkan sedikitpun dari tempat duduk Rihan.


David terus saja memandang wajah tampan dan cantik milik seorang Rihan. Entah kenapa dia tidak ingin melepa pandangannya sedikitpun dari wajah Rihan.


David merasa familiar dengan wajah Tuan Muda Rehhand itu. Meski jantungnya selalu berdebar kencang ketika memandang Tuan Muda Rehhand, tetapi dia juga merasa tenang ketika melihat wajah si pria cantik itu. Seakan-akan rasa rindunya terobati akan sesuatu. Sayang, David tidak tahu rindu pada apanya yang terobati.


David yang selama tiga tahun ini pikirannya selalu tertuju pada pujaan hatinya, kini sudah mulai berkurang dan sedikit demi sedikit di isi dengan pikirannya akan wajah tampan dan cantik milik anak kedua Jhon Lesfingtone itu.


David selalu penasaran akan gosip yang beredar tentang masa lalu Rihan yang membuatnya berubah menjadi pribadi yang begitu dingin. Semakin memikirkannya, membuat David ingin secepatnya mendekatkan dirinya dengan si pria cantik itu. Lebih tepatnya menjadi temannya.


David tiba-tiba mengerutkan keningnya ketika melihat Ariana yang menghampiri meja Rihan. David semakin membenci gadis itu, ketika melihat dengan jelas bagaimana Ariana memasang senyum manisnya pada Rihan dan memasang tatapan penuh kebencian pada Ayu yang memandang intens wajah Rihan.


David semakin membenci Ariana ketika mengingat bagaimana perlakukannya dulu pada pujaan hatinya sehingga sampai sekarang gadisnya itu hilang bak ditelan bumi.


Tetapi lihat kelakuan Ariana sekarang, mudah sekali berpaling kepada yang lebih tampan tanpa mengingat bagaimana kelakuannya dulu dalam menyingkirkan gadis-gadis yang berdekatan dengan David.


Tetapi setelah dipikir-pikir, David tiba-tiba tersenyum penuh arti karena dengan Ariana yang menyukai Tuan Muda Rehhand, maka perjodohan mereka akan dibatalkan sehingga dia tidak kesusahan nanti untuk membawa pujaan hatinya ke sisinya.


***


Terima Kasih sudah membaca ceritaku.


Jangan Lupa tinggalkan jejakmu, ya.

__ADS_1


See You.


__ADS_2